Selasa, 09 Februari 2010

welcoming love ...

Kadang saya berharap kalo pernikahan bukan hal besar ataupun hal yang bisa dibesar-besarkan sehingga saya tidak perlu pusing untuk menanggapi ketika setiap pertanyaan tentang kapan menikah diajukan oleh orang-orang kepada saya. Mungkin itu bentuk perhatian..tapi kadang saya merasa sedang dihakimi bukan diperhatikan..

Begitupun saya sering berharap kalau saja pernikahan hanya tentang saya dan pria yang akan menikahi saya saja sehingga saya tidak perlu mengkhawatirkan apa pendapat keluarga dan orang lain tentang pria itu..apakah pendidikannya setara dengan saya, dimana dia bekerja, berapa gaji yang ia terima perbulan, siapa orang tuanya dan lain sebagainya...

Dan saya kadang berharap bahwa saya akan berhenti menggunakan kata berharap tersebut, berandai andai..dan memilih menerima saja, menjalani dan membiarkannya mengalir mengikuti alur kehidupan..seperti saat ini ketika saya kemudian merasa menemukan seseorang yang saya cari tapi ternyata (mungkin) tidak mewakili kriteria yang di cari oleh bapak, ibu, saudara, keluarga besar serta orang-orang yang berada di lingkungan saya..

Ah..kembali berbicara tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan..

Hampir dua tahun saya memilih vakum dari kehidupan asmara..memilih menjauh dari segala sesuatu yang berhubungan dengan hati dan perasaan dan menjalani hidup dengan cara saya sendiri. Sulit bagi saya untuk memulai dekat dengan seorang pria karena ketakutan akan patah hati juga mulai menghantui dan segalanya telah terlanjur berhasil saya tangani sendiri...saya seperti tdak memerlukan pria lagi..

dan kemudian dia datang...
dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ia punya...
dengan kepercayaan diri yang masih belom 100 % pulih untuk menghadapi saya; wanita yang secara umur dan pendidikan berada diatasnya..
dia datang dengan luka dan saya membalutnya tanpa ekspektasi apa-apa meski kami pernah amat sangat dekat, pun saya tidak ingin menjanjikan apapun kepadanya, bahkan sebuah masa depan untuk diarungi bersama. Masih terlalu jauh untuk di bayangkan..

Tapi ternyata dia juga datang dengan kesabaran untuk meyakinkan saya lagi dan usaha keras untuk meyakinkan hatinya untuk saya...dan sebuah janji bahwa dia akan berusaha keras untuk membuat saya bangga kepadanya...

Dan saya memutuskan untuk belajar...
belajar untuk membuka hati saya seluas-luasnya
belajar lagi untuk mencintai seseorang apa adanya..

3 komentar:

QueeniieAngeLa mengatakan...

aihhhh ada yang lagi jatuh hati rupanya! selamat ya, mbak....!!

semoga jadi yang terbaik yang disiapkan olehNYA... amiinnn :)

Hesty Wulandari mengatakan...

queen angela yang cantik..makasih ya buat doanya...
akhirnya mb mu ini jatuh cinta (lagi) juga..he he

Desi mengatakan...

same story with me.. but i'm still waiting for that mr right, congratulation to you 'sty... :)