Kamis, 01 Desember 2011

Kata Orang

ketika pindah dari jogja ke padang lalu ke pekanbaru saya tahu bahwa saya akan berhadapan dengan banyak hal yang jauh berbeda dengan yang biasa saya hadapi di Jogja, mulai dari fasilitas seperti bioskop, toko buku, wi-fi gratis dimana-mana hingga perilaku orang-orangnya yang tentu saja berbeda.

Hal yang paling saya ingat tentang Jogja adalah keramahan yang kita peroleh dengan gratis, tanpa perlu berbaju bagus, tanpa perlu bilang siapa kita, apa pekerjaan, apa gelar yang kita punya dst. Hal yang sering saya dapatkan disini seringkali malah sebaliknya. Saya ga tau mengapa, tapi kota pekanbaru ini memiliki citra yang glamor; banyak proyek-proyek mercusuar, ruko dan mall ada dimana-mana dan tanpa disadari begitu juga orang-orangnya.

Saya ingat, hari pertama saya akan berangkat mengajar, adik saya mengingatkan saya untuk berangkat mengajar dengan baju yang bagus, kalau bisa yang wah. Dia bilang kalo orang pekanbaru itu glamor, kalo kalah gaya saya mungkin tidak akan dilihat. hmmm... awal yang berbeda sudah dimulai..saya harus tampil bagus agar bisa didengar atau dilihat orang lain.

Untungnya saya ga kehilangan akal. saya mengajar dengan style saya sendiri, baju kurung dan sarung batik..i just think that i dont need to be glamour as well, just look different..side effectnya adalah keringatan sepanjang hari. Selain itu, saya harus kembali tampil dengan muka bermake-up sepanjang hari. ya efeknya jadi jerawatan karena kota ini sangat panas dan berdebu dan make up yang menempel di muka akan semakin menutup pori-pori. Begini ni pemnampilan saya kalo mau ke kampus..(kalo lagi mood^_^)



kalo saya bandingkan, (meskipun sebenarnya perbandingan bukanlah hal yang baik)Jogja jauh lebih menyenangkan utk hal ini. Saya bertemu dengan banyak orang hebat dan kaya yang penampilannya biasa saja namun tetap saja orang akan hormat dan respek kepada mereka dan malah akan semakin respek setelah tahu siapa mereka. Begitupun kita tidak perlu berdandan heboh hanya untuk ke mall. dengan pake jeans dan baju kaospun kita tetap dilayani dengan baik. meskipun semua orang berlaku demikian, tapi kebanyakan begitu.

Kampus saya yang satunya jauh lebih parah dalam memperlakukan dan menilai orang sehingga mau tidak mau, saya harus menunjukkan taring kalau tidak ingin disepelekan.Dan bagi orang-orang yang pernah disepelekan, mereka sering mengingatkan saya untuk tidak terlalu ramah, karena seringnya malah ga didengar. tapi saya berusaha bertahan dengan hal-hal baik yang pernah saya bawa dari Jogja dan sesekali saja menunjukkan siapa saya, itu juga kalau terdesak.

Hari pertama saya ke kampus ini, saya bertanya pada beberapa orang mahasiswa ttg lokasi ruangan yang saya tuju. Dan saya terkaget-kaget karena tidak ada satupun yang menjawab dengan nada ramah, semuanya dengan nada tak acuh. baru ketika ditanya apa urusan saya ke kampus itu, sikap mereka berubah drastis. Dan setelah masa ngantor dimulai, kenyataan tetap saja sama. Tidak hanya mahasiswa, sesama kolegapun gitu. Kalau tampil biasa saja-karena kantor saya disudut dan acnya ga dingin, saya sering cuma pakai kemeja dan rok standar dan muka tanpa make up-, maka kolega saya akan sering berkomentar kalo saya terlalu cuek, tidak memperhatikan penampilan, dll. ketika tampil agak istimewa, komennya malah :" kok tumben?" atau "mau kemana?" *tarik nafas*

Persoalan apa yang orang lain omongkan, apa yang orang lain pikirkan terhadap diri kita memang menjadi cerita yang tidak pernah selesai. apalagi untuk orang yang pemikir dan perasa seperti saya. Seringkali saya terpengaruh cukup lama dan jadi resah dan gelisah hanya karena mendengarkan apa kata orang. dan itu semakin menjadi-jadi setelah saya pindah kesini.

Kadang banyak orang bertanya dan berkomentar dengan kedok perhatian. padahal yang diperhatiin aja ga merasa diperhatikan malah dizalimi. Awal mula saya ngontrak rumah, saya mengalami kesulitan untuk membedakan mana yang perhatian, mana yang rese. Ketika belanja di warung, saya dikomentari karena sering pulang malam sehingga akhirnya saya harus menjelaskan pekerjaan saya apa, ngajar dimana aja. lain lagi tetangga sebelah suka bilang begini ama anaknya didepan saya :
"Jangan ganggu tante hesty itu..dia sibuk.."
atau
"ooo ada rupanya tante hesty di rumah..kirain ga ada. habis biasanya kan ga pernah ada dirumah "

Bapak RT saya lebih parah lagi. pernah jam 10 malam ia mengetuk pintu rumah untuk meminta uang ronda. setelah uang diterima beliau bertanya :
Pak RT : "ibu masih tinggal sendiri?"
saya : "iya pak"
Pak RT : "carilah suami bu..biar kami ga pusing mikirin keamanan ibu"

astagfirullah...
perasaan urusan status orang lain bukan urusannya pak RT deh..kalo saya ngomel-ngomel, orang lain akan menanggapi dengan :"anggap aja perhatian".

perhatian kalo sampai mengusik yang diberi perhatian itu mah namanya mengganggu.
tapi setelah dipikir-pikir ya, mungkin sayanya yang bodoh..kok bisa-bisanya hidup diatur orang ya..diatur ama pikiran orang lain padahal ya kadang orang yang ngomong atau bersikap seperti yang saya rasakan hanya sekedar lalu aja..mungkin dia malah lupa pernah berbuat atau berkomentar apa..sementara saya malah kepikiran dan terpengaruhnya lama banget..*huh.
benar juga apa yang teman saya bilang :"ga penting apa yang dinilai orang..yang penting apa yang dinilai Allah"..besok-besok saya akan belajar untuk ga peduli apa penilaian dan komentar orang kalau itu hanya akan membuat saya menderita berhati-hari ..:)

5 komentar:

Desi mengatakan...

sabar buuk... semoga yg dibilang pak RT kesampaian dalam waktu dekat, amiin... ;)

Hesty Wulandari mengatakan...

begini niy efeknya kalo tulisan ini diluruskan ke jalan ibu hesty..ada ngomel2nya..ahaha :)

Wanda mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Wanda mengatakan...

*ikut ngaminin doa eci..hehehe*

bener banget ty, yg penting itu penilaian Allah. wanda juga lagi belajar nih, bersihin hati dari niat dilihat orang lain jadi niat biar dilihat Allah aja...masih jatuh bangun nih. kayak beranda rumah, baru disapu sebentar eh udah kotor lagi :)

Hesty Wulandari mengatakan...

wanda : nulis ini malah akkhirnya keingat tulisan wanda juga..tulisan yang saling terhubung satu sama lain tanpa sengaja...jadi masih tetap nyapu kan hari ini?