Selasa, 20 Desember 2011

Beri Cinta Waktu...- Dear Adam


Dear Adam,

Pagi ini aku bangun dengan perasaan tak biasa. Pekanbaru tidak pernah sedingin ini sebelumnya, begitupun hatiku rasanya tidak pernah sehangat pagi ini. Terima kasih untuk balasannya. Tak pernah menyangka kalau aku akan menerima balasan semanis itu darimu, dengan kata-kata yang lugas, khas kamu tapi aku suka. Paragraf demi paragraf aku baca berkali-kali. Dan berkali-kali pula aku terdiam, tercenung dan mencari makna dibalik tulisan itu hingga akhirnya aku jatuh cinta pada paragraf terakhir. Ia telah membuat aku memerah dan tersipu-sipu hingga semalam aku tertidur dengan senyum yang tanpa sengaja kamu ukir di wajahku. Ternyata kita berkomunikasi jauh lebih baik lewat tulisan ya?. Meskipun demikian aku tetap masih lebih suka mendengar langsung kamu berbicara di telingaku, rasanya lebih hidup.

Adam,
Hari kemaren terasa begitu berbeda meski aku tidak tahu apakah esok begitu juga. Yang jelas aku ingin menikmati saja apa yang sedang kupunya tanpa perlu menghabiskan waktu untuk merisaukan apa yang mungkin akan terjadi esok hari, menikmati rona merah di pipi yang menghangat ini, menikmati rasa seakan ribuan kupu2 menari-menari di perutku.

Dear Adam,
aku kirimkan sebait lagunya maliq n d' essential untuk mu pagi ini.
Beri cinta waktu
untuk memahami
untuk meyakini
bila esok yang kan terjadi
semua indah kan terjalani..
lengkapnya kamu bisa lihat disini

Have a blessed day Adam

Senin, 19 Desember 2011

menemukan, menikmati dan menularkan

Membaca kembali postingan-postingan lama saya di multiply, saya menemukan tulisan ini :
"membaca postingannya my sister tentang kebahagiaan sederhana..jadi pengen menjawab pertanyaan yang sama..Apa ya kebahagiaan sederhanaku?
1. Ditelpon si Dia...walaupun si Dia suka ngambek dan sensitif..tetap aja aku bahagia kalo dia menelpon...akan lebih bahagia lagi kalo selama menelpon dia baik-baik saja..
2. Kalo hari ini di kantor ga bikin kesalahan..kalo semua appointment yang diarrange ga ada yang berubah, counterpartnya bisa semua...dan kalo pekerjaanku dipuji bos
3. Kalo pulang ato pergi kerja ada yang nebengin ( cape juga jalan kaki terus..kapan ya bisa beli motor..?)
4. Bisa beli barang yang diinginkan tanpa rasa bersalah setelahnya..
5. Kalo sekarang ini, bahagia banget kalo udah hari Jumat...karena besoknya bisa bangun siang...
6. Dan bahagia banget ngeliat harga mangga cuma 2000/ kgnya..."


Postingan itu saya buat hampir 4 tahun yang lalu ketika saya masih di Jogja, masih pacaran dengan mantan saya yang sekarang sudah menikah dan masih bekerja dengan bos saya yang orang jepang itu. membaca postingan ini membuat saya tersadar kalau ternyata, dulu saya hanya butuh hal2 kecil saya untuk bahagia. Sekarang, saya seringkali mulai kesulitan menemukan dan menikmati kebahagiaan itu sendiri, mungkin karena pengaruh waktu, tempat dan usia. Padahal, yang menjadi sumber kebahagiaan itu tidak melulu hal-hal yang luar biasa kan?

Sumber kebahagiaan bagi setiap orang tidak pernah sama. Apa yang membuat saya bahagia belum tentu akan menjadi hal yang membahagiakan buat teman-teman saya. tapi satu hal yang saya percayai, bahagia atau tidak, itu kita yang menentukan bukan orang lain. Meskipun begitu, sumber kebahagiaan kita bisa saja datang dari orang lain ataupun dengan pertolongan orang lain, maka kebahagiaan bisa kita rasakan.

Setelah saya amat-amati, pengeluaran bulanan saya yang cukup lumayan setelah makan dan bensin adalah pulsa. Untuk nomor simpati, pulsa dengan nominal 20rb saja, saya bisa menghabiskannya dalam waktu paling lama cuma 3-4 hari.itu akan habis lebih lama untuk kartu xl saya karena kebanyakan teman-teman saya bernomor telkomsel bukan x1, plus nomor untuk internet. pulsa 20 rb tadi akan habis lebih cepat jika saya sedang rajin menelpon kecengan saya di cerita sebelumnya :D. Tapi saya ga suka mikirin tuh berapa uang yang saya keluarkan tiap bulannya untuk pulsa. bukan karena saya banyak uang tapi karena pulsa yang saya habiskan itu saya gunakan untuk menelpon orang-orang terdekat saya; menghabiskan 1-2 jam chitchat hanya untuk bertanya kabar, saling mendengarkan cerita, saling memberi masukan, saling menertawakan dan pada akhirnya kami akan saling berbagi tawa..jikapun hari itu tidak semua hal berlangsung menyenangkan..maka pada akhirnya saya dan teman-teman akan saling menularkan semangat dan mengakhirinya dengan pelukan..pelukan virtual. Berbicara dengan teman-teman saya ditelepon adalah salah satu kebahagiaan saya..dengannya jarak yang terbentang diantara kami jadi tidak lagi terasa. Perjalanan hidup mempertemukan saya dengan banyak orang dibanyak daerah..mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur nusantara dan rasanya masih sulit untuk menemui mereka satu-persatu. Teleponlah yang akhirnya menghubungkan saya dengan mereka sehingga akhirnya pulsa yang hilang itu tergantikan dengan hal-hal yang jauh lebih besar dari nilai yang saya habiskan.

Banyak diantara kita, termasuk saya seringkali terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan ketika ingin melakukan sesuatu yang akan membuat kita bahagia sehingga membuat kita akhirnya melewatkan kesempatan untuk bahagia dengan menikmati hal-hal yang tidak perlu kita khawatirkan. Ketika banyak orang memulai trend untuk memakai inner atau dalaman jilbab yang berupa bandana, saya tidak pernah tertarik mencobanya karena merasa muka saya yang bulan ini tidak cocok dengan jilbab yang memakai bandana. belum lagi saya melihat bahwa trend ini kebanyakan diikuti oleh anak-anak muda yang saya ajar di kelas. Saya jadi takut dianggap sok muda atau ga tau umur. Suatu kali ketika berada di rumah, saya iseng2 mencoba untuk memakai bandana punya adek saya dan kemudian memasangkan dengan jilbab. Ternyata yang terjadi malah sebaliknya, kakak dan adek saya bilang kalau saya terlihat bagus dengan itu. Akhirnya saya beranikan diri datang ke kampus dengan dandan baru..dan ternyata lagi-lagi kekhawatiran saya tidak menjadi kenyataan. sebaliknya, banyak yang bilang saya jauh lebih segar dan muda. .. Pujian, meskipun seringkali melenakan, bisa menjadi salah satu hal yang membuat kita merasa bahagia. dalam kasus diatas, saya menyesal terlalu mengkhawatirkan hal yang ga penting sehingga akhirnya melewatkan hal yang mungkin saja bisa membahagiakan saya.

Hidup memang tidak selalu mulus, tapi ketidakmulusan hidup juga bukan alasan untuk menjadi tidak bahagia kan? Siapa yang bisa menjamin kalau hidup kita mulus-mulus saja akan membuat kita selalu bahagia..mungkin kita malah akan ngeluh karena hidup kita begitu-begitu saja...Jadi berjanji akan selalu berusaha untuk menemukan kebahagiaan saya sendiri, menikmati dan kemudian menularkannya pada orang lain

Minggu, 18 Desember 2011

Dear Adam

Dear Adam..

kuharap kamu belum bosan kalo aku beritahu bahwa bagiku kamu begitu istimewa. ini yang kesekian kalinya. aku tidak ingin berkata :"belahlah dadaku agar kamu tahu isi hatiku" karena aku belum ingin mati sekarang sehingga tidak bisa lagi menikmati percakapan-percakapan antara aku dan kamu..yaaa meskipun kadang ga jelas, meskipun kamu sering bosan..

bagiku setiap malam adalah masa harap cemas..menekan nomor telponmu yang bahkan tidak pernah ada didaftar kontakku, yang kuhapus agar aku tidak terlalu sering mengingatmu..tapi sayangnya kepala dan hatiku tak pernah lupa..lagipula, nomor telponmu terlalu sulit untuk dilupakan. Menunggu nada sambung terdengar dan cemas..kalau telepon dariku akan mengganggumu sehingga kamu tidak pernah tertarik lagi untuk mengangkatnya. Ahh..aku cemas kalau aku mulai membosankan bagimu. padahal mengapa harus cemas ya..pun aku tahu kalo aku juga tidak pernah semenarik itu bagimu -__-

Adam,
Seseorang pernah berkata kepadaku bahwa tidak semua hal di dunia ini butuh alasan..sebagian bahkan terjadi tanpa alasan..seperti mengapa aku tidak pernah lelah dan berhenti menyapamu bertahun-tahun..aku akan menjawab aku suka aja..dan mengapa aku suka? ya karena bagiku kamu begitu istimewa.
maka, jika kamu bertanya lagi, mengapa aku begitu ..hmmm tergila-gila atau terobsesi padamu..maka kali ini aku akan menjawab :
1. Dari pertama aku mengenalmu bertahun yang lalu, aku tahu kalau kamu pria pintar, dan pria pintar selalu menarik
2. aku suka caramu berbicara dan bercerita..dan aku bahkan suka caramu menyanyikan sebuah lagu, meskipun bagiku suaramu cukup sumbang
3. dan bagiku kamu punya sesuatu, entah itu kharisma atau pesona atau hal lain yang aku bahkan tidak punya cukup banyak kata utk bisa menggambarkannya
4. and i love the feel when your name on my lips..when my finger type your name in sms and when my ear hear your voice..
5. as a conclusion..i just love everything about you..except the girls around you

Heiii..Aku langsung bisa membayangkan komentar yang akan keluar dari mulutmu :

"Hesty,dari semua yang kamu bilang, tidak ada satupun yang menunjukkan kalo kamu suka dan cinta sama aku..kamu cuma terobsesi..Kenapa siy tidak mencari orang lain saja?" ha ha

Gapapalah..aku juga akan paham aja kalau semua alasan akan terdengar sangat egois bagimu..*karena kamu selalu menilai bahwa aku terlalu mementingkan diriku sendiri, seringkali tidak pernah berpikir tentangmu*..maka maafkanlah aku..mungkin kita hanya berbeda sudut pandang saja. bagiku selama ini aku berpikir kalau aku sudah berusaha memperlakukanmu dengan sangat istimewa sebisa aku, namun mungkin bagimu tidak begitu. tidak mengapa Adam, its just about the way you see something and the way i see something.

mungkin sudah saatnya aku perlu mulai berpikir untuk memiliki hewan peliharaan saja untuk menemaniku sehingga aku bisa melupakan segala sesuatu tentang kamu. Tapi aku pasti akan tetap menelpon kamu kok..ha ha..karena aku ga pernah benar2 bisa berhenti menggilaimu.
Ohya, kalau aku membeli kucing, aku akan menamainya Adam juga. Setidaknya bisa menjadi sesuatu yang akan mengingatkanku padamu..^_^

Btw, aku lupa bilang..kalo bahasa inggris kamu bagus sekali :)

Senin, 12 Desember 2011

sebelum 30 menjelang...

sepanjang 29 tahun umur saya, hanya satu kali saya pernah punya pesta ulang tahun. Pesta ulang tahun dalam defenisi anak-anak, ada gaun pesta yang dibawahnya mekar berlapis-lapis, ada balon-balon warna warni..ada mie goreng, ada bungkusan yang dibawa tamu-tamu pulang dan tentu saja ada kue tart dengan hiasan bunga-bunga dan boneka, ada yang menyanyikan lagu selamat ulang tahun beramai-ramai, tiup lilin dan potong kue..pesta itu disiapkan mama pas saya berumur 4 tahun, dirayakan bersamaan dengan pesta ulang tahun kakak saya yang ke 7 tahun. Kakak saya berulang tahun ditanggal 22 november dan saya 7 desember. biar hemat :)

