Rabu, 03 November 2010

Tentang mengajar

wahhh, hampir tiga mingu blog saya ga diisi..mo bilang sibuk kok kayaknya lebay ya? tapi begitulah kenyataannya..Setiap minggu, saya mengajar 16 jam dari selasa hingga jumat dengan rata-rata pertemuan 4 jam per hari. Sementara untuk ngenet, saya harus sengaja nongkrong di pustaka dan berebut komputer ama mahasiswa yang juga ingin bersocial network:)

Mahasiswa saya lucu-lucu. setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda. Ada kelas yang isinya orang kalem semua. Diterangin diam, ditanyain paham apa enggak diam juga, dikasih pertanyaan diam juga. Ada lagi kelas yang rameee sekali, baru masuk aja udah riuh. rajin mengajukan pertanyaan dan rajin menjawab. Sepanjang tiga minggu ini saya belum bisa bersikap cool kalo ada yang benar-benar lucu di kelas, tetap saja saya tertawa bersama mereka.

Di minggu ke 3 saya mengajar ini saya baru merasakan kembaii yang namanya capek dan lelah setelah bekerja, jam tidur kembali ke posisi semula, 9 malam atau bahkan sebelumnya, sabtu minggu yang terasa amat menyenangkan karena bisa istirahat sepuasnya, bangun siang, dll..

Setelah hampir tiga minggu mengajar, saya akhirnya menemukan hal-hal baru dan akhirnya mulai mengerti beberapa hal, seperti:

1. mengapa para dosen suka marah dan negur kalo kita lagi ngobrol di kelas pas beliau beliau lagi menerangkan
Berdiri di depan kelas membuat pandangan mata kita bisa melihat dengan luas, bahkan dengan sudut-sudut matapun kita bisa melihat sampai sudut-sudut kelas. Dari depan, setiap tingkah laku audience sangat kelihatan dan gerakan-gerakan tertentu bisa merusak konsentrasi dan membuat kita bisa lupa susunan kata-kata yang harus disampaikan, Jika dosennya lupa atau terganggu konsentrasinya oleh satu orang, itu artinya mengganggu kepentingan banyak orang di kelas itu terutama mereka yang serius ingin belajar.

2. Mengapa kalo kuliah jam 10, siang biasnya kelas gaduh atau sebaliknya senyap sekali?
Jam 10 atau jam 1 merupakan jam kuliah dengan tantangan terberat. Pada jam 10, kesibukan sudah mulai reda sementara sisa-sisa capek karena buru-buru kuliah pada jam sebelumnya masih terasa, jadilah sang kantuk mulai menyerang. Belum lagi jika mereka ga sempat sarapan, krucuk-krucuk lah itu perut..sementara jam 1, waktu yang enak untuk tidur siang apalagi setelah perut terisi penuh, makin menjadilah itu setan bergantungan dimata. Jadi, jangankan mahasiswa, dosennya aja perjuangan banget buat ngajar

3. Mengapa banyak dosen yang well-dressed kalo ngajar?
Selama 3 minggu ini, hampir tiap malam sebelum mengajar saya bertanya kepada adik saya apakah baju ini cocok dipadankan dengan rok atau celana itu..semacam ritual khususlah. Setelah resmi mengajar dan selalu berdiri di depan kelas, saya jadi paham rasanya menjadi pusat perhatian. Bayangkan semua mata tertuju pada kita, memperhatikan gerak gerik kita, baju yang kita pakai; matching ga? ada yang robek ga? ada noda ga. lama-lama saya jadi ngerasa ky selebriti aja, ga boleh tampil buruk.

Dalam pemahaman saya, semua karena profesi saya adalah jasa. Saya memberikan jasa mengajar saya pada mahasiswa dan seharusnya orang bekerja pada sektor jasa memperhatikan kpuasan konsumennya. Makanya jika kita mengajar dengan baik, berpenampilan baik, meskipun hari itu panasnya bukan main, meski hari itu jam mengajar banyak akan memberikan kepuasan sendiri pada mahasiswa yang jadi konsumen kita.

Tapi profesi ini memberikan banyak kesenangan dibalik kerepotannya..dan itu yang membuat saya selalu bersemangat untuk ke kampus setiap harinya

5 komentar:

merry go round mengatakan...

Hahahahaa...Aku juga pernah jadi asisten dosen di dua mata kuliah. Emang ngga bisa disamain sama mba Hesty yang jadi dosen beneran siiihh, tapi ya aku juga ngalamin apa yg mba Hesty ceritain disini. Apalagi yang bagian nerangin tapi ngga dianggep. Ergh, udah cape-cape ngejelasin materi tapi ngga ada yg ngedengerin ato sibuk sendiri. Pengen nimpuk pake diktat kuliah yg tebel rasanya. Tapi nanti apa kata anak didik sama dosennya ya....*dilema*

Qefy mengatakan...

Pasti semua senang....

Hesty Wulandari mengatakan...

jeng mer: maaf baru dibalas komennya..perasaan kemaren postingan ini ilang begitu aja. wahhh senangnya punya teman sepenanggungan. kadang aku pengen nyubit aja saking gemesnya tapi takut ntar dikira kekerasan dalam kelas :)
Qefy : mudah-mudahan ya..amin

famela mengatakan...

bukkk.pst kls kmi y buk yg ribut tuuu?
hehehehe

Hesty Wulandari mengatakan...

mela : hmmmmm..
geeer aja niy kalian
haha