Senin, 09 Agustus 2010

Tentang Pertanyaan Klasik itu..

Suatu kali saya pernah memulai pagi dengan menulis status di fesbuk : "Selamat pagi temans..Mari mulai hari ini dengan tidak mengusik orang lain dengan pertanyaan bersifat pribadi seperti :"kapan lulus kuliah, bekerja dan menikah lalu punya anak?" jika kita sudah memiliki salah satu atau bahkan semuanya bukan berarti kita berhak mengusik orang lain untuk memiliki hal yang sama kan?"

Saya bukan sedang merasa tersinggung, sensi atau marah karena ditanyain melulu kapan saya akan menikah, sudah dapat kerjaan dimana atau sederet pertanyaan klasik tanpa ending lainnya. Hari itu, saya melihat seorang teman yang mendapatkan pertanyaan seperti itu saat dia mengucapkan selamat pada seorang teman yang lain untuk kebahagiaan yang didapatkan hari itu..dan akhirnya saya terganggu..dan mungkin saya salah karena mungkin saja teman saya itu malah tidak terganggu sama sekali atau mungkin berlagak tidak terganggu.

Seorang teman baik, ketika saya tanya melalui telepon, dengan siapa ia sedang dekat sekarang langsung menjawab bahwa saya sudah seperti ibunya, yang tidak hentinya mendesak dan bertanya tentang pertanyaan yang sama. Sungguh, hari itu tidak ada maksud saya menjadi seperti ibunya. Topik teman dekat adalah topik pemulai pembicaraan yang cukup ampuh setelah sekian lama tidak berbicara dengan seorang teman. Tadinya saya pikir semua akan baik-baik saja, soalnya status kami sama-sama single. namun ternyata hari itu saya tahu, teman saya sudah amat terganggu dengan pertanyaan yang sama..baik dengan dalih perhatian, rasa sayang atau benar-benar karena usil saja ingin merusak suasana hati orang lain.

Saya memang seringkali sensitif jika disinggung tentang pekerjaan dan pasangan hidup..mungkin sama sensitifnya dengan pertanyaan kapan saya akan kurus..Dan suatu kali saya pernah merasa amat terganggu dengan komentar beberapa orang teman, yang jika saya menulis tentang hubungan, tentang lawan jenis hingga ponakan semua berujung kepada pertanyaan atau pernyataan yang destruktif, seperti : "makanya lu segera nikah dong..jadi bisa menikmati kehidupan seperti gw.."
helooo? suami di jual secara paketan gitu di supermarket hingga saya bisa beli kapan saja saya punya kesempatan ke supermarket dan punya uang?..maaf ya kalau terdengar terlalu kasar..

Hingga akhirnya seorang teman yang tinggal berjauhan dengan suaminya bercerita bahwa seorang teman dekatnya pernah berkomentar kalo ia dan suaminya tidak "jago" dalam urusan membuat anak..
what? jagooo? ayam kali..

Saya belajar, kadangkala untuk mengetahui isi hati orang lain kita harus sesekali memakai kacamata orang lain pula, agar yang kita lihat bukan hanya apa yang kita ingin lihat..tapi juga apa yang biasa orang lain lihat. Tahukah kita kadang ada orang yang amat terluka namun tak mampu mengatakan apa-apa hingga lebih memilih diam daripada mengeluarkan kemarahan atau bahkan airmatanya didepan lawan bicara?

Siapa sih yang tidak ingin kuliah dengan lancar, lulus tepat waktu,predikat lulusan terbaik kemudian direkrut oleh perusahaan ternama, memiliki pasangan yang ganteng, kaya dan mapan yang kemudian mengajak menikah dengan lamaran seperti cerita di novel roman dan kemudian menghabiskan hidup di rumah besar dengan anak-anak yang lucu dengan akhir bahagia..? kalau ada yang mengatakan tidak mau, pastilah dia anomali..tidak lazim.

Itu juga yang saya inginkan, begitupun yang diinginkan banyak orang di luar sana.

Saya dan banyak pengangguran diluar sana juga ingin segera bekerja..kalau belum? bukankah rejeki juga adalah rahasia Ilahi..kita hanya diminta berusaha dan berdoa sekuat tenaga..jika belum? mungkin jawaban belum rejeki adalah jawaban yang klise..tapi begitulah..it's beyond our control..Mungkin akan sangat menyenangkan jika anda membagi info lowongan kerja, membagi tips ketika tes agar bisa lolos kan?

Saya dan banyak orang single di luar sana juga menginginkan segera memiliki pasangan..dan orang yang memiliki pasangan diluar sana juga amat berharap segera diajak menikah..jika kami belum mendapatkannya? mungkin kami sedang berada dalam masa penantian..dan kami hanya harus sedikit sabar..atau anda mungkin punya kandidat yang sesuai? bolehlah saya dicomblangin..kalau tidak punya kandidat? dengan tidak berkomentar kamu tidak pernah membuka hati untuk orang lain selain mantan pacar, kamu terlalu pemilih, atau komentar yang menjatuhkan lainnya..kami sudah sangat terbantu

Banyak orang lain yang sudah memiliki anak..namun bukan berarti mereka yang sudah menikah dan belum punya anak tidak menginginkannya..kita kan tidak pernah tau apa saja yang sudah mereka usahakan untuk itu..lalu mengapa tidak menyemangati, memberikan masukan atau membagi resep sukses?

Jika menyemangati, membagi tips atau membesarkan hati itu terlalu banyak untuk diminta..maka bolehkan jika yang diminta adalah pengertian saja?. Pengertian bahwa tidak semua orang selalu berada dalam kondisi hati dan emosi yang baik..dan dengan tidak selalu mengusik hal yang itu-itu saja mungkin akan bisa mengurangi beban hati..

Jika ingin bertanya atau memberikan perhatian, karena anda memang peduli, memang sayang, berikanlah dengan cara yang baik..bahkan dengan cara teramat baik pun kadang juga tidak cukup berhasil membuat orang lain tidak terganggu..dan akan lebih baik jika diberikan dalam bentuk doa..

Tahukah kita bahwa hidup itu tak ubahnya seperti reli mobil di sirkuit balap..meskipun kadang startnya sama..finishnya? kita tak pernah tau..ada yang startnya duluan finish duluan, ada yang kecelakaan di tengah jalan hingga tidak bisa melanjutkan pertandingan bahkan ada yang starnya belakangan namun ternyata finishnya duluan..bayangkan jika dari garis star hingga finish, semua mobil berjalan pada kecepatan yang sama lalu bersama-sama memasuki garis finish..
lalu dimana letak serunya kehidupan?
lalu siapa yang akan jadi juara?
lalu apa yang akan memacu orang untuk jadi lebih baik?
lalu apa yang akan mengajari orang untuk lebih sabar?
lalu apa yang akan mengajari orang untuk mensyukuri apa yang ia dapatkan?

Jadi, jika kita sudah memiliki salah satu atau bahkan semuanya bukan berarti kita berhak mengusik orang lain untuk memiliki hal yang sama kan?"

6 komentar:

Desi mengatakan...

Setuju ty dengan postingan ini. Dirimu secara tidak langsung telah membantuku untuk menyampaikan uneg2 yg juga sama dengan yg dirimu rasakan.

Hesty Wulandari mengatakan...

ici : sebenarnya, meskipun tidak pernah terungkapkan..perasaan ini dimiliki oleh banyak orang..mudah2an bermanfaat..boleh kok di repost kalo itu bisa membantu mengkomunikasikannya ke orang2 yang tidak mengerti.

merry go round mengatakan...

Saya juga lumayan sebel sih dengan komen temen2 kantor, terutama cowok, tentang status single saya. Yang paling bikin kuping saya panas pas mereka bilang 'makanya jangan galak2, jadi ngga ada yg mau deket deh'.

Sabaaarr...kalo saya ikut nyolot berarti saya sama saja ngga dewasa seperti mereka. Justru saya lebih bahagia kalau ada cowo yg mendekat atau mungkin menikahi saya karena dia sudah tahu sifat asli saya. untuk apa berpura-pura jadi perempuan manis seumur hidup, lebih baik jadi diri sendiri kan.

dan....mungkin saya terlihat tidak peduli dengan status seseorang, baik pekerjaan, anak, atau pasangan hidup. Sebenarnya bukan tidak peduli, tapi lebih memilih untuk diam karena saya takut malah salah ngomong dan nyakitin orang yg bersangkutan. Biarlah dibilang cuek, daripada bikin hati orang jadi sakit.

Hesty Wulandari mengatakan...

jeng mer : ternyata hal ini menimpa dirimu juga ya? padahal kamu masih muda lo..dibandingkan aku maksudnya..pilihan untuk tidak nyolot adalah pilihan yang bagus, namun kadang kita perlu memberitahu kalau kita sudah terganggu. Sedangkan untuk orang lain, kadang dengan tidak peduli justru cukup membantu. Seperti halnya kita yang ga suka diusik dengan pertanyaan begitu, banyak orang juga ga suka ditanya..lain halnya kalo mereka yang memulai pembicaraan duluan.

perniquesenja mengatakan...

aku baru baca blog ini dan akhirnya aku menangis....stlh smua hal bodoh yg terjadi padaku....
terima kasih sudah membukakan mataku madamkuw sayang...aku tak tau apa yg akan aku lakukan bila tak ada dirimu yg selalu ada saat aku rapuh maupun kuat.

Hesty Wulandari mengatakan...

ve : kadang setelah mata terbuka, kita sendiri yang memilih untuk menutupnya.. semua adalah pilihan kan?