Kamis, 14 Juli 2011

Happy Birthday Mom

setelah merantau ke Jogja dan berhasil menghidupkan kehidupan sendiri untuk 4 tahun, rasanya gamang sekali ketika harus kembali mendekat ke rumah. Dulu ketika saya di Jogja, jadwal pulang sekali setahun adalah waktu yang saya tunggu, ga peduli titipan yang melebihi jatah bagasi untuk dicari, ga peduli harus jualan brownies agar bisa balik lagi ke Jogja. Ketika harus benar-benar pulang, saya galau..saya takut..

Saya pernah berkata pada mama saya ketika beliau menyuruh saya segera pulang setelah wisuda. saya katakan kalau saya takut jika saya pulang, beliau akan menjadi tidak sabar melihat hidup saya bergerak tidak secepat gerak hidup orang lain, tidak secepat gerak hidup teman-teman saya, anak-anaknya teman mama saya ataupun tidak seperti yang beliau inginkan. Saya takut sekali jika berdekatan dan mengalami fase seperti itu, beliau menjadi tidak bisa melihat kembali hal-hal baik dalam diri saya..seperti dulu...

It happened..
not as worst as before..but it worse enough for me

Di satu waktu, saya masih mendengar permintaan itu dari mama untuk saya..
permintaan yang sulit untuk saya penuhi...
hingga saya merasa begitu buruk dan tak berarti di mata beliau dan segala yang saya capai terasa sia-sia..
dan saya kehilangan hari-hari bersinar saya..
sibuk memikirkan mengapa begini mengapa begitu..

Diisatu film india tentang anak dyslexia yang saya tonton, saya menangis..
saya menangis di adegan saat ishaan masuk asrama dan menangis..dengan lagu yang menyayat hati..
lirik lagunya berbunyi :"apakah aku begitu buruk mama?"

dan membuat saya kembali berpikir, apakah saya harus bertubuh sempurna untuk mendapatkan cinta yang sama dengan cinta yang diberikan mama saya kepada saudara saya yang lainnya..?

Di suatu malam, saat saya pulang ke Padang
akhirnya saya menangis lagi
kali ini di depan beliau
mama saya
disaat beliau kembali menyampaikan permintaan itu
dengan cara beliau..yang tak pernah saya mengerti
dan dengan tangisan itu saya berbicara
dengan mulut yang bergetar dan airmata yang mengalir tanpa henti
mengatakan bahwa jika memang itu akan membuat beliau bangga terhadap saya, saya akan melakukannya..
meski harus membayar mahal untuk membeli sederetan suplemen yang bisa menyulap tubuh saya seperti yang beliau inginkan...

dan beliau menjawab..

"mama mengkhawatirkan kamu..kesehatan dan persyaratan untuk menjadi 100% pns"
"mama takut kamu ga bisa melaluinya nanti.."

sedu sedan itu masih berlanjut dalam pembicaraan ibu dan anak itu
dan saya merenung..
mungkin saya memang masih belum bisa memahami mama saya dengan baik
dan begitupun beliau, ada yang masih belum bisa beliau pahami dengan baik dari saya
mungkin beliau sebegitu sayangnya pada saya hingga tak bisa menyingkirkan kekhawatiran itu pada diri saya
dan mungkin saya juga masih belum paham bahasa cinta mama pada saya yang selama ini semua tersampaikan bukan dengan cara yang kami inginkan masing-masing..

ternyata masih banyak hal yang harus saya dan mama pelajari dalam hubungan mama dan anak perempuannya

"ma, saya memang masih gemuk, hingga hari ini..
tapi saya masih bisa dibanggakan..
saya bekerja, dengan pekerjaan yang dulu mama impikan untuk kakak saya..saya mewujudkannya..
gaji saya memang tidak tinggi ma, tapi saya masih bisa mentraktir mama sedikit kalau mama ke pekanbaru..
Saya belum menikah ma, tapi saya yakin saya akan menemukan dia suatu hari nanti..
saya bukan orang gendut yang hanya tinggal di rumah, menghabiskan hari didepan makanan dan tempat tidur
jadi, do not worry much about me mom..I'll live my life well:)"


Happy birthday mom..

I pray for your longer life, healthy and wealthy..
So we can fix our relationship and turn it into a frinedship
Then you can see reach my doctoral degree and feel proud of me
being beside me on my wedding
and taking care of your next grandchildren
Dear mom,

in many ways, we are so identical while in other ways, we are so different..
But you know mom, I love you more than my big body..
and i know that you love me that much too: