Selasa, 24 April 2012

Matahari Mulai Terbenam di Bali

Bali dan sunset memang tidak terpisahkan ya..mungkin karena Bali memiliki lansekap yang lengkap; mulai dari pantai-pantai cantik yang berjejer hingga bukit-bukit yang menjulang. Sunset di Bali merupakan keindahan yang sangat sayang untuk dilewatkan. Bahkan saya rela melewatkan separuh pertunjukan tari kecak di Uluwatu agar bisa mengabadikan momen tersebut.. so enjoy the sunset moment:) Sunset di Uluwatu
Sunset di Seminyak

Selasa, 10 April 2012

Bali 2- Garuda Wisnu Kencana



Sudah 3 kali ke Bali tapi baru kali ini saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki ke taman budaya Garuda Wisnu Kencana yang tersohor itu. Dari tanjung Benoa, perjalanannya agak berlawanan arah dan saya lupa berapa menit yang kami habiskan di jalan :). Tadinya saya pikir GWK itu ga lebih dari sebuah lapangan saja yg ada patung-patungnya..ternyata GWK lebih jauh berupa lansekap dengan undakan-undakan dan lapangan yang luas..kalo saya bilang sih, mirip kawasan Candi, cuma Candi jaman sekarang tanpa stupa. Untuk mencapai patung kepala garuda saja, kita harus menaiki puluhan anak tangga, kurang lebih seperti saat kita ingin memasuki kawasan stupa di candi Borobudur.



Seharusnya patung dikawasan GWK berbentuk Wisnu yang mengendarai garuda, namun karena belum selesai, yang baru ada hanya Patung kepala garuda dan kepala Dewa Wisnu saja. Kedua patung ini merupakan hasil karya pemahat Bali yang terkenal itu I Nyoman Nuarta dan sebenarnya belum taraf selesai. Melihat patung kepalanya saja sudah sebegitu besar, jadi membayangkan, betapa besarnya patung itu setelah digabungkan.

Tiket untuk masuk ke kawasan ini IDr 30k untuk turis domestik. Dari tempat ini, kita juga bisa menyaksikan pemandangan Bali dari atas, berjalan-jalan saja, membeli oleh-oleh atau bahkan melihat pertunjukan tari. Lagi-lagi saya harus mengacungi jempol pada kreativitas orang Bali dalam mengemas sesuatu hingga menjadi objek wisata yang (rasanya) ga lengkap jika tidak dikunjungi.







Bali 1- Tanjung Benoa

Sudah tiga kali saya ke Bali. Pertama kali saya menginjakkan kaki ke pulau ini tahun 2008 dalam tur dan gathering milis pembaca majalah Femina. Karena bersifat rangkaian acara, Bali yang saya nikmati sudah dalam bentuk paketan, paketan acara, jalan-jalannya dan belanjanya. Gathering milis Femina ini diikuti oleh peserta yang semuanya wanita, ya iyalah namanaya juga milis majalah wanita. Saking isi tur ini perempuan semua, banyak hal menarik di bali yang di lewatkan demi acara belanja..:)

Kali kedua saya ke bali tahun 2009 , dibayarin ama adek kelas waktu kuliah yang saat itu berkunjung ke Jogja.hmm betapa beruntungnya saya :). Si adik kelas saya ini bekerja di perusahaan kertas terkenal di Riau, yang sepanjang harinya hanya punya dua dunia, rumah dan kantor. jadilah liburan kita di Bali dihabiskan untuk menikmati Kuta apa adanya. Penginapan kami berlokasi di gang depan discovery mall, jadi selama beberapa hari di bali kami hanya keluar masuk Discovery mall untuk mengakses pantai di belakangnya, jalan kaki ampe bego sepanjang garis pantai kuta-seminyak, menikmati sunset dan turis-turis yang berlalu lalang jalan-jalan seputaran legian dan sesekali belanja.

Tahun ini kali ketiga saya ke Bali untuk acara Konferensi. Karena berkunjung ke Bali untuk berkonferensi berbonus jalan-jalan, maka selama konferensi berlangsung, saya menginapnya bukan di hotspot bali seperti Kuta dan Legian melainkan di daerah pusat perkantoran dan kampus di Renon. dari bandara Ngurah rai, perjalanan cukup jauh, ongkos taksinya saja sampai 80 rb.

