Selasa, 07 Desember 2010

28

welcoming myself to the age
28..when everything looks much better..still single but having family and friends who love me around, not having a high salary job but owned a nice one and its paid, have many good outfit to dress with, have a good health and a good time to enjoy the life...for me it's more than enough

Senin, 29 November 2010

Untitled

I don't really need to realize how much you important to me until you leave
if i may say, I want you to stay
and i don't want you to leave
not even a minute

Senin, 22 November 2010

Nights In Rodhante

Pernah merasakan hampir memiliki sesuatu tapi kemudian sebelum kita memegangnya dia sudah terlebih dahulu lepas? Pernah merasa begitu memiliki seseorang dan menumbuhkan harapan membubung tentang sebuah masa depan yang indah tapi sebelum semua terwujud ia pergi begitu saja?

Bagaimana rasanya?

Hari ini saya melihatnya di film nights in rodhante..
Bukan film baru dan bahkan selalu saya lewatkan ketika ingin meminjam film di bimasakti. Dan ternyata film ini saya banget..Drama romantis..jadi nyesel kenapa dulu ga pernah mau minjam.
Film ini bercerita tentang hal diatas pada dua orang yang mengalami kegagalan dalam rumah tangga masing-masing bertemu di sebuh penginapan dan berkesempatan untuk saling jatuh cinta dan saling memperbaiki diri namun sebelum ikatan bisa dibuat, mereka harus dipisahkan oleh kematian. Si Pria- Paul, adalah dokter bedah ternama yang datang ke kota itu karena disurati oleh suami pasiennya yang meninggal di meja operasi dan si wanita-dianne adalah orang yang menggantikan temannya mengurusi penginapan tempat si paul menginap. Paul ditinggalkan oleh istri dan anaknya karena lebih mementingkan karir dokternya daripada keluarga sementara Dianne bercerai karena mantan suaminya (kalo ga salah) berselingkuh..

Perkenalan mereka berdua di penginapan di Rodhante telah memberikan perbaikan besar pada keduanya. Paul kemudian berubah menjadi orang yang lebih humanis dan Dianne yang selama ini hanya mengurus anak-anaknya saja, akhirnya lebih memberi ruang bagi dirinya sendiri. Paul kemudian memutuskan untuk memperbaiki hubungannya dengan sang anak yang menjadi dokter di daerah terpencil dan sebelum berpisah mereka memutuskan untuk berkomitmen lebih serius.

Apalah artinya jarak, jika hari demi hari bisa mereka bisa saling bercerita dan berbagi perasaan melalui surat? Waktu menunggu akhirnya tidak lagi terasa sampai tibalah waktunya paul akan kembali ke kota itu untuk mengunjungi Dianne dan berencana berkenalan dengan anak-anaknya serta membicarakan masa depan mereka. Segala persiapan istimewa telah dilakukan Dianne Namun hari itu paul tidak datang dan Dianne tidak mendapatkan kabar apapun. Ia begitu kecewa hingga tertidur dengan gaun yang ia pakai untuk menyambut paul. Keesokan harinya Mark, putra paul datang untuk memberi tahu bahwa ayahnya tewas tertimpa longsor di daerah tempat ia berpraktek dan berterima kasih karena Dianne telah mengembalikan ayahnya kepadanya. Dan seketika itu juga semua mimpi-mimpi indah itu hancur dalam sekejap.

Bagaimana rasanya?
Kalo di film itu, digambarkan Dianne bahkan tidak bisa melakukan apa-apa selama beberapa waktu. Dia hanya diam, tidur dan menangis diantara diam dan tidurnya…

Bagaimana rasanya mengalami sendiri?
Jika itu tentang pekerjaan..
Saya sudah berkali-kali mengalaminya.
Sudah terbayang di depan mata betapa menyenangkannya jika diterima pada tes pekerjaan A, B dan C. Apalagi kalo sudah melewati beberapa tahapan tes, hingga tersisa satu atau dua tes terakhir saja. Sudah semakin dekat dengan pekerjaan-pekerjaan yang terjanjikan dan semakin terbayang betapa menyenangkannya bisa menjadi orang yang membanggakan orang tua, bisa jajanin adik-adik, beliin ponakan baju dan sejuta mimpi lainnya.
Dan ketika hasil akhirnya keluar dan menyatakan bahwa mimpi saya harus berakhir sampai disitu saja..

Rasanya? Pahit, kecewa, sedih dan kemudian saya akan sering berusaha menghibur diri dengan kata-kata “bukan rejeki saya” . Dan biasanya luka akan segera hilang atau berkurang ketika tes lain datang atau ketika lowongan lain ada..Dan sebenarnya lukanya ga seberapa..paling -paling hanya merasa kecil hati ketika teman seperjuangan lulus sementara saya engga. Paling-paling hanya merasa iri kalau teman lain sudah punya karier bagus sementara saya belum punya kesempatan untuk memulainya…

Bagaimana jika keadaannya sama seperti yang dirasakan Dianne? Bagaimana rasanya patah hati yang begitu dalam, ditinggalkan ketika mimpi indah sedang dibangun, harapan-harapan besar tinggal menunggu realisasi dan yang paling pahit adalah ketika cinta itu sedemikian besarnya..

Ingin tau rasanya?
I was there befor
Bukan untuk sekali

Dan bahkan untuk patah hati terdalam yang pernah saya lewati butuh hitungan tahun untuk membuat lukanya mengering..Bahkan hingga kini masih terbayang betapa tingginya harapan saya pada masa depan yang bisa kami bangun. Masih terbayang setiap kali hujan turun, betapa menyenangkannya kalau kami bisa duduk berdua di teras rumah memandangi hujan turun, bersenda gurau, menyesap the hangat di cangkir masing-masing..

hanya tinggal selangkah lagi menuju masa depan itu ketika akhirnya kami berpisah..dan bahkan ketika restu orang tuanya turun saya hanya bisa menangis..menangis pahit dan pilu dengan sejuta kata tanya mengapa ada di benak saya…karena semuanya sudah terlambat..

Jangan tanya bagaimana rasanya luka itu
Jika itu pahit, mungkin bukan lagi pahit ala pare atau rebusan papaya..ini mungkin pahitnya air rebusan brotowali atau mungkin lebaynya, ini pahit empedu
Jika itu luka, maka mungkin tidak cukup hanya di tutupi hansaplast..mungkin akan butuh banyak jahitan
Dan jika itu perih, maka bayangkan saja luka tadi ditetesi jeruk nipis..

Sakit..

Sakit itu akan membuat kita tak mampu berkata-kata lagi..dan bahkan membuat airmatapun tak sanggup lagi untuk menetes..

Pengalaman kehilangan ketika kita hampir mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, yang kita angankan membuat saya menjadi amat sangat berhati-hati agar tidak sakit lagi. Mungkin cerita saya dan cerita Dianne tidak serupa namun pada intinya menurut saya sama saja..

Kehilangan..
Ketika sesuatu telah hampir di genggam
Dan hampir 3 tahun peristiwa itu berlalu…
Saya ingin mengatakan kepadanya bahwa saya sudah merelakan semuanya dan harus merelakannya..
Dan saya akan terus berkata pada diri sendiri untuk terus berjalan..apapun keadaannya

Dan jika sejenak saya berhenti
Bukan karena saya lelah, juga bukan karena saya tidak ingin melanjutkan perjalanan
Itu karena saya merasa telah menemukan sesuatu yaitu harapan baru pada orang yang baru..
Yang padanya , ingin saya titipkan mimpi saya tentang kehidupan yang ingin saya habiskan bersamanya..

Meskipun belum tentu ia bermimpi sama..
Dan hari ini melalui film nights in rodhante saya bercermin dan belajar, seperti halnya Dianne yang akhirnya tetap melanjutkan hidupnya meskipun ia punya kepedihan yang begitu dalam, bahwa setiap luka hati ada obatnya hanya Jika kita memang ingin mengobati dan menyembuhkannya..



Minggu, 14 November 2010

Titik Balik

Di suatu malam akhirnya saya sempat menonton liputan perjalanan ke India di National Geographic Channel. Jarang-jarang saya bisa menonton channel luar yang ada di tv kabel langganan adik ipar saya karena persaingan ketat penguasaan siaran tv dengan penguasa channel tv di rumah yaitu pengasuhnya dzaki, yang selalu memonopoli siaran –siaran lokal dengan jadwal acara favorit berupa quis dan sinetron yang berderai air mata..ha ha

Enough soal rebutan channel tv, bukan itu inti ceritanya..
Cerita perjalanan yang dilakukan oleh dua wartawan NGC asal inggris plus satu juru kamera itu jauh lebih menyenangkan untuk dibahas. Mereka jurnalist yang hebat dan kekaguman saya terhadap ketahanan mereka dalam melakukan perjalanan (rute yang panjang, berganti-ganti kendaraan mulai dari pesawat hingga motor, cuaca yang tidak sama serta berbagai tantangan lain) benar-benar tak habis-habis. Dan diantara kekaguman itu sebuah pikiran zaman lawas kembali berkelebat dipikiran saya : “jika saya dulu kuliah di jurusan komunikasi mungkin saya bisa seperti mereka, menjadi jurnalist hebat, apapun media yang dipakai dan apapun merek medianya”.

Mimpi saya untuk menjadi wartawan dimulai sejak saya duduk di bangku SMU, diawali dengan kegilaan saya pada perkembangan dunia politik yang sedang hangat-hangatnya di masa reformasi. Tiba-tiba saya ingin menjadi bagian penyebaran informasi, menjadi orang yang berada di garda depan dari setiap peristwa, melakukan perjalanan untuk meliput berita kemana saja. Waktu itu, saya ingin sekali menjadi bagian dari majalah Tempo ( majalah politk yang sudah jadi bagian saya sejak SD), Gatra, Kompas dan republika. Ketika duduk di kelas tiga, keinginan itu makin menjadi-jadi. Beberapa mata pelajaran menjadi penunjang kesukaan saya terhadap cita-cita ini. Saya menjadi sering, terlalu sering malah ambil bagian dalam perdebatan di kelas dengan selalu berusaha memberikan argumen yang bagus dan berkelas.

Dan ketika saat untuk merintis jalan untuk mewujudkan impian tiba, saya malah tidak berhasil lulus di jurusan yang saya inginkan. Saya malah lulus di jurusan yang 180 derjat berbeda dengan bayangan saya. Jurusan akuntansi dan hingga tahun ketiga kuliah saya masih tidak bisa menerima bahwa saya tidak bisa jadi wartawan sementara untuk jadi akuntan? Saya terseok-seok, bahkan mungkin merayap. Suatu kali di ujian kompre saya menyatakan pada penguji saya bahwa bukan jurusan ini yang saya inginkan. Saya hanya ingin jadi wartawan. Salah seorang penguji saya kemudian mengatakan kalo jadi wartawan tidak harus kuliah di jurusan komunikasi dari jurusan saya juga bisa. Ira Koesno, mantan announcer di SCTV itu adalah salah satu wartawan yang berasal dari jurusan akuntansi. Saya kehabisan kata dan tak punya alasan lagi

Dan apalah daya, dengan nilai kelulusan ala kadarnya akibat keengganan yang luar biasa untuk menikmati bangku kuliah, saya justru tidak diterima melamar di koran manapun. Ya bagaimana bisa, kalo yang saya kuasai tanggung semua.

Waktu berlalu dan akhirnya pengalaman masa lalu memberikan saya kesempatan untuk memperbaiki masa depan. Dan ternyata saya kemudian menemukan bahwa nothing is impossible to be learned. Saya sering berpikir bahwa saya tak bisa dan saya tak tahu, saya tidak mengerti, saya kalah dan saya tidak cocok jadi akuntan tapi ternyata saya salah menilai diri saya sendiri. Saya bukannya tidak bisa, hanya tidak mau. Saya tidak mau belajar karena merasa bahwa ini bukan pilihan saya tapi pilihan orang tua, saya merasa bingung mau jadi apa dan mau dibawa kemana kuliah saya ini sehingga menutupi semangat saya untuk membiarkan pelajaran menghampiri saya.

Dan hari ini,ketika saya bisa berdiri di depan kelas dan mengajarkan mahasiswa saya pelajaran-pelajaran yang justru saya hindari dulu, saya menemukan sebuah paradoks. Siapa yang pernah menyangka apa yang dulu saya hindari mati-matian justru menjadi jalan hidup saya?

Dan mungkin hal yang sama juga akan terjadi pada kehidupan banyak orang seperti anak muda yang umurnya 8 tahun lebih muda dari saya ini..Suatu ketika, di depan kelas pada sebuah sesi berbagi ia bercerita tentang keinginan dan kenyataan yang bertolak belakang; yang sama persis dengan yang saya alami dulu..jadi wartawan dengan naluri petualangan yang tinggi tapi menjalani kuliah yang berkutat dengan angka-angka. Bedanya dia (sepertinya) menjalani keduanya dengan baik..I wish I did the same when I was younger..
Tidak hanya saya dan dia. Di luar sana, ada banyak orang yang pernah mengalami fase kehidupan seperti yang saya alami. Memiliki apa yang tidak ingin dimiliki dan kemudian melakukan apa saja agar bisa memiliki apa yang mereka ingin miliki, mulai dari tak henti-hentinya mengeluh hingga benar-benar berjuang habis-habisan agar yang diinginkan termiliki.Jika kemudian belum juga berhasil, akhirnya seringkali semua hal terasa terlalu terlambat, meskipun orang bijak bilang better late than never. Dan kita menjadi kehilangan semangat untuk memulai masuk dan menikmati perubahan karena orang lain telah berjalan amat jauh sementara kita masih berdiri termangu di garis start, ragu untuk memilih apakan melanjutkan pertandingan atau pulang dan menyerah kalah begitu saja. Jika kemudian memilih menyerah, maka keadaanlah yang kemudian akan tersalahkan

Dan begitulah hidup…

Kita tidak pernah tahu dimana titik balik hidup kita berada. Entah di kuliah yang dijalani, entah di profesi yang di pilih atau bahkan tidak di keduanya dan malah di titik yang kita sendiri tak pernah duga sebelumnya..

Rabu, 03 November 2010

Tentang mengajar

wahhh, hampir tiga mingu blog saya ga diisi..mo bilang sibuk kok kayaknya lebay ya? tapi begitulah kenyataannya..Setiap minggu, saya mengajar 16 jam dari selasa hingga jumat dengan rata-rata pertemuan 4 jam per hari. Sementara untuk ngenet, saya harus sengaja nongkrong di pustaka dan berebut komputer ama mahasiswa yang juga ingin bersocial network:)

Mahasiswa saya lucu-lucu. setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda. Ada kelas yang isinya orang kalem semua. Diterangin diam, ditanyain paham apa enggak diam juga, dikasih pertanyaan diam juga. Ada lagi kelas yang rameee sekali, baru masuk aja udah riuh. rajin mengajukan pertanyaan dan rajin menjawab. Sepanjang tiga minggu ini saya belum bisa bersikap cool kalo ada yang benar-benar lucu di kelas, tetap saja saya tertawa bersama mereka.

Di minggu ke 3 saya mengajar ini saya baru merasakan kembaii yang namanya capek dan lelah setelah bekerja, jam tidur kembali ke posisi semula, 9 malam atau bahkan sebelumnya, sabtu minggu yang terasa amat menyenangkan karena bisa istirahat sepuasnya, bangun siang, dll..

Setelah hampir tiga minggu mengajar, saya akhirnya menemukan hal-hal baru dan akhirnya mulai mengerti beberapa hal, seperti:

1. mengapa para dosen suka marah dan negur kalo kita lagi ngobrol di kelas pas beliau beliau lagi menerangkan
Berdiri di depan kelas membuat pandangan mata kita bisa melihat dengan luas, bahkan dengan sudut-sudut matapun kita bisa melihat sampai sudut-sudut kelas. Dari depan, setiap tingkah laku audience sangat kelihatan dan gerakan-gerakan tertentu bisa merusak konsentrasi dan membuat kita bisa lupa susunan kata-kata yang harus disampaikan, Jika dosennya lupa atau terganggu konsentrasinya oleh satu orang, itu artinya mengganggu kepentingan banyak orang di kelas itu terutama mereka yang serius ingin belajar.

2. Mengapa kalo kuliah jam 10, siang biasnya kelas gaduh atau sebaliknya senyap sekali?
Jam 10 atau jam 1 merupakan jam kuliah dengan tantangan terberat. Pada jam 10, kesibukan sudah mulai reda sementara sisa-sisa capek karena buru-buru kuliah pada jam sebelumnya masih terasa, jadilah sang kantuk mulai menyerang. Belum lagi jika mereka ga sempat sarapan, krucuk-krucuk lah itu perut..sementara jam 1, waktu yang enak untuk tidur siang apalagi setelah perut terisi penuh, makin menjadilah itu setan bergantungan dimata. Jadi, jangankan mahasiswa, dosennya aja perjuangan banget buat ngajar

3. Mengapa banyak dosen yang well-dressed kalo ngajar?
Selama 3 minggu ini, hampir tiap malam sebelum mengajar saya bertanya kepada adik saya apakah baju ini cocok dipadankan dengan rok atau celana itu..semacam ritual khususlah. Setelah resmi mengajar dan selalu berdiri di depan kelas, saya jadi paham rasanya menjadi pusat perhatian. Bayangkan semua mata tertuju pada kita, memperhatikan gerak gerik kita, baju yang kita pakai; matching ga? ada yang robek ga? ada noda ga. lama-lama saya jadi ngerasa ky selebriti aja, ga boleh tampil buruk.

Dalam pemahaman saya, semua karena profesi saya adalah jasa. Saya memberikan jasa mengajar saya pada mahasiswa dan seharusnya orang bekerja pada sektor jasa memperhatikan kpuasan konsumennya. Makanya jika kita mengajar dengan baik, berpenampilan baik, meskipun hari itu panasnya bukan main, meski hari itu jam mengajar banyak akan memberikan kepuasan sendiri pada mahasiswa yang jadi konsumen kita.

Tapi profesi ini memberikan banyak kesenangan dibalik kerepotannya..dan itu yang membuat saya selalu bersemangat untuk ke kampus setiap harinya

Rabu, 20 Oktober 2010

Tuhan Tahu tapi Menunggu..

Minggu ini kehidupan saya di temapt baru di mulai. Jumat lalu saya sampai di kota Pekanbaru, 8 jam perjalanan dengan menggunakan travel dari kota Padang.

Pekanbaru merupakan kota yang menurut saya cukup mapan..jalanannya tertata rapi dengan jumlah kendaraan yang banyak, kantor-kantor yang megah dan orang-orang yang menurut saya cukup glamor. Meskipun seperti halnya kota-kota lain di Indonesia yang memiliki dua sisi mata uang, di jalan-jalan tertentu saya juga melihat banyak rumah-rumah panggung dan jalanan berdebu. Sebagai salah satu promising city di negeri ini, Pekanbaru diisi oleh nyaris 80% perantau. Itu data yang saya dapat dari supir angkot yang saya tumpangi tadi pagi. Kebanyakan dari provinsi sekitar seperti Sumbar dan Sumut. Sebagai salah satu provinsi terkaya, dengan sumber bumi yang berlimpah, maka pegawai negri adalah pekerjaan yang amat diincar disini selain pekerjaan di sektor migas dan perkebunan. Dengar-dengar, gajinya sih pegawai biasa, tapi tunjangannya yang luar biasa.

Btw, saya pindah ke kota ini karena saya diterima mengajar sebagai dosen luar biasa alias dosen honorer di Politeknik Caltex Riau (PCR) yang berlokasi di Rumbai. Rumbai adalah jalur yang dilewati ketika kita ingin bepergian ke Duri, Dumai tau medan. Di daerah inilah perusahaan migas ternama PT Chevron bermarkas dan politeknik ini berada di bawah yayasan Chevron. Namun katanya teman saya desi, yang ka prodi, PCR sekarang sudah mandiri pengelolaannya. Untuk sampai ke kampus, dari rumahnya ii adik saya di Harapan Raya ( daerah pusat kota pekanbaru), saya harus tiga kali ganti angkot plus berangkat satu jam lebih awal agar tidak terlambat.

Sudah dua hari ini saya mengajar.
Baru minggu pertama kuliah jadinya mahasiswa-mahasiswa masih berharap agar kuliah awal tidak dilaksanakan seseius mungkin. jadilah dua kuliah pertama hanya berlangsung 45 menit saja sementara perjalanan ke kampusnya hampir satu jam. Saya kebagian mengajar 3 mata kuliah dengan total jam mengajar 16 jam per minggu dari selasa hingga jumat dan ketiga mata kuliah itu termasuk dalam kategori advance alias gahar-gahar...ha ha

never wondered that I will be stand in front of the class as a teacher, as a lecturer...

Terutama jika mengingat masa-masa kuliah S-1 saya yang penuh dengan penghindaran dan hampir seperti mengelak takdir. Jarang masuk kuliah karena ga suka ama jurusannya, lebih sering di kantor organisasi, di kantin, duduk di lorong-lorong daripada di kelas dan hari ini saya jadio dosen, untuk mata kuliah yang benar-benar harus saya pelajari kembali pula :)

Jadi ingat quote di sang pemimpi : Tuhan tahu tapi menunggu...
Tuhan menunggu hingga arai menginjak benua eropa untuk membalas lolongan "amin: ketika sholat magrib berjamaah di belitung yang merusak konsentrasi jemaah lain dengan membiarkannya melolong sendirian tanpa ada teman..dan mungkin itu jugalah yang terjadi pada saya, Tuhan menunggu waktu yang tepat untuk membalas kenakalan saya di masa kuliah lewat jalan ini...

Tapi apapun itu, mengajar itu ternyata menyenangkan :)

Minggu, 10 Oktober 2010

Another Life Happens

Saya baru saja membaca tulisan Adhitya Mulya http://suamigila.com/2010/10/08/life-happens/. Tulisan yang bagus menurut saya, khas adhitya mulya yang ringan dan jauh dari kesan menggurui..Tulisan ini juga membawa saya ke masa-masa sekolah dimana being somebody means that you have to be rich, popular, good looking or at least having a good sense of popularity...

Tapi ketika waktu terus berjalan, ada kalanya memang saya menemukan bahwa si A yang dulunya artiss banget tiba-tiba tidak tahu dimana keberadaannya, si B yang entah siapa tiba-tiba hari in i di amrik, besok di arab..si C juga yang dulunya juga ga dikenal menjadi orang yang akan membayar bill ketika reunian tiba

Dan kang adit bilang Life Happens
Ibarat kata pepatah minang; nasib bak cando roda padati..
yang artinya tidak mungkin kita selamanya akan berada diatas..sesekali meskipun tidak separah yang lain, kita pasti akan merasakan rasanya dibawah..dan saya pikir itu hal yang normal..Namun kadang beberapa orang memiliki gen dan darah yang terlihat selalu menjanjikan..yang rasanya tak akan pernah bangkrut ampe tujuh turunan..


but who know what the future brings?
Seorang kenalan keluarga kami yang usaha keluarganya dibidang perhiasan emas..yang artinya yang dijual dan dibeli semuanya merupakan sumber uang, yang istri dan anak-anaknya tak pernah kesusahan mendadak bangkrut dan sekarang berada entah dimana karena tak mampu menghadapi hal ini, keluarganya tercerai berai, anak-anak yang tak pernah merasakan kesulitan..dan kini kesulitan adalah kata-kata sehari-hari mereka..

Jadi,
Saya mau bilang ke diri saya sendiri, yang selalu khawatir tentang apa yang akan dipikirkan orang jika ternyata kehidupan saya tidak berjalan sesuai dengan apa yang diperkirakan orang lain..terutama jika berjalan tidak semulus kehidupan orang lain..adalah hal yang biasa jika kita gagal, jika kita jatuh dan jika kita tak terlalu sukses ataupun tak sesukses teman-teman yang berjalan seiring..Life happens..

dan suatu saat kita juga akan memiliki kesempatan untuk memperbaikinya, jika tidak memiliki kesempatan, maka kita bisa menciptakannya sendiri..

So don’t be bothered by future cause it hasn’t happened yet, just do the best for today and make it memorable*

*quote ini ada di komentarnya pembaca tulisan, katanya sih ditemukan di timeline fahira idris

Senin, 27 September 2010

Lebaran...

Lebaran kali ini bertepatan dengan keputusan saya untuk back for good ke Padang..untuk kemudian meneruskan halaman kehidupan di pekanbaru. Tapi ternyata tidak mudah juga bagi saya untuk membiasakan diri dengan kehidupan rumah dan lingkungan sekitarnya lagi setelah 4 tahun hidup secara mandiri di Jogja. tapi untunglah ada banyak teman di padang yang dengan senang hati membantu proses adaptasi kembali

Padang masih belum berubah..
Meski sisa-sisa gempa bumi setahun yang lalu masih jelas terlihat, tapi hebatnya kehidupan berjalan dengan biasa saja. pasar tetap saja seperti pasar, meski kiosnya dipindah ke arah jalan raya karena yang di dalam sudah banyak yang rubuh. Ada banyak perkembangan yang siginifikan yang menurut saya sangat hebat untuk kota yang pernah diguncang bencana sehebat kota kami. Di sepanjang jalan utama, saya lihat sudah banyak ruko baru yang berdiri yang diisi oleh berbagai macam usaha mulai dari minimarket hingga jualan velg..Industri makanan juga tak kalah hebat. Hampir ditiap sudut kota dipenuhi dengan restoran dan warung makan baru..lupakan kolesterol dan darah tinggi kalau ke kota ini..

Dan Lebaran adalah puncak keramaian arus perantau yang pulang kampung..
pesawat sliweran di udara, mobil-mobil berplat selain BA hilir mudik sepanjang jalan dan ibu-ibu berjilbab dengan bling-bling sepanjang badan..

Inilah gambaran khas urang minang..Perantau
dan para perantau biasanya tak ingin pulang dalam kondisi yang menyedihkan..
semakin sukses mereka, semakin besar keinginan untuk pulang
dan tentu saja, sukses diukur dari materi..
mobil yang dipakai, perhiasan yang melilit tangan dan leher, handphone yang di genggaman, hingga berapa banyak uang lebaran yang diberikan kepada sanak saudara..
dan mungkin hal ini jugalah yang ikut membangun sumatera barat setelah di guncang gempa hebat setahun yang lalu itu..Para perantau sukses

Cukuplah prolognya:)

Lebaran tahun ini anggota keluarga kami bertambah satu orang..Namanya Dzaki Maulana Mahdi. Anak pertama dari adik saya Yuli. Di tahun ini lebaran berasa semakin ramai. ada 12 orang anggota keluarga. Biasanya saya menjadi orang yang ditunggu-tunggu kepulangannya, kali ini saya dikalahkan oleh si kecil dzaki.

Sayangnya, karena kakak saya harus buru-buru ke rumah mertua dan adik saya juga begitu, jadilah kami tak sempat berfoto keluarga tahun ini..

Tapi yang pasti lebaran tahun ini tetap menyenangkan seperti biasanya..
karena mama selalu membuat ketupat gulai toco- mirip lodeh buncis, tapi memakai taoco
plus opor ayam..Setiap lebaran mama selalu memasak lebih dari 30 buah ketupat yang ukurannya besar-besar..yang malam takbiran akan berkurang sepertiganya seiring dengan matangnya gulai toco tadi, sebelum sholat ied berkurang lagi dan puncaknya sepanjang hari selama hari raya pertama..
Ada banyak kue, minuman dan cemilan lain yang hanya hadir selama lebaran...
dan ada banyak uang baruuuu...
*jadi ingat postingan uang barunya jeng mer:)

Tahun ini kami tetap pulang kampung ke padang panjang..
dan lebih menyenangkan karena rumah nenek kami telah direnovasi sehingga bisa ditinggali, jadi kami sekeluarga tidak perlu menginap di rumah saudara lagi. Bayangkan repotnya para saudara kami kalo kedatangan 12 tamu sekaligus

dan lebaran ini saya bisa makan sate mak syukur yang legendaris itu
makan pergedel jagung sepuasnya juga di pasar padang panjang
makan sala lauak, lamang baluo dan bika di sicincin
nemenin ponakan mandi di pincuran dalam
dan bertemu banyak teman

Lebaran memang selalu menyenangkan ya

Kamis, 02 September 2010

Tentang terjatuh dan Tangan-Tangan Yang Memegang Erat

Hari ini ketika pengumuman hasil tes kedua di kementrian keuangan diumumkan, saya tidak menemukan nama saya di barisan daftar nama mereka yang lulus. Saya baru tertidur pada jam sebelasan dan terbangun di jam setengah satu tengah malam dengan perasaan tidak jelas..cemas, bingung dan dag dig dug. Berbeda sekali dengan perasaan yang saya rasakan ketika hasil tes pertama diumumkan.



Ketika mengetahui hasilnya, saya terdiam.
ada perasaan yang tidak jelas disana..

Ada kesedihan..
Sedih karena saya menanggung banyak harapan orang di pundak saya untuk lulus di tes ini..
dan kali ini saya harus kembali mengecewakan banyak orang lagi yang berharap banyak dengan status cpns di kementrian keuangan yang remunerasinya bisa mencerahkan kehidupan:)
Sedih karena saya belum bisa kembali ke Jogja dalam waktu dekat ini dan bertemu dengan adik-adik saya disana

Tapi jujur saja saya sebenarnya merasa amat lega..
Lega karena ternyata keputusan saya untuk pulang lebih awal merupakan firasat dan keputusan yang tepat, bayangkan betapa mahalnya tiket pulang ke Padang di minggu2 ini
Lega karena Allah menjawab doa saya semalam yang saya pajatkan sebelum saya tidur :
"Ya Allah, saya pasrahkan apapun yang akan menjadi hasil tes pada esok hari..
Jika memang itu adalah jalan saya, maka Engkau mudahkanlah semua kesulitan yang datang besertanya..namun jika bukan itu jalan saya, maka ikhlaskanlah saya untuk bisa menerima semua ketetapanMu dengan hati yang ringan dan lapang"
Semua makin melegakan saya karena saya sebenarnya telah memilih dan menyetujui untuk menjadi dosen luar biasa di Pekanbaru mulai bulan depan, sementara tes masih panjang jika saya lulus..
Dan saya lega..karena artinya saya bisa meneruskan kembali mimpi saya untuk kembali bersekolah..dan mungkin memang takdir sayalah membantu pemerintah menciptakan calon-calon pegawai kemenkeu:)


Hmmm...
Pagi ini,
ketika subuh tiba, saya mengucapkan terima kasih kepadaNya karena telah memberikan saya kesempatan untuk bisa berjuang sejauh ini..untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan yang dulu bahkan saya tidak bisa mendekatinya sedikitpun.
Merasakan berbagai macam tes agar saya tau dan terbiasa jika masih harus melewati tes tes lainnya..
Tuhan tidak pernah tidur dan Ia tahu kalo saya sudah berusaha keras namun menunggu saat yang tepat dan pekerjaan yang tepat untuk saya

Kesedihan itu jelas ada..namun hari ini saya di beri ruang oleh keluarga saya untuk merasakan kesedihan saya ( dengan tidak dibangunkan pagi-pagi sekali, rumah tinggal di sapu saja, piring sudah di cuci..)
tapi kelegaan jelas sama besarnya dengan kesedihan..
jadi saya berada di titik 0 lagi..

dan dengan segala yang terjadi hari ini, saya amat bahagia..
mendapatkan banyak dukungan dari teman-teman saya..
yang menguatkan saya dan beramai-ramai menggenggam tangan saya sehingga saya tidak merasa sendirian ketika jatuh
yang memberikan balasan yang panjang penuh semangat untuk sms pemberitahuan saya yang singkat
dan bahkan seorang teman mendedikasikan statusnya hari ini untuk saya
dan itu lebih dari cukup untuk mengurangi kesedihan hari ini

Kamis, 26 Agustus 2010

Ijinkanlah aku untuk slalu pulang lagi...

Pernah merasa begitu berat harus berpisah dengan sesuatu? entah itu orang, benda ataupun kota..

Saya sedang mengalaminya..keberatan yang kompleks..
tidak hanya berat berpisah dengan kamar kos yang ukurannya cuma 3x3,5 m ini saja, tapi saya juga berat harus keluar dari gerbang kos yang telah empat tahun menjadi pintu masuk ke rumah saya yang lain..

tidak hanya itu, saya juga berat berpisah dengan teman-teman kos, yang meski kadang suka ngeselin, tapi sudah seperti saudara sendiri..kehidupan rantau membuat kami seringkali merasa senasib..tidak peduli ia orang batak, padang, sunda, arek malang hingga orang makasar sekalipun.

dan yang paling berat berpisah dengan rekaman keseharian yang saya jalani, orang-orang yang mewarnai kehidupan saya dengan pertemanan, persaudaraan, senyum dan sapa di kota ini..

Kota kecil ini sudah menjadi kota impian saya sedari SMU
Impian untuk menapaki kemegahan nama besar sebuah universitas yang cukup tua. Menjadi bagian dari mahasiswa beransel berjalan kaki kemana-mana di siang hari, menghabiskan malam hingga akhir pekan di kampus berdiskusi dengan dosen-dosen berkapasitas profesor tapi berhati sarjana alias begitu legowo

Dan mimpi itulah yang akhirnya membawa saya ke kota ini..
Padahal hanya sebuah kota kecil..

Yang dalam sehari saja sudah selesai di jelajahi
Yang jam enam sore bis-bis yang knalpotnya berasap jelaga itu sudah tak beroperasi lagi
Yang hampir semua makanan dan minumannya berasa encer dan lesehan kaki limanya menghabiskan jatah trotoar
Yang biaya parkirnya menggiurkan untuk dijadikan sumber mata pencaharian
Yang pengamennya beragam, mulai dari hanya bermodal krecek-krecek hingga bermodal harpa
Yang kadang dinginnya menggigit tulang dan panasnya memerahkan muka...
Yang masih banyak sepeda berlalu lalang, wajah-wajah berkeringat setelah berolahraga sore hari di GSP
Yang nasi yang sebungkusnya cuma 750 rupiah..Masih ada gorengan seharga 300 rupiah..hei, bahkan uang 50 perak saja masih bernilai disini
Yang warung nasi padang bersebelahan dengan lesehan gudeg yang dibuka ketika warung fast food sudah mulai tutup..

Harmonisasi yang menyejukkan dan selalu menggelitik hasrat untuk selalu kembali ke kota ini

Ah, mungkin saya terlalu berlebihan dan terlalu sentimentil..
Mungkin sebenarnya pemandangan biasa saja..tapi bagi saya menyenangkan dan saya menemukan kenyamanan..
Kenyamanan dalam anggukan kepala dan senyuman setiap kali bertemu pandang entah dengan siapa
Kedamaian karena hidup tidak harus ngoyo..
mengalir saja..meskipun lambat..tapi ternikmati..

Dan meski hati ini begitu nelangsa akan rasa kehilanganmu, kehidupan harus tetap dilanjutkan..
Dan pulang ke kota saya yang lainnya juga pilihan yang menyenangkan

Tapi, Ijinkanlah saya untuk slalu pulang lagi
bila hati mulai sepi tiada terobati..
Untuk menikmati bersama suasana JOGJA..

*teringat tulisan di perempatan mangkubumi

"Kapan (akan) ke Jogja Lagi?

Sabtu, 21 Agustus 2010

Framing; Tentang Si Gendut, Kutilang dan Ginanjar..

Malam sudah larut, tapi saya belum tidur. Memang sengaja, soalnya saya ingin menonton konser terakhir Harmoni SCTV yang keren banget itu..

Tapi bukan harmoni yang ingin saya ceritakan disini. Tapi saya ingin berbagi tweet yang dibuat oleh @VeHandojo, salah satu dari sekoan banyak orang yang saya ikuti untuk meramaikan khazanah pemikiran saya melalui dunia maya. Setelah Nani tampil membawakan lagu Rossa, Vehandojo menulis : "Nania is a gorgeous plus-size lady. She's always my number one Indonesian Idol. Remember her "Indonesia Pusaka"? Goosebumps!"..

Sudah bisa menebak pikiran saya kan?
Salah kalau saya mau berbicara tentang postur tubuh (lagi)..tapi kali ini saya ingin bercerita tentang bagaimana kosakata berbeda namun memiliki arti sama bisa memberikan pemaknaan psikologis yang lebih baik sehingga memepengaruhi pengambilan keputusan. Saya teringat dengan kuliah yang disampaikan oleh dosen favorit saya yang ilmunya luas sekali, Dr. Bambang Riyanto..beliau menyebutkan istilah Framing untuk istilah ini, namun Framing atau cara penyajian informasi biasanya digunakan untuk menjelaskan bagaimana sesuatu yang bermuatan informasi sama namun jika disampaikan dengan cara yang berbeda akan memberikan dampak psikologis yang berbeda terutama dalam pengambilan keputusan. Contoh yang sering beliau pakai adalah : orang akan lebih suka mendengar :"Jika memakai satu vaksin, maka dari seratus ekor ayam, 20 ekor akan selamat" daripada :"Jika memakai vaksin ini, maka 80 ekor ayam akan mati"..

Begitu juga dengan kata-kata..
Kalau di kosakata barat sana, menurut dosen saya yang pakar bahasa, Bapak Suwardjono, satu kata bisa dipakai untuk banyak pengertian dan bertingkat-tingkat. Seperti kata cantik bisa dipadankan dengan pretty, beautiful hingga Gorgeous , sementara di Indonesia kadang lebih sedikit.

Begitu juga dengan yang ditulis oleh VeHandojo tadi. Terus terang saya tidak kenal dengan beliau, hanya mengikuti beliau karena disarankan oleh beberapa orang terkemuka dan ternyata cukup menyenangkan membaca tulisan 40 karakternya di timeline

saya, sehingga apa yang saya tulis saya rasa cukup objektif.

Plus-size lady jika diartikan secara gamblang berarti wanita berukuran plus. Kalau diterjemahkan di google artinya lebih berantakan; ukuran plus wanita..yang sebenarnya memiliki makna yang sama saja dengan gemuk, gendut, gembrot dan sederet kata-kata lainnya yang terdengar jauh lebih menghina dan menghakimi. Plus size lady, bagi saya yang memang berukuran plus terdengar jauuuuuhhh lebih manusiawi.

Tapi ini memang soal kebiasaan ya..

Banyak orang yang lebih suka mengingat dan memanggil orang lain dengan tag line yang negatifnya dulu dan sulit melekatkan tagline positif. Maka akan ada panggilan si A yang ginanjar alias gigi nan jarang, si B lesuik alias kutilang, si C nan pendek, si D nan tongos dan sedert orang dengan tagline negatif lainnya. Dulu waktu SD, saya dikenal dengan nama Hesty Bobo karena gigi depan saya besar-besar seperti gigi si bobo, kelinci yang jadi ikon suatu majalah. Nama lain saya adalah Hesty Gapuak yang dalam bahasa Indonesia berarti Hesty Gendut..ga ada tuh yang memanggil saya dengan tagline; Hesty si dokter kecil (karena saya dokter kecil dulunya), hesty yang juara atau hesty yang ngegemesin...

Padahal, sama halnya dengan kasus intial anchor diatas, bukankah kita lebih senang jika mendengar yang baik-baik daripada yang buruk? tapi mengapa kita jauh lebih senang mengucapkan yang kosakata yang buruk daripada yang baik?

Dan tanpa kita sadari,
Hal-hal seperti itulah yang kemudian memunculkan ketidakpercayaan diri pada orang-orang tertentu..

yang membuat mereka (kadang) menolak untuk menjadi dirinya sendiri
dan percaya atau tidak, yang juga membuat orang mati-matian melakukan diet ketat, operasi perbaikan wajah hingga memakai kawat gigi

Padahal,
Siapa yang tahu tentang masa depan ya?
para model keren-keren di dalam dan luar negri banyak yang minderan dan lebih memilih untuk berjalan membungkuk karena berpostur menjualng jauh dari teman-teman seumurannya...dan setelah itu kita yang terbiasa memanggilnya dengan tagline negatif seperti kutilang, kurus, kecil hanya akan bisa terpesona dan kemudian menjadi fans berat..

Jadi,
Mulai hari ini, mari berjanji untuk memanggil dan mengingat orang lain dengan tagline positif; seperti Si A yang senyumnya aduhai, Si B yang rambutnya bagus..dll..Bukankah Rasulullah juga mengajarkan untuk memanggil orang dengan panggilan terbaiknya?

Dan bukankah diantara sekian banyak kekurangan yang dimiliki oleh seseorang, Tuhan menitipkan kelebihan-kelebihan yang menjadikannya imbang?

Oke Temans?
Janji ya:)

Kamis, 19 Agustus 2010

surat untuk seorang teman

aku sebenarnya ingin pergi..sekejap saja..aku merasakan lelah yang sama denganmu bahkan mungkin lebih lelah..aku begitu takut akan semua hal yang akan menjatuhkan dirimu sendiri dan ketakutan itulah yang menghabiskan energiku.

Kau tau teman,setiap kali kau menulis itu, setiap kali itu juga orang akan melihat dua sisi, dia sebagai terdakwa dan kau sebagai orang yang lemah yang tak bisa berhenti mengejar. Bukankah kau sendiri yang bilang kepadaku bahwa semua ini melegakanmu? lalu mengapa setelah kelegaan itu datang kau memilih untuk kembali berselimut kabut ketidakjelasan.?Aku kadang suka bingung, apa yang masih kurang dalam kehidupan teman-temanku ini sehingga keluh dan resah tak pernah berhenti? sehingga satu dua peristiwa saja yang menghampiri membuat semua yang kau punya seakan akan tak berharga sama sekali?

berapa kali aku harus memperbandingkan betapa jauh berharganya hidupmu dan semua yang telah kau capai dengan apa yang orang lain punya? Jika itu belum cukup,tak usah jauh-jauh..lihatlah saja temanmu iniyang hari ini menuliskan banyak kemarahan untukmu..betapa sebenarnya kadang ia juga ingin bertukar posisi..setidaknya untuk pekerjaan yang mapan, untuk pria-pria yang hatinya telah kaupatahkan tanpa pernah kau sadari, untuk kecerdasan diatas rata-rata,untuk kemampuan berkata tidak, untuk prinsip yang kuat dan untuk teman-teman yang hebat yang mengelilingi..



Jika itu masih juga belum cukup..Kau mungkin perlu membaca status seorang temanmu yang lain hari ini;dengan segala kepahitan yang ia punya ia masih menulis kebanggaannya mempunyai teman-teman sepertimu yang sukses dalam karirnya setidaknya menghibur dirinya yang masih bernasib abu-abu..dan hebatnya ia masih menyelamatimu...



Jika itu masih kurang..Jika luka hatimu masih lebih besar dan tak jua bisa kering..Maka aku menyerah..aku angkat tangan..dan aku akan memilih mundur sejenak..menghela nafas, dan mengurusi kehidupanku yang meski belum sebagus kehidupanmua..tapi sangat berharga untuk diteruskan



Maaf,Tidak bisa (selalu) menyenangkan hatimu

Senin, 09 Agustus 2010

Tentang Pertanyaan Klasik itu..

Suatu kali saya pernah memulai pagi dengan menulis status di fesbuk : "Selamat pagi temans..Mari mulai hari ini dengan tidak mengusik orang lain dengan pertanyaan bersifat pribadi seperti :"kapan lulus kuliah, bekerja dan menikah lalu punya anak?" jika kita sudah memiliki salah satu atau bahkan semuanya bukan berarti kita berhak mengusik orang lain untuk memiliki hal yang sama kan?"

Saya bukan sedang merasa tersinggung, sensi atau marah karena ditanyain melulu kapan saya akan menikah, sudah dapat kerjaan dimana atau sederet pertanyaan klasik tanpa ending lainnya. Hari itu, saya melihat seorang teman yang mendapatkan pertanyaan seperti itu saat dia mengucapkan selamat pada seorang teman yang lain untuk kebahagiaan yang didapatkan hari itu..dan akhirnya saya terganggu..dan mungkin saya salah karena mungkin saja teman saya itu malah tidak terganggu sama sekali atau mungkin berlagak tidak terganggu.

Seorang teman baik, ketika saya tanya melalui telepon, dengan siapa ia sedang dekat sekarang langsung menjawab bahwa saya sudah seperti ibunya, yang tidak hentinya mendesak dan bertanya tentang pertanyaan yang sama. Sungguh, hari itu tidak ada maksud saya menjadi seperti ibunya. Topik teman dekat adalah topik pemulai pembicaraan yang cukup ampuh setelah sekian lama tidak berbicara dengan seorang teman. Tadinya saya pikir semua akan baik-baik saja, soalnya status kami sama-sama single. namun ternyata hari itu saya tahu, teman saya sudah amat terganggu dengan pertanyaan yang sama..baik dengan dalih perhatian, rasa sayang atau benar-benar karena usil saja ingin merusak suasana hati orang lain.

Saya memang seringkali sensitif jika disinggung tentang pekerjaan dan pasangan hidup..mungkin sama sensitifnya dengan pertanyaan kapan saya akan kurus..Dan suatu kali saya pernah merasa amat terganggu dengan komentar beberapa orang teman, yang jika saya menulis tentang hubungan, tentang lawan jenis hingga ponakan semua berujung kepada pertanyaan atau pernyataan yang destruktif, seperti : "makanya lu segera nikah dong..jadi bisa menikmati kehidupan seperti gw.."
helooo? suami di jual secara paketan gitu di supermarket hingga saya bisa beli kapan saja saya punya kesempatan ke supermarket dan punya uang?..maaf ya kalau terdengar terlalu kasar..

Hingga akhirnya seorang teman yang tinggal berjauhan dengan suaminya bercerita bahwa seorang teman dekatnya pernah berkomentar kalo ia dan suaminya tidak "jago" dalam urusan membuat anak..
what? jagooo? ayam kali..

Saya belajar, kadangkala untuk mengetahui isi hati orang lain kita harus sesekali memakai kacamata orang lain pula, agar yang kita lihat bukan hanya apa yang kita ingin lihat..tapi juga apa yang biasa orang lain lihat. Tahukah kita kadang ada orang yang amat terluka namun tak mampu mengatakan apa-apa hingga lebih memilih diam daripada mengeluarkan kemarahan atau bahkan airmatanya didepan lawan bicara?

Siapa sih yang tidak ingin kuliah dengan lancar, lulus tepat waktu,predikat lulusan terbaik kemudian direkrut oleh perusahaan ternama, memiliki pasangan yang ganteng, kaya dan mapan yang kemudian mengajak menikah dengan lamaran seperti cerita di novel roman dan kemudian menghabiskan hidup di rumah besar dengan anak-anak yang lucu dengan akhir bahagia..? kalau ada yang mengatakan tidak mau, pastilah dia anomali..tidak lazim.

Itu juga yang saya inginkan, begitupun yang diinginkan banyak orang di luar sana.

Saya dan banyak pengangguran diluar sana juga ingin segera bekerja..kalau belum? bukankah rejeki juga adalah rahasia Ilahi..kita hanya diminta berusaha dan berdoa sekuat tenaga..jika belum? mungkin jawaban belum rejeki adalah jawaban yang klise..tapi begitulah..it's beyond our control..Mungkin akan sangat menyenangkan jika anda membagi info lowongan kerja, membagi tips ketika tes agar bisa lolos kan?

Saya dan banyak orang single di luar sana juga menginginkan segera memiliki pasangan..dan orang yang memiliki pasangan diluar sana juga amat berharap segera diajak menikah..jika kami belum mendapatkannya? mungkin kami sedang berada dalam masa penantian..dan kami hanya harus sedikit sabar..atau anda mungkin punya kandidat yang sesuai? bolehlah saya dicomblangin..kalau tidak punya kandidat? dengan tidak berkomentar kamu tidak pernah membuka hati untuk orang lain selain mantan pacar, kamu terlalu pemilih, atau komentar yang menjatuhkan lainnya..kami sudah sangat terbantu

Banyak orang lain yang sudah memiliki anak..namun bukan berarti mereka yang sudah menikah dan belum punya anak tidak menginginkannya..kita kan tidak pernah tau apa saja yang sudah mereka usahakan untuk itu..lalu mengapa tidak menyemangati, memberikan masukan atau membagi resep sukses?

Jika menyemangati, membagi tips atau membesarkan hati itu terlalu banyak untuk diminta..maka bolehkan jika yang diminta adalah pengertian saja?. Pengertian bahwa tidak semua orang selalu berada dalam kondisi hati dan emosi yang baik..dan dengan tidak selalu mengusik hal yang itu-itu saja mungkin akan bisa mengurangi beban hati..

Jika ingin bertanya atau memberikan perhatian, karena anda memang peduli, memang sayang, berikanlah dengan cara yang baik..bahkan dengan cara teramat baik pun kadang juga tidak cukup berhasil membuat orang lain tidak terganggu..dan akan lebih baik jika diberikan dalam bentuk doa..

Tahukah kita bahwa hidup itu tak ubahnya seperti reli mobil di sirkuit balap..meskipun kadang startnya sama..finishnya? kita tak pernah tau..ada yang startnya duluan finish duluan, ada yang kecelakaan di tengah jalan hingga tidak bisa melanjutkan pertandingan bahkan ada yang starnya belakangan namun ternyata finishnya duluan..bayangkan jika dari garis star hingga finish, semua mobil berjalan pada kecepatan yang sama lalu bersama-sama memasuki garis finish..
lalu dimana letak serunya kehidupan?
lalu siapa yang akan jadi juara?
lalu apa yang akan memacu orang untuk jadi lebih baik?
lalu apa yang akan mengajari orang untuk lebih sabar?
lalu apa yang akan mengajari orang untuk mensyukuri apa yang ia dapatkan?

Jadi, jika kita sudah memiliki salah satu atau bahkan semuanya bukan berarti kita berhak mengusik orang lain untuk memiliki hal yang sama kan?"

Rabu, 21 Juli 2010

Kangen Laras...


Saya sedang kangen Laras-adik kos yang kamarnya berada disebelah kamar saya. Sudah 3 minggu ini dia berangkat KKN ke labuan Bajo, NTT. Dan hampir selama itu pula saya hanya bisa bertukar kabar (hanya) ketika dia mendapatkan sinyal. Dearah KKNnya, di Waisano (kalo tidak salah) merupakan salah satu daerah terpencil yang belum dialiri listrik dan tidak memiliki tower sinyal GSM. Untuk bisa berkomunikasi, Laras harus berjalan kaki dulu ke desa tetangga selama beberapa jam.

Saya tidak ingin bercerita tentang KKN nya si laras. Saya sedang ingin bercerita tentang Laras. selama tiga tahun bersebelahan kamar, kami baru benar benar dekat 2 tahun belakangan saja. soalnya dia jarang ada di kos dan saya dulunya bekerja dari pagi sampai sore, kadang malah sampai malam.

Laras itu anggota Mapagama. Itu yang menyebabkan dia jarang berada di kosan. Lebih suka tidur di basecampnya mapa di gelanggang UGM daripada di kamarnya yang sejuk itu. Minggu ini bisa saja dia sedang ikut mendaki ke merapi lalu minggu depannya ikut penyusuran Goa di Malang dan kemudian setiap kali pulang, dia akan tertidur berjam-jam lamanya...

Hobi tidur hanyalah salah satu saja yang sering membuat jengkel saya. Suatu malam, dia begitu bersemangat mengajak saya untuk menonton film. Sebelumnya saya sudah menanyakan berkali-kali apakah dia akan tidur atau tidak, dengan yakinnya laras mengatakan kalau tidak mengantuk. Dan terjadilah yang saya khawatirkan, belum 30 menit filmnya di putar, matanya sudah terpejam..tidur dengan damai.. dan saya hanya bisa menarik nafas panjang..

Selain tidur berjam-jam, kegiatan pecinta alam ini benar menyalurkan hobinya laras :jarang mandi" dan sering menyisakan oleh-oleh di badannya laras, mulai dari bentol-bentol di sekujur kaki dan tangan ketika pulang kemping di pantai wedi ombo, bentol-bentol di muka yang lebih besar dari jerawatnya ketika penelusuran goa hingga kapalan di kaki ketika pertama kali mengikuti diklatsar ke merapi...dan lagi-lagi saya akan mengomel-ngomel saja..bolak balik mengatakan :"oalah ras..ras..kowe ki lo..perempuan kok ga ada mulus2nya.."

Berikutnya yang bikin kesal adalah kebiasaan untuk selalu menaruh HP didalam tas tanpa nada dering. Setiap ditelpon langsung diangkat? bukan laras banget..ditelpon belasan kalipun belum tentu diangkat. Jangankan saya, ibunya aja sering nanya ke saya kok, kenapa anaknya jarang ngangkat telp. ternyata ya itu, hpnya di tas, ga kedengaran dan yang terakhir, kalaupun hp itu ditangannya, pasti di reject, karena si HP dan harus diganti, jadi selau mati kalo menjawab telpon masuk..

Tapi kok ya saya tetap kangen ya ama laras?
Gitu-gitu Laras itu lempeng, ga pernah marah..ga pernah ngambek..kalo saya mau ngambek atau mau ngomel, maka dia akan bersiap siap memasang muka bayi dan sok bermanja-manja bersandar di pundak saya. dan seketika saya ga bisa marah lagi..

Meskipun suka telmi, telat nyambung dan suka asal, tapi itulah laras. Kalau langsung menegrti dengan pembicaraan kita, pastilah jam terbangnya lebih tinggi lagi di luar kos..wong telmi aja laris kok ya..tapi sebenarnya dia ga telmi-telmi amat kok. Di lauaran, dia mengajar pendidikan alam di SD Tumbuh..dan pernah mengajar pendidikan alam juga untuk anak SD di rinjani.

Laras juga gigih..kalo mau ngadain kegiatan, di depan kamarnya akan dipenuhi tu,pukan kertas koran yang entah dikumpulin darimana..bahkan pernah juga dia dan teman-temannya menerima orderan memasang iklan di tiang-tiang disepanjang jalan agar bisa menambah biaya perjalanan

Bagi saya, dia adik terkompleks..ngeselin tapi ngangenin..ngeselin karena suka asal, suka ga mandi, suka ngebo dimana aja..tapi ngangeni dengan caranya sendiri..dengan kekanak-kanakannya, dengan caranya bercerita yang heboh, padahal yang diceritain biasa aja..kangen dibujukin ke burjo jam 10 malam dan saya akan mencak-mencak karena dia membuat program pengurangan berat badan saya berantakan..kangen makan soto sawah bareng..dan kangen lucu-lucuan bareng dia dan dua adek kos lainnya kristin dan afifah.

Tapi jujur saja, semua hal yang mengesalkan dan membosankan dari laras itulah yang paling membuat saya kangen..karena itu semua benar-benar mewakili dirinya...


Hmmm..jadi ingat kutipan dari Film UP :" hal-hal yang menurut kita membosankan di dunia ini akan menjadi hal-hal yang kita rindukan.."
dan jadi ingat kalau dia juga tertidur ketika nonton film ini...

Tapi sungguh Laras ga membosankan..hanya ngeselin aja kadang-kadang
Cepat pulang ya nduk...

Kamis, 15 Juli 2010

cerita dalam sekotak brownies

hari ini saya mau membuat brownies. Untuk seseorang yang sangat istimewa yang selama 2 bulan ini saya kenal baik. hari ini dia akan kembali ke daerah asalnya di belahan timur Indonesia sana dan saya tidak tahu kapan kami akan berjumpa lagi.

Bagi saya, seloyang brownies yang saya buat dengan penuh cinta adalah cara saya untuk memberitahu seseorang bahwa dia adalah orang yang istimewa bagi saya..yang membuat kehidupan yang berat ini menjadi lebih ringan dan indah..Hanya kadang kadangkala orang yang dituju mungkin tidak merasakan apa yang saya maksudkan.

Dulu saya pernah membuat brownies istimewa untuk orang yang pernah amat sangat istimewa di hati. Brownies itu saya buat dengan toping coklat chip, keju dan mete yang banyak lalu titipkan melalui seorang teman. Si dia hanya memakan sepotong kecil saja berkomentar :"browniesnya terlalu legit..aku ga suka"padahal berpotong-potong lainnya dihabiskan oleh teman-temannya..hmmm pesan yang salah alamat. Lalu pernah juga saya membuat brownies untuk (almost) camer, saking groginya coklatnya tidak meleh dengan sempurna dan warnanya jadi coklat muda tapi beliau suka sekali. sayangnya kami ga berjodoh untuk jadi menantu dan mertua. Kalo ini jodohnya yang ga sampai:)

Hmmmm...seperti halnya beberapa cerita yang saya punya dibalik kotak-kotak brownies yang saya buat, si kue (brownies itu) sebenarnya mengajarkan sesuatu seperti yang digambarkan oleh filosofi brownies itu sendiri..Brownies pada dasarnya kue yang gagal, tidak mengembang dengan baik sehingga tekturnya sangat padat namun karena komposisi coklat yang banyak didalamnya, kue bantat ini justru terasa amat enak dan berbeda. Begitu juga dengan hidup..kadangkala kita mengalami kegagalan sehingga kita tidak bisa berkembang dengan sempurna pada satu saat..kadangkala kita harus bertemu dengan banyak orang yang salah sebelum bertemu orang yang benar. Tapi kehadiran orang lain dalam hidup kita, entah itu keluarga, teman, sahabat ataupun pasangan merupakan cara Tuhan untuk membuat kita menikamati kegagalan dengan cara yang berbeda..dan mungkin bahkan lebih indah dari yang kita bayangkan

* Sedang mengumpulkan kekuatan untuk memotong-motong coklat dan mulai membuat adonan..semoga tidak ada air mata yang menetes kedalam adonan brownies ini..saya hanya ingin dia merasakan yang manis saja..betapa dia sangat istimewa bagi saya..

Buat kamu yang akan berangkat malam ini..
jangan lupakan saya ya...

Rabu, 07 Juli 2010

Tips mengetahui keaslian rumah makan Padang...versi saya

Sebagai orang padang perantauan, banyak yang suka bertanya kepada saya, bagaimana membedakan masakan padang asli dengan masakan padang jadi-jadian. Di Jogja, rumah makan padang ada di hampir setiap sudut kota. Separuhnya dimiliki oleh orang padang asli dan separuhnya dimiliki oleh orang jawa (biasanya orang wonosari) yang pernah kerja di rumah makan padang atau memang orang jawa yang pernah tinggal di padang. Awal kepindahan saya ke Jogja, saya sering kecewa dengan masakan padang yang saya temui..jauh dibawah perkiraan saya. Lambat laun saya mulai memperhatikan, bahwa di rumah makan yang saya agak kuciwa tadi, biasanya pemiliknya bukan urang awak. Ada beberapa hal yang saya perhatikan ketika makan di rumah makan padang, untuk mengetahui apakah rumah makan ini asli atau jadi-jadian
1. Sambalado.
Di daerah asalnya, sambalado hanya berbahan dasar cabe keriting bukan cabe rawit, tomat dan bawang. Berlaku untuk sambalado ijau ataupun sambalado merah. Sambalado goreng ataupun sambalado bauok (rebus). Hal inilah yang menyebabkan sambalado padang tidak memberikan efek panas menyengat, melainkan efek hangat dan panas di tubuh. Di beberapa turunan sambalado, seperti sambalado tanak dan sambalado hati, sudah mulai ada penggunaaan daun karena sambalado ini tonenya sudah mendekati gulai. Minimal daun yang digunakan adalah daun salam.
2. Kekentalan gulai
Di beberapa daerah, rumah makan padang sudah mulai mengalami modifikasi kekentalan santan. Hal ini terutama tergantung pada ketersediaan kelapa dan kebiasaan masyarakat setempat. Masyarakat jawa biasanya tidak terlalu suka masakan dengan santan kental dan harga kelapa disini mahal. Di daerah asalnya, kelapa merupakan sumber daya yang melimpah hingga banyak sekali usaha berbasis kelapa yang berkembang. Mulai dari penjualan kelapa butiran hingga penyediaan santan. Bagi masyarakat minang, gulai baru dikatakan gulai jika perbandingan air dan santannya minimal setara. Lebih pekat malah lebih baik.
3. Bumbu kari dalam gulai
Tidak semua gulai memakai bumbu kari. Bagi saya sangat mengherankan kalau gulai ayam biasa ( bumbu kuning) juga diberi bumbu kari. Bumbu kari yang dalam istilah padang dinamakan pamasak, biasanya digunakan untuk gulai cancang, gulai cubadak, gulai kambing dan sesekali kadang dimasukkan untuk campuran rendang. Jika anda makan di rumah makan yang (bahkan) gulai ikannya berasa kari, berarti pemiliknya bukan urang awak
4. Telor Dadar
Telor dadar di rumah makan padang biasanya tebal dengan tampilan luar renyah dan dalamnya padat. Tekstur padat bukan ditimbulkan oleh penggunaan campuran tepung, melainkan karena penggunaan telor bebek dan biasanya ditambah oleh irisan daun bawang yang kaya. Kalau di rumah saya, telur dadar biasanya akan memakai kentang yang diiris halus sehingga menjaga tektur telur agar tidak mengempes setelah di goreng
5. Teh
Meskipun bukan keharusan, rumah makan padang original biasanya menggunakan teh hitam biasa tanpa tambahan rasa (biasanya bermerek bendera atau goal para). Kalau tidak ada pilihan lain baru mereka menggunakan teh setempat. Karena pada dasarnya orang padang tidak suka teh yang beraroma.

Pendapat diatas bersifat personal. Bisa kurang bisa juga terlalu berlebihan. Tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat terutama bagi penggemar masakan padang.

Rabu, 05 Mei 2010

Finally




Officially Master Science in Accounting Information System...
Alhamdulillah :)

Selasa, 20 April 2010

Dear Kasep


Kasep
semua terjadi begitu cepat ya..baru kemaren aku tuliskan puisi gombalku untukmu..bahwa aku mencintaimu dua kali..meskipun pada kenyataannya aku mencintaimu berkali-kali..baru kemaren kutuliskan betapa seringnya aku kesal karena setiap kali aku kangen padamu dirimu lebih kangen pada kasur..

kasep...
sungguh alur cerita kita bagai sinetron..aku tak bisa menahanmu tinggal di hatiku lebih lama lagi..aku ingin melihatmu menjadi seorang laki-laki..tanpa aku..jadi laki-laki dengan pikiran dan kekuatanmu sendiri..dan ternyata aku melakukan kesalahan, aku seharusnya tidak melepaskanmu karena ternyata kamu belum punya kemampuan untuk memilih dan tidak kuasa menolak...

ah kasep,
sayang kita terlalu berbeda..sehingga aku juga tidak mampu memberikan penawaran yang sama seperti yang diberikan orang tuanya padamu..untuk menjadi orang yang akan menghabiskan sisa umurnya bersamaku...

ah kasep..
kalau saja aku adalah seorang malaikat, maka aku akan berada disebelahmu pada saat itu, menggenggam tanganku untuk memberikan kekuatan kepadamu menjalankan peran yang ini..peran menjadi suami untuk perempuan yang bahkan tidak ingin jadi istrimu..sayang, aku hanya manusia biasa dan aku yakin aku tidak akan mampu

kasep,
air mata kita sudah berember-ember ya...
jadi mari kita sudahi saja setiap episode air mata ini
kita buang airnya, atau jadikan saja penyiram bunga di halaman dan mudah2an bunganya tidak layu..jangan di masak..karena hanya akan menjadi garam

kasep..
aku akan menyimpan rapi semua cerita ini..di sudut hati
akan ku tutup rapat dan kemudian aku akan melangkah..meneruskan hidupku
aku akan tepati janjiku untuk tampil cantik di hari wisudaku dan berjanjilah untuk tampil sebagai pengantin pria paling ganteng pada hari itu...

Live your live kasep..
and I'll live mine

Sabtu, 17 April 2010

Tuhan dan Saya

and God says : "Hesty, semua harus di hadapi..bukan dihindari.."

and I say : "Saya akan menghadapinya Tuhan..meski perih tak terperi.."

Rabu, 24 Maret 2010

Lihat Lebih Dekat...

hey..
Revisinya sudah selesai..Alhamdulillah meski sebulan persis baru kelar..
susah menghilangkan hati kesenduan di hati karena merasa tidak seberuntung teman-teman yang ujian barengan saya, mereka dapat nilai A dan ga revisi sementara saya harus revisi dan baru tau kalo nilainya B. Seorang kakak kelas bahkan merasa harus mengingatkan saya kalau saya sudah sangat hebat, bisa menyelesaikan kuliah saya tepat waktu, sambil kerja, sambil dagang, sambil mengurus pesanan orang, sambil dengerin curhat orang, dll. Toh cumlaude bukan satu-satunya hal yang harus dikejar...hmmm saya sampai termangu-mangu sendiri..

Dan kemudian saya mendengar berita bahwa seorang teman gagal ikut ujian karena tesisnya dianggap tidak layak untuk ukuran program master. Teman saya itu diminta untuk mengulang tesisnya lagi dari awal. Saya terdiam mendengar berita itu...Ga kebayang. Saya aja cuma revisi satu bab aja udah jungkir balik..apalagi kalo diminta ulang semuanya?

Malunya saya...beberapa lama saya kehilangan semangat hanya karena merasa lebih bodoh dan tidak seberuntung yang lainnya..padahal yang saya hadapi tidak seberapa dibandingkan yang dihadapi teman saya...
Terima kasih telah membuka mata saya ya Allah

Senin, 01 Maret 2010

kaya hati

Kemaren sore, mamanya karin (teman kos) mengirimkan sepiring nasi dengan lauk kentang dan terong balado dengan cah sosi kembang kol. Rasanya menyenangkan sekali mendapatkan kiriman makanan karena dompet anak kos di akhir bulan pastilah tipis sekali..

Sepiring nasi dan lauk itu saya makan bertiga dengan Laras dan Kristin, teman-teman sebelah kamar. Ketika sedang serius makan sepiring bertiga, si ibu tiba-tiba datang lagi dan senyum-senyum. Beliau lalu meminta piring dan menambahkan lagi makanan yang sama...he he jadi malu :)

Alhamdulillah, meskipun sedang miskin tapi kami tetap bisa merasa kaya...
karena punya teman-teman yang kaya hati..
yang meskipun sama-sama susah tapi membuat hidup terasa menyenangkan...

Rabu, 24 Februari 2010

akhirnya

Alhamdulillah..akhirnya saya mendapatkan gelar itu juga..
tapi masih harus revisi biar jelas nilai kelulusan saya apa..
semangat!!

Sabtu, 20 Februari 2010

cinta yang aneh

pernah sebel setengah mati dengan sang kekasih? saya pernah..berkali-kali malah..
ketika dia tertidur saat saya setengah mati menahan kantuk agar bisa mendengar suaranya
pada saat saya rindu tapi dia sibuk
pada saat saya ingin di perhatikan tapi dia juga sibuk
pada saat saya sibuk memeikirkan dia sementara pikirannya berada di alam lain

tapi..
kenapa saya bisa jatuh cinta padanya berkali2 ya?
huh cinta yang aneh

Jumat, 19 Februari 2010

good bye

selamat tinggal hape biru...
moga kita bertemu di lain waktu...
semoga pemilikmu yang baru memperlakukan kamu lebih baik dari aku

*in memoriam hp nokia 6300 biru
yang hilang siang tadi di kampus

Senin, 15 Februari 2010

rayuan gombal

puisi si bandit yang ini menginspirasikan saya untuk sering-sering mencari alasan mengapa saya jatuh cinta padanya...dan inilah versi saya

Saya jatuh cinta padanya dua kali..
yang pertama pada saat dia sedang berbicara serius dengan saya
dan yang kedua ketika dia jadi jayus ga ketulungan

Saya jatuh cinta padanya dua kali..
yang pertama saat dia sehat dan melimpahi saya dengan banyak sms dan telpon
yang kedua pada saat dia lagi sakit seperti saat ini sehingga ketika saya akan khawatir melulu, hingga tak bisa berhenti mengingatkan dia untuk makan, minum obat dan istirahat..

Saya jatuh cinta padanya dua kali
yang pertama pada saat dia terlihat begitu bersemangat bercerita tentang impian dan rencana masa depan yang ingin dia raih
yang kedua ketika dia kadang kehilangan kepercayaan dirinya sehingga dorongan dan semangat yang saya berikan padanya membuat saya merasa begitu berarti

dan sebenarnya saya jatuh cinta padanya berkali-kali...
pada saat dia datang ke kehidupan saya
pada saat dia pergi dan membuat saya sadar bahwa cinta tak bisa di paksakan
pada saat dia datang kembali dengan luka hati
pada saat dia membuat saya belajar untuk percaya
pada saat dia berusaha untuk membuat saya bangga
dan ada saat saya nyaris tidak bisa lagi menuliskan betapa saya jatuh cinta padanya berkali-kali...

* buat kamu yang ada di sana...
you know that i love you more than just twice...

Minggu, 14 Februari 2010

midnight call

sms dari pria itu (22:24:39) : "ayang, ntar a telpon lagi ya jam 12an"

saya : "iya" * dijawab di depan hp karena pulsanya habis...


jam 23.58..:"pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini"
*ya iyalah pulsanya cuma Rp. 33

jam 00.03..: "tiit...tiit..tiit..tiit...halo.."

Saya : " a, udah bobo ya? katanya mo nelpon?"
pria itu : " uhhh..hmmm..ayaaanggg..aa ngantuk.."
saya : "*&^$%#&^..janji diatas ingkar...huh sebel"
pria itu : " iyaaaaa...tapi aa ngantuk"
dan kemudian suara itu berganti menjadi :"zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz!!!!!!!!!!!!!"

dan diakhiri dengan : " ya udah! pletak! "

*pletak itu suara hp di matiin dengan amat sangat arah..bukan suara hape yang dilempar

Sabtu, 13 Februari 2010

menertawai kehidupan

Teman : "hest, adek lu dah merid ya?"

saya : "udah, april tahun lalu"

teman :"wah dilangkahi dong..makanya jangan belajar mulu "

saya : "ya bisanya cuma itu, dulu gw kurang belajarnya..ha ha "


*tertawa padahal hati mangkeeeeellll setengah matiiii...ya sudahlah..daripada mangkel tapi hati ketawa setengah mati?

ordinary saturday

Bangun siang..(alhamdulillah lagi libur sholat)..


hari nyuci sedunia..ada banyak baju yang menunggu untuk di cuci dan dalam hitungan menit jemuran akan segera penuh terisi..

sarapan soto sawah.( yang akan menghabiskan uang disaku karena tempe dan satenya enaaaakkk dan ga cukup satu )..

mandinya siang-siang aja..

kalo mood baik mo ngelanjutin bikin naskah publikasi..

memasak kalo pengen..kalo engga ya cukup masak mie instant aja..

ke mall kalo pengen..kalo engga? maree tidur lagi ampe mata kaya panda ..

always love saturday and sunday..
always fun :)

Selasa, 09 Februari 2010

welcoming love ...

Kadang saya berharap kalo pernikahan bukan hal besar ataupun hal yang bisa dibesar-besarkan sehingga saya tidak perlu pusing untuk menanggapi ketika setiap pertanyaan tentang kapan menikah diajukan oleh orang-orang kepada saya. Mungkin itu bentuk perhatian..tapi kadang saya merasa sedang dihakimi bukan diperhatikan..

Begitupun saya sering berharap kalau saja pernikahan hanya tentang saya dan pria yang akan menikahi saya saja sehingga saya tidak perlu mengkhawatirkan apa pendapat keluarga dan orang lain tentang pria itu..apakah pendidikannya setara dengan saya, dimana dia bekerja, berapa gaji yang ia terima perbulan, siapa orang tuanya dan lain sebagainya...

Dan saya kadang berharap bahwa saya akan berhenti menggunakan kata berharap tersebut, berandai andai..dan memilih menerima saja, menjalani dan membiarkannya mengalir mengikuti alur kehidupan..seperti saat ini ketika saya kemudian merasa menemukan seseorang yang saya cari tapi ternyata (mungkin) tidak mewakili kriteria yang di cari oleh bapak, ibu, saudara, keluarga besar serta orang-orang yang berada di lingkungan saya..

Ah..kembali berbicara tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan..

Hampir dua tahun saya memilih vakum dari kehidupan asmara..memilih menjauh dari segala sesuatu yang berhubungan dengan hati dan perasaan dan menjalani hidup dengan cara saya sendiri. Sulit bagi saya untuk memulai dekat dengan seorang pria karena ketakutan akan patah hati juga mulai menghantui dan segalanya telah terlanjur berhasil saya tangani sendiri...saya seperti tdak memerlukan pria lagi..

dan kemudian dia datang...
dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ia punya...
dengan kepercayaan diri yang masih belom 100 % pulih untuk menghadapi saya; wanita yang secara umur dan pendidikan berada diatasnya..
dia datang dengan luka dan saya membalutnya tanpa ekspektasi apa-apa meski kami pernah amat sangat dekat, pun saya tidak ingin menjanjikan apapun kepadanya, bahkan sebuah masa depan untuk diarungi bersama. Masih terlalu jauh untuk di bayangkan..

Tapi ternyata dia juga datang dengan kesabaran untuk meyakinkan saya lagi dan usaha keras untuk meyakinkan hatinya untuk saya...dan sebuah janji bahwa dia akan berusaha keras untuk membuat saya bangga kepadanya...

Dan saya memutuskan untuk belajar...
belajar untuk membuka hati saya seluas-luasnya
belajar lagi untuk mencintai seseorang apa adanya..

Kamis, 04 Februari 2010

tag tagan...

akhirnya saya dapat tag juga..
selama ini lebih sering blogwalking tanpa meninggalkan jejak, namun belakangan saya merasa menemukan banyak teman baru di blog-blog yang saya datangi. termasuk jeng merry ini..mungkin karena gaya bahasa yang ringan dan postingan yang sehari hari banget..saya sekarang jadi pelanggan tetap di blognya dia ..tugas saya adalah menjawab 30 pertanyaan berikut :


1. Where is your cell phone?

biasanya siy kalo lagi keluar kosan saya taroh disaku; baik saku tas ataupun saku celana. kalo lagi di kos, biasanya di taroh di atas meja atau di atas tv. kalo malam dibawah kasur biar kebangun kalo alaram sholat subuh berbunyi

2. Relationship?
in a secret relationship..ha ha
to be honest saya lagi dekat dengan seorang pria, cuma terlalu dini untuk di publish..soalnya belom menentukan langkah apa-apa..(whaaa..kok jadi curhat?)
3. Your hair?
Hitam, sedikit bergelombang, pendek kaya rosiana silalahi..tapi ga keliatanlah..kan di tutup jilbab :)

4. Work?
full time player and part time student :)
hidup harus seimbang dan dinkmati kan?

5. Your sisters?
Saya punya 3 sodara perempuan, kakak saya umurnya 30 tahun, adik saya umur 25 dan 15 tahun..dan saya punya satu sodara laki-laki yang baru berumur 10 tahun..


6. Your favorit thing?

membaca...terutama novel
memasak apa aja
jalan-jalan kemana saja
hujan...baik gerimis ataupun deras
pempek..meski bukan orang palembang tapi pempek is my favorit thing
dan merah hati
berarti bukan thing dong tapi things..he he


7. Your dream last night?

ga mimpi apa-apa tuh semalam

8. Favorit Drink
es teh tawar aja biar ga kena diabetes dan murah meriah

9. Your dream car?
mobil sport atau adventure..seperti nissan terrano..dream it so much

10. Your shoes?
tip toe..ga tau kenapa, tapi sepatu terbuka di depan membuat kaki saya terlihat seksi :)

11. Your fears?
patah hati...
butuh waktu lama untuk saya memulihkan kondisi dari patah hati...tapi saya tidak takut untuk jatuh cinta lo..


