Rabu, 14 September 2011

From A Friendship Into Relationship; Why Not ?

Setelah saya ingat-ingat, banyak sekali teman saya; baik teman sekolah atau teman kuliah yang akhirnya menikah dengan temannya sendiri. Di kelas saya sewaktu SMU saja, ada dua pasang teman yang menikah sekelas. Itu baru yang sekelas saja lo, belum termasuk yang menikah seangkatan, lebih banyak lagi. Begitu juga dengan seorang teman baik saya waktu kuliah yang akhirnya menikah dengan (lagi-lagi) teman sekelas kami yang dulu sering ia ejek-ejek :). Orang yang menikah dengan teman sendiri juga pernah dibahas dalam koran Kompas.

Kalau dipikir-pikir, memang tidak ada yang salah dari hubungan istimewa yang dimulai dari pertemanan. Bahkan hubungan dari pertemanan memiliki potensi untuk awet ketika berubah format. Mungkin salah satunya karena periode pertemanan yang biasanya terjalin dalam waktu yang cukup lama sehingga memungkinkan kita lebih mudah untuk menerima keadaan seseorang yang akan menjadi pasangan kita. waktu pertemanan yang cukup lama juga memungkinkan kita untuk melihat banyak sisi dari orang lain; baik sisi positif ataupun negatif. Sisi positif seseorang merupakan hal yang mudah diterima sementara sisi negatif tentu saja memerlukan lebih banyak ruang dari hati untuk bisa memakluminya. Jika teman kita pelupa, maka ketika memutuskan untuk menjadikan ia pasangan tentu saja kita sudah mempertimbangkan hal ini sebelumnya sehingga tidak terlalu sulit lagi untuk beradaptasi.

Jika salah satu faktor yang menjadi pertimbangan untuk memilih seseorang menjadi pasangan kita adalah penerimaan keluarga; baik keluarga kita ataupun keluarga dia. Semakin lama kita berteman dengan seseorang, maka biasanya akan semakin besar kemungkinan kita untuk dikenal baik dikeluarganya si dia dan sebaliknya. Seperti saya yang mendapatkan banyak orang tua dan saudara-saudara tambahan karena banyak teman. Sepanjang tidak ada track record yang buruk dimata keluarga teman tadi, saya pikir langkah selanjutnya akan jauh lebih mudah karena sudah tidak ada yang perlu ditaklukkan secara berlebihan.

Hal berikutnya yang mungkin bisa dijadikan pertimbangkan ketika akan memutuskan menjalin hubungan dengan seorang teman adalah banyak sumber valid yang bisa dimintai pendapat tentang calon pasangan. Yang jelas teman-teman yang berada dilingkaran pertemanan itu sendiri akan jadi narasumber yang pas. Mereka (teman-teman kita itu) juga mestinya juga akan menjadi penilai yang baik karena mereka juga sudah mengenal temannya cukup lama

Dengan segala kemudahan yang ada didepan mata bukan berarti hubungan yang dimulai dari pertemanan ini tak memiliki tantangan sama sekali. Tantangan terbesarnya justru memisahkan antara status teman dan status pasangan itu sendiri. Kebiasaan santai dan memperlakukan teman sama rata kemungkinan akan terbawa dalam hubungan dan berpotensi untuk menimbulkan kesalahpahaman. bagaimanapun, setelah mengambil keputusan untuk menjalin hubungan dengan seseorang (meskipun awalnya teman), posisinya pasti berubah dari seorang teman (biasa) menjadi teman (istimewa) yang mau tidak mau akan mempengaruhi sudut pandang dan perasaan yang ada.

Selain itu banyak orang yang beralasan bahwa hubungan yang dimulai dari teman itu sulit untuk mendapatkan chemistrynya..lha, ini kan bukan percobaan kimia. yang namanya perasaan kan bukan seperti batu yang keras sehingga tidak bisa diotak atik sama sekali. lha wong pepatang jawa aja b ilang witing tresno jalaran soko kulino kok yo...jadi kenapa harus tidak yakin kalau rasa (chemistry) itu tidak bisa ditumbuhkan?

Tantangan lain yang tak kalah sulit adalah tetap berteman meskipun hubungan itu tidak berhasil sepenuhnya karena tak jarang pasangan yang berasal pertemanan sudah terlebih dahulu kehilangan teman-teman mereka ketika hubungan dimulai dan semakin kehilangan teman ketika hubungan ini tidak berjalan...

Kalau tidak ada masalah dengan hal-hal diatas, mengapa tidak mencobanya? :)

3 komentar:

debi-ebong-bongky mengatakan...

hahahahah no comment dehh *tersipu mode on

Hesty Wulandari mengatakan...

debi : no comment aja ada komennya :)

Indra mengatakan...

Mantep lah :)