Minggu, 25 Oktober 2015

Cengeng

Tadi siang, saya berbalas-balasan pesan melalui aplikasi whatsap dengan seseorang yg sudah saya anggap seperti abang saya sendiri. Disitu saya menulis tentang keinginan saya untuk menikah dan meminta dia untuk mencarikan, jika ada pria dari kalangan pergaulannya yang ia kira mungkin akan cocok dengan saya. Saya kemudian bercerita tentang hal-hal yang membuat saya belakangan ini merasa tidak nyaman dengan status lajang saya. Salah satunya adalah gangguan dari pria-pria yang tidak lajang disekitar saya.

Kemudian ia menulis :

"Semoga niat baikmu berkeluarga segera diijabah ya. Aku doakan"

Dan saya membalasnya dengan ucapan terima kasih dengan airmata bercucuran. Untung saja ia tidak tahu. Isi pesan yang tidak seberapa panjang itu menguatkan saya dan memberikan dukungan yang saya perlukan meskipun mungkin abang itu belum tentu bisa mencarikan yang tepat untuk saya.

Dua minggu yang lalu, dengan hanya satu kalimat ditelepon yang saya sampaikan ke Ibu saya bahwa seseorang tidak jadi datang, pembicaraan berikutnya beralih menjadi tangis sesegukan, baik itu saya ataupun ibu saya dan semakin deras airmata saya mengalir ketika telpon berpindah dan ada suara bapak saya berbicara diujung sana 

"Bapak percaya kalau kamu bisa mengandalkan dirimu sendiri dan ini tidak seberapa untuk kamu lewati"


Ternyata belakangan ini saya memang lebih cengeng dari biasanya 
Mungkin karena faktor usia:)

Tidak ada komentar: