Jumat, 29 Januari 2010

Look good = Feel good 3 "a must have item : black dress"




Saya masih belom bosan posting tentang how a look good affect our feeling..

Di beberapa majalah wanita, di rubrik fashion, pernah diulas tentang beberapa item fashion yang perlu kita miliki. I'm not a fashion addict..but mengerti tentang fashion perlu juga nampaknya. Selain jeans dan kemeja putih, item fashion lain yang perlu dimiliki adalah baju hitam, biasnya sih litle black dress, yaitu dress hitam simpel saja dengan potongan sederhana sepanjang lutut..

Dan saya beruntung akhirnya saya menemukan my own litle black dress. maklum, orang berbadan ekstra seperti saya jarang kebagian baju-baju bagus..he he..
Baju hitam saya ini, saya temukan di sebuah factory outlet di malioboro, bukan dress seperti biasa, baju ini berbahan kaos lycra yang mengikuti lekuk tubuh termasuk tas pinggang saya ..ha ha. Meskipun bisa memperlihatkan tas pinggang saya, tapi baju ini membuat saya terlihat amat elegan, apalagi jika dipasangkan dengan jilbab abu-abu bermote cling-cling yang dikasih ii..Biasanya saya memakai baju ini dengan gaya standar, jeans, jilbab sewarna jeansnya.

Tapi setelah melakukan uji coba untuk memasangkan baju ini dengan kemeja batik mega mendung biru waktu di bali dan vest putih gading jadi-jadian yang saya punya, jadilah hari ini saya mencoba untuk tampil seperti itu lagi..dan dengan sedikit polesan make up tipis..siaplah saya bergaya untuk memperlihatkan how do I feel good by this way..


btw, akhirnya saya berfoto juga dengan sepatu hitam putih itu..keren kan sepatunya?

kenapa harus iri?

Postingan lama saya di fesbuk..
pengen aja di share disini, siapa tau berguna


Kadang saya berharap kalau saya berasal dari keluarga kaya raya..tidak perlu harus konglomerat seperti aburizal bakrie..tapi cukup diatas rata-rata orang lain. Bisa beli apa saja yang saya inginkan, baju bagus, tas kulit, sepatu bermerek tanpa harus merasa tidak enak dengan orang tua karena orang tua saya punya uang segudang.., bisa kuliah dengan kendaraan sendiri, bukan menyewa seperti sekarang, bisa kos dengan kamar yang luas atau sekalian aja orang tua saya bisa membelikan sebuah rumah buat saya di jogja...dan yang paling penting, saya bisa pulang ke padang kapan saja orang tua saya rindu dan kapan saja saya mau

Itu juga yang sering membuat saya iri dengan banyak teman saya..iri dengan kemudahan mereka memperoleh barang-barang bagus, dan iri dengan uang saku yang berlimpah...saya iri..sangat iri...

Tapi alhamdulillah, dimasa-masa iri itu saya sering berbagi perasaan dengan teman-teman saya hingga suatu kali sampailah suatu kali kami berbicara tentang perasaan iri tersebut. Saya kemudian menceritakan beban perasaan saya kepada mereka..kepada orang-orang yang menjadi objek perasaan iri saya...tak lama kemudian kami saling terdiam..

Kemudian salah seorang teman menyampaikan bahwa betapa dia iri dengan saya.. Teman saya itu kemudian bercerita bahwa dia iri kepada saya karena orang yang bijaksana..memiliki kemampuan berkomunikasi yang bagus, gampang dekat dengan orang lain..bisa memasak...
Kemudian seorang teman lainnya menyambung bahwa dia iri melihat saya yang seakan -akan tidak pernah mengalami masalah pelik..everybody does right? tapi bagi mereka, saya terlihat lempeng-lempeng aja menghadapi hidup...dan saya terkejut..Saya seringkali merasa bahwa saya bukanlah objek iri hati orang lain.seketika itu juga rasa iri saya lenyap..

Hanya karena melihat satu kenikmatan di orang lain, saya lupa melihat segala kenikmatan yang saya punya. Keluarga saya memang tidak kaya raya..papa saya seorang kontraktor dengan pendapatan "rasaki harimau"..kalo lagi bagusnya bisa banyak sekali, kalo lagi sepi ya sepi..sedangkana mama saya seorang perawat yang di gaji bulanannya kami bersandar kalau papa sedang mengalami masa pasang surut..Tapi kondisi inilah yang membentuk saya menjadi risk taker, membangkitkan kreatifitas dan membentuk jiwa enterpreneurship saya..dari masa masa sulit itu jugalah saya belajar untuk bekerja keras ( at least berdagang dulu) untuk membeli apa yang saya inginkan...

Sebaliknya, Keluarga saya dengan segala kondisinya membentuk saya menjadi orang yang sangat menikmati hidup..saya tidak pelit dengan diri sendiri..saya suka tidak berpikir dua kali membeli barang kalau saya punya uang..

Ah, ternyata bener kata seorang teman..hidup itu sawang sinawang..saling melihat..ketika saya melihat hidup orang, maka seringkali saya lupa dengan kehidupan saya..padahal belum tentu kehidupan mereka cocok dengan saya..

Ternyata benar apa kata Papa saya, kata-kata yang selalu beliau ucapkan ketika saya mengalami penurunan..entah penurunan nilai, engga lulus ujian, engga lulus tes.."tidak mungkin kita memiliki semua hal yang kita inginkan di dunia ini.., kecantikan, kepintaran, kekayaan dan hal lainnya..jika kita memiliki semua itu, lalu dimana kesempatan orang lain?

Ah saya malu...malu sekali.. ternyata menurut teori Mashlow, konsep pemikiran saya akan kemakmuran baru sampai kebutuhan akan materi..saya masih belum melangkah kemana-mana..


* mengenang masa-masa bercerita disudut kamar dengan beberapa teman..

Rabu, 27 Januari 2010

Look good = Feel good 2


Saya menemukan baju putih gading saya dimakan rayap karena terlalu lama di taroh dibalik pintu kamar..syukurnya hanya bagian lengan aja. jadi bagian badannya masih bisa diselamatkan..Jadinya saya guntinglah itu kedua lengan...

Setelah di rendam semalaman, baju itu akhirnya bisa juga dibersihkan. tapi ternyata butuh dua kali pencucian agar baunya bisa hilang. setelah selesai digunting jadinya seperti vest, tapi lebih klasik. he he .

Hari ini saya ke kampus dengan gaya persis seperti foto diatas. saya menemukan padanan yang pas untuk dress hitam favorit saya. baju itu (menurut saya) jadi keliatan makin keren..he he Padanan sepatu hitam putih dari ii makin mengaskan tema black and white for today..

Meskipun hari ini harus di revisi lagi..saya tetap merasa awesome...
Look good feel good so works!

Dress for today :
Jeans biru yang bahannya dibeliin mama, ongkos jahitnya 45 ribu
dress hitam lycra; beli di FO Mulia malioboro IDR 59K
Vest lace putih gading : asalnya dari blouse putih gading : belinya di FO 3 tahun yang lalu IDR 30K
Jilbab abu-abu payet : dikasih ii
sepatu hitam putih : dari ii juga, dan lagi-lagi lupa berfoto dengan sepatu..
tas : karena hari ini mo ke kampus ketemu pembimbing, saya pake ransel eksport butut..

Senin, 25 Januari 2010

hujan dan impian itu...


hujan deras dan saya terjebak di kampus bersama teman-teman
tapi kampus kami cukup nyaman untuk berteduh dan dibuka hampir dua puluh empat jam, yang penting bawa bekal dan tahan kalo sepi.

sebenarnya saya sangat menyukai hujan..tapi saya tidak suka kalo terlalu lama terjebak di kampus. bisa mati gaya. fesbuk dah habis dibolak-balik, imel dah baca semua, dan sudah tidak ada lagi yang bisa diajak ngobrol, kalopun ada hanya sekedar basa basi.

selama dua tahun belakangan ini, setiap kali hujan turun setiap kali itu pula hati saya perih..meskipun hujan selalu menyenangkan, bagi saya hujan menyimpan cerita
sedih..

Dua tahun yang lalu seorang pria pernah menawarkan impian indah dikala hujan
sebenarnya impian indah itu hanya hal yang sederhana saja..
di kala hujan turun, kami akan menghabiskan waktu berdua bercengkrama memandangi hujan di teras rumah kami di jogja, dengan dua cangkir teh hangat dan sepiring gorengan sebagai temannya. Hujan deras di sore hari, dua cangkir teh dan sepiring gorengan dan berbagai cerita untuk dibagi..sungguh sederhana..hanya sesederhana itu..

