Sabtu, 07 April 2012

A Little Gift


Photo source : thechiclife.com

Jika ada pertanyaan siapa orang yang aku hormati di dunia ini selain orang tua dan guru-guruku, maka aku pasti akan menyebutkan Kak Deni, kakak kosku waktu di Jogja dulu. 6tahun saling mengenal dengan sangat dekat, aku jadi paham bahwa yang namanya saudara itu tidak hanya soal hubungan darah. Aku dan kak Deni sama sekali tidak memiliki pertalian persaudaraan sebelumnya. Jika ada hal yang menghubungkan kami, maka itu pastilah rumah kos kami dulu di Pogung Kidul no 70 dan adiknya Lani, yang teman SMUku.

Bagaimana bisa aku tidak memilih Dia? Kak deniku itu sangat menghargai aku dan menghargai adalah bentuk kasih sayang yang lain. Memang tidak semua cerita hidupnya ia ceritakan kepadaku, tapi ia cukup senang jika aku mau mendengarkan ceritanya. Begitupun aku, adalah candu bagiku untuk berbicara dengannya lewat telepon barang 15, 20 menit, sesekali 1 jam hanya untuk berbagi cerita. Ia adalah mood boooster untuk menjalani dan menutup hari, tempatku berkaca bahwa hidup ini indah dan Tuhan itu Maha Baik.Tidak hanya itu, tak pernah sekalipun ia lupa untuk berterima kasih padaku untuk semua yang pernah aku kerjakan untuknya, dimakannya makanan yang aku buat dengan mimik muka seakan-akan itu adalah makanan terenak yang pernah ia jumpai, ia ikut girang kalau aku menemukan barang-barang lucu atau mendapatkan kesempatan-kesempatan baru dan ikut terharu ketika akhirnya aku menjadi dosen, seperti dirinya. Diperkenalkannya aku pada keluarganya yang lain dan pada orang-orang yang kami temui bersama seolah-olah aku adalah keluarganya sendiri. Aku jadi memiliki ibu baru, aku seperti mendapatkan tambahan kakak-kakak dari saudaranya dan bahkan mendapat tambahan om dan juga tante. Lain waktu, ia adalah salah satu dari orang-orang yang menjadi tempatku menangis jika sesekali waktu kesedihan mendatangiku. dari jauh, ia mengusap air mataku, membesarkan hati lewat kata-kata yang membukakan pikiranku akan suatu masalah. Tak pernah sekalipun ia mengingatkanku dengan nada tinggi dan caranya mengajarikupun sama sekali tidak menggurui

Bagaimana aku tidak terkagum-kagum padanya. Dibantunya aku menemukan jawaban-jawaban untuk pertanyaan tes seleksi masuk stasiun tv dengan pengetahuannya yang luas dan pada tes pengetahuan umum itu, akulah satu-satunya yang lolos diantara teman-temanku yang lain dan aku ingat kami berdua bersorak melihat papan pengumuman di lantai bawah Grha Sabha Pramana. Padanya, aku bisa bertanya apa saja yang aku ingin tahu dan sedikit sekali yang ia bisa jawab. bagiku ia adalah ensiklopedi tebal yang bisa berbicara.

Dan aku tidak akan pernah lupa kalau aku selalu girang kalau Kak Deni menelponku untuk bilang bahwa ia akan ke Jogja karena itu artinya kami akan menghabiskan waktu di kamar kosku untuk bercerita. Dengannya aku tidur dengan nyaman tanpa takut akan ada orang yang terganggu bila aku ngorok karena ia juga begitu. Pun aku tak pernah lupa waktu ia memberiku hadiah sepasang sepatu ketika aku diterima kerja dan digantinya kipas angin di kamarku yang rusak waktu ia dan Ibu berkunjung, dicukupkannya makanku, ditinggalkannya uang jajan kalau ia mau kembali pulang seakan-akan aku adik kandungnya. itulah sebabnya mengapa ia menjadi orang pertama yang kuberi tahu-selain keluargaku jika aku pulang ke Padang dan selalu berada di posisi teratas dalam agenda bertemu dengan orang-orang. Dan akan dipeluknya aku erat-erat dan diciumnya pipiku jika kami bertemu.

Meskipun tahun berlalu dan umur bertambah, tapi hubungan kami tetap seperti ini, bahkan lebih baik dari tahun ke tahun. Lewat sms dan telpon kami berbagi cerita, semangat dan doa..seakan-akan aku dan dia masih tinggal di satu rumah yang sama..seakan-akan langkah kakinya masih berbunyi diatas kamarku dulu..

Apa yang aku ceritakan hari ini hanya sepersekian dari semua rasa terimakasihku yang besar padanya, hadiah kecil di hari ulang tahun seorang kakak cantik berhati peri.

Selamat ulang tahun Kakakku..
Semoga selalu sehat dan dalam lindunganNya
Agar kita bisa mewujudkan impian kita berdua untuk bersekolah di benua biru
Banyak cinta untukmu

2 komentar:

Wanda mengatakan...

:') tulisan hadiah ulang tahun yang indah. Kak Deni baca gak ya?

Hesty Wulandari mengatakan...

Kak deni udah baca wan^_^