Selasa, 03 Maret 2015

Lose and Gain 2014

Sudah bulan ketiga di 2015 dan saya baru mulai kembali melihat-lihat blog ini. Kemaren, sehabis  menyempatkan diri untuk blog walking ke blognya Jeng Ocha , saya merasa mulai rindu menulis lagi. Apalagi beberapa postingan terakhirnya jeng ocha banyak yang berisi cerita sehari-hari yang mengena di hati. Btw, postingan terakhir yang saya punya ada di bulan Oktober 2014 dan nadanya masih sendu. Tahun 2014 nampaknya menyisakan terlalu banyak cerita luka di hati saya, meskipun sudah tidak ingin terlalu saya kenang tapi tetap muncul dalam tulisan.

Tapi ternyata, cerita luka memang selalu datang beriringan dengan cerita suka, meskipun tidak selalu berdekatan waktunya. Semua cerita tahun lalu mengingatkan saya pada ayat Al-Quran favorit saya; surat Al Insyirah; "Bahwa sesungguhnya setelah kesulitan selalu ada kemudahan.."

Awal. tahun lalu, sudah diisi dengan berbagai cobaan; mulai dari kehilangan motor hingga menjadi korban jambret, disusul kemudian dengan masalah keluarga yang cukup berat. Namun demikian, diantara masalah keluarga yang tak terbayangkan sebelumnya itu, kami mendapatkan berita gembira; adik saya yang no 4 mendapat beasiswa di kampusnya. Bukan hanya soal uang beasiswanya yang lumayan; yang membuat uang kuliahnya satu semester bisa dibayar sendiri, tapi lebih jauh kebahagiaan karena melihat perjuangannya bertahan untuk kulah dan berprestasi di tempat yang ia tidak sukai sebelumnya yang membuat kesedihan diawal tahun berangsur pupus.

Setelah memutuskan berhenti dari satu kegiatan yang pernah menjadi cerita besar dalam hidup saya, saya mengalami fase patah hati yang panjang yang membuat saya berputar dalam scene drama yang terus menerus. Tapi kemudian saya bertemu dengan beberapa orang dari lingkaran yang sama yang kemudian memberikan dukungan tanpa henti bagi penyembuhan hati saya. Setelahnya, saya jadi memiliki tempat untuk menertawakan hal-hal yang tidak penting, yang sebelumnya pernah saya tangisi berhari-hari. 

Another brighter side after long dark scene happened to me is another new opportunity. Saya  kemudian berkesempatan bergabung dalam sebuah ekspedisi bertemakan kuliner nusantara. Meski bukan posisi hebat, tapi posisi local fixer memungkinkan saya untuk bekerja dengan orang-orang hebat dibidang kuliner. Then I finally see where I supposed to be and whom I supposed work with..

Fase patah hati yang panjang itu membuat saya punya banyak energi yang bisa dilampiaskan pada banyak hal, dan syukurnya, pelampiasan tersebut tidak aneh-aneh. Dua kali pada tahun lalu saya akhirnya berkesempatan untuk mempresentasikan penelitian saya di dua konferensi dan dua paper lainnya lolos seleksi. Bukan sesuatu pencapaian yang sangat luar biasa sebenarnya untuk bisa dibanggakan. Mengingat ada banyak peneliti yang presentasi beberapa kali setiap bulannya, atau orang lain yang tiap sebentar berkeliling untuk diundang jadi pembicara kemana-kemana karena kehebatannya.

Melihat dan membaca semua cerita yang terjadi tahun lalu dan membandingkannya dengan apa yang kami dapati hari ini, saya hanya bisa takjub. Kesedihan, musibah dan patah hati pada akhirnya akan berlalu juga..hanya mungkin tidak semuanya berlalu secepat yang kita inginkan. Kadang kala ia butuh kesabaran dan waktu..

Afterall last year, I realized that I already lose many good thing, but  I gained many better things after that.
And I might say that I do proud of myself..
Not only about the achievement
but also about how I through this stormy year and try hard to dance in the rain




Tidak ada komentar: