Selasa, 15 Mei 2012

Like finding shoes




sumber foto :http://www.martinphelps.com/blog/wp-content/uploads/2010/06/grittleton_b2928sm.jpg

Dari tulisan disebuah majalah wanita : "Finding love is like finding shoes. People go after the good looking ones, but they end up choosing the one they feel comfortable with."

Setelah dipikir-pikir quote diatas cenderung lebih banyak benarnya daripada salahnya. Kalau saya beli sepatu, biasanya akan mencari yang "lucu" dulu. Lucu disini berarti yang tampilannya unik, meskipun harganya murah tapi tidak murahan, ada detil cantik yang tidak rame seperti belt, payet atau pita. Saya akan cenderung memilih sepatu kerja dengan tumit 5cm kebawah saja, kalau lebih, kasian sepatunya yang akan kesulitan menopang si tuan yang berbadan besar seperti saya. Saya lebih suka sepatu yang berujung runcing daripada yang bulat atau persegi, membuat kaki gemuk saya terlihat lebih ramping. Kalau dari segi bahan, saya suka yang mengkilap daripada yang tidak, saya lebih suka yang beludru karena mengkilap dan berkesan mahal daripada yang kulit keras biasa.

Selesai menemukan masing-masing sepatu yang menarik mata, entah itu karena ada pita, payet-payet kecil yang manis atau karena kemengkilapannya; maka tibalah saatnya mencoba. Seringkali sepatu cantik yang saya pilih tadi tidak muat masuk ke kaki saya yang besar itu atau membuat kaki saya yang ga putih-putih amat itu terlihat kusam. Satu-persatu sepatu dicoba, akhirnya si pencoba akan mulai putus asa. Tiba-tiba iseng meraih sepatu yang nampak didepan mata dan memasukkan kaki kedalamnya dan taraaaaa..tiba-tiba sepatu yang ga masuk kategori tadi malah enak sekali dipakai, tidak kesempitan tidak kelonggaran, nyaman diinjak. Untuk memastikannya, dibawalah si sepatu berjalan-jalan agak sebentar, terasa makin nyaman. Tanpa pikir panjang akhirnya sepatu yang tadi langsung dibungkus dan dibayar. Sesampai di rumah, sepatu itu dibuka dan diamat-amati, ia tidak berujung runcing, tidak mengkilap bahkan hanya tampil polos dengan kulit yang lunak. Warnanyapun hanya warna standar saja, tapi begitu ia dipasang di kaki, ternyata warna, ornament bahan tidak lagi penting.

Begitu juga nampaknya dengan pasangan. Saya, lebih suka pasangan yang lebih tinggi dari saya, berkulit gelap. Inginnya saya, ia lebih pintar dari saya dan akan lebih baik kalo ia lebih keras dari saya sehingga saya bisa bersandar kepadanya kelak dan pasti akan menyenangkan kalo ia memiliki penghasilan dan pendidikan yang juga jauh lebih tinggi dari saya sehingga ia tidak perlu berpikir bahwa saya akan merendahkan dirinya. Tapi sepanjang perjalanan asmara saya (cieee berasa banyak fans), hanya satu-satu dari semua kriteria itu yang terpenuhi, entah itu fisik, entah itu pendidikan atau entah itu penghasilan. Tapi diluar semua kriteria standar tadi, bagi saya ya tetap saja perasaan nyaman dan nyambung kalo berbicara itu jauh lebih penting. Nyambung memang sering berhubungan dengan pembicaraan dan kesukaan sementara nyaman berhubungan dengan penerimaan dari sikap-sikap. Bagi saya pribadi, keduanya akan jauh lebih menyenangkan jika digabungkan. Pembicaraan ringan akan menjadi awal bagi saya untuk merasakan apakah saya nyambung dengan seseorang. Setelah perasaann nyambung itu muncul, maka kenyamanan akan bisa dirasakan.

Pria ganteng luar biasa seperti nicholas saputra, idolah teman saya novetra, tidak akan menarik lagi jika ia tidak bisa diajak ngobrol dengan enak. Dari ngobrol jalan bisa berlanjut ke kehidupan sehari-hari. Dari situlah saya akan mengetahui apakah dia benar-benar pria yang saya inginkan atau tidak, dari c ara dia bersikap, dari cara dia berbicara dan dari hal-hal lain yang seringkali tidak terlihat oleh kasat mata; seperti apakah ia bisa dijadikan tempat untuk dimintai pendapat jika saya punya persoalan, apakah ia akan memarahi saya kalau saya salah, atau ia akan memberitahu saya dengan baik-baik, apakah ia akan menenangkan saya ketika saya menangis dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja atau ia malah akan menganggap saya cengeng.
Dan ketika semua pertanyaan saya tentang sudah terjawab..dan ketika semakin hari perasaan nyaman itu mengemuka, dari situ saya akan tau, bahwa hal-hal penting lainnya yang lazim disebut kriteria menjadi tidak penting lagi.



Itu cerita saya, bagaimana cerita kalian temans?

Kamis, 03 Mei 2012

MagicalMay2012 day 3- Relationship

Saya penulisan PR hari kedua dan langsung menuju hari ketiga, yang sebenarnya menjadi hari pertama saya membaca ttg project ini. Di hari ketiga ini, selain mengucapkan syukur atas 9 hal yang terjadi dihari sebelumnya dan no 10nya adalah hubungan terberat yg pernah dijalani. Selain itu, saya juga diminta untuk menuliskan 3 hubungan yang paling berpengaruh dalam kehidupan saya.

What i love from May 2nd are :

1. Bisa merasakan sejuknya AC di kamarnya atiek pas tidur malam

2. punya teman yang hatinya lapang kaya si atiek, membolehkan saya tidur di rumahnya kapan saja

3. dan bisa bangun siang karena tidak ada jadwal mengajar pagi

4. masih bisa tidur siang karena jadwalnya ngajarnya jam 2

5. bertemu mahasiswa di kantin dan bilang kalau saya cantik sekali hari itu

6. Kolega saya bilang ada honor yg cair

7. kelas berjalan lancar dan mahasiswa saya mulai mengerti bahan kuliahnya

8. bisa jalan kaki keliling komplek sore-sore

9. ada pasar kaget di komplek, jadi bisa belanja yg segar-segar tanpa harus pergi jauh

10 Dan hubungan yang paling berat yang pernah saya alami..hmmm... Jujur saja, saya merasa tidak pernah bermain-main dalam menjalin sebuah hubungan betapapun sulitnya kondisi dari hubungan itu sendiri, jadi semua perpisahan tidak pernah mudah bagi saya. Selain itu, saya bukan tipikal perempuan yang "laku", punya banyak penggemar seperti orang lain sehingga bisa dengan jumawa berpindah hati seperti orang lain. Hubungan yang paling berat yang saya punya dengan seorang pria dari belahan timur juga merupakan hubungan yang paling saya hargai hingga saat ini. Ia mengajari saya untuk melihat diri saya sendiri secantik orang lain, seperti halnya dia melihat saya seakan-akan saya adalah wanita yg memiliki standar kecantikan seperti rata-rata wanita lain miliki. hubungan saya dan dia berjalan hangat dan penuh pembelajaran. Tapi sayangnya banyak hal yang tidak berpihak kepada kami, mulai dari waktu yang salah, jarak hingga keyakinan yang tidak akan pernah menyatukan kami. Namun saya sadar, Tuhan pasti mengirimkan dia ke kehidupan saya dengan satu alasan yang tidak pernah saya sadari sebelumnya.

Hal yang saya syukuri dari hubungan ini adalah bahwa saya belajar banyak darinya dan semoga dia juga begitu. Bersamanya, saya belajar menjadi wanita yang supportif untuknya dan dia belajar untuk menjadi pria yang hangat untuk saya. Selain itu, saya bersyukur bahwa saya masih tetap waras dalam menjalankan hubungan saya dan dia, tidak terjebak cinta gila hingga lupa berpikir jangka panjang. masih sulit membayangkan jika dulu saya mengiyakan ajakannya menikah dan kemudian berkonfrontasi dengan keluarga saya sendiri, kehilangan teman-teman terdekat saya yang mungkin tidak setuju dengan jalan yang saya ambil, maka jika terjadi satu dan lain hal, maka saya mungkin tidak akan punya siapa-siapa lagi. Pria saya itu memang bukan pria yang amat sempurna, dia banyak kekurangan seperti halnya saya, tapi ia memiliki hal-hal yang saya inginkan pada seorang pria.

Hubungan saya dengan pria yang diatas, merupakan salah satu hubungan yang sangat berpengaruh dalam hidup saya. 2 Hubungan lain yang memiliki pengaruh yang amat luar biasa dalam kehidupan saya adalah :

1. orang tua dan keluarga
Orang tua saya tidak sempurna, begitupun saya, hanya seorang anak yang jauh dari sempurna. Mama dan papa saya tentu saja memiliki banyak kekurangan sebagaimana halnya saya. Tapi dari itu semua, saya bersyukur bahwa saya punya mama yang berpikiran jauh kedepan, Beliau sudah mengirimkan saya dan saudara-saudara saya untuk kursus bahasa inggris sejak kami masih duduk di kelas 3 SD. Ketika yang lain masih bermain kelereng, saya dan kakak saya sudah belajar naik angkot ke pusat kota untuk les. Dari kecil, kami sudah diajarkan untuk berani karena mama kadangkala bertugas dimalam hari dan papa sering keluar kota. Ibu yang bekerja seperti mama, mengajarkan saya, kakak dan adik saya untuk mandiri lebih cepat. dari kecil, saya sudah belajar memasak nasi, kakak saya sudah diajar untuk menyapu. Pernah ketika sedang asyik bermain, mama memanggil saya pulang untuk belajar menggiling cabe. Efeknya, hari ini saya termasuk yang jago memasak bahkan bisa punya penghasilan dari memasak. Papa saya, seorang wiraswasta dibidang perlistrikan. dari beliau saya mendapatkan turunan kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan. dari beliau juga, saya mendapatkan turunan tidak takut terhadap resiko dan hal hal baru.

Sebagai anak kedua dari (awalnya 3 bersaudara) 5 bersaudara, saya hanya sempat menjadi bungsu 1,5 tahun, sisanya menjadi bayang-bayang saja. Saya mensyukuri kalau mama-papa saya termasuk orang tua yang kolot, yang suka memperbandingkan antara anak yang satu dengan yang lainnya, sehingga saya tertantang untuk menunjukkan siapa saya, meski lebih sering gagal daripada berhasil. Saya bersyukur menjadi anak tengah, sehingga saya tidak memiliki karakter yang amat keras kepala, terlalu dominan dan keras hati, namun terlalu toleran dan mempertimbangkan banyak hal sehingga seringkali lupa pada kepentingan sendiri. namun, dibalik itu semua, saya bersyukur bahwa hari ini saya masih punya keluarga yang lengkap, masih suka dismsin adik saya yang duduk dibangku smu untuk minta uang dan pulsa, masih suka dimarahi dan diceramahi kakak dan mama saya, itu semua menunjukkan kalau saya tidak hidup sendiri.

2. Teman-teman baik
Apalah artinya saya jika tanpa orang lain disekitar. Tuhan sangat baik hati telah mengirimkan banyak teman-teman baik dalam kehidupan saya. Anehnya, rata-rata teman baik saya berwatak lebih keras dari saya:). Saya bersyukur karena punya banyak kesempatan untuk menjalin persahabatan dengan banyak orang. Salah satu teman saya dari SD, sampai hari ini masih jadi teman baik saya, bahkan ibunya selalu menginformasikan pada banyak orang bahwa saya dan anaknya sudah berteman dari SD. Teman-teman akrab saya dari bangku SMU jumlahnya empat orang, Lili, Leli dan Nani. mereka semua sekarang tinggal di Jakarta dan hanya sendiri yang di SUmatra. Mereka adalah alasan mengapa bangku sekolah tidak pernah membosankan, begitupun mereka adalah alasan mengapa liburan semester selalu menyenangkan untuk ditunggu.

Untuk saya yang sulit ini, kehadiran teman-teman akrab saya semasa ngekos di Jogja; vetra, uut, ika, yola dan defi adalah sebuah keajaiban meskipun 3 dari 5 teman saya sudah saya kenal sebelumnya, tapi rumah kos itu, mengeratkan kami. Teman-teman saya semasa kos, adalah mereka yang punya pengaruh sangat dalam pada pembentukan karakter saya, terutama teman saya yang bernama vetra. Saya dan vetra berwatak yang bertolak belakang. Saya sensitif sementara ia cenderung blak-blakan. Berteman dengannya memaksa saya untuk mengurangi kadar kesensitifan saya dan berteman dengan saya membuat ia teropaksa mengurangi kadar kenyolotannya. berteman, membuat saya belajar membaca pikiran orang dan belajar mendengarkan, memperhatikan hal-hal kecil, bertoleransi, berhenti mengeluh dan menikmati hidup

Ada banyak kesempatan sebenarnya untuk kita mendapatkan pengaruh dari berbagai pengaruh dalam kehidupan kita. namun, semuanya tergantung kita sendiri, mau mencari, menerima atau malah melewatkannya saja.

Terima kasih ya Allah telah mengirimkan banyak orang yang memberikan begitu banyak kesempatan untuk belajar
Terima kasih untuk kesempatan untuk merasakan luka dan bahagia bersama mereka
dan terima kasih untuk kesempatan memiliki mereka dalam hidup saya





#MagicalMay2012-1

Berawal dari tweet ttg #MagicalMay2012 yang saya baca di akun twitter @amrazing yang merekomendasikan akun lain; @poeticonnie dan @kikisuri yang mengajak banyak orang untuk mengundang hal-hal baik dalam kehidupan kita sendiri dan kemudian menularkannya kepada orang lain. Kalo saya bilang siy, ajakan ini lebih seperti permainan psikologis yang intinya mengajak kita banyak-banyak bersyukur, baik dengan cara mengingat hal-hal baik yg pernah kita punya dan kemudian mensyukurinya ataupun mungkin melihat hikmah dari hal-hal buruk yang pernah kita alami. Setiap hari dibulan Mei ini hingga hari ke 28, yg ingin ikutan program ini bisa melihat tugas apa yang harus dikerjakan (baik ditulis di diary, blog ataupun di notes) di sini. Event ini sebenarnya sudah dimulai dari tanggal 1 May kemaren, cuma karena saya baru baca sekarang, jadi saya boleh memulia dari tanggal 1 ataupun dari tanggal 3. Untuk tugas tanggal 1 peserta harus menuliskan 10 hal yang disyukuri dalam hidupnya masing-masing dan diakhiri dengan kata terima kasih 3 kali.
So, here are the 10 gratitudes in my life
1. Masih hidup dan alhamdulilah sehat hingga hari ini
kalau setiap kali dengar ada yang kecelakaan, sakit dan lain-lain, saya bersyukur sekali kalau saya masih baik-baik saja hingga hari ini, masih bisa berjalan kemana saja saya mau dengan kaki saya, masih nisa melihat, mendengar dan berbicara dengan baik, anggota tubuh yang lengkap.alhamdulillah
2. masih punya orang tua dan keluarga yang lengkap.
Meskipun tidak terhitung banyaknya saya berselisih paham dengan orang tua dan tak terhitung pula betapa seringnya hal yang sama terjadi dengan saudara-saudara saya meskipun kadang-kadang suka kesal, jengkel dengan keluarga tapi kehilangan merekapun adalah hal yang tak bisa saya bayangkan.
3. Hidup saya dikelilingi oleh orang-orang baik
Saya bersyukur Allah mengirimkan banyak orang baik dalam kehidupan saya, kakak-kakak dan abang-abang yg selalu mendukung saya dan menjadi tempat saya bersandar meskipun beberapa diantara mereka bahkan belum pernah saya temui. Orang-orang baik ini seperti malaikat-malaikat dalam wujud manusia yang dikirim Allah agar hidup saya lebih berwarna
4. Teman-teman yang amat menyenangkan
Kalau dihitung-hitung, saya punya banyak grup pertemanan, mulai dari teman sekolah, teman kuliah, teman main dll. Sampai hari ini alhamdulillah kami masih berhubungan baik meski jarak sudah memisahkan, meski kehidupan sudah tidak lagi sama seperti dulu. Dari mereka, saya mendapatkan teman-teman baru juga bahkan keluarga baru. Dari teman-teman saya ini, saya belajar memberi dan menikmati saat menerima, belajar mendengarkan dan menikmati saat-saat didengarkan. Dan teman-teman dekat saya inilah yang menjadi bahu untuk bersandar dikala saya lelah, tempat untuk menangis dan bahkan tempat untuk menertawakan kebodohan saya sendiri
5. Bisa sekolah hingga ke jenjang yg tinggi
tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk merubah nasibnya dari sekolah dan saya adalah salah satu orang yang beruntung yang bisa mendapatkannya. Sekolah bagi saya tidak hanya tempat untuk mendapatkan ilmu dari ruang kelas tapi juga mendapatkan banyak pelajaran dari guru-guru hebat yg pernah beridiri didepan kelas itu
6. Memiliki pekerjaan yang saya inginkan
Menjadi dosen adalah pekerjaan yang memang pas untuk saya..saya suka berbicara dan saya suka bertemu dengan banyak orang. memiliki pekerjaan yng kita inginkan itu menurut orang bijak seperti melakukan hobi tapi dibayar. Membayangkan ada banyak orang diluar sana yang tidak menyukai pekerjaannya tapi tidak memiliki pilihan lain membuat saya bersyukur bahwa saya masih bisa memilih untuk melakukan apa yg saya suka dan dibayar pula
7. Pernah tinggal di Jogja
Pernah tinggal selama 4 tahun di Jogja adalah salah satu pengalaman hidup yang paling banyak merubah saya; mulai dari pelajaran untuk bersikap, bertatakrama hingga bertahan hidup
8. Memiliki kemampuan yang bisa menghasilkan uang
Sampai saat ini, memasak dan menerima pesanan makanan masih menjadi salah satu penyelamat saya kalau tidak punya uang. Bisa memasak adalah salah satu hal yg patut disyukuri karena tidak semua orang bisa melakukannya
9. Punya kesempatan untuk bisa jalan-jalan ke banyak tempat
meskipun tidak punya uang yang amat banyak tapi alhamdulillah ada saja cara Allah untuk membuat saya sampai ke tempat-tempat yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya bisa saya injak..dan yang paling penting, saya punya kesempatan untuk melakukannya
10.Tinggal di kota besar dengan fasilitas yang lebih dari cukup
kalau dilihat di TV, banyak banget orang indonesia yang hidup di daerah-daerah yang jauh, minim sarana dan fasilitas. Apa yang saya punya di kota tempat saya tinggal saat ini masih jauh lebih baik.

ternyata benar, jika dituliskan, ada banyak sekali hal yang sepatutnya kita syukuri namun seringkali terlupakan begitu saja..untuk semua hal baik dan hal buruk yang saya punya dan pernah saya alami..terima kasih..terima kasih..terima kasih