Kamis, 03 Mei 2012

MagicalMay2012 day 3- Relationship

Saya penulisan PR hari kedua dan langsung menuju hari ketiga, yang sebenarnya menjadi hari pertama saya membaca ttg project ini. Di hari ketiga ini, selain mengucapkan syukur atas 9 hal yang terjadi dihari sebelumnya dan no 10nya adalah hubungan terberat yg pernah dijalani. Selain itu, saya juga diminta untuk menuliskan 3 hubungan yang paling berpengaruh dalam kehidupan saya.

What i love from May 2nd are :

1. Bisa merasakan sejuknya AC di kamarnya atiek pas tidur malam

2. punya teman yang hatinya lapang kaya si atiek, membolehkan saya tidur di rumahnya kapan saja

3. dan bisa bangun siang karena tidak ada jadwal mengajar pagi

4. masih bisa tidur siang karena jadwalnya ngajarnya jam 2

5. bertemu mahasiswa di kantin dan bilang kalau saya cantik sekali hari itu

6. Kolega saya bilang ada honor yg cair

7. kelas berjalan lancar dan mahasiswa saya mulai mengerti bahan kuliahnya

8. bisa jalan kaki keliling komplek sore-sore

9. ada pasar kaget di komplek, jadi bisa belanja yg segar-segar tanpa harus pergi jauh

10 Dan hubungan yang paling berat yang pernah saya alami..hmmm... Jujur saja, saya merasa tidak pernah bermain-main dalam menjalin sebuah hubungan betapapun sulitnya kondisi dari hubungan itu sendiri, jadi semua perpisahan tidak pernah mudah bagi saya. Selain itu, saya bukan tipikal perempuan yang "laku", punya banyak penggemar seperti orang lain sehingga bisa dengan jumawa berpindah hati seperti orang lain. Hubungan yang paling berat yang saya punya dengan seorang pria dari belahan timur juga merupakan hubungan yang paling saya hargai hingga saat ini. Ia mengajari saya untuk melihat diri saya sendiri secantik orang lain, seperti halnya dia melihat saya seakan-akan saya adalah wanita yg memiliki standar kecantikan seperti rata-rata wanita lain miliki. hubungan saya dan dia berjalan hangat dan penuh pembelajaran. Tapi sayangnya banyak hal yang tidak berpihak kepada kami, mulai dari waktu yang salah, jarak hingga keyakinan yang tidak akan pernah menyatukan kami. Namun saya sadar, Tuhan pasti mengirimkan dia ke kehidupan saya dengan satu alasan yang tidak pernah saya sadari sebelumnya.

Hal yang saya syukuri dari hubungan ini adalah bahwa saya belajar banyak darinya dan semoga dia juga begitu. Bersamanya, saya belajar menjadi wanita yang supportif untuknya dan dia belajar untuk menjadi pria yang hangat untuk saya. Selain itu, saya bersyukur bahwa saya masih tetap waras dalam menjalankan hubungan saya dan dia, tidak terjebak cinta gila hingga lupa berpikir jangka panjang. masih sulit membayangkan jika dulu saya mengiyakan ajakannya menikah dan kemudian berkonfrontasi dengan keluarga saya sendiri, kehilangan teman-teman terdekat saya yang mungkin tidak setuju dengan jalan yang saya ambil, maka jika terjadi satu dan lain hal, maka saya mungkin tidak akan punya siapa-siapa lagi. Pria saya itu memang bukan pria yang amat sempurna, dia banyak kekurangan seperti halnya saya, tapi ia memiliki hal-hal yang saya inginkan pada seorang pria.

Hubungan saya dengan pria yang diatas, merupakan salah satu hubungan yang sangat berpengaruh dalam hidup saya. 2 Hubungan lain yang memiliki pengaruh yang amat luar biasa dalam kehidupan saya adalah :

1. orang tua dan keluarga
Orang tua saya tidak sempurna, begitupun saya, hanya seorang anak yang jauh dari sempurna. Mama dan papa saya tentu saja memiliki banyak kekurangan sebagaimana halnya saya. Tapi dari itu semua, saya bersyukur bahwa saya punya mama yang berpikiran jauh kedepan, Beliau sudah mengirimkan saya dan saudara-saudara saya untuk kursus bahasa inggris sejak kami masih duduk di kelas 3 SD. Ketika yang lain masih bermain kelereng, saya dan kakak saya sudah belajar naik angkot ke pusat kota untuk les. Dari kecil, kami sudah diajarkan untuk berani karena mama kadangkala bertugas dimalam hari dan papa sering keluar kota. Ibu yang bekerja seperti mama, mengajarkan saya, kakak dan adik saya untuk mandiri lebih cepat. dari kecil, saya sudah belajar memasak nasi, kakak saya sudah diajar untuk menyapu. Pernah ketika sedang asyik bermain, mama memanggil saya pulang untuk belajar menggiling cabe. Efeknya, hari ini saya termasuk yang jago memasak bahkan bisa punya penghasilan dari memasak. Papa saya, seorang wiraswasta dibidang perlistrikan. dari beliau saya mendapatkan turunan kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan. dari beliau juga, saya mendapatkan turunan tidak takut terhadap resiko dan hal hal baru.

Sebagai anak kedua dari (awalnya 3 bersaudara) 5 bersaudara, saya hanya sempat menjadi bungsu 1,5 tahun, sisanya menjadi bayang-bayang saja. Saya mensyukuri kalau mama-papa saya termasuk orang tua yang kolot, yang suka memperbandingkan antara anak yang satu dengan yang lainnya, sehingga saya tertantang untuk menunjukkan siapa saya, meski lebih sering gagal daripada berhasil. Saya bersyukur menjadi anak tengah, sehingga saya tidak memiliki karakter yang amat keras kepala, terlalu dominan dan keras hati, namun terlalu toleran dan mempertimbangkan banyak hal sehingga seringkali lupa pada kepentingan sendiri. namun, dibalik itu semua, saya bersyukur bahwa hari ini saya masih punya keluarga yang lengkap, masih suka dismsin adik saya yang duduk dibangku smu untuk minta uang dan pulsa, masih suka dimarahi dan diceramahi kakak dan mama saya, itu semua menunjukkan kalau saya tidak hidup sendiri.

2. Teman-teman baik
Apalah artinya saya jika tanpa orang lain disekitar. Tuhan sangat baik hati telah mengirimkan banyak teman-teman baik dalam kehidupan saya. Anehnya, rata-rata teman baik saya berwatak lebih keras dari saya:). Saya bersyukur karena punya banyak kesempatan untuk menjalin persahabatan dengan banyak orang. Salah satu teman saya dari SD, sampai hari ini masih jadi teman baik saya, bahkan ibunya selalu menginformasikan pada banyak orang bahwa saya dan anaknya sudah berteman dari SD. Teman-teman akrab saya dari bangku SMU jumlahnya empat orang, Lili, Leli dan Nani. mereka semua sekarang tinggal di Jakarta dan hanya sendiri yang di SUmatra. Mereka adalah alasan mengapa bangku sekolah tidak pernah membosankan, begitupun mereka adalah alasan mengapa liburan semester selalu menyenangkan untuk ditunggu.

Untuk saya yang sulit ini, kehadiran teman-teman akrab saya semasa ngekos di Jogja; vetra, uut, ika, yola dan defi adalah sebuah keajaiban meskipun 3 dari 5 teman saya sudah saya kenal sebelumnya, tapi rumah kos itu, mengeratkan kami. Teman-teman saya semasa kos, adalah mereka yang punya pengaruh sangat dalam pada pembentukan karakter saya, terutama teman saya yang bernama vetra. Saya dan vetra berwatak yang bertolak belakang. Saya sensitif sementara ia cenderung blak-blakan. Berteman dengannya memaksa saya untuk mengurangi kadar kesensitifan saya dan berteman dengan saya membuat ia teropaksa mengurangi kadar kenyolotannya. berteman, membuat saya belajar membaca pikiran orang dan belajar mendengarkan, memperhatikan hal-hal kecil, bertoleransi, berhenti mengeluh dan menikmati hidup

Ada banyak kesempatan sebenarnya untuk kita mendapatkan pengaruh dari berbagai pengaruh dalam kehidupan kita. namun, semuanya tergantung kita sendiri, mau mencari, menerima atau malah melewatkannya saja.

Terima kasih ya Allah telah mengirimkan banyak orang yang memberikan begitu banyak kesempatan untuk belajar
Terima kasih untuk kesempatan untuk merasakan luka dan bahagia bersama mereka
dan terima kasih untuk kesempatan memiliki mereka dalam hidup saya





Tidak ada komentar: