Rabu, 19 Maret 2014

Bapak

http://www.happyfatherday2013.com
Jam 10 malam dan kakak saya baru selesai bercerita di telepon. Saya masih memulihkan diri setelah perjalanan panjang selama 11 hari ke Jawa dan telepon darinya barusan berhasil membuyarkan istirahat saya. Malam ini kami berbicara tentang situasi terkini yang dihadapi oleh orang tua kami. Sebelumnya saya dan saudara-saudara saya hanya mengetahui sedikit tentang masalah yang menimpa orang tua kami tapi belum mengetahui semua. Saya tidak bisa menceritakan dengan detil apa yang dialami orang tua saya. Yang jelas semua berurusan dengan pekerjaan bapak saya dengan pihak ketiga dan melibatkan sejumlah uang yang nilainya tidak kecil. Semenjak kejadian itumenimpa beliau, bapak  tidak berani mengangkat kepalanya. Beliau kehilangan sinar dan kharismanya, mungkin juga harga dirinya. Berbulan-bulan setelah peristiwa ini terjadi beliau berusaha menyembunyikan semua hanya agar ibu kami tidak mengetahuinya. Ibu saya menderita diabetes dan akan sangat mudah terpengaruh kadar gulanya oleh masalah-masalah seperti itu.

Malam ini saya jadi ingin menulis tentang Bapak. entah mengapa saya ingin menggunakan kata-kata itu dipostingan kali ini. Saya biasa memanggil beliau dengan sebutan papa dan menuliskan nama beliau di hp dengan sebutan papi. Sudah beberapa kali saya menulis tentang bapak dalam postingan blog saya. pengganti ungkapan saya yang tak terucapkan hanya karena saya dan saudara-saudara saya tidak terlalu pintar mengekspresikan rasa sayang dan bangga kami kepada beliau. Bahkan setelah kuliah jauh pun dan saya mulai membiasakan diri untuk mencium tangan dan memeluk beliau ketika pulangpun, bapak masih kikuk. Bertahun dalam masa tumbuh saya sebagai seorang anak, bapakpun jarang memuji saya didepan saya secara langsung.Beliau hanya akan berkomentar pendek seperti :"biasa saja" jika saya mendapat prestasi. Tapi saya tahu bahwa bapak akan menceitakan tentang kami anak-anaknya bergantian kepada orang lain. tergantung prestasi apa yang kami punya pada saat itu. setelah waktu berjalan tanpa henti, Bapak kemudian menjadi pria yang menjabat tangan pria-pria lain yang akan mengambil tanggung jawab atas anak-anak perempuan yang ia besarkan. dan kemudian menjadi kakek yang menyenangkan bagi keempat cucu laki-lakinya. dan kemudian beliau mulai bercerita tentang cucu-cucunya kepada orang lain.

Hingga hari ini, ketika masalah itu datang kepada keluarga kami, bapak masih tetap menjadi orang yang membanggakan dimata saya. Beliau tidak sempurna. Ada banyak kesalahan yang beliau punya termasuk yang sering saya rasakan dulu sebagai anak. Tapi melihat bapak saya menjadi lebih kurus dari yang biasa kami lihat, dengan kerutan disekitar mata yang semakin terlihat dan bintik hitam dikulit yang semakin banyak, saya merasa bahwa semua yang telah bapak lakukan untuk kami anak-anaknya tidak pernah salah.

Saya teringat ketika mengalami kecelakaan motor hampir tiga tahun yang lalu, bapak menelpon saya dengan nada khawatir yang jika didengar orang lain mungkin ditafsirkan marah. Beliau melarang saya untuk keluar malam lagi setelahnya. dasarnya saya bandel, hingga hari ini saya masih sering punya kegiatan hingga larut malam. Begitupun ketika motor saya hilang dua bulan yang lalu, bapak dengan entengnya bilang bahwa motor saya sudah jelek begitu ternyata masih disukai maling. saya lega karena tidak dimarahi.

Bertahun-tahun bapak membanting tulang sebagai kontraktor listrik rekanan PLN yang proyeknya tahun ini dengan bayaran tahun depan hanya agar kami bisa memiliki rumah yang layak untuk ditinggali dan bisa sekolah setinggi mungkin. Pada masa sulit, bapak akan mengajak kami hanya berkeliling kota dan membeli kacang rebus dan duduk di pantai. Jika masa senang tiba, beliau akan pulang ke rumah dengan aroma martabak mesir dan mie goreng yang disembunyikan di mobil. Sekali-sekali beliau membelikan kami makanan aneh-aneh yang beliau sendiri tidak ingin memakannya seperti ayam goreng KFC atau pizza hut hanya agar kami bisa ikut bercerita jika teman kami bercerita ttg hal tersebut.

