Senin, 27 September 2010

Lebaran...

Lebaran kali ini bertepatan dengan keputusan saya untuk back for good ke Padang..untuk kemudian meneruskan halaman kehidupan di pekanbaru. Tapi ternyata tidak mudah juga bagi saya untuk membiasakan diri dengan kehidupan rumah dan lingkungan sekitarnya lagi setelah 4 tahun hidup secara mandiri di Jogja. tapi untunglah ada banyak teman di padang yang dengan senang hati membantu proses adaptasi kembali

Padang masih belum berubah..
Meski sisa-sisa gempa bumi setahun yang lalu masih jelas terlihat, tapi hebatnya kehidupan berjalan dengan biasa saja. pasar tetap saja seperti pasar, meski kiosnya dipindah ke arah jalan raya karena yang di dalam sudah banyak yang rubuh. Ada banyak perkembangan yang siginifikan yang menurut saya sangat hebat untuk kota yang pernah diguncang bencana sehebat kota kami. Di sepanjang jalan utama, saya lihat sudah banyak ruko baru yang berdiri yang diisi oleh berbagai macam usaha mulai dari minimarket hingga jualan velg..Industri makanan juga tak kalah hebat. Hampir ditiap sudut kota dipenuhi dengan restoran dan warung makan baru..lupakan kolesterol dan darah tinggi kalau ke kota ini..

Dan Lebaran adalah puncak keramaian arus perantau yang pulang kampung..
pesawat sliweran di udara, mobil-mobil berplat selain BA hilir mudik sepanjang jalan dan ibu-ibu berjilbab dengan bling-bling sepanjang badan..

Inilah gambaran khas urang minang..Perantau
dan para perantau biasanya tak ingin pulang dalam kondisi yang menyedihkan..
semakin sukses mereka, semakin besar keinginan untuk pulang
dan tentu saja, sukses diukur dari materi..
mobil yang dipakai, perhiasan yang melilit tangan dan leher, handphone yang di genggaman, hingga berapa banyak uang lebaran yang diberikan kepada sanak saudara..
dan mungkin hal ini jugalah yang ikut membangun sumatera barat setelah di guncang gempa hebat setahun yang lalu itu..Para perantau sukses

Cukuplah prolognya:)

Lebaran tahun ini anggota keluarga kami bertambah satu orang..Namanya Dzaki Maulana Mahdi. Anak pertama dari adik saya Yuli. Di tahun ini lebaran berasa semakin ramai. ada 12 orang anggota keluarga. Biasanya saya menjadi orang yang ditunggu-tunggu kepulangannya, kali ini saya dikalahkan oleh si kecil dzaki.

Sayangnya, karena kakak saya harus buru-buru ke rumah mertua dan adik saya juga begitu, jadilah kami tak sempat berfoto keluarga tahun ini..

Tapi yang pasti lebaran tahun ini tetap menyenangkan seperti biasanya..
karena mama selalu membuat ketupat gulai toco- mirip lodeh buncis, tapi memakai taoco
plus opor ayam..Setiap lebaran mama selalu memasak lebih dari 30 buah ketupat yang ukurannya besar-besar..yang malam takbiran akan berkurang sepertiganya seiring dengan matangnya gulai toco tadi, sebelum sholat ied berkurang lagi dan puncaknya sepanjang hari selama hari raya pertama..
Ada banyak kue, minuman dan cemilan lain yang hanya hadir selama lebaran...
dan ada banyak uang baruuuu...
*jadi ingat postingan uang barunya jeng mer:)

Tahun ini kami tetap pulang kampung ke padang panjang..
dan lebih menyenangkan karena rumah nenek kami telah direnovasi sehingga bisa ditinggali, jadi kami sekeluarga tidak perlu menginap di rumah saudara lagi. Bayangkan repotnya para saudara kami kalo kedatangan 12 tamu sekaligus

dan lebaran ini saya bisa makan sate mak syukur yang legendaris itu
makan pergedel jagung sepuasnya juga di pasar padang panjang
makan sala lauak, lamang baluo dan bika di sicincin
nemenin ponakan mandi di pincuran dalam
dan bertemu banyak teman

Lebaran memang selalu menyenangkan ya

4 komentar:

dv mengatakan...

seru bacanya..apalagi klo ada fot2nya, terutam untuk makanan2 khas padang yg baru saya dengar disini :D
Dan bener bgd tu, lebaran memang selalu menyenangkan...

salam kenal yah :)

Hesty Wulandari mengatakan...

dv : haiii
salam kenal juga..
lebih seru kalo langsung datang ke padang pas lagi lebaran..
bisa makan semua yang saya sebutin diatas dan pasti jadi ga bisa bergerak karena Kuenyaaangg banget:)

vizon mengatakan...

mau "berpetualang" di pekanbaru tho hes...? semoga sukses ya.. :)

ah, saya sudah lama tidak lebaran di kampung, rindu sekali rasanya, semoga tahun depan dapat terwujud..

Hesty Wulandari mengatakan...

uda : iyaaaa rencananya begitu..
mudah2an lancar aja..
lebaran di kampung halaman pake balik atau ga pakai balik?:P