Rabu, 20 Oktober 2010

Tuhan Tahu tapi Menunggu..

Minggu ini kehidupan saya di temapt baru di mulai. Jumat lalu saya sampai di kota Pekanbaru, 8 jam perjalanan dengan menggunakan travel dari kota Padang.

Pekanbaru merupakan kota yang menurut saya cukup mapan..jalanannya tertata rapi dengan jumlah kendaraan yang banyak, kantor-kantor yang megah dan orang-orang yang menurut saya cukup glamor. Meskipun seperti halnya kota-kota lain di Indonesia yang memiliki dua sisi mata uang, di jalan-jalan tertentu saya juga melihat banyak rumah-rumah panggung dan jalanan berdebu. Sebagai salah satu promising city di negeri ini, Pekanbaru diisi oleh nyaris 80% perantau. Itu data yang saya dapat dari supir angkot yang saya tumpangi tadi pagi. Kebanyakan dari provinsi sekitar seperti Sumbar dan Sumut. Sebagai salah satu provinsi terkaya, dengan sumber bumi yang berlimpah, maka pegawai negri adalah pekerjaan yang amat diincar disini selain pekerjaan di sektor migas dan perkebunan. Dengar-dengar, gajinya sih pegawai biasa, tapi tunjangannya yang luar biasa.

Btw, saya pindah ke kota ini karena saya diterima mengajar sebagai dosen luar biasa alias dosen honorer di Politeknik Caltex Riau (PCR) yang berlokasi di Rumbai. Rumbai adalah jalur yang dilewati ketika kita ingin bepergian ke Duri, Dumai tau medan. Di daerah inilah perusahaan migas ternama PT Chevron bermarkas dan politeknik ini berada di bawah yayasan Chevron. Namun katanya teman saya desi, yang ka prodi, PCR sekarang sudah mandiri pengelolaannya. Untuk sampai ke kampus, dari rumahnya ii adik saya di Harapan Raya ( daerah pusat kota pekanbaru), saya harus tiga kali ganti angkot plus berangkat satu jam lebih awal agar tidak terlambat.

Sudah dua hari ini saya mengajar.
Baru minggu pertama kuliah jadinya mahasiswa-mahasiswa masih berharap agar kuliah awal tidak dilaksanakan seseius mungkin. jadilah dua kuliah pertama hanya berlangsung 45 menit saja sementara perjalanan ke kampusnya hampir satu jam. Saya kebagian mengajar 3 mata kuliah dengan total jam mengajar 16 jam per minggu dari selasa hingga jumat dan ketiga mata kuliah itu termasuk dalam kategori advance alias gahar-gahar...ha ha

never wondered that I will be stand in front of the class as a teacher, as a lecturer...

Terutama jika mengingat masa-masa kuliah S-1 saya yang penuh dengan penghindaran dan hampir seperti mengelak takdir. Jarang masuk kuliah karena ga suka ama jurusannya, lebih sering di kantor organisasi, di kantin, duduk di lorong-lorong daripada di kelas dan hari ini saya jadio dosen, untuk mata kuliah yang benar-benar harus saya pelajari kembali pula :)

Jadi ingat quote di sang pemimpi : Tuhan tahu tapi menunggu...
Tuhan menunggu hingga arai menginjak benua eropa untuk membalas lolongan "amin: ketika sholat magrib berjamaah di belitung yang merusak konsentrasi jemaah lain dengan membiarkannya melolong sendirian tanpa ada teman..dan mungkin itu jugalah yang terjadi pada saya, Tuhan menunggu waktu yang tepat untuk membalas kenakalan saya di masa kuliah lewat jalan ini...

Tapi apapun itu, mengajar itu ternyata menyenangkan :)

6 komentar:

perniquesenja mengatakan...

tapi Tuhan juga mengabulkan pintamu untuk jadi dosen kan madam???
SELAMAT ya say.....

merry go round mengatakan...

Mba Heni congratz yaaaa...
semoga betah di tempat yg sekarang.
semoga jadi cinta sama kerjaannya juga.

Amin.

santi mengatakan...

hai..
bener banget quotenya, mba..
salam kenal :)

Hesty Wulandari mengatakan...

bude : iya alhamdulillah..makasiy ya
jeng mer : makasiy ya jeng mer...Alhamdulillah kerjaannya penuh warna..semoga aku bakal..(kayaknya siy iya) amin
santi : hai san, salam kenal juga..
quotenya terjadi padamu juga kah?

romeogadungan mengatakan...

ahhhhh, tuhan tidak tidur...
love this blog..

Hesty Wulandari mengatakan...

hai romeo, terima kasih ya sudah mampir dan kirim komen..Benar sekali, Tuhan tak -pernah tidur..
salam kenal:)