Selasa, 20 April 2010

Dear Kasep


Kasep
semua terjadi begitu cepat ya..baru kemaren aku tuliskan puisi gombalku untukmu..bahwa aku mencintaimu dua kali..meskipun pada kenyataannya aku mencintaimu berkali-kali..baru kemaren kutuliskan betapa seringnya aku kesal karena setiap kali aku kangen padamu dirimu lebih kangen pada kasur..

kasep...
sungguh alur cerita kita bagai sinetron..aku tak bisa menahanmu tinggal di hatiku lebih lama lagi..aku ingin melihatmu menjadi seorang laki-laki..tanpa aku..jadi laki-laki dengan pikiran dan kekuatanmu sendiri..dan ternyata aku melakukan kesalahan, aku seharusnya tidak melepaskanmu karena ternyata kamu belum punya kemampuan untuk memilih dan tidak kuasa menolak...

ah kasep,
sayang kita terlalu berbeda..sehingga aku juga tidak mampu memberikan penawaran yang sama seperti yang diberikan orang tuanya padamu..untuk menjadi orang yang akan menghabiskan sisa umurnya bersamaku...

ah kasep..
kalau saja aku adalah seorang malaikat, maka aku akan berada disebelahmu pada saat itu, menggenggam tanganku untuk memberikan kekuatan kepadamu menjalankan peran yang ini..peran menjadi suami untuk perempuan yang bahkan tidak ingin jadi istrimu..sayang, aku hanya manusia biasa dan aku yakin aku tidak akan mampu

kasep,
air mata kita sudah berember-ember ya...
jadi mari kita sudahi saja setiap episode air mata ini
kita buang airnya, atau jadikan saja penyiram bunga di halaman dan mudah2an bunganya tidak layu..jangan di masak..karena hanya akan menjadi garam

kasep..
aku akan menyimpan rapi semua cerita ini..di sudut hati
akan ku tutup rapat dan kemudian aku akan melangkah..meneruskan hidupku
aku akan tepati janjiku untuk tampil cantik di hari wisudaku dan berjanjilah untuk tampil sebagai pengantin pria paling ganteng pada hari itu...

Live your live kasep..
and I'll live mine

9 komentar:

Desi mengatakan...

spechless... mau komen, tidak tau mau komen apa..
diriku hanya bisa berkata.. semangat say...

Hesty Wulandari mengatakan...

ici : sometimes no comment help much...hanya ungkapan hati aja biar lega;)

alwaysalia mengatakan...

puisi hesty? baguuss. walopun ironis; dari broken heart terlahir karya yg indah. pasti ada yg lebih baik hes.

tapi, sekali lagi, puisinya baguus.. apa krn daku emang gak suka puisi nyastra dan berat gt ya

Hesty Wulandari mengatakan...

alia : just take it as a poem al:)tapi patah hati memang biasanya melahirkan karya indah:)

Hesty Wulandari mengatakan...

alia : just take it as a poem al:)tapi patah hati memang biasanya melahirkan karya indah:)

Anonim mengatakan...

tapi pada akhirnya si kasep tidak jadi menjadi pengantin pada hari itu,ternyata tuhan berkehendak lain,mungkin dia bukan orang yang tepat buat si kasep. Dan pada akhirnya si kasep hanya bisa menyesali akan kejadian yang di alami nya.tapi kini si kasep akan berusaha menjadi dirinya sendiri dan menjadi orang yang dapat di banggakan.

Hesty Wulandari mengatakan...

anonim : yah begitulah hidup..semua ada saatnya..sekarang mungkin waktunya si kasep untuk belajar lebih banyak tentang kehidupan

exort mengatakan...

cinta memang ga semua berakhir dipelaminan ya,jadi jgn terlalu ditangisi masih banyak kasep2 yg lain (contohnya gw, gw kan kasep pisan hehehehe....kabuuuurrrr)

Hesty Wulandari mengatakan...

exort : komentarnya kayak lagu-lagu sendu jaman dulu gitu..he he ..tenang bos..I've done with those tears thing..dan sekarang sudah hidup normal..nah, pertanyaannya, siapa yang bilang kamu kasep?