Rabu, 25 Juni 2014

Mari mampir, makan dan berbincang di Kedai Ketjil

Malam ini saya singgah disebuah tempat makan baru bersama empat orang mahasiswa saya dulu. Tempat yang kami kunjungi ini bukan restoran, hanya sebuah dapur kecil portable diatas sebuah sepeda motor yang sekaligus gerobak. Di barat sana, orang menyebutnya food truck. 

Lagi-lagi kita memang harus berterima kasih pada teknologi, yang memungkinkan kita melihat dan meniru perkembangan dunia luar sana tanpa bergerak sedikitpun dari depan TV. Sejak berlangganan TV kabel hampir setengah tahun yang lalu, saya seringkali menghabiskan waktu didepan tayangan seputar makanan; mulai dari wisata kuliner, jelajah pasar hingga masak memasak. Dan ada satu tayangan berjudul eat street yang memperkaya saya dan (mungkin orang lain) dengan ide-ide menarik tentang berjualan makanan di jalanan Amerika dan Kanada. 

Mungkin itulah yang menginspirasi tempat makan yang saya datangi malam ini. Namanya Kedai Ketjil. Menurut saya siy, konsep kedai ketjil tidak sepenuhnya berupa food truckmelainkan gabungan dari food truck dan angkringan. Atau dengan kata lain, sebenarnya mereka mengusung angkringan dengan konsep modern. Makanan yang dijual tidak terlalu banyak macam; beberapa varian nasi ayam, finger food dan roti bakar, namun minumannya cukup beragam, mulai dari teh hingga squash. 

nasi ayam telur asin
Malam ini, di meja kami; saya dan empat orang mahasiswa saya ada empat varian nasi ayam; nasi ayam telor asin, cabe ijo, rica-rica dan goreng mentega. Kami juga memesan beberapa varian minuman ringan, yg saya ingat cuma lime squash dan sisanya saya lupa namanya dan berakhir dengan memesan setangkup roti bakar coklat keju.

Dari keempat varian nasi ayam itu, bagi saya, ayam cabe ijonya yang paling unggul. Rasanya segar, tidak seperti ayam cabe ijo rumah makan Padang. Jeruk nipisnya terasa sekali. Sementara itu, ayam telor asinnya kurang asin dan dibawah bayangan saya ttg sesuatu dengan telur asin. Saya tadi berharap telur asinnya akan sangat melimpah dan terasa kesat sehingga akan tidak perlu menambahkan apapun pada nasinya. tapi idenya cukup bagus. tidak terpikirkan sebelumnya. hanya mungkin perlu jam terbang pembuatnya saja. Ayam rica--ricanya sangat mirip ayam balado hanya lebih pedas dan ayam goreng menteganya sangat pucat:)

Lime squash mereka tidak dibuat dengan perasan jeruk nipis melainkan dengan memadukan minuman serbuk berperisa jeruk nipis dan soda dengan rasa jeruk nipis. Mereka juga memadukan minuman serbuk tersebut dengan soda rasa lain utk menghasilkan varian yang berbeda. Kreatif

Roti Bakar Coklat Keju
Last but not least, Roti bakar coklat keju mereka sangat amat dipujikan. Rotinya tebal dan empuk dibuat sendiri dengan standar rasa ala roti bakar kopitiam. Susu kental manis coklat dipakai untuk rasa coklat sangat melimpah dan keju yang banyak melelehkan hati dan lidah. 

Tapi sebenarnya, yang menjadi highlight untuk kedai ketjil ini adalah value yang mereka bawa. Saya membaca tulisan besar  "Mari mampir, makan dan berbincang" digerobak mereka. Hal yang sudah lama terlewatkan oleh banyak tempat nongkrong baru yang bermunculan di kota ini. Sejak gadget selalu berada digenggaman dan wifi ada disemua penjuru, kita mulai lupa rasanya berbincang dan berinteraksi ditempat makan. Tak jarang saya dan banyak orang duduk berhadapan tanpa bicara tapi saling mengirimkan mention di akun social media. What an Irony

Malam ini ketika datang kesana, saya dan teman-teman semeja menghabiskan malam kami dengan bercerita banyaaak sekali dan tertawa lepas berulang-ulang. bahkan untuk hal yang tidak lucu sekalipun..like never before

Sebelum pulang, si pemilik meminta komentar saya tentang kedai mereka dan kami berbincang cukup lama. Ia mendengarkan pendapat saya dengan seksama dan bahkan mencatatnya. Senang rasanya apa yang kita ketahui bisa menjadi bermanfaat bagi orang lain. Dan lebih menyenangkan lagi mengetahui bahwa apa yg kita katakan didengarkan, meski mungkin bukan hal hebat sekalipun

Makan malam untuk 5 orang malam ini menghabiskan isi kantomg kami 103ribu tapi nilai yang kami terima berkali lipatnya:)

Visit Kedai Ketjil (@kedaiketjilpku) di depan mesjid besar di jalan sumatra. Gerobak warna merah dengan beberapa meja dan bangku disekitarnya. Jangan lupa untuk menghabiskan waktu dan makanan dengan berbincang dengan orang disebelah anda..


2 komentar:

Cak Oyong mengatakan...

tiba-tiba seperti kesetrum setelah baca post ini. sudah terlalu lama sekali sepertinya gak nongkrong di tempat baru sama Bundo :)) Nice post

Hesty Wulandari mengatakan...

cak o ; diajakin dong bundonya super Al mengunjungi tempat baru. tapi jangan sampe setelah nyampe sana bundo dicuekin krn sibuk dgn gadget:).
krn yg penting itu bukan hanya makan apa dimana tapi juga dengan siapa kita menikmatinya;)