Saya kemudian berpikir tentang maksud semua hal yang menimpa orang tua saya justru setelah mereka mulai pensiun. Somehow, kita mungkin memilih untuk tidak berhadapan dengan masalah-masalah yang tidak kita inginkan. siapa sih yang suka hidup dengan masalah. Apalagi masalah ini muncul justru disaat orang tuanya teman-teman saya sudah mulai slow down menikmati hidup, bergantian tiap sebentar mengunjungi anak-anaknya, pergi umrah setiap kali mereka ingin, atau membeli kendaraan baru. Hingga hari ini bapak dan ibu saya masih mencangkuli sawah dan ladang warisan di kampung kami untuk hidup menunggu kelapangan rezeki agar bisa dipanggil ke tanah suci dan masih memakai mobil pick up tua untuk menjemput saya ke jalan raya diluar kampung ketika pulang. Mungkin bukan kondisi terbaik yang ingin saya lihat sebagai anak, pun masalah yang dialami beliau belum berkurang sedikitpun tapi mungkin kondisi terbaik yang bisa beliau miliki.

 Jika teringat pada besarnya permasalahan yang harus diselesaikan oleh bapak, saya merasa tidak berarti apa-apa. Jika saya yang menjadi beliau, mungkin saya sudah melakukan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh saya. Tapi beliau tidak. Bapak hanya berbicara lirih sekali ditelepon dengan kakak saya satu kali untuk mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Beliau masih berangkat ke sawah tiap pagi dan masih minum kopi di warung bersama para petani sebelum mulai bekerja. Bapak masih menjadi solusi banyak orang di kampung kami untuk permasalahan mereka meskipun beliau belum menemukan solusi untuk masalahnya sendiri

Seberat apapun masalahnya pak, kita akan lalui bersama-sama..
seperti dulu, saat bapak mengusahakan uang kuliah, tiket pesawat dan laptop agar saya bisa kuliah sebaik orang lain..

salam sayang dari Pekanbaru

Syukuran di Bulan Maret : Sang Patriot di Kehidupan Kami 

10 komentar:

irma Devita mengatakan...

Sungguh suatu cerita yg mengharukan dan menunjukkan kasih sayang dan kebanggan mbak yg begitu dalam terhadap ayah mbak, bapak mbak hesty mmg layak disebut sbg patriot keluarga :)

Apikecil mengatakan...

Dear Mbak Hesty. Terima kasih partisipasinya ya. Mohon revisi sedikit ketentuannya ya Mbak. Di akhir postingan disertakan tulisan : Syukuran di Bulan Maret : Sang Patriot di Kehidupan Kami yang ditautkan ke link :
http://apikecil.wordpress.com/2014/03/17/syukuran-bulan-maret-mengenang-sang-patriot-di-kehidupan-kami/

Kemudian tulisannya didaftarkan di sini Mbak :
http://apikecil.wordpress.com/daftar-peserta-syukuran-di-bulan-maret-sang-patriot-di-mata-kami/

Dengan format Nama dan Url tulisan

Kami tunggu revisiannya. Terima kasih ya Mbak :)

Hesty Wulandari mengatakan...

Mb Irma : Setiap bapak adalah patriot keluarganya mb..begitupun bapak saya dengan segala kekurangannya sebagai manusia biasa, beliau telah berjasa banyak dalam kehidupan saya. terima kasih sudah mampi mb
Api Kecil : Mb, sudah saya revisi ya untuk yang ini :)

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Benar sekali Mb Hesty, seperti apa pun kondisinya, bapak kita selalu akan menjadi lelaki kuat bagi kita. Ah, saya jadi rindu sekali pada bapak :(

Riski Fitriasari mengatakan...

Bapak saya mengantarkan kemanapun anak-anaknya pertama kali mendaftar sekolah, bahkan sampai saat mendaftar kuliah.. walaupun dalam diamnya saya tau beliau sangat sayang dg anak2nya.. :(
Pengen mudik.... T_T

Hesty Wulandari mengatakan...

Mb Uniek : Iya mb, jadi berasa kalau sebagai anak dan manusia biasa kemampuan kita menghadapi masalah ga ada seberapanya dibandingkan bapak kita masing2. Jika beliau masih hidup, disampaikan saja mb rindumu. kalo sudah tiada, kirim al fatihah dan doa mb..

Hesty Wulandari mengatakan...

Riski : bapak saya malah hanya mengantar waktu masuk TK dan SD saja. Mungkin karena beliau tau bahwa saya lebih berani daripada saudara-saudara saya yang lainnya..
tapi beliau selalu menyempatkan diri untuk mengambilkan rapor saya dan tampil sebaik mungkin pd hari itu. seperti ayah juara satu di buku sang pemimpi ..
take a day off and then go home:)

Lozz Akbar mengatakan...

Matur nuwun ya mbak sudah turut menyemarakkan Tasyakuran Sang Patriot

RZ Hakim mengatakan...

Manis sekali tulisan ini.. Terima kasih ya Mbak sudah turut menyemarakkan acara Syukuran di Bulan Maret.

Hesty Wulandari mengatakan...

Lozz Akbar & RZ Hakim :

terima kasih sudah menyempatkan mampir dan membaca tulisan ini. dengan senang hati ikut meramaikan:)