Senin, 23 Maret 2015

Out of League

*sebuah foto dikirimkan lewat bbm*

"bagaimana menurutmu kak?"

"Bagaimana apanya? dia ini siapa?"

"Namanya si Fulan. Ia dikenalkan oleh Abang itu padaku beberapa waktu yang lalu. Ia dulu kakak kelasku dan kuliah di jurusan yang sama denganku"

" Dia suka padamu? kalau suka, then go for him"

" hmmm Aku  tak tahu kak..hanya saja He's out of my league"

Begitulah kurang lebih isi percakapan diantara dua kakak adik disuatu malam. Yang bertanya umurnya akan genap 21 pada tahun ini sementara yang menjawab umurnya 33 tahun ini. Itu percakapan antara saya dengan adik no 4. Bermula dari omongan tentang jerawatnya yang semakin bersemi hingga akhirnya sampai kepada obrolan tentang pria itu..

Pada dasarnya saya mendukung saja semua pilihan hatinya. Karena saya tahu, karakterk pria yang saya suka tak berbeda jauh dengan pria yang ia suka. Pria yang ini (mestinya) pria pintar nan menawan, mungkin dulunya aktivis, pasti pandai berbicara dan berkisah dan berkharisma. Ya kurang lebih seperti pria-pria yang menawan hati saya dulu..

I hate to say this but it just her grow too fast..
baru saja kemaren rasanya saya pontang panting kesana-kemari mengurusi urusan daftar ulangnya sebagai anak baru di Depok, eh hari ini dia sudah berbicara tentang seorang pria yang mengesankan hatinya. Duh dek:)

Sebenarnya da masih banyak baris percakapan kami selain yang diatas. Termasuk soal He's Out of Her League. Saya membalas cukup serius dibagian ini. dan adik kecil saya itu hanya membalas dengan ha ha ha ..entah malu entah gundah. but seriously, this league not supposed to be a very serious one


 Then I told her, that I've lost many opportunities to know many interesting men just because many people around me believe that I am in somebody's league. I'm out of the league not because my over qualification but because I think, I can fulfilled the requirement.

Sejak dulu, orang selalu berpikir, bahwa hanya perempuan-perempuan dengan standar kecantikan tertentulah yang boleh bersaing untuk memperebutkan hati seorang laik-laki. Maka jika anda tidak langsing, tinggi, putih dan berambut lurus, maka,  you' re out the league. Itulah sebabnya mengapa ketika kita jatuh hati pada seseorang disuatu masa maka kita akan sibuk mengukur diri. Padahal, kesibukan kita mengukur diri itu datangnya dari pendapat umum saja, yang mungkin tidak berpihak pada diri kita. Sehingga, ada banyak potensi diri yang tidak lagi terlihat hanya karena rambut tidak lurus atau kulit tidak putih tadi.
Saya pernah merasakannya pada waktu jatuh cinta pada ketua kelas saya dulu. Bagi saya, tidak ada yang salah dengan hati saya itu  hingga kemudian ada yang menjadikannya lelucon. Kemudian, rasa rendah diri berbicara dan mengatakan bahwa dia, si pujaan hati adalah rembulan yang tinggi di angkasa sementara saya, hanyalah sang punguk yang tak berhenti merindukannya. Baru disitulah saya menyadari, bahwa baginya, I'm out of his league

Ketika hari ini adik kecil saya menyukai pria nan menawan hatinya, tentu saja posisi si pria jauh lebih tinggi; Pria itu sudah menyelesaikan kuliahnya dan sudah bekerja di tempat yang bagus pula. Lalu saya katakan kepada adik saya :
"No worry
, setahun-dua tahun dari sekarang, kamu akan bisa berhadapan dengannya dengan kepala tegak. Bukan karena posisinya berada lebih rendah dari pencapaianmu tapi karena posisimu saat itu sudah bisa disejajarkan dengannya."

lagi-lagi ia hanya membalas dengan "ha ha ha "

mungkin pada dasarnya ia setuju tapi malu mengakuinya 

Btw, Tidak semua orang harus bermain di Liga yang sama. Dan tidak semua liga harus dimenangkan atau sebaliknya, tidak berarti disemua liga kita akan menjadi pecundang.
Jika tidak bisa bermain di Liga yang ada saat ini, maka mungkin kita perlu berlatih lebih keras, hingga kemudian undangan untuk bermain pada Liga tertentu akan datang dengan sendirinya





 

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya suka membaca blog kakak :)

Hesty Wulandari mengatakan...

makasiy adek :)