Kamis, 26 Januari 2012

Hp-Hp Saya

Entah mengapa saya seringkali tidak bersahabat dengan kepemilikan HP. Dalam beberapa tahun saya memiliki nomor handphone, beberapa kali pula ia kehilangan sarangnya. Bukan karena saya kelebihan duit lalu suka gonta ganti hp tapi lebih sering karena hilang, entah tercecer dimana, diambil siapa atau malah tidak bisa digunakan sama sekali. Kehilangan HP pertama yang cukup menyiksa batin saya adalah nokia 6300 warna hitam lungsuran dari papa. Hp ini hilang saat saya dan teman-teman sedang berdiskusi di ruang belajar di kampus sekitar 2 tahun yang lalu. Nyesek karena hp itu sangat amat menyenangkan untuk dipakai, suaranya bagus dan bisa internetan pula dan hilang pada saat saya lagi cekak-cekaknya jadi mahasiswa. Setelah itu saya menggantinya dengan Hp seri paling bawah. Yang orang-orang suka bilang kalo sebenarnya itu senter berhadiah HP.Ga papalah, yang penting bisa nelpon dan sms, lupakan sejenak apdet status dan lain-lain yang membutuhkan internet. Tapi ternyata HP semurah inipun tidak menyurutkan maling untuk mengambilnya. Sebulan setelah hp ini saya miliki, ia kembali diambil orang dari jok motor waktu saya joging sore di GSP.


Tapi seri paling menyedihkan dari kehilangan Hp ini terjadi bulan Oktober lalu, persis saat saya sedang diklat pra jabatan di balai diklta depag di Padang. kali ini yang hilang HP pertama yang saya beli dengan uang saya sendiri, dari gaji pertama saya, Xperia X8. Memang bukan hp baru, saya membelinya dalam kondisi sudah dipakai 1 bulan tapi masih bagus dan harganya turun jauh. Si X8 ini termasuk grup awal hp berbasis android, jadi ia cukup membuat saya merasa keren waktu memilikinya. tapi sayang kami ndak berjodoh lama, ia hilang tanpa pesan. setelah si X8 hilang, saya kembali memakai hp standar lagi, tapi kali ini yang dual sim card, biar kedua sim card yang saya punya bisa tetap dipakai meski hp cuma satu. Tapi lama-lama hp dual sim card memiliki kelemahan juga. Sim card yang satu akan langsung kehilangan sinyal ketika sim card yang lainnya dipakai sehingga banyak yang komplain kenapa saya susah sekali dihubungi.

Dan akhirnya saya melihat iklan hp android murah tapi tidak murahan... Samsung galaxy Y..dan saya langsung jatuh cinta. Sebulan yang lalu saya menemukan si hp ini second beberapa hari saja dengan harga yang pas dengan kantong saya.

Saya bukan kategori gadget freak, saya juga ga merasa perlu membeli barang keren-keren tapi tidak difungsikan dengan baik, tapi kehilangan X8 membuat saya(seperti) kehilangan kehidupan. Saya tidak bisa mengakses situs jejaring sosial saya setiap saat sehingga ketinggalan banyak perkembangan. hal ini diperparah oleh tidak adanya wi-fi dan jaringan internet gsm yang amat sangat lelet di kampus. Kehadiran si samsung galaxy Y ini benar-benar mengembalikan semangat hidup saya (lebay ya?).

Berbeda dengan hp android saya terdahulu, hp yang ini seri androidnya lebih tinggi, jadi saya bisa install whatssap buat chatting ama teman-teman kapan saja. Seri galaxy Y ini menggunakan kamera 2 mp. kecil memang tapi masih lebih baik daripada kamera VGA yang dimiliki oleh xperia X8. Dan hal yang lebih menyenangkan lagi, setelah saya mendownload beberapa fitur photography, hasil jepretannya jadi keren.






semua berawal dari HP sekecil ini lo...



Jadi, My dearest samsung galaxy Y, jangan pergi lagi sebelum waktunya kamu pensiun ya..biar saya bisa memoto lebih banyak lagi hal-hal menarik disekitar saya:)

Tidak ada komentar: