Kamis, 02 September 2010

Tentang terjatuh dan Tangan-Tangan Yang Memegang Erat

Hari ini ketika pengumuman hasil tes kedua di kementrian keuangan diumumkan, saya tidak menemukan nama saya di barisan daftar nama mereka yang lulus. Saya baru tertidur pada jam sebelasan dan terbangun di jam setengah satu tengah malam dengan perasaan tidak jelas..cemas, bingung dan dag dig dug. Berbeda sekali dengan perasaan yang saya rasakan ketika hasil tes pertama diumumkan.



Ketika mengetahui hasilnya, saya terdiam.
ada perasaan yang tidak jelas disana..

Ada kesedihan..
Sedih karena saya menanggung banyak harapan orang di pundak saya untuk lulus di tes ini..
dan kali ini saya harus kembali mengecewakan banyak orang lagi yang berharap banyak dengan status cpns di kementrian keuangan yang remunerasinya bisa mencerahkan kehidupan:)
Sedih karena saya belum bisa kembali ke Jogja dalam waktu dekat ini dan bertemu dengan adik-adik saya disana

Tapi jujur saja saya sebenarnya merasa amat lega..
Lega karena ternyata keputusan saya untuk pulang lebih awal merupakan firasat dan keputusan yang tepat, bayangkan betapa mahalnya tiket pulang ke Padang di minggu2 ini
Lega karena Allah menjawab doa saya semalam yang saya pajatkan sebelum saya tidur :
"Ya Allah, saya pasrahkan apapun yang akan menjadi hasil tes pada esok hari..
Jika memang itu adalah jalan saya, maka Engkau mudahkanlah semua kesulitan yang datang besertanya..namun jika bukan itu jalan saya, maka ikhlaskanlah saya untuk bisa menerima semua ketetapanMu dengan hati yang ringan dan lapang"
Semua makin melegakan saya karena saya sebenarnya telah memilih dan menyetujui untuk menjadi dosen luar biasa di Pekanbaru mulai bulan depan, sementara tes masih panjang jika saya lulus..
Dan saya lega..karena artinya saya bisa meneruskan kembali mimpi saya untuk kembali bersekolah..dan mungkin memang takdir sayalah membantu pemerintah menciptakan calon-calon pegawai kemenkeu:)


Hmmm...
Pagi ini,
ketika subuh tiba, saya mengucapkan terima kasih kepadaNya karena telah memberikan saya kesempatan untuk bisa berjuang sejauh ini..untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan yang dulu bahkan saya tidak bisa mendekatinya sedikitpun.
Merasakan berbagai macam tes agar saya tau dan terbiasa jika masih harus melewati tes tes lainnya..
Tuhan tidak pernah tidur dan Ia tahu kalo saya sudah berusaha keras namun menunggu saat yang tepat dan pekerjaan yang tepat untuk saya

Kesedihan itu jelas ada..namun hari ini saya di beri ruang oleh keluarga saya untuk merasakan kesedihan saya ( dengan tidak dibangunkan pagi-pagi sekali, rumah tinggal di sapu saja, piring sudah di cuci..)
tapi kelegaan jelas sama besarnya dengan kesedihan..
jadi saya berada di titik 0 lagi..

dan dengan segala yang terjadi hari ini, saya amat bahagia..
mendapatkan banyak dukungan dari teman-teman saya..
yang menguatkan saya dan beramai-ramai menggenggam tangan saya sehingga saya tidak merasa sendirian ketika jatuh
yang memberikan balasan yang panjang penuh semangat untuk sms pemberitahuan saya yang singkat
dan bahkan seorang teman mendedikasikan statusnya hari ini untuk saya
dan itu lebih dari cukup untuk mengurangi kesedihan hari ini

6 komentar:

debi-ebong-bongky mengatakan...

yaa..debi selalu ingat kata2 hesty dulu..masih ingat ng?waktu didi lulus di BI?
"cari kerja ibarat bertandang kerumah orang, ada orang yang harus datang ke pintu rumah orang, mengetuknya berkali-kali dan bahkan mencari pintu yang lain..ada juga orang yang dibukakan pintu dan langsung masuk langsung kerumah tersebut"..

Hesty Wulandari mengatakan...

debi : benar sekali ..
dan makasiy udah mengingatkan ya bi..

vizon mengatakan...

Senang sekali membaca keikhlasan Hesty di sini...

Tuhan amat sangat tahu apa yang seharusnya untuk kita, maka jangan pernah mendikteNya atas keinginan kita. pinta saja keridhaannya atas pilihan. jika ternyata tidak berhasil, artinya Dia belum meridhai. pastilah ada tempat yang lebih tepat untuk kita.

urusan kita adalah berusaha. sementara memustuskan, sepenuhnya urusan Allah... :)

merry go round mengatakan...

mba Hesty.....
sabar yaaa.

Tuhan pasti selalu memiliki rencana sendiri di balik semua kejadian. tinggal bagaimana cara kita melihatnya. dan saya yakin, mba Hesty sangat berbesar hati untuk melihat rencana Tuhan yang lain.

semangat ya mba.

Rika mengatakan...

semangat hestyyyyy:)

Allah tau yg terbaik buat hamba2nya:)

Hesty Wulandari mengatakan...

uda : terima kasih untuk nasehatnya uda..perlu belajar lebih banyak lagi..kadang kita memang selalu merasa bahwa kita memang punya keinginan yang mendesak yang semoga segera dikabulkan Allah sehingga suka lupa bahwa Allahlah yang menentukan semua

Jeng mer : meski susaaahhh..tapi alhamdulillah I'll finally can let it flow :)makasiy buat supportnya ya jeung

Rika : iya rika, makasiiihh
eh, selama dipadang kita belum ketemuan ya?