Kamis, 15 Juli 2010

cerita dalam sekotak brownies

hari ini saya mau membuat brownies. Untuk seseorang yang sangat istimewa yang selama 2 bulan ini saya kenal baik. hari ini dia akan kembali ke daerah asalnya di belahan timur Indonesia sana dan saya tidak tahu kapan kami akan berjumpa lagi.

Bagi saya, seloyang brownies yang saya buat dengan penuh cinta adalah cara saya untuk memberitahu seseorang bahwa dia adalah orang yang istimewa bagi saya..yang membuat kehidupan yang berat ini menjadi lebih ringan dan indah..Hanya kadang kadangkala orang yang dituju mungkin tidak merasakan apa yang saya maksudkan.

Dulu saya pernah membuat brownies istimewa untuk orang yang pernah amat sangat istimewa di hati. Brownies itu saya buat dengan toping coklat chip, keju dan mete yang banyak lalu titipkan melalui seorang teman. Si dia hanya memakan sepotong kecil saja berkomentar :"browniesnya terlalu legit..aku ga suka"padahal berpotong-potong lainnya dihabiskan oleh teman-temannya..hmmm pesan yang salah alamat. Lalu pernah juga saya membuat brownies untuk (almost) camer, saking groginya coklatnya tidak meleh dengan sempurna dan warnanya jadi coklat muda tapi beliau suka sekali. sayangnya kami ga berjodoh untuk jadi menantu dan mertua. Kalo ini jodohnya yang ga sampai:)

Hmmmm...seperti halnya beberapa cerita yang saya punya dibalik kotak-kotak brownies yang saya buat, si kue (brownies itu) sebenarnya mengajarkan sesuatu seperti yang digambarkan oleh filosofi brownies itu sendiri..Brownies pada dasarnya kue yang gagal, tidak mengembang dengan baik sehingga tekturnya sangat padat namun karena komposisi coklat yang banyak didalamnya, kue bantat ini justru terasa amat enak dan berbeda. Begitu juga dengan hidup..kadangkala kita mengalami kegagalan sehingga kita tidak bisa berkembang dengan sempurna pada satu saat..kadangkala kita harus bertemu dengan banyak orang yang salah sebelum bertemu orang yang benar. Tapi kehadiran orang lain dalam hidup kita, entah itu keluarga, teman, sahabat ataupun pasangan merupakan cara Tuhan untuk membuat kita menikamati kegagalan dengan cara yang berbeda..dan mungkin bahkan lebih indah dari yang kita bayangkan

* Sedang mengumpulkan kekuatan untuk memotong-motong coklat dan mulai membuat adonan..semoga tidak ada air mata yang menetes kedalam adonan brownies ini..saya hanya ingin dia merasakan yang manis saja..betapa dia sangat istimewa bagi saya..

Buat kamu yang akan berangkat malam ini..
jangan lupakan saya ya...

7 komentar:

NoRLaNd mengatakan...

jika memang brownies istimewa itu ditujukan untuk seorang yg sangat istimewa, seperti apapun rasanya pasti akan sangat 'lezat' dilidah orang special trsebut =)

Hesty Wulandari mengatakan...

hai norland..salam kenal.thanks for stopping by ya...iya siy sebenarnya, tapi seperti yang saya bilang di cerita itu, kadang salah alamat, bisa jadi dia ga doyan dan etc..tapi kemaren saya tanya: ternyata udah dihabisin..entah karena doyan atau karena lapar..ha ha

merry go round mengatakan...

Duh, udah lama ngga baca tulisan mba Hesty, sekarang ko tambah dalem aja ya tulisannya :)

Tulisannya bagus mba, aku suka :)

Maaf ya baru sempat berkunjung.

Deacy mengatakan...

romantis sekali.....
saya yakin brownies yg dibuat dengan sepenuh hati itu hasilnya akan sangat istimewa dan semoga perasaan yg tertuang bisa sampai kepada sang penerima.... ^^

Hesty Wulandari mengatakan...

jeng mer : haaaiiii cantik..maafkan aku juga sudah lama tidak berkomen-komen di blogmu yang lucu itu..hidup terlalu berat belakangan ini jadi kita perlu menyelam lebih dalam..ha ha lebay..:)
deacy : salam kenal ya..terima aksih sudah baca dan kasih komen. Sayangnya pelajaran hidup pernah tentang brownies juga pernah membuktikan kalo kadang ada juga yang tidak merasakan apa yang ingin daku sampaikan..tapi yang kali ini alhamdulillah sampai:)

Desi mengatakan...

sty, kapan ya daku dapat mencicipi brownies buatan mu... :)

Hesty Wulandari mengatakan...

ici : tunggu daku dengan sabar ya ..kalo sudah di padang dan kalo bahannya ada..you will try it