Dan ternyata...
impian sederhana itu hanya sekedar impian..
berlalu bersama bulir hujan di hari-hari berikutnya..
tidak pernah bisa kembali ataupun diwujudkan...

diluar hujan masih turun dengan derasnya...
dua tahun telah berlalu namun mimpi itu tak kunjung berlalu..

Gambar diambil disini

Jumat, 22 Januari 2010

1-0

Hari ini seharusnya saya menyerahkan revisi draft thesis saya ke bapak pembimbing saya nan baik hati itu. Tapi ternyata seorang teman memberi tahu kalau si bapak sedang sakit..hmmm..saya menarik nafas sebentar. antara kecewa dan sedih.. kecewa karena saya sudah berusaha menyelesaikannya kemaren sehingga bisa diserahkan hari ini dan sedih karena karena si bapak sakit...

Kadang kita suka begitu ya..
giliran diberikan tenggang waktu yang slow, kitanya ikutan slow...sampe kadang acuh aja ama kewajiban, sampe bingung deh yang ngasih tanggung jawab, "keperluan siapa siy?"
Giliran diberikan tenggat waktu yang amat tipis, isinya panik melulu, sampai sampai apa yang harus dikerjakan sudah tidak terbayang, pokoknya riweuhlah kata orang sunda.

Nah sekarang itu semua terjadi pada saya..
giliran saya sudah selesai, bapaknya sakit.
lha bukan salah si bapak kalo dia tiba-tiba sakit, namanya juga manusia..

Kayaknya saya yang salah deh..iya. emang saya yang salah.
kenapa kemaren giliran si bapaknya sehat-sehat aja saya malah belom selesai revisi?
aih aih..kedudukan sementara 1-0 untuk bapaknya ..

Cepat sembuh ya pak..biar cepat bisa meriksain draft thesis saya...biar saya bisa menyamakan kedudukan :)

Sabtu, 16 Januari 2010

Look good = Feel good


Kemaren malam, saya dan laras bermaksud mengakhiri our never ending daily dinner @burjo..maklum anak kos, tengah bulan plus musim hujan pula, jadilah burjo merupakan penyelamat kami. Perginya sih ga jauh-jauh dari mall. Pilihan kami jatuh untuk makan menu korea di Bee's Galleria. Selain makanannya enak, harganya juga tidak sampai membuat kantong kami kering kerontang.

Tapi bukan soal makan di bee's yang ingin saya ceritain disini. Tapi soal baju yang saya pake. Beberapa hari ini saya menemukan banyak inspirasi berpakai dari hasil blogwalking. Dan semua semakin menyenangkan karena yang menjadi sumber ide adalah para muslimah. Mereka semua ada di daftar blog yang saya ikuti, just klik one by one and be patient ..he he .

Saya melihat bahwa fashion tidak semata tentang barang bermerek yang melekat di tubuh, tapi juga tentang bagaimana kita memakainya. Barang murah dipakai dengan cara mahal ternyata bisa terlihat mahal dan begitu juga sebaliknya.

Nah, kemaren malam, saya berniat untuk well dressed..meskipun cuma buat makan malam. and voila...I feel awesome and gorgeus..

Yang saya pake :
* jeans lama yang sudah minta dipensiunkan tapi cuttingnya bagus...harganya sih cuma IDR 100K (harga bahan dan ongkos jahit)
* jilbab berqo punya mama (sederhana tapi saya suka payetnya yang sewarna dan tidak norak, for free)
* Manset hitam beli di galeria mall, IDR 30 K
* Kaos Ungu longgar berkerah, beli di FO harganya IDR 30K
* tas krem merek guchi, hadiah dari agus
* dan sepatu tip toe 3 cm berwarna hitam putih hadiah dari ii, sayang saya ga sempat berfoto dengan sepatu itu
* belt manik-manik karet pemberian laras..
* Kalung etnik hadiah dari aan

PS : Hari ini saya keluar lagi dengan seorang teman ke amplas dengan baju dan gaya yang sama ( kemaren malam kan keluarnya cuma bentar)dan saya menemukan banyak hal diantaranya:
1. Dress well ternyata mendongkrak kepercayaan diri..meskipun awalnya canggung, lama-lama menyenangkan..
2. Beberapa kali saya diliatin oleh perempuan-perempuan yang sebagian besar berbadan lebih bagu dari saya but not dress wel..mungkin mereka kagum, iri atau memandang sinis? what everlah..tapi yang paling lucu adalah ketika saya melihat seorang wanita, dengan postur yang lebih ramping, tapi hanya memakai pakaian sangat seadanya..melihat saya berkali-kali dan kemudian langsung memeluk suaminya..he?..maksudnya apa mb?
3. Promise my self to wear as good as i can..and i will always try to feel good so I can look good ..

anyway, today is awesome !!

Selasa, 12 Januari 2010

musim hujan kali ini...

Hampir tiap sore Jogja disiram hujan. Selagi tidak disertai angin
kencang dan petir yang menyambar-nyambar, saya masih pencinta hujan.
Hampir semua musim hujan selama 4 tahun ini saya lewatkan di Jogja dan
selama itu pula saya hanya bisa membayangkan betapa enaknya berkumpul
bersama keluarga besar ketika hujan.

Adik-adik saya yang jumlahnya tiga orang itu biasanya akan sibuk
meminta kakaknya ini membuat gorengan. apa saja, entah pisang goreng,
bakwan, bahkan kadang hanya sekedar tahu yang direndam dengan air garam
atau tempe yang digoreng tepung.

Biasanya mereka akan menunggu dengan sabar dan menyiapkan segelas teh
atau kopi instan panas sebagai teman makan gorengan. Bakwan, tahu atau
risoles di rumah saya ataupun di kota padang pada
umumnya disajikan dengan kuah cabe yang dibuat dari cabe giling yang
disiram air panas mendidih ditambah dengan beberapa sendok gula,
beberapa iris bawang putih dan sedikit cuka atau asam jawa. Setelah
gorengan matang dan kuah cabenya jadi, berikutnya akan terjadi gerakan
bolak balik ke dapur setiap kali gorengan diangkat hingga gorengan
habis. Hanya tersisa tumpukan piring kotor karena kami memakan gorengan
plus kuahnya dipiring-piring tersebut. Dan tak lama kemudian para
pemakan gorengan satu persatu menarik selimut dan tidur.

Di hari lain masih di musim hujan, biasanya kami akan bergantian di
dapur untuk memasak mie instan favorit dengan cara masing-masing. Ayah
saya menyukai mie instan rasa kari ayam buatan pabrik mie terkenal yang
dimasak lengkap dengan sayuran, daun bawang, seledri dan bawang goreng
dengan telur yang diaduk cepat sesaat sebelum mi instan diangkat dari
panci. Sementara versi ibu saya tidak kalah nikmatnya. Beliau hanya
akan merendam mie instan rasa ayam bawang ditambah daun bawang yang
telah diiris, cabe rawit, irisan tomat dan seledri dengan air mendidih
lalu di tutup. Setelah dianggap cukup empuk, tutup mangkok akan dibuka.
Aromanya segaaarrr sekali. Baru kemudian bumbu dan pelngkap dimasukkan
dan diakhiri dengan percikan air jeruk nipis...hmmm

Di Jogja, musim hujan membuat warung bubur kacang ijo dipenuhi oleh
anak kos. Ya warung murah meriah yang menyediakan makanan fast food
(yang memang tersaji cepat) merupakan pertolongan pertama bagi kami
anak kos yang kelaparan dan mati gaya kalo hujan tidak kunjung reda.
Akang-akang di burjo ( kebanyakan burjo dimiliki oleh orang kuningan)
akan dengan sigap memindahkan bakwan, tahu isi, tempe, pisang molen ke
baki-baki gorengan, menyiapkan mie instan rebus, bubur ayam ataupun
hanya sekedar segelas susu kental manis coklat hangat.

