Kamis, 26 Agustus 2010

Ijinkanlah aku untuk slalu pulang lagi...

Pernah merasa begitu berat harus berpisah dengan sesuatu? entah itu orang, benda ataupun kota..

Saya sedang mengalaminya..keberatan yang kompleks..
tidak hanya berat berpisah dengan kamar kos yang ukurannya cuma 3x3,5 m ini saja, tapi saya juga berat harus keluar dari gerbang kos yang telah empat tahun menjadi pintu masuk ke rumah saya yang lain..

tidak hanya itu, saya juga berat berpisah dengan teman-teman kos, yang meski kadang suka ngeselin, tapi sudah seperti saudara sendiri..kehidupan rantau membuat kami seringkali merasa senasib..tidak peduli ia orang batak, padang, sunda, arek malang hingga orang makasar sekalipun.

dan yang paling berat berpisah dengan rekaman keseharian yang saya jalani, orang-orang yang mewarnai kehidupan saya dengan pertemanan, persaudaraan, senyum dan sapa di kota ini..

Kota kecil ini sudah menjadi kota impian saya sedari SMU
Impian untuk menapaki kemegahan nama besar sebuah universitas yang cukup tua. Menjadi bagian dari mahasiswa beransel berjalan kaki kemana-mana di siang hari, menghabiskan malam hingga akhir pekan di kampus berdiskusi dengan dosen-dosen berkapasitas profesor tapi berhati sarjana alias begitu legowo

Dan mimpi itulah yang akhirnya membawa saya ke kota ini..
Padahal hanya sebuah kota kecil..

Yang dalam sehari saja sudah selesai di jelajahi
Yang jam enam sore bis-bis yang knalpotnya berasap jelaga itu sudah tak beroperasi lagi
Yang hampir semua makanan dan minumannya berasa encer dan lesehan kaki limanya menghabiskan jatah trotoar
Yang biaya parkirnya menggiurkan untuk dijadikan sumber mata pencaharian
Yang pengamennya beragam, mulai dari hanya bermodal krecek-krecek hingga bermodal harpa
Yang kadang dinginnya menggigit tulang dan panasnya memerahkan muka...
Yang masih banyak sepeda berlalu lalang, wajah-wajah berkeringat setelah berolahraga sore hari di GSP
Yang nasi yang sebungkusnya cuma 750 rupiah..Masih ada gorengan seharga 300 rupiah..hei, bahkan uang 50 perak saja masih bernilai disini
Yang warung nasi padang bersebelahan dengan lesehan gudeg yang dibuka ketika warung fast food sudah mulai tutup..

Harmonisasi yang menyejukkan dan selalu menggelitik hasrat untuk selalu kembali ke kota ini

Ah, mungkin saya terlalu berlebihan dan terlalu sentimentil..
Mungkin sebenarnya pemandangan biasa saja..tapi bagi saya menyenangkan dan saya menemukan kenyamanan..
Kenyamanan dalam anggukan kepala dan senyuman setiap kali bertemu pandang entah dengan siapa
Kedamaian karena hidup tidak harus ngoyo..
mengalir saja..meskipun lambat..tapi ternikmati..

Dan meski hati ini begitu nelangsa akan rasa kehilanganmu, kehidupan harus tetap dilanjutkan..
Dan pulang ke kota saya yang lainnya juga pilihan yang menyenangkan

Tapi, Ijinkanlah saya untuk slalu pulang lagi
bila hati mulai sepi tiada terobati..
Untuk menikmati bersama suasana JOGJA..

*teringat tulisan di perempatan mangkubumi

"Kapan (akan) ke Jogja Lagi?

4 komentar:

vizon mengatakan...

Hasty... kita punya persoalan yang sama; jatuh cinta dengan kota kecil ini. bahkan, mungkin saya lebih parah, karena persoalan itupun saya tularkan ke keluarga..

Sampai saat ini saya masih bingung untuk menjawab; kapan saya akan pulang?

Pulang? Pulang kemana? bukankah saya sudah di rumah?

Kota kecil ini sudah terlanjur mengikat jiwa dan raga saya. Sulit sekali untuk meninggalkannya. Meski saya tahu, ada kewajiban lain yang harus saya penuhi di kota lain.

Btw, Hesty sudah mau pulkam ya? Selamat kembali ya... Semoga berjaya di kampung halaman sendiri... :)

Hesty Wulandari mengatakan...

uda : Huhuhu..jadi makin sedih baca komentar uda..
Hesty udah di padang sekarang da, dari rabu lalu maaf tidak sempat berpamitan. Jujur sekali, ada perasaan terenggut dan hilang dari kehiduoan sehari-hari dan ada perasaan asing ketika berada disini..jadi dimana sebenarnya rumah itu berada ya da?
*sampai hari ini hati dan pikiran masih berada di jalan kaliurang..di kamar kos dan disepanjang jalan di jogja nan berhati nyaman

Gaphe mengatakan...

jogja selalu mnjadi tempat yang paling saya rindukan.. maklum, kampung halaman. hehehe

Hesty Wulandari mengatakan...

Gaphe : terima kasih dah mampir ya ..
jangankan kamu yang notabene kampung halamannya disitu, saya ja yang numpang kangen kok:)