Rabu, 21 Juli 2010

Kangen Laras...


Saya sedang kangen Laras-adik kos yang kamarnya berada disebelah kamar saya. Sudah 3 minggu ini dia berangkat KKN ke labuan Bajo, NTT. Dan hampir selama itu pula saya hanya bisa bertukar kabar (hanya) ketika dia mendapatkan sinyal. Dearah KKNnya, di Waisano (kalo tidak salah) merupakan salah satu daerah terpencil yang belum dialiri listrik dan tidak memiliki tower sinyal GSM. Untuk bisa berkomunikasi, Laras harus berjalan kaki dulu ke desa tetangga selama beberapa jam.

Saya tidak ingin bercerita tentang KKN nya si laras. Saya sedang ingin bercerita tentang Laras. selama tiga tahun bersebelahan kamar, kami baru benar benar dekat 2 tahun belakangan saja. soalnya dia jarang ada di kos dan saya dulunya bekerja dari pagi sampai sore, kadang malah sampai malam.

Laras itu anggota Mapagama. Itu yang menyebabkan dia jarang berada di kosan. Lebih suka tidur di basecampnya mapa di gelanggang UGM daripada di kamarnya yang sejuk itu. Minggu ini bisa saja dia sedang ikut mendaki ke merapi lalu minggu depannya ikut penyusuran Goa di Malang dan kemudian setiap kali pulang, dia akan tertidur berjam-jam lamanya...

Hobi tidur hanyalah salah satu saja yang sering membuat jengkel saya. Suatu malam, dia begitu bersemangat mengajak saya untuk menonton film. Sebelumnya saya sudah menanyakan berkali-kali apakah dia akan tidur atau tidak, dengan yakinnya laras mengatakan kalau tidak mengantuk. Dan terjadilah yang saya khawatirkan, belum 30 menit filmnya di putar, matanya sudah terpejam..tidur dengan damai.. dan saya hanya bisa menarik nafas panjang..

Selain tidur berjam-jam, kegiatan pecinta alam ini benar menyalurkan hobinya laras :jarang mandi" dan sering menyisakan oleh-oleh di badannya laras, mulai dari bentol-bentol di sekujur kaki dan tangan ketika pulang kemping di pantai wedi ombo, bentol-bentol di muka yang lebih besar dari jerawatnya ketika penelusuran goa hingga kapalan di kaki ketika pertama kali mengikuti diklatsar ke merapi...dan lagi-lagi saya akan mengomel-ngomel saja..bolak balik mengatakan :"oalah ras..ras..kowe ki lo..perempuan kok ga ada mulus2nya.."

Berikutnya yang bikin kesal adalah kebiasaan untuk selalu menaruh HP didalam tas tanpa nada dering. Setiap ditelpon langsung diangkat? bukan laras banget..ditelpon belasan kalipun belum tentu diangkat. Jangankan saya, ibunya aja sering nanya ke saya kok, kenapa anaknya jarang ngangkat telp. ternyata ya itu, hpnya di tas, ga kedengaran dan yang terakhir, kalaupun hp itu ditangannya, pasti di reject, karena si HP dan harus diganti, jadi selau mati kalo menjawab telpon masuk..

Tapi kok ya saya tetap kangen ya ama laras?
Gitu-gitu Laras itu lempeng, ga pernah marah..ga pernah ngambek..kalo saya mau ngambek atau mau ngomel, maka dia akan bersiap siap memasang muka bayi dan sok bermanja-manja bersandar di pundak saya. dan seketika saya ga bisa marah lagi..

Meskipun suka telmi, telat nyambung dan suka asal, tapi itulah laras. Kalau langsung menegrti dengan pembicaraan kita, pastilah jam terbangnya lebih tinggi lagi di luar kos..wong telmi aja laris kok ya..tapi sebenarnya dia ga telmi-telmi amat kok. Di lauaran, dia mengajar pendidikan alam di SD Tumbuh..dan pernah mengajar pendidikan alam juga untuk anak SD di rinjani.

Laras juga gigih..kalo mau ngadain kegiatan, di depan kamarnya akan dipenuhi tu,pukan kertas koran yang entah dikumpulin darimana..bahkan pernah juga dia dan teman-temannya menerima orderan memasang iklan di tiang-tiang disepanjang jalan agar bisa menambah biaya perjalanan

Bagi saya, dia adik terkompleks..ngeselin tapi ngangenin..ngeselin karena suka asal, suka ga mandi, suka ngebo dimana aja..tapi ngangeni dengan caranya sendiri..dengan kekanak-kanakannya, dengan caranya bercerita yang heboh, padahal yang diceritain biasa aja..kangen dibujukin ke burjo jam 10 malam dan saya akan mencak-mencak karena dia membuat program pengurangan berat badan saya berantakan..kangen makan soto sawah bareng..dan kangen lucu-lucuan bareng dia dan dua adek kos lainnya kristin dan afifah.

Tapi jujur saja, semua hal yang mengesalkan dan membosankan dari laras itulah yang paling membuat saya kangen..karena itu semua benar-benar mewakili dirinya...


Hmmm..jadi ingat kutipan dari Film UP :" hal-hal yang menurut kita membosankan di dunia ini akan menjadi hal-hal yang kita rindukan.."
dan jadi ingat kalau dia juga tertidur ketika nonton film ini...

Tapi sungguh Laras ga membosankan..hanya ngeselin aja kadang-kadang
Cepat pulang ya nduk...

Kamis, 15 Juli 2010

cerita dalam sekotak brownies

hari ini saya mau membuat brownies. Untuk seseorang yang sangat istimewa yang selama 2 bulan ini saya kenal baik. hari ini dia akan kembali ke daerah asalnya di belahan timur Indonesia sana dan saya tidak tahu kapan kami akan berjumpa lagi.

Bagi saya, seloyang brownies yang saya buat dengan penuh cinta adalah cara saya untuk memberitahu seseorang bahwa dia adalah orang yang istimewa bagi saya..yang membuat kehidupan yang berat ini menjadi lebih ringan dan indah..Hanya kadang kadangkala orang yang dituju mungkin tidak merasakan apa yang saya maksudkan.

Dulu saya pernah membuat brownies istimewa untuk orang yang pernah amat sangat istimewa di hati. Brownies itu saya buat dengan toping coklat chip, keju dan mete yang banyak lalu titipkan melalui seorang teman. Si dia hanya memakan sepotong kecil saja berkomentar :"browniesnya terlalu legit..aku ga suka"padahal berpotong-potong lainnya dihabiskan oleh teman-temannya..hmmm pesan yang salah alamat. Lalu pernah juga saya membuat brownies untuk (almost) camer, saking groginya coklatnya tidak meleh dengan sempurna dan warnanya jadi coklat muda tapi beliau suka sekali. sayangnya kami ga berjodoh untuk jadi menantu dan mertua. Kalo ini jodohnya yang ga sampai:)

Hmmmm...seperti halnya beberapa cerita yang saya punya dibalik kotak-kotak brownies yang saya buat, si kue (brownies itu) sebenarnya mengajarkan sesuatu seperti yang digambarkan oleh filosofi brownies itu sendiri..Brownies pada dasarnya kue yang gagal, tidak mengembang dengan baik sehingga tekturnya sangat padat namun karena komposisi coklat yang banyak didalamnya, kue bantat ini justru terasa amat enak dan berbeda. Begitu juga dengan hidup..kadangkala kita mengalami kegagalan sehingga kita tidak bisa berkembang dengan sempurna pada satu saat..kadangkala kita harus bertemu dengan banyak orang yang salah sebelum bertemu orang yang benar. Tapi kehadiran orang lain dalam hidup kita, entah itu keluarga, teman, sahabat ataupun pasangan merupakan cara Tuhan untuk membuat kita menikamati kegagalan dengan cara yang berbeda..dan mungkin bahkan lebih indah dari yang kita bayangkan

* Sedang mengumpulkan kekuatan untuk memotong-motong coklat dan mulai membuat adonan..semoga tidak ada air mata yang menetes kedalam adonan brownies ini..saya hanya ingin dia merasakan yang manis saja..betapa dia sangat istimewa bagi saya..

Buat kamu yang akan berangkat malam ini..
jangan lupakan saya ya...

Rabu, 07 Juli 2010

Tips mengetahui keaslian rumah makan Padang...versi saya

Sebagai orang padang perantauan, banyak yang suka bertanya kepada saya, bagaimana membedakan masakan padang asli dengan masakan padang jadi-jadian. Di Jogja, rumah makan padang ada di hampir setiap sudut kota. Separuhnya dimiliki oleh orang padang asli dan separuhnya dimiliki oleh orang jawa (biasanya orang wonosari) yang pernah kerja di rumah makan padang atau memang orang jawa yang pernah tinggal di padang. Awal kepindahan saya ke Jogja, saya sering kecewa dengan masakan padang yang saya temui..jauh dibawah perkiraan saya. Lambat laun saya mulai memperhatikan, bahwa di rumah makan yang saya agak kuciwa tadi, biasanya pemiliknya bukan urang awak. Ada beberapa hal yang saya perhatikan ketika makan di rumah makan padang, untuk mengetahui apakah rumah makan ini asli atau jadi-jadian
1. Sambalado.
Di daerah asalnya, sambalado hanya berbahan dasar cabe keriting bukan cabe rawit, tomat dan bawang. Berlaku untuk sambalado ijau ataupun sambalado merah. Sambalado goreng ataupun sambalado bauok (rebus). Hal inilah yang menyebabkan sambalado padang tidak memberikan efek panas menyengat, melainkan efek hangat dan panas di tubuh. Di beberapa turunan sambalado, seperti sambalado tanak dan sambalado hati, sudah mulai ada penggunaaan daun karena sambalado ini tonenya sudah mendekati gulai. Minimal daun yang digunakan adalah daun salam.
2. Kekentalan gulai
Di beberapa daerah, rumah makan padang sudah mulai mengalami modifikasi kekentalan santan. Hal ini terutama tergantung pada ketersediaan kelapa dan kebiasaan masyarakat setempat. Masyarakat jawa biasanya tidak terlalu suka masakan dengan santan kental dan harga kelapa disini mahal. Di daerah asalnya, kelapa merupakan sumber daya yang melimpah hingga banyak sekali usaha berbasis kelapa yang berkembang. Mulai dari penjualan kelapa butiran hingga penyediaan santan. Bagi masyarakat minang, gulai baru dikatakan gulai jika perbandingan air dan santannya minimal setara. Lebih pekat malah lebih baik.
3. Bumbu kari dalam gulai
Tidak semua gulai memakai bumbu kari. Bagi saya sangat mengherankan kalau gulai ayam biasa ( bumbu kuning) juga diberi bumbu kari. Bumbu kari yang dalam istilah padang dinamakan pamasak, biasanya digunakan untuk gulai cancang, gulai cubadak, gulai kambing dan sesekali kadang dimasukkan untuk campuran rendang. Jika anda makan di rumah makan yang (bahkan) gulai ikannya berasa kari, berarti pemiliknya bukan urang awak
4. Telor Dadar
Telor dadar di rumah makan padang biasanya tebal dengan tampilan luar renyah dan dalamnya padat. Tekstur padat bukan ditimbulkan oleh penggunaan campuran tepung, melainkan karena penggunaan telor bebek dan biasanya ditambah oleh irisan daun bawang yang kaya. Kalau di rumah saya, telur dadar biasanya akan memakai kentang yang diiris halus sehingga menjaga tektur telur agar tidak mengempes setelah di goreng
5. Teh
Meskipun bukan keharusan, rumah makan padang original biasanya menggunakan teh hitam biasa tanpa tambahan rasa (biasanya bermerek bendera atau goal para). Kalau tidak ada pilihan lain baru mereka menggunakan teh setempat. Karena pada dasarnya orang padang tidak suka teh yang beraroma.

Pendapat diatas bersifat personal. Bisa kurang bisa juga terlalu berlebihan. Tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat terutama bagi penggemar masakan padang.