12. What do you want to be in 10 years?

good mom and good lecture

13. Who did you hang out with last week?
ii, my classmates

14. What are you not good at?
Kerajinan tangan...
tidak cukup sabar dan telaten


15. One of your wish list item?

Tiket PP jogja-padang di bulan maret atau april tahun ini..seeing my newborn nephew and attending my best friend's wedding


16. Where you grew up?

Padang kota tercinta

17. Last thing you did?
menghadiri ujian proposalnya adik tingkat

18. What are you wearing?
Jeans biru, kaos orange garis-garis, jilbab coklat dan sepatu tipis orange


19. Your computer?

Acer travel mate 3252, belinya dah empat tahun yang lalu
baterainya dan keyboardnya dah rusak tapi alhamdulillah masih bisa nyala dan masih bekerja dengan baik

20. Your pet?
terakhir punya ikan cupang..mati pula..
nampaknya ga cocok punya piaraan

21. Your life?
penuh riak dan gelombang..ha ha
but it's nice..at least from other's point of view
banyak yang iri ama kehidupan saya..padahal saya juga iri pada kehidupan mereka

22. Missing ?
my home so much...and my family in that lovely home..kangen keributan di rumah
kangen kak deni, ucin,ve, mami buli, oma belanda, sigit, leli,lili,nani
kangen ing 2000, kangen abang angkatku di balikpapan, kangen ama teman jalanku dan kangen dia..he he

23. What are you thinking right now?
bisa ga ya ujian tesis sebelum tanggal 10 ini?

24. Your car?
ga punya ...belom kebeli

25. Your kitchen?
di dapur kosan..yang dulunya ada di depan kamar tapi sekarang dipindah ke belakang


26. Your favorit color?

bright and eye catching colors

27. Last time you laugh?
satu jam yang lalu, waktu ketemu mas hand dan mb diana di admisi


28. Last time you cried?

dua malam yang lalu..frustasi ama thesis dan sedih karena kak arin mo balik ke pekan baru

29. Love?
my love is all aroud :)

30. So who wants to share their ONEs? how about?
hmmmm...maksudnya?

31. Person elected to the tag (tag ini saya wariskan kepada)
hmmm..saya belom punya banyak teman blog..jadi siapa aja yang mau nulis ini di blog mereka..saya persilahkan

hmmmm
list pertanyaan yang panjang juga ...dan telah selesai dilaksanakan

Jumat, 29 Januari 2010

Look good = Feel good 3 "a must have item : black dress"




Saya masih belom bosan posting tentang how a look good affect our feeling..

Di beberapa majalah wanita, di rubrik fashion, pernah diulas tentang beberapa item fashion yang perlu kita miliki. I'm not a fashion addict..but mengerti tentang fashion perlu juga nampaknya. Selain jeans dan kemeja putih, item fashion lain yang perlu dimiliki adalah baju hitam, biasnya sih litle black dress, yaitu dress hitam simpel saja dengan potongan sederhana sepanjang lutut..

Dan saya beruntung akhirnya saya menemukan my own litle black dress. maklum, orang berbadan ekstra seperti saya jarang kebagian baju-baju bagus..he he..
Baju hitam saya ini, saya temukan di sebuah factory outlet di malioboro, bukan dress seperti biasa, baju ini berbahan kaos lycra yang mengikuti lekuk tubuh termasuk tas pinggang saya ..ha ha. Meskipun bisa memperlihatkan tas pinggang saya, tapi baju ini membuat saya terlihat amat elegan, apalagi jika dipasangkan dengan jilbab abu-abu bermote cling-cling yang dikasih ii..Biasanya saya memakai baju ini dengan gaya standar, jeans, jilbab sewarna jeansnya.

Tapi setelah melakukan uji coba untuk memasangkan baju ini dengan kemeja batik mega mendung biru waktu di bali dan vest putih gading jadi-jadian yang saya punya, jadilah hari ini saya mencoba untuk tampil seperti itu lagi..dan dengan sedikit polesan make up tipis..siaplah saya bergaya untuk memperlihatkan how do I feel good by this way..


btw, akhirnya saya berfoto juga dengan sepatu hitam putih itu..keren kan sepatunya?

kenapa harus iri?

Postingan lama saya di fesbuk..
pengen aja di share disini, siapa tau berguna


Kadang saya berharap kalau saya berasal dari keluarga kaya raya..tidak perlu harus konglomerat seperti aburizal bakrie..tapi cukup diatas rata-rata orang lain. Bisa beli apa saja yang saya inginkan, baju bagus, tas kulit, sepatu bermerek tanpa harus merasa tidak enak dengan orang tua karena orang tua saya punya uang segudang.., bisa kuliah dengan kendaraan sendiri, bukan menyewa seperti sekarang, bisa kos dengan kamar yang luas atau sekalian aja orang tua saya bisa membelikan sebuah rumah buat saya di jogja...dan yang paling penting, saya bisa pulang ke padang kapan saja orang tua saya rindu dan kapan saja saya mau

Itu juga yang sering membuat saya iri dengan banyak teman saya..iri dengan kemudahan mereka memperoleh barang-barang bagus, dan iri dengan uang saku yang berlimpah...saya iri..sangat iri...

Tapi alhamdulillah, dimasa-masa iri itu saya sering berbagi perasaan dengan teman-teman saya hingga suatu kali sampailah suatu kali kami berbicara tentang perasaan iri tersebut. Saya kemudian menceritakan beban perasaan saya kepada mereka..kepada orang-orang yang menjadi objek perasaan iri saya...tak lama kemudian kami saling terdiam..

Kemudian salah seorang teman menyampaikan bahwa betapa dia iri dengan saya.. Teman saya itu kemudian bercerita bahwa dia iri kepada saya karena orang yang bijaksana..memiliki kemampuan berkomunikasi yang bagus, gampang dekat dengan orang lain..bisa memasak...
Kemudian seorang teman lainnya menyambung bahwa dia iri melihat saya yang seakan -akan tidak pernah mengalami masalah pelik..everybody does right? tapi bagi mereka, saya terlihat lempeng-lempeng aja menghadapi hidup...dan saya terkejut..Saya seringkali merasa bahwa saya bukanlah objek iri hati orang lain.seketika itu juga rasa iri saya lenyap..

Hanya karena melihat satu kenikmatan di orang lain, saya lupa melihat segala kenikmatan yang saya punya. Keluarga saya memang tidak kaya raya..papa saya seorang kontraktor dengan pendapatan "rasaki harimau"..kalo lagi bagusnya bisa banyak sekali, kalo lagi sepi ya sepi..sedangkana mama saya seorang perawat yang di gaji bulanannya kami bersandar kalau papa sedang mengalami masa pasang surut..Tapi kondisi inilah yang membentuk saya menjadi risk taker, membangkitkan kreatifitas dan membentuk jiwa enterpreneurship saya..dari masa masa sulit itu jugalah saya belajar untuk bekerja keras ( at least berdagang dulu) untuk membeli apa yang saya inginkan...

Sebaliknya, Keluarga saya dengan segala kondisinya membentuk saya menjadi orang yang sangat menikmati hidup..saya tidak pelit dengan diri sendiri..saya suka tidak berpikir dua kali membeli barang kalau saya punya uang..

Ah, ternyata bener kata seorang teman..hidup itu sawang sinawang..saling melihat..ketika saya melihat hidup orang, maka seringkali saya lupa dengan kehidupan saya..padahal belum tentu kehidupan mereka cocok dengan saya..

Ternyata benar apa kata Papa saya, kata-kata yang selalu beliau ucapkan ketika saya mengalami penurunan..entah penurunan nilai, engga lulus ujian, engga lulus tes.."tidak mungkin kita memiliki semua hal yang kita inginkan di dunia ini.., kecantikan, kepintaran, kekayaan dan hal lainnya..jika kita memiliki semua itu, lalu dimana kesempatan orang lain?

Ah saya malu...malu sekali.. ternyata menurut teori Mashlow, konsep pemikiran saya akan kemakmuran baru sampai kebutuhan akan materi..saya masih belum melangkah kemana-mana..


* mengenang masa-masa bercerita disudut kamar dengan beberapa teman..

Rabu, 27 Januari 2010

Look good = Feel good 2


Saya menemukan baju putih gading saya dimakan rayap karena terlalu lama di taroh dibalik pintu kamar..syukurnya hanya bagian lengan aja. jadi bagian badannya masih bisa diselamatkan..Jadinya saya guntinglah itu kedua lengan...

Setelah di rendam semalaman, baju itu akhirnya bisa juga dibersihkan. tapi ternyata butuh dua kali pencucian agar baunya bisa hilang. setelah selesai digunting jadinya seperti vest, tapi lebih klasik. he he .

Hari ini saya ke kampus dengan gaya persis seperti foto diatas. saya menemukan padanan yang pas untuk dress hitam favorit saya. baju itu (menurut saya) jadi keliatan makin keren..he he Padanan sepatu hitam putih dari ii makin mengaskan tema black and white for today..

Meskipun hari ini harus di revisi lagi..saya tetap merasa awesome...
Look good feel good so works!

Dress for today :
Jeans biru yang bahannya dibeliin mama, ongkos jahitnya 45 ribu
dress hitam lycra; beli di FO Mulia malioboro IDR 59K
Vest lace putih gading : asalnya dari blouse putih gading : belinya di FO 3 tahun yang lalu IDR 30K
Jilbab abu-abu payet : dikasih ii
sepatu hitam putih : dari ii juga, dan lagi-lagi lupa berfoto dengan sepatu..
tas : karena hari ini mo ke kampus ketemu pembimbing, saya pake ransel eksport butut..

Senin, 25 Januari 2010

hujan dan impian itu...


hujan deras dan saya terjebak di kampus bersama teman-teman
tapi kampus kami cukup nyaman untuk berteduh dan dibuka hampir dua puluh empat jam, yang penting bawa bekal dan tahan kalo sepi.

sebenarnya saya sangat menyukai hujan..tapi saya tidak suka kalo terlalu lama terjebak di kampus. bisa mati gaya. fesbuk dah habis dibolak-balik, imel dah baca semua, dan sudah tidak ada lagi yang bisa diajak ngobrol, kalopun ada hanya sekedar basa basi.

selama dua tahun belakangan ini, setiap kali hujan turun setiap kali itu pula hati saya perih..meskipun hujan selalu menyenangkan, bagi saya hujan menyimpan cerita
sedih..

Dua tahun yang lalu seorang pria pernah menawarkan impian indah dikala hujan
sebenarnya impian indah itu hanya hal yang sederhana saja..
di kala hujan turun, kami akan menghabiskan waktu berdua bercengkrama memandangi hujan di