Minggu, 27 April 2014

Tentang Ambisi dan Target Hidup


Mengenal beberapa orang baru membuat saya semakin mengenal diri saya sendiri. Tapi ini tidak berlaku untuk semua hal kok, hanya beberapa, terutama terkait cara saya menikmati hidup.

Teman-teman terdekat saya seringkali gemes melihat cara saya menjalani sesuatu yang seringkali tanpa perencanaan dan target. Saya memang tipikal let it flow or enjoying thing as it is atau bahasa kerennya mengalir saja. Dan setelah saya amat-amati, dari banyak hal yang terjadi dalam hidup saya, rata-rata terjadi tanpa diperkirakan dan direncanakan sebelumnya meskipun beberapa diantaranya pernah masuk dalam daftar keinginan saya. Satu-satunya mapping yg pernah saya buat tentang sebuah keinginan hanyalah dream map di kelas tiga pijar waktu LLD 2014 Akber kemaren. Selain tanpa rencana, saya suka bingung kalo ditanyain akan menjadi apa saya 5 atau 10 tahun dari sekarang. Saya juga suka bingung kalo ditanyain target hidup saya apa. Seringkali saya akan menjawab dengan jawaban yang terlalu luas, seperti menjadi istri yang baik, atau dosen yang baik dan sejenisnya tanpa ambisi dan target. Semua dibuat semampu saya saja atau mungkin tepatnya, sejauh mana saya ingin membuktikan kemampuan saya.
Sepertinya saya memang tidak dikaruniai dengan kelebihan bernama ambisi yang bisa menuntun saya menjalankan sesuatu dengan target-target yang jelas. Hanya beberapa hal tertentu saja yang saya lakukan dengan penuh perencanaan, sisanya saya lebih suka bermain wait and the see.what will be happened. Jikapun direncanakan dengan baik, maka saya pastikan hanya beberapa yang sesuai dengan perencanaan awal, sisanya ya tergantung kemana hidup akan membawa rencana itu. Dan seringkali saya tidak berhasil memaksa diri saya untuk memperbaiki rencana yang sudah jauh menyimpang itu. Alih alih menariknya kembali ke jalur semula, saya lebih memilih untuk menunggu kejutan apa yang menanti dibalik rencana itu. Lebih lucu lagi, melihat sifat saya yang lempeng ini, banyak orang yang kemudian malah menjadikan saya objek dari ambisi dan obsesi mereka. Mulai dari ambisi orang tua yang ingin melihat anaknya kurus hingga ambisi untuk memberntuk karakter tertentu karena melihat potensi yang saya punya. Tapi ya lagi-lagi saya mesti bilang, hanya sebagian yang berhasil, lebih sering siy gagal :).

Bukan hal yang bagus sebenarnya. Orang bilang hidup tanpa ambisi itu ibarat burung tanpa sayap, yang akan membatasi jelajah kita kata sebagian orang. Selain itu, ambisi akan menjadi jejak penentu kesuksesan seseorang karena orang yang menjalani hidupnya dengan ambisi akan mampu mencapai apa yang tidak dicapai oleh banyak orang. Hanya saja banyak orang yang salah kaprah menggunakan kata ambisi ini. Sebagian orang menggunakan kata-kata ini untuk membuat dirinya terlihat dan menutupi kesempatan orang lain. Sebagian menghalalkan segala cara agar apa yang ia inginkan tercapai meskipun pada saat bersamaan juga akan melukai orang lain. Jika ini menyangkut ambisi bersama, banyak orang yang kemudian menjadikannya sampul bagi ambisi pribadi yang kebetulan melibatkan orang lain untuk mencapainya. It's ok actually, siapa tau malah bisa menjadi pencapaian bersama, sayangnya banyak yang suka lupa bertanya dan menyamakan langkah terlebih dahulu agar kecepatan kaki menjadi sama ketika berjalan dan melupakan jasa orang lain ketika ia tercapai. 

Meskipun bukan hal yang benar-benar bagus, tapi menjadi orang yang hidupnya mengalir seperti saya tidak sepenuhnya buruk.  Setidaknya saya lebih mudah menerima kegagalan dan jarang berhubungan dengan stress jika tidak berhasil mencapai sesuatu. Saya malah akan stress jika dipaksa untuk mengikuti keinginan dan ambisi orang lain meski itu sukses. Soal pekerjaan misalnya, saya sudah mengikuti 7 kali tes pegawai negri dari berbagai departemen sebelum lulus di tes terakhir dan menjadi dosen. Dua tes diantaranya saya ikuti berturut-beturut dan masih saja tidak lulus. Sedih siy pastinya tapi ya paling cuma perlu sehari dua hari saja untuk meratap:), setelahnya saya malah jadi bisa belajar apa saja yang perlu dipersiapkan kalo mau tes lagi. Nothing to loose does work on me in proper way, dalam pengertian always do my best and let God do the rest. Waktu ditinggal menikah oleh pacar yang sudah 3 tahun membina hubungan, saya memang patah hati setengah mati. Waktu yg saya butuhkan untuk sembuh juga tidak bisa dibilang sebentar, hampir 1/2 masa pacaran kami. Tapi alhamdulillah saya tidak sampai dirawat di rumah sakit karena mogok makan. Padahal lumayan bangetlah kalo bisa mogok makan, setidaknya saya jadi lebih kurus. tapi ternyata engga tuh, sampe hari ini saya masih tetap saja besar:)

Mungkin inilah yang dimaksud dengan keseimbangan hidup, bahwa Tuhan menciptakan kita beserta karakter yang kita bawa untuk membuat perpaduan yang sempurna untuk melengkapi kehidupan banyak orang dan sebaliknya. Bahwa orang yang ambisius disekitar saya mengajarkan saya bahwa ada banyak hal penting dalam hidup perlu dikejar dan sebagian (atau mungkin semua?) membutuhkan perencanaan. Jika orang lain akan punya back up plan, maka saya mungkin akan menyarankan no back up plan or get lost untuk setiap rencana yang gagal..Karena orang yang lempeng dan mengalir seperti saya juga sebenarnya memberikan banyak pelajaran, bahwa apapun bisa terjadi pada hal yang kita rencanakan dan mungkin itu artinya kita hanya perlu menikmati saja semua yang terjadi. :)




4 komentar:

Wanda mengatakan...

Seperti kata National Geographic Adventure channel: Let's get lost :)

Hidup kalau terlalu direncanakan lebih byk yg melenceng ya hahaha. Kalau menurut tes psikologinya Myers-Briggs, Hesty kayaknya pribadi Perceiving. Artinya ga suka rencana, suka spontanitas & kreatif. Bener gak? ;)

Hesty Wulandari mengatakan...

udah lama ga baca komennya wanda:)
menurut hasil tes psikologi, hesty ini mgkn masuk yang ga jelas sama sekali wan.. haha

Untuk hal-hal yg sifatnya prosedural dan harus terencana, ya hesty akan ikut aturan mainnya saja. yang plan-unplan akan berlaku kalo rencananya gagal:)

iad mengatakan...

mungkin golongan darah hesty sama dengan iad, golongan darah B.
unplan, spontan, easy going banget...
pernah ditanya apa target karir setahun, 5 tahun, dan 10 tahun ke depan?
bingung en jawab ga ada. just do my best.
kalo pake target takutnya tahun depan udah di RSJj (u know where I work, don't u?)

Hesty Wulandari mengatakan...

golongan darah hesty O ad:)
tapi mgkn kita begitu karena faktor keluarga dan kemudian pertemanan..
mau pindah kerja ke rSJ?;)