Berbeda dengan kawasan Kuta dan legian, kawasan ini relatif sepi, tidak banyak bule yang berlalu lalang. Sepintas malah membuat kita tidak merasa sedang di Bali karena toko-toko yang ada bukan untuk penjualan souvenir melainkan toko barang-barang kebutuhan mahasiswa seperti baju dan tas ala Tanah Abang. Hal yang membuat kita sadar kalo saat itu sedang di bali ya saat melihat ada banyak sesajen dan patung-patung berkain kotak-kotak dengan kamboja di telainga dimana-mana.

Hal yang menyenangkan dari bermukin di denpasar selama di bali adalah kemudahan untuk mendapatkan makanan yang halal dengan harga yang bersahabat dan suasana yang lebih kalem dan sebaliknya kawasan ini cukup jauh dari pusat keramaian, hotel-hotel yang ada beberapa cukup mahal dengan standar biasa saja.

Selama tiga malam, saya menginap di hotel Nirwana Suite di Jalan Tukad Pakerisan yang dipesan lewat panitia seminar oleh teman saya. Rate per malamnya adalah IDR 375 k. nah hotel ini berstandar Indonesia sekali, maksudnya kamar yang luas dan lapang, kamar mandi tanpa bath up tapi ada air panasnya, hanya ada sabun mandi yang disediakan hotel, yang lain pakailah punya sendiri, tidak ada sendal kamar, wi-fi yg ada tapi ga dinyalain, hanya bisa diakses lewat komputer yang ada di ruangan sarapan, sarapannya dipesan sebelumnya dan masing-masing orang hanya boleh memesan satu menu. Tapi secara keseluruhan, hotel ini cukup homy, cuma perlu ongkos 10 rb naik taksi ke venue seminar di STIKOM Bali.



Konferensinya sendiri berlangsung dua hari dan biasanya setelah para pemakalah memperesentasikan papernya maka di hari berikutnya sudah banyak yang hilang untuk jalan-jalan..termasuk saya. Konferensi ini sebenarnya sudah dilengkapi paket wisata, tapi saya dan teman-teman tetap saja tertarik untuk mengeksplor Bali yang lainnya. Jadilah saya dan empat orang teman lain dari pekanbaru memutuskan untuk membuat trip kami sendiri dengan menyewa satu mobil berikut sopirnya. Rute wisata kami adalah : Tanjung benoa-Garuda Wisnu Kencana-Tanah lot-Kuta. Sopir yang kami sewa itu namanya Taufik, orang Makasar yang sudah lama merantau ke bali. Bli taufik ini sering dipakai oleh pegawai PU yang menginap di wisma PU Kuta. Beliau sangat saya rekomendasikan untuk di kontak jika sewaktu-waktu ada yang ke Bali dan butuh mobil serta supir.

Perjalanan pertama kami adalah ke Tanjung Benoa. kawasan pantai yang terkenal dengan wisata airnya. Namun sebelum sampai ke Tanjung Benoa, kawasan wisata olahraga air yang terkenal itu. Ada Banyak permainan yang bisa di coba disini, mulai dari parasailing, diving tanpa lisensi, banana boat, jetski. bagi yang ga bisa berenang dan takut tenggelam kaya saya, bisa dicoba paket berperahu ke tengah laut membeli makan ikan-ikan cantik dilanjutkan dengan berkunjung ke pulau penyu. Harga masing-masing paket rata-rata 100k dan untuk diving 400k.










Tanjung Benoa benar-benar mengesankan bagi saya..bukan karena olahraganya, tapi terlebih karena kawasannya yang emang benar-benar keren..pasir putih, laut biru hijau..langit biru dengan taburan parasut warna warni, perahu hingga yacht bertebaran di laut juga kawasan hotelnya juga elit-elit sepanjang jalan..kalau sudah begini kadang mimpi jadi orang kaya..haha


Sabtu, 07 April 2012

A Little Gift


Photo source : thechiclife.com

Jika ada pertanyaan siapa orang yang aku hormati di dunia ini selain orang tua dan guru-guruku, maka aku pasti akan menyebutkan Kak Deni, kakak kosku waktu di Jogja dulu. 6tahun saling mengenal dengan sangat dekat, aku jadi paham bahwa yang namanya saudara itu tidak hanya soal hubungan darah. Aku dan kak Deni sama sekali tidak memiliki pertalian persaudaraan sebelumnya. Jika ada hal yang menghubungkan kami, maka itu pastilah rumah kos kami dulu di Pogung Kidul no 70 dan adiknya Lani, yang teman SMUku.

Bagaimana bisa aku tidak memilih Dia? Kak deniku itu sangat menghargai aku dan menghargai adalah bentuk kasih sayang yang lain. Memang tidak semua cerita hidupnya ia ceritakan kepadaku, tapi ia cukup senang jika aku mau mendengarkan ceritanya. Begitupun aku, adalah candu bagiku untuk berbicara dengannya lewat telepon barang 15, 20 menit, sesekali 1 jam hanya untuk berbagi cerita. Ia adalah mood boooster untuk menjalani dan menutup hari, tempatku berkaca bahwa hidup ini indah dan Tuhan itu Maha Baik.Tidak hanya itu, tak pernah sekalipun ia lupa untuk berterima kasih padaku untuk semua yang pernah aku kerjakan untuknya, dimakannya makanan yang aku buat dengan mimik muka seakan-akan itu adalah makanan terenak yang pernah ia jumpai, ia ikut girang kalau aku menemukan barang-barang lucu atau mendapatkan kesempatan-kesempatan baru dan ikut terharu ketika akhirnya aku menjadi dosen, seperti dirinya. Diperkenalkannya aku pada keluarganya yang lain dan pada orang-orang yang kami temui bersama seolah-olah aku adalah keluarganya sendiri. Aku jadi memiliki ibu baru, aku seperti mendapatkan tambahan kakak-kakak dari saudaranya dan bahkan mendapat tambahan om dan juga tante. Lain waktu, ia adalah salah satu dari orang-orang yang menjadi tempatku menangis jika sesekali waktu kesedihan mendatangiku. dari jauh, ia mengusap air mataku, membesarkan hati lewat kata-kata yang membukakan pikiranku akan suatu masalah. Tak pernah sekalipun ia mengingatkanku dengan nada tinggi dan caranya mengajarikupun sama sekali tidak menggurui

Bagaimana aku tidak terkagum-kagum padanya. Dibantunya aku menemukan jawaban-jawaban untuk pertanyaan tes seleksi masuk stasiun tv dengan pengetahuannya yang luas dan pada tes pengetahuan umum itu, akulah satu-satunya yang lolos diantara teman-temanku yang lain dan aku ingat kami berdua bersorak melihat papan pengumuman di lantai bawah Grha Sabha Pramana. Padanya, aku bisa bertanya apa saja yang aku ingin tahu dan sedikit sekali yang ia bisa jawab. bagiku ia adalah ensiklopedi tebal yang bisa berbicara.

Dan aku tidak akan pernah lupa kalau aku selalu girang kalau Kak Deni menelponku untuk bilang bahwa ia akan ke Jogja karena itu artinya kami akan menghabiskan waktu di kamar kosku untuk bercerita. Dengannya aku tidur dengan nyaman tanpa takut akan ada orang yang terganggu bila aku ngorok karena ia juga begitu. Pun aku tak pernah lupa waktu ia memberiku hadiah sepasang sepatu ketika aku diterima kerja dan digantinya kipas angin di kamarku yang rusak waktu ia dan Ibu berkunjung, dicukupkannya makanku, ditinggalkannya uang jajan kalau ia mau kembali pulang seakan-akan aku adik kandungnya. itulah sebabnya mengapa ia menjadi orang pertama yang kuberi tahu-selain keluargaku jika aku pulang ke Padang dan selalu berada di posisi teratas dalam agenda bertemu dengan orang-orang. Dan akan dipeluknya aku erat-erat dan diciumnya pipiku jika kami bertemu.

Meskipun tahun berlalu dan umur bertambah, tapi hubungan kami tetap seperti ini, bahkan lebih baik dari tahun ke tahun. Lewat sms dan telpon kami berbagi cerita, semangat dan doa..seakan-akan aku dan dia masih tinggal di satu rumah yang sama..seakan-akan langkah kakinya masih berbunyi diatas kamarku dulu..

Apa yang aku ceritakan hari ini hanya sepersekian dari semua rasa terimakasihku yang besar padanya, hadiah kecil di hari ulang tahun seorang kakak cantik berhati peri.

Selamat ulang tahun Kakakku..
Semoga selalu sehat dan dalam lindunganNya
Agar kita bisa mewujudkan impian kita berdua untuk bersekolah di benua biru
Banyak cinta untukmu

Kamis, 05 April 2012

Impossible is Nothing-Bali


Keterangan foto dari kiri ke kanan : Henry -Saya -Arif di acara KNSI 2012


Hampir sebulan yang lalu, saya baru kembali ke Pekanbaru dari trip panjang saya menjelajah tiga provinsi; bali, DIY dan DKI Jakarta.Akhirnya saya liburan juga.^_^. Perjalanan panjang ini diawali dengan tekad kuat untuk mengisi kembali hati saya dengan pelajaran dan hikmah baru. Dari tahun lalu, saya sudah meneguhkan tekad untuk menabung agar bisa berlibur. Tujuan utama saya sebenarnya adalah Jogjakarta, kota lain yang saya sebut sebagai kampung halaman saya, namun karena pikiran saya melompat-lompat, sempat beberapa kali destinasi dan jalur liburannya saya revisi karena masalah jumlah hari libur dan tentu saja masalah anggaran. Jujur saja, liburan keluar dari Pekanbaru terasa cukup berat, terutama jika daerah tujuan liburan saya ada di pulau jawa karena membutuhkan dua tiket pesawat sekali jalan. Jadilah untuk mewujudkan mimpi saya itu, saya ikut arisan yang tanggal terimanya pas saat liburan tiba di bulan Februari dan nominalnya cukuplah.

Mendekati jadwal liburan, lagi-lagi ada berapa revisi yang harus dilakukan. namun kali ini revisinya karena berita baik bahwa paper saya dinyatakan lulus untuk mengikuti konferensi Nasional Sistem informasi di Denpasar pas pada jadwal liburan tersebut. Alhamdulillah bisa ke Bali lagi dan alhamdulillah destinasi liburan jadi (tiba-tiba)bertambah meski itu artinya uang yang dibutuhkan juga bertambah.

Akhirnya tanggal 22 Februari kemaren, saya bertolak ke Denpasar dengan perasaan luar biasa senang. Akhirnya setelah 1,5 tahun pulang dari Jogja, saya naik pesawat lagi. Norak ya? biarin :P. Dulu ketika masih kuliah di Jawa, pesawat dan bandara adalah hal rutin yang menyenangkan, minimal sekali setahun pas lebaran saya pasti menginjakkan kaki di Bandara. Saya kehilangan rutinitas itu setelah berpindah ke Pekanbaru karena untuk pulang ke Padang dari Pekanbaru tidak ada lagi pesawat yang bisa ditumpangi, adanya pesawat roda empat yang jalan diatas aspal:)

Koneferensi Nasional (sambil Jalan-jalan) di Bali sebenarnya sesuatu yang cukup unpredictable dan Unbelieveable bagi saya karena paper saya dikirimkan pada hari terakhir deadline pengumpulan naskah. Padahal sudah sebulan sebelumnya teman saya Arif mengingatkan saya untuk mengirimkan paper tapi saya tidak pede.

Hampir tiga tahun yang lalu , Saya, Arif, Henri dan beberapa teman kuliah saya saat S2 merencanakan liburan pendek murah ke Bali karena tidak afdol rasanya sudah berada di jawa tapi tidak sampai Bali. Sebelumnya, selama kami di Jogja, sudah berbagai tempatmenarik di Jawa pernah kami datangi, mulai dari candi hingga pantai dan yang paling berkesan adalah saat mewujudkan rencana ke bromo

Meskipun saat konferensi tersebut bukanlah kali pertama saya menginjakkan kaki di Bali, tapi tetap saja rasanya tak percaya kalau saya, Arif dan Henri bisa menginjakkan kaki lagi bersamaan dan bertemu kembali setelah dua tahun kami berpisah selepas lulus kuliah. Apalagi kami semua terpisahkan jarak antara Pekanbaru-padang dan Pontianak. Kalau dipikir-pikir, benar juga apa yang dikatakan Lionel Messi dalam iklah produk olahraga terkenal itu, impossible is nothing dan benar juga katanya Andrea Hirata dalam sang pemimpi : "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu".