Rabu, 26 Agustus 2015

Terlalu Awal Untuk Menyerah,,,




Tidak ada kegagalan yang manis. Semuanya pahit, hampir tak tertelan

Dua aplikasi beasiswa dan satu aplikasi kursus singkat di luar negri saya ditolak tahun ini dan kesemua beritanya diterima pada waktu yang berdekatan. Saya patah hati. Bahkan patah hatinya lebih parah dari patah hati berpisah dari kekasih hati beberapa bulan sebelumnya. Patah hati yang sangat dalam hingga saya tidak mampu merasakan kesedihan yang juga tak kalah dalamnya ketika teman dekat saya menikah dan yang saya tahu hanyalah tanggal pernikahannya saja.

Sekolah lagi sudah menjadi target saya dalam duat tahun terakhir. Dalam dua tahun terakhir itu pulalah saya menyusun rencana dan persiapan; mulai dari menyusun proposal penelitian, membuat beberapa essay sesuai permintaan lembaga pemberi beasiswa, berkali-kali tes toefl agar angkanya merambat naik menuju 550 hingga berkali-kali mengontak para pembimbing agar dibuatkan surat rekomendasi. Beberapa diantaranya sukses dan lebih banyak yang gagal.  

Biasanya, saya akan angkat tangan dan mengibarkan bendera putih jika sudah seperti ini. Dan itulah yang terjadi selama hampir dua minggu setelah pengumuman-pengumuman itu. Tiba tiba saya kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa dan tidak tahu harus bagaimana dengan dengan rencana sekolah saya. Saya frustasi karena usaha (yang menurut saya maksimal) tidak mendapat balasan yang sesuai dengan keinginan saya. 

Dan frustasi saya mungkin saja akan terus berlanjut hingga hari ini jika saja sore itu adik saya, Yuli tidak berceletuk tentang rencana dan mimpinya untuk mengunjungi saya jika saya bersekolah di luar negri. 

Pada saat itu saya akhirnya tersadar
bahwa didalam impian saya ada impian orang lain yang ikut terbangun
dan masih terlalu awal untuk menyerah

Jadi, saya batal menyerah untuk mencoba aplikasi beasiswa lainnya tahun depan
Saya akan mulai lagi tes-tes bahasa inggris dan semoga kali ini tidak akan banyak mengulang
Saya akan memperbaiki proposal penelitian saya sehingga para calon supervisor sudi meliriknya 

Saya akan berjuang hingga batas maksimal yang saya punya
agar saya bisa berpetualan di pengalaman-pengalaman keilmuan yang amat luas 
serta menyambut keluarga saya nanti yang akan mengunjungi saya di luar negri

dan siapa tahu
menemukan pria bermata biru untuk dibawa pulang :)