Selasa, 14 Oktober 2014

Tentang (Tidak) Memaafkan


Ketika putus dengan mantan terlama, Saya membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun untuk bisa kembali berkomunikasi dengannya. Bukan hanya betapa sulitnya memaafkan semua yang telah terjadi pada akhir cerita kami tapi juga karena begitu sulit bagi saya melupakan semuanya begitu saja. Empat tahun kemudian, setelah komunikasi dibuka kembali, ia (si mantan) berujar kalau ia sudah siap kalau saya tidak memaafkan semua kesalahan yang pernah ia lakukan pada saya. Karena ia tahu bahwa ia luka yang ia torehkan di hati saya teramat dalam.. 

Selama ini, saya selalu berpikir setiap luka yang kita punya yang disebabkan oleh orang lain akan sembuh jika kita memaafkan semua yang telah terjadi, entah itu kejadiannya atau orang yang melakukan. Tapi kemudian, ketika mengalaminya sendiri, saya jadi tahu bahwa ternyata luka saya tidak pernah benar-benar sembuh karena sebuah kata memaafkan yang keluar dari mulut saya. Ternyata memaafkan memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Tapi mungkin iapun tidak benar-benar sulit. Yang sulit itu adalah melupakan semua yang telah terjadi sehingga meskipun kata maaf dan berdamai dengan keadaan sudah terucap dari mulut, belum tentu disetujui oleh hati.

Hingga kemaren saya membaca postingannya pashatama tentang memaafkan. 

Lagi-lagi diawal membaca, saya berpikir bahwa saya akan diseret kedalam argumentasi yang sama dengan yang ada dalam pikiran saya selama ini, bahwa memaafkan akan menjadi obat bagi hati saya yang luka. Tapi ternyata saya salah. si mba shasy itu pada intinya menulis bahwa, its okay not to forgive someone or something for whatever the reason is..and.. Masa bodoh dengan energi positif yang tersumbat itu tadi. Kalau dengan tidak memaafkan membuat kamu merasa lebih baik, so what. Just walk away, do anything that will make you feel better. Thats what life is about.

Setelah membaca postingan itu, entah mengapa saya merasa sangat lega. 

Hampir 5 bulan saya terperangkap dalam situasi yang membingungkan karena perihal memaafkan. Hampir lima bulan juga hati saya tidak sembuh-sembuh karena luka yang ditorehkan oleh beberapa orang pada hati saya dan itu dalam. To be honest, saya belum mampu dan belum mau memaafkannya. Karena setiap kali saya melihat dan mendengar apapun terkait semua kejadian selama 5 bulan belakangan ini, luka saya berdarah lagi. Hampir selama itu pulalah saya dinasehati banyak orang untuk bisa memaafkan yang sudah terjadi. Mungkin karena bukan mereka yang mengalami, atau mungkin karena mereka telah mengalami

Well, actually everything is always easier when it is said than when it is done until it happened to you..

Saya masih belum bisa memaafkan orang-orang yang membuat saya berkali lipat terlihat lebih bodoh dimata banyak orang hanya karena saya tidak menguasai hal yg mereka kuasai. Saya masih belum bisa memaafkan dan melupakan semua scene yang menjatuhkan harga diri saya dimata banyak orang hanya karena saya tidak tahu dan saya tidak pernah lupa dan belum bisa memaafkan betapa sakitnya  hati saya ketika dipermalukan didepan banyak orang lewat sebuah forum hanya karena saya tidak sekeren orang setelah saya. 


Dan ternyata...
its ok not to forgive...
maybe its not to, its just not yet
But if I don't want to..

Then Its ok

as ok as to take sometime to heal my pain

Thanks a lot mba Sashy 
You made up my day..