Senin, 03 Januari 2011

kampus ini mengalihkan duniaku

hampir setengah tahun silam, saya memutuskan untuk angkat koper dari jogja. Hidup saya disana sudah mulai memasuki masa-masa stagnan sementara umur terus merangkak naik..Saya akhirnya pulang..menikmati masa menganggur sebulan dua bulan sambil merayakan lebaran sebelum akhirnya berpindah ke provinsi tetangga..

Salah satu alasan mengapa saya pulang adalah karena saya telah menerima tawaran untuk mengajar di politeknik swasta di kota tetangga itu...yup..politeknik tempat saya mengajar bernama Politeknik Caltex Riau, yang menyandang nama besar perusahaan minyak yang dulunya (dan samapi sekarang ) masih sangat eksis disini sebelum berganti nama menjadi Chevron. Kampus ini berlokasi di Rumbai, daerah pinggiran kota Pekanbaru yang merupakan jalur untuk menuju ladang minyak Duri serta kota pelabuhan Dumai dan jugajuga merupakan jalan yang akan dilalui kalo kita ingin berangkat ke Medan dari Pekanbaru.




Hari pertama saya datang ke kampus untuk rapat tahun ajaran baru, saya melihat kampus yang luamayan besar dengan arsitektur cukup indah. Di pintu gerbang saya menemukan tulisan-tulisan :"no smoking area" khas petunjuk keamanan di perusahaan yang sangat peduli dengan keamanan dan keselamatan kerja. Setelah masuk kedalamnya dan mengikuti rapat, saya semakin tahu kalo kampus ini menerapkan batas kecepatan rata-rata untuk kendaraan bermotor didalam kampus, kewajiban untuk selalu menggunakan helm dan memasang kedua kaca spion bagi motor serta perhatian yang tinggi terhadap pemanasan global dengan mengurangi penggunaan ac di ruang-ruang kelas dan menggantinya dengan kipas angin serta jendela-jendela yang banyak serta tiang tiang besi dengan tumbuhan merambat untuk meneduhkan...Tapi itu kunjungan hari pertama...




Kalo hari pertama mengajar?
Saya sudah pernah menceritakannya di tulisan sebelumnya...
Rapi ga apalah..mari kita tambah lagi...

Hari pertama mengajar tiba-tiba saya jadi ga senang dengan ide ramah lingkungan ini..saya jadi seperti tidak ingin mendukung kampanye mengurangi pemanasan global yang dibawa oleh kampus ini...

Hari pertama mengajar kelasnya Panassss...keringat tak berhenti mengalir di kening saya..baju saya basah dan mahasiswa mengira saya grogi tingkat tinggi..ha ha..padahal memang begitu..ha ha

Meskipun harus berada di motor menyusuri jalanan harapan raya-rumbai 30 menit, panas terik yang bikin makin hitam dan jerawatan..tapi saya selalu punya alasan untuk datang ke kampus ini...
yaitu untuk melihat senyum mereka :)

ini yang saya bisa ceritakan tentang kampus tempat saya bertemu mereka..
masih terlalu sedikit karena sebagian besar masih sulit diungkapkan dengan kata-kata..bagi mnereka yang sudah bertahun-tahun disana mungkin sudah mulai bosan..tapi bagi saya cerita baru saja dimulai...

3 komentar:

Emak Qisthi mengatakan...

Semangat ibu hesty!

vizon mengatakan...

Ketika kampus itu baru dibangun, saya masih tinggal di dekat situ. Beberapa hari yang lalu, ketika pulkam, saya sempat mampir ke Rumbai dan melihat kembali kampus itu dari kejauhan. Ternyata benar, bahwa ia telah menjadi sebuah kampus yang megah dan mewah.

Semoga kemegahan dan kemewahannya setara dengan kemegahan dan kemewahan kualitas lulusannya...

Selamat Hesty, selamat membagi ilmu, insya Allah berkah :)

Hesty Wulandari mengatakan...

IAD : makasiy emak qisthi..Insya Allah selalu semangat
Uda : sayang kita ga ketemu ya waktu uda kesini..kalo ketemu akan daku ajak jalan-jalan ke kampus ini :)