Kamis, 19 Agustus 2010

surat untuk seorang teman

aku sebenarnya ingin pergi..sekejap saja..aku merasakan lelah yang sama denganmu bahkan mungkin lebih lelah..aku begitu takut akan semua hal yang akan menjatuhkan dirimu sendiri dan ketakutan itulah yang menghabiskan energiku.

Kau tau teman,setiap kali kau menulis itu, setiap kali itu juga orang akan melihat dua sisi, dia sebagai terdakwa dan kau sebagai orang yang lemah yang tak bisa berhenti mengejar. Bukankah kau sendiri yang bilang kepadaku bahwa semua ini melegakanmu? lalu mengapa setelah kelegaan itu datang kau memilih untuk kembali berselimut kabut ketidakjelasan.?Aku kadang suka bingung, apa yang masih kurang dalam kehidupan teman-temanku ini sehingga keluh dan resah tak pernah berhenti? sehingga satu dua peristiwa saja yang menghampiri membuat semua yang kau punya seakan akan tak berharga sama sekali?

berapa kali aku harus memperbandingkan betapa jauh berharganya hidupmu dan semua yang telah kau capai dengan apa yang orang lain punya? Jika itu belum cukup,tak usah jauh-jauh..lihatlah saja temanmu iniyang hari ini menuliskan banyak kemarahan untukmu..betapa sebenarnya kadang ia juga ingin bertukar posisi..setidaknya untuk pekerjaan yang mapan, untuk pria-pria yang hatinya telah kaupatahkan tanpa pernah kau sadari, untuk kecerdasan diatas rata-rata,untuk kemampuan berkata tidak, untuk prinsip yang kuat dan untuk teman-teman yang hebat yang mengelilingi..



Jika itu masih juga belum cukup..Kau mungkin perlu membaca status seorang temanmu yang lain hari ini;dengan segala kepahitan yang ia punya ia masih menulis kebanggaannya mempunyai teman-teman sepertimu yang sukses dalam karirnya setidaknya menghibur dirinya yang masih bernasib abu-abu..dan hebatnya ia masih menyelamatimu...



Jika itu masih kurang..Jika luka hatimu masih lebih besar dan tak jua bisa kering..Maka aku menyerah..aku angkat tangan..dan aku akan memilih mundur sejenak..menghela nafas, dan mengurusi kehidupanku yang meski belum sebagus kehidupanmua..tapi sangat berharga untuk diteruskan



Maaf,Tidak bisa (selalu) menyenangkan hatimu

Tidak ada komentar: