Jumat, 27 Desember 2013

Unplanned your plan - Kuala Lumpur trip prologue

Plan A : go with your itinerary, stay in a comfort place, reach many hots spots as many as you want
Plan B : Unplanned your plan

Bulan lalu, saya seharusnya terbang ke Thailand untuk mempresentasikan paper saya yang diterima pada sebuah konferensi internasional tapi apa daya, hingga dua hari sebelum hari H surat izin keberangkatan saya dinas ke thailand tak kunjung ada kabarnya dari Sekretariat Negara. Sementara itu, jika dipaksakan, maka keberangkatan saya itu akan kecil kemungkinan didanai atau jika didanaipun, ada kemungkinan dana itu harus dikembalikan. Sedih sih, apalagi saya sudah terlanjur memesan tiket pekanbaru- kualalumpur terlebih dahulu untuk mengantisipasi mahalnya harga tiket.

Tapi ya sudahlah..
semakin dipikirin malah nanti semakin kesal. Awalnya, saya bermaksud untuk sekalian melakukan long trip pekanbaru-kualalampur-bangkok-kualalumpur-singapore setelah presentasi usai. Mumpung punya perjalanan ke bangkok dan sebagiannya akan dibayari dan mumpung paspor saya sudah jadi dan mumpung pertama kalinya ke luar negri dan ke negara yang bisa disambung-sambungkan perjalanannnya...

Dan kenyataannya..
saya batal ke bangkok sementara itu tiket Pekanbaru-KL yang saya pesan memiliki range terbang 10 hari. sungguh membingungkan. perjalanan 10 hari di suatu negara yang belum pernah saya datangi tentu saja akan membutuhkan biaya yang panjang dan memotong waktu ngajar saya untuk sementara waktu. Ditengah kebingungan itu, saya memutuskan untuk kembali mengecek harga tiket ke KL dari pekanbaru di antara tanggal pemesanan tiket saya sebelumnya dan ternyata harganya hanya IDR 120 rb saja...hmmm 

Jadilah awal november kemaren saya akhirnya memakai pasport saya untuk pertama kalinya. Ternyata perjalanan ke luar negeri dan sendiri pula itu bikin senewen. Saya bolak balik bertanya kepada teman-teman saya yang sudah wara wiri ke Kuala lumpur untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dan hasilnya malah saya stress sendiri. Stress karena saya malah jadi ketakutan sendiri membayangkan berada ditempat asing diluar Indonesia, sendiri pula. Masa keberangkatan saya yang jatuh setelah liburan usai, membuat saya tidak punya teman perjalanan. Tapi tiket sudah dipesan dan pasport sudah dibuat.. lalu kenapa tidak kita nikmati saja rencana ini? 

Dan setelah malam sebelumnya demam dan paginya masih harus ke kampus ngantairn laporan, Rabu siang (07/11) saya sudah duduk manis di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim menunggu pesawat yang akan membawa saya ke tujuan. Gabungan antara rasa takut dan terlalu bersemangat menjadi satu. Saya datang ke counter check-in dan masuk ruang tunggu seakan saya belum pernah terbang sebelumnya. takut salah, takut ada yang berbeda dan lain-lain..but we will never know until we have really tried:) 

Then, Kuala Lumpur Here I come:)

My First Backpack Only Trip


Kuala Lumpur dari Udara
Boarding pass dengan cap imigrasi



1 komentar:

Desi mengatakan...

kl ternyata pergi sendiri itu bikin senewen, mari kita plan u pergi rame2, kita lihat apakah kita teman perjalanan yg cocok atau sebaliknya, seperti yg pernah kamu katakan dulu ty :)