Hmm..meskipun tidak berada di rumah, musim hujan yang saya lewati tetap
saja menyenangkan. .Postingan yang tidak terlalu penting. mudah-mudahan
tidak di banned ama moderator :)

Jumat, 08 Januari 2010

hmmmm....

saya selalu jatuh cinta pada pria-pria yang bacaan sholatnya bagus...
seperti Papa dan adik bungsu saya - abi, yang hafalan juz ammanya yahud..


seperti pada pria yang wajahnya mengalihkan duniaku..meski dia jadi imam di sholat zhuhur, tapi saya tau dia bacaan sholatnya Insya Allah bacaannya diatas rata-rata..


dan seperti pria yang jadi imam pada sholat magrib dalam dua hari ini..^_^

dibawa ketawa aja

Mungkin thesis ini terlalu membunuh saya..sehingga lama-lama malah cuma dibawa ketawa aja.

Hari ini pengolahan data pertama setelah beberapa minggu sebelumnya kuisioner saya yang jumlahnya 200 biji itu disebarkan dengan susah payah. akhirnya...
tapi setelah di olah, dari 5 variabel yang diuji..semuanya ga signifikan
setelah, data yang sebarannya tidak normal dihapus beberapa, masih juga tidak signifikan..


Ya udah...
Ketawa aja deh..setelah itu bunuh diri dulu..
besok kita mulai kehidupan yang baru lagi..dengan semangat baruu

Rabu, 06 Januari 2010

lebih muda, lebih tua atau seumuran

ada temen kos yang kemaren dengan malu-malu bercerita kalo dia lebih suka dengan pria yang jauh lebih tua. Dia menyukai pria dengan umur 23 tahun keatas sementara umurnya sendiri belom genap 19 tahun.

Saya cuma senyum-senyum aja
dalam kepala saya yang ada cuma pertanyaan: " Emang kenapa gitu?"

Emang ada yang salah dengan pria yang lebih tua? begitupun pertanyaan berikutnya, emang ada yang salah dengan pria yang lebih muda? atau seumuran sekalipun?

perjalanan hidup membawa saya untuk bisa melihat sebuah hal dari berbagai sudut..
saya memahami bahwa setiap keputusan yang dibuat oleh seseorang pasti ada alasannya..
dan setiap keputusan pasti ada plus minusnya bukan?

jadi?
ya biarin aja :)

Selasa, 05 Januari 2010

tujuh hari dalam seminggu

Hey,
Postingan pertama niy di 2010...
mudah-mudahan makin rajin nulis, seperti si debi yang rajin banget nulis tentang kehidupan barunya belakangan ini. huh, jadi iri..kehidupan baru pasti punya banyak cerita baru..*dasar manusia ga bisa bersyukur.

Tapi, siapa bilang hidup saya ga punya cerita juga..
hari ini saya sudah bisa tertawa lagi karena satu cerita. Mungkin bukan hari ini secara penuh, soalnya saya memulai pagi dengan air mata dan kepasrahan tingkat tinggi akan nasib thesis saya...thesis oh thesis..

Sore ini saya baru mengetahui dengan pasti kalo pria yang selama ini wajahnya mengalihkan dunianya saya itu berbeda dengan yang selalu saya bayangkan dalam pikiran saya. Yang ada dalam pikiran saya, dia bernama X, temannya teman kos saya, statusnya complicated. sedangkan yang sebenarnya, pria ini bernama Y, bukan temannya teman kos saya dan statusnya Happy husband. Kesamaannya hanyalah mereka berdua kuliah di tempat yang sama..di gedung yang sama dengan yang saya datangi setiap harinya.

Pertama kali saya melihatnya, saya langsung mengklaim dia sebagai pria pujaan hati. Semua semakin menguat ketika beberapa kali ketika sholat zuhur, saya melihat dia menjadi imam..deuuuuhhh serasanya dia adalah imam pribadi saya...rasanya saya ingin mencium tangannya setelah sholat usai..rasanyaaaa..huhuuuhuuu

Mungkin saya jatuh cinta pada pandangan pertama..
Dia memiliki semua yang saya inginkan dari seorang pria; alim, pintar dan gagah
Pria itu menjadi salah satu penyemangat saya kalau ke kampus..
dia telah membuat status fesbuk saya penuh dengan komentar..
dan membuat tujuh hari dalam seminggu saya menjadi lebih berwarna..

Tapi ternyata
Pria itu hanya boleh di lihat tapi ga boleh di dekati....


Ha ha ..whateverlah
yang penting akhirnya saya bisa tertawa lagi..meskipun menertawai diri sendiri