Kamis, 05 April 2012

Impossible is Nothing-Bali


Keterangan foto dari kiri ke kanan : Henry -Saya -Arif di acara KNSI 2012


Hampir sebulan yang lalu, saya baru kembali ke Pekanbaru dari trip panjang saya menjelajah tiga provinsi; bali, DIY dan DKI Jakarta.Akhirnya saya liburan juga.^_^. Perjalanan panjang ini diawali dengan tekad kuat untuk mengisi kembali hati saya dengan pelajaran dan hikmah baru. Dari tahun lalu, saya sudah meneguhkan tekad untuk menabung agar bisa berlibur. Tujuan utama saya sebenarnya adalah Jogjakarta, kota lain yang saya sebut sebagai kampung halaman saya, namun karena pikiran saya melompat-lompat, sempat beberapa kali destinasi dan jalur liburannya saya revisi karena masalah jumlah hari libur dan tentu saja masalah anggaran. Jujur saja, liburan keluar dari Pekanbaru terasa cukup berat, terutama jika daerah tujuan liburan saya ada di pulau jawa karena membutuhkan dua tiket pesawat sekali jalan. Jadilah untuk mewujudkan mimpi saya itu, saya ikut arisan yang tanggal terimanya pas saat liburan tiba di bulan Februari dan nominalnya cukuplah.

Mendekati jadwal liburan, lagi-lagi ada berapa revisi yang harus dilakukan. namun kali ini revisinya karena berita baik bahwa paper saya dinyatakan lulus untuk mengikuti konferensi Nasional Sistem informasi di Denpasar pas pada jadwal liburan tersebut. Alhamdulillah bisa ke Bali lagi dan alhamdulillah destinasi liburan jadi (tiba-tiba)bertambah meski itu artinya uang yang dibutuhkan juga bertambah.

Akhirnya tanggal 22 Februari kemaren, saya bertolak ke Denpasar dengan perasaan luar biasa senang. Akhirnya setelah 1,5 tahun pulang dari Jogja, saya naik pesawat lagi. Norak ya? biarin :P. Dulu ketika masih kuliah di Jawa, pesawat dan bandara adalah hal rutin yang menyenangkan, minimal sekali setahun pas lebaran saya pasti menginjakkan kaki di Bandara. Saya kehilangan rutinitas itu setelah berpindah ke Pekanbaru karena untuk pulang ke Padang dari Pekanbaru tidak ada lagi pesawat yang bisa ditumpangi, adanya pesawat roda empat yang jalan diatas aspal:)

Koneferensi Nasional (sambil Jalan-jalan) di Bali sebenarnya sesuatu yang cukup unpredictable dan Unbelieveable bagi saya karena paper saya dikirimkan pada hari terakhir deadline pengumpulan naskah. Padahal sudah sebulan sebelumnya teman saya Arif mengingatkan saya untuk mengirimkan paper tapi saya tidak pede.

Hampir tiga tahun yang lalu , Saya, Arif, Henri dan beberapa teman kuliah saya saat S2 merencanakan liburan pendek murah ke Bali karena tidak afdol rasanya sudah berada di jawa tapi tidak sampai Bali. Sebelumnya, selama kami di Jogja, sudah berbagai tempatmenarik di Jawa pernah kami datangi, mulai dari candi hingga pantai dan yang paling berkesan adalah saat mewujudkan rencana ke bromo

Meskipun saat konferensi tersebut bukanlah kali pertama saya menginjakkan kaki di Bali, tapi tetap saja rasanya tak percaya kalau saya, Arif dan Henri bisa menginjakkan kaki lagi bersamaan dan bertemu kembali setelah dua tahun kami berpisah selepas lulus kuliah. Apalagi kami semua terpisahkan jarak antara Pekanbaru-padang dan Pontianak. Kalau dipikir-pikir, benar juga apa yang dikatakan Lionel Messi dalam iklah produk olahraga terkenal itu, impossible is nothing dan benar juga katanya Andrea Hirata dalam sang pemimpi : "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu".

2 komentar:

Wanda mengatakan...

God has made the universe conspire to make it happen..saat-saat kayak gini terasa banget campur tangan Tuhan di dalamnya ya Ty. Ah senangnya bisa jalan-jalan dengan teman-teman. Wanda dulu belum sempat menikmati itu semua lo *kok jadi curcol hihihi*

Hesty Wulandari mengatakan...

Iya wan alhamdulillah..katanya seorang teman, itu masalah kekuatan pikiran jg. Yg.belum kesampaian itu.jalan2 mengunjungi tmn yg tinggal di singapur:-D