Sisanya, mama dan saya lebih banyak mengandalkan kreativitas. Ketika saya TK, saya tidak sempat ikut pesta ulang tahun karena sakit. hanya kakak saya yang punya foto seragam ulang tahun TK kami. Beranjak SD, ulang tahun saya dirayakan dengan membagi-bagi potongan kue bolu marmer jeruk bikinan mama atau berbagi permen dan wafer. sesempatnya saja.Beranjak SMP, traktiran mulai jadi tren. berasa keren kalo bisa mentraktir teman makan, baik itu cuma makan di kantin,atau beli gorengan aja. kalau punya uang banyak, bisalah mentraktir teman di warung bakso. Pas SMU, saya lebih sering ngajakin teman makan di rumah, dengan menu buatan sendiri. Pas kuliah, menunya malah lebih variatif, dari mie goreng hingga nasi dan ikan bakar lengkap dengan sumber uang hasil jualan risoles atau lauk-pauk.

Keluarga kami tidak kaya raya, tapi juga tidak kekurangan. alhamdulillah, tapi membuat perayaan ulang tahun memang bukan hal yang biasa di keluarga. kami biasanya menghabiskan hari ulang tahun dengan masakan rumahan, hanya dibuat agak istimewa atau sesekali beli martabak mesir dan nasi goreng kubang.Sepanjang masa sekolah dan kuliah, saya melihat dan beberapa kali kecipratan rejeki traktiran ulang tahun teman. Ulang tahun teman yang cukup membuat iri adalah ulang tahun seorang teman SMU di sebuah restoran fast food ternama. acaranya sih ga luar biasa, tapi black forestnya, ciuman pipi kiri dan kanan dari orang tua, menu yang disajikan yang luar biasa serta orang yang mengundangnya yang keren:D..apalagi untuk jarang makan fast food ky saya dulu..

Empat tahun ngekos di jogja, ulang tahun mulai menjadi suatu yang ritual..mulai dari kejutan, trus traktiran trus kalo lagi beruntung dapat kado :),. lagi-lagi sebagai anak kos, saya mengandalkan kreativitas saja..bikin brownies sediri, bikin makanan apa trus ngajak anak-anak makan bareng. sekalinya pernah dikasih kejuatan tengah malam ama adik-adik kos dan dipaksa nraktir burger ama mereka, naik kelas dari selera burjo..uang di dompet 180rb ludes, badan dan rambut abu amis telor..lengkap sudah penderitaan..bau dan bangkrut:). Pernah juga dapat kejutan dari teman-teman, tapi karena lagi ga enakan, saya ga keluar dari kamar..esok paginya didepan kamar saya sudah ada kursi, boneka dan kue ultah lengkap dengan surat cinta dari mereka..boneka pertama saya:)

Tahun ini, tahun kedua saya ulang tahun sebagai seorang dosen dan ditempat baru. beda dengan tahun lalu, ulang tahun saya kali ini tidak bertepatan dengan hari mengajar dan rumah yang jauh..jadi rasanya tidak akan ada surprise party. tengah malam, saat memasuki umur 29..saya hanya sholat dua rakaat dan berdoa panjang, berterima kasih sama Yang Maha Menciptakan dan yang memegang umur saya.. mengajukan beberapa permintaan khusus dan kemudian tidur. Paginya malah tidak ada menu istimewa, hanya telor balado karena siangnya saya dan teman-teman janjian makan siang bareng..biasa saja.Hanya sms yang silih berganti masuk ke inbox hp dan beberapa telpon dari sahabat yang menyiratkan hari itu hari saya. bahkan keluarga saya saja lupa..ha ha. Baru menjelang malam, saya mendapatkan kejutan dari romel, atiek dan kiki yang datang ke rumah malam-malam mebawa satu kue ulang tahun yang imut2 dengan satu lilin menyala...ga terduga karena rumah saya jauhnya minta ampun, sampe saya tergagap2 pas mau berdoa. Semakin malam makin istimewa, setelah satu kejutan dari teman tadi, hampir jam 1 setelah saya hampir terlelap saya mendapatkan kejutan lagi, kali ini dari egi, fauzi, jenni, jimmy dan wendra anak-anak saya. mereka datang jauh jauh dari rumbai untuk saya...sampai jam 3 kami bercerita dan berbagi tawa..sampai tetangga ada yang keluar rumah karena berisik..dan terakhir jumat lalu, saya merayakannya dengan kakak saya arina dengan banyak tawa dan cerita. i do feel blessed.

hari ulang tahun yang (hampir) seperti hari biasa padahal pertambahan umur bukanlah hal yang biasa. setahun lagi saya tiga puluh. diusia saya hari ini, teman saya sudah punya anak 3, ada yang baru menikah..ada yang sedang mengambil sekolah doktoral, punya karier yang strategis dan lain-lain. tapi hidup saya juga alhamdulillah sangat baik sejauh ini. Punya keluarga yang lengkap dan teman yang banyak. pekerjaan saya lebih dari cukup..cukup gajinya,kekayaan hati dan pengalamannya yang sungguh sangat signifikan bagi saya, pekerjaan yang membuat saya terus belajar tiap hari dan memberikan saya kesempatan untuk memiliki banyak anak-anak meski bukan terlahir dari rahim saya sendiri. di usia 29, saya masih sendiri dan masih belum ada petunjuk siapa yang akan menjadi pendamping saya hingga tua nanti, tapi seperti yang kakak saya-arina bilang, Tuhan (mungkin) belum melengkapi saya untuk hal itu, tapi Ia telah memberi banyak sekali keberkahan diberbagai sisi lainnya; pekerjaan, uang dan teman-teman.

Satu tahun sebelum usia 30 menjelang..ketika lilin akan ditiup saya berdoa semoga Dia Yang Maha Mengetahui segala sesuatu itu mengabulkan pengharapan saya untuk pendamping, sekolah dan karier..tapi yang paling penting dari semua itu, semoga Ia selalu memberikan saya hati yang semakin bijak dan penuh syukur sehingga tetap bisa melihat segala sesuatu dengan lebih baik...

Minggu, 04 Desember 2011

Bilang Terima Kasih? Ga Susah Kok

Ada 2 kata singkat yang sering dilupakan oleh banyak orang ketika berhadapan dengan orang lain, padahal kata itu begitu singkat dan untuk mengucapkannya kita hanya memerlukan mungkin hanya satu detik saja. Kata yang saya maksudkan adalah terima kasih.

Kata terima kasih bagi saya menunjukkan bahwa saya menghargai tindakan, bantuan ataupun pekerjaan yang telah dilakukannya untuk meringankan kondisi saya. Jika saya yang mendapatkan terima kasih, maka itu artinya seseorang telah menghargai apa yang telah saya lakukan untuknya. Terima kasih tidak selalu diberikan untuk hal-hal yang bersifat materi. Ia bahkan akan jauh lebih bernilai dibandingkan dengan materi itu sendiri. Seringkali kita lupa mengucapkan terima kasih untuk hal-hal yang sepele yang kita terima atau mungkin karena pekerjaan yang telah dilakukan oleh orang lain untuk kita karena jika dinilai dengan materi harganya tidak seberapa.

Setiap kali ke mall, saya selalu bertemu dengan dua pos kecil yang menjadi tempat bekerjanya para juru print parkir dan setiap kali saya mengantri masuk, sering saya melihat banyak orang hanya mengambil tiket lalu pergi begitu saja. Suatu ketika, saat giliran saya tiba, setelah tiket tercetak dan saya ambil, saya menyempatkan untuk bilang :"makasih" sambil tersenyum. Dan apa yang terlihat didepan mata saya cukup mengagetkan. Mas-mas yang ngeprint tiket itu terlihat kaget, lalu dengan senyum juga ia berteriak "sama-sama". Kenapa ia kaget? mungkin selama ini jarang ada orang yang bilang terima kasih waktu ngambil tiket. Perhatiin deh kalo masuk mall atau tempat-tempat lain yang pakai tiket parkir, seringnya banyak orang yang langsung pergi begitu saja setelah mengambil tiet, sebagian lagi malah mengambil tiket dengan muka cemberut kalau tiketnya kelamaan dicetak. Padahal kalo dipikir-pikir, kalo mbak-mbak atau mas-mas yang ngeprint tiket itu ga ada, pasti yang bawa kendaraan di mall ga bisa parkir.

Saya juga selalu mengucapkan terima kasih pada supir angkot waktu membayar ongkos dan biasanya juga dibalas dengan bengong. mungkin dianya berpikiran kenapa penumpangnya yang ngomong terima kasih ya? kan yang dapat penghasilan sopirnya. Padahal kalo dipikir-pikir lagi, memang kita yang berkontribusi atas pendapatan yang diperoleh bapak sopir pada hari itu karena kita yang punya uang, tapi kalo ga ada angkot yg disupiri orang lain buat ditumpangi, lalu kapan sampainya kita ke tujuan?.

Kata terima kasih ini sebenarnya termasuk kata yang ajaib menurut saya. Ia bisa mencerahkan hati banyak orang dan bahkan malah membuat rikuh banyak orang juga. Tidak jarang sebenarnya banyak orang yang akhirnya merasa kalau yang ia kerjakan untuk orang lain itu ga seberapa artinya ketika ia menerima ucapan terima kasih dari orang lain. Abang angkat saya misalnya, setiap kali ia menelpon untuk mendengarkan keluh kesah saya, saya pasti mengakhiri dengan kata-kata :
"thank u for calling me abang"
dan sebagai jawabannya :
"ah, makasiy buat apa dek..abangmu malu sebenarnya tidak bisa setiap saat menjadi abang yang baik untukmu. tapi mudah-mudahan kamu selalu baik disana".
kata-kata yang selalu bikin haru. kurang pantas apa coba kita mengucapkan terima kasih untuk yang menelpon kita? kecuali untuk debt collector atau orang iseng kali ya..setidaknya mereka sudah mengorbankan pulsanya untuk mendengarkan suara kita, apalagi kalo yg nelpon kaya abang angkat saya itu..

Dan yang paling menggetarkan kalo mesti mengucapkan terima kasih itu ya sama orang tua. Dulu, waktu ngekos, setiap kali papa saya mengirimkan sms bahwa uang sudah dikirim, saya pasti menelpon atau mengirimkan sms untuk bilang terima kasih banyak..dengan nada tercekat...lain waktu ketika beliau yang mengucapkan terima kasih karena saya belikan pulsa hp sekedarnya, saya malah terharu luar biasa.

Dengan menggunakan kata yang begitu sederhana, kita ternyata bisa mengubah hari banyak orang menjadi lebih cerah lo...Jadi, masih sulit buat ngucapin terima kasih?

Kamis, 01 Desember 2011

Kata Orang

ketika pindah dari jogja ke padang lalu ke pekanbaru saya tahu bahwa saya akan berhadapan dengan banyak hal yang jauh berbeda dengan yang biasa saya hadapi di Jogja, mulai dari fasilitas seperti bioskop, toko buku, wi-fi gratis dimana-mana hingga perilaku orang-orangnya yang tentu saja berbeda.

Hal yang paling saya ingat tentang Jogja adalah keramahan yang kita peroleh dengan gratis, tanpa perlu berbaju bagus, tanpa perlu bilang siapa kita, apa pekerjaan, apa gelar yang kita punya dst. Hal yang sering saya dapatkan disini seringkali malah sebaliknya. Saya ga tau mengapa, tapi kota pekanbaru ini memiliki citra yang glamor; banyak proyek-proyek mercusuar, ruko dan mall ada dimana-mana dan tanpa disadari begitu juga orang-orangnya.

Saya ingat, hari pertama saya akan berangkat mengajar, adik saya mengingatkan saya untuk berangkat mengajar dengan baju yang bagus, kalau bisa yang wah. Dia bilang kalo orang pekanbaru itu glamor, kalo kalah gaya saya mungkin tidak akan dilihat. hmmm... awal yang berbeda sudah dimulai..saya harus tampil bagus agar bisa didengar atau dilihat orang lain.

Untungnya saya ga kehilangan akal. saya mengajar dengan style saya sendiri, baju kurung dan sarung batik..i just think that i dont need to be glamour as well, just look different..side effectnya adalah keringatan sepanjang hari. Selain itu, saya harus kembali tampil dengan muka bermake-up sepanjang hari. ya efeknya jadi jerawatan karena kota ini sangat panas dan berdebu dan make up yang menempel di muka akan semakin menutup pori-pori. Begini ni pemnampilan saya kalo mau ke kampus..(kalo lagi mood^_^)



kalo saya bandingkan, (meskipun sebenarnya perbandingan bukanlah hal yang baik)Jogja jauh lebih menyenangkan utk hal ini. Saya bertemu dengan banyak orang hebat dan kaya yang penampilannya biasa saja namun tetap saja orang akan hormat dan respek kepada mereka dan malah akan semakin respek setelah tahu siapa mereka. Begitupun kita tidak perlu berdandan heboh hanya untuk ke mall. dengan pake jeans dan baju kaospun kita tetap dilayani dengan baik. meskipun semua orang berlaku demikian, tapi kebanyakan begitu.

Kampus saya yang satunya jauh lebih parah dalam memperlakukan dan menilai orang sehingga mau tidak mau, saya harus menunjukkan taring kalau tidak ingin disepelekan.Dan bagi orang-orang yang pernah disepelekan, mereka sering mengingatkan saya untuk tidak terlalu ramah, karena seringnya malah ga didengar. tapi saya berusaha bertahan dengan hal-hal baik yang pernah saya bawa dari Jogja dan sesekali saja menunjukkan siapa saya, itu juga kalau terdesak.

Hari pertama saya ke kampus ini, saya bertanya pada beberapa orang mahasiswa ttg lokasi ruangan yang saya tuju. Dan saya terkaget-kaget karena tidak ada satupun yang menjawab dengan nada ramah, semuanya dengan nada tak acuh. baru ketika ditanya apa urusan saya ke kampus itu, sikap mereka berubah drastis. Dan setelah masa ngantor dimulai, kenyataan tetap saja sama. Tidak hanya mahasiswa, sesama kolegapun gitu. Kalau tampil biasa saja-karena kantor saya disudut dan acnya ga dingin, saya sering cuma pakai kemeja dan rok standar dan muka tanpa make up-, maka kolega saya akan sering berkomentar kalo saya terlalu cuek, tidak memperhatikan penampilan, dll. ketika tampil agak istimewa, komennya malah :" kok tumben?" atau "mau kemana?" *tarik nafas*

Persoalan apa yang orang lain omongkan, apa yang orang lain pikirkan terhadap diri kita memang menjadi cerita yang tidak pernah selesai. apalagi untuk orang yang pemikir dan perasa seperti saya. Seringkali saya terpengaruh cukup lama dan jadi resah dan gelisah hanya karena mendengarkan apa kata orang. dan itu semakin menjadi-jadi setelah saya pindah kesini.

Kadang banyak orang bertanya dan berkomentar dengan kedok perhatian. padahal yang diperhatiin aja ga merasa diperhatikan malah dizalimi. Awal mula saya ngontrak rumah, saya mengalami kesulitan untuk membedakan mana yang perhatian, mana yang rese. Ketika belanja di warung, saya dikomentari karena sering pulang malam sehingga akhirnya saya harus menjelaskan pekerjaan saya apa, ngajar dimana aja. lain lagi tetangga sebelah suka bilang begini ama anaknya didepan saya :
"Jangan ganggu tante hesty itu..dia sibuk.."
atau
"ooo ada rupanya tante hesty di rumah..kirain ga ada. habis biasanya kan ga pernah ada dirumah "

Bapak RT saya lebih parah lagi. pernah jam 10 malam ia mengetuk pintu rumah untuk meminta uang ronda. setelah uang diterima beliau bertanya :
Pak RT : "ibu masih tinggal sendiri?"
saya : "iya pak"
Pak RT : "carilah suami bu..biar kami ga pusing mikirin keamanan ibu"

astagfirullah...
perasaan urusan status orang lain bukan urusannya pak RT deh..kalo saya ngomel-ngomel, orang lain akan menanggapi dengan :"anggap aja perhatian".

perhatian kalo sampai mengusik yang diberi perhatian itu mah namanya mengganggu.
tapi setelah dipikir-pikir ya, mungkin sayanya yang bodoh..kok bisa-bisanya hidup diatur orang ya..diatur ama pikiran orang lain padahal ya kadang orang yang ngomong atau bersikap seperti yang saya rasakan hanya sekedar lalu aja..mungkin dia malah lupa pernah berbuat atau berkomentar apa..sementara saya malah kepikiran dan terpengaruhnya lama banget..*huh.
benar juga apa yang teman saya bilang :"ga penting apa yang dinilai orang..yang penting apa yang dinilai Allah"..besok-besok saya akan belajar untuk ga peduli apa penilaian dan komentar orang kalau itu hanya akan membuat saya menderita berhati-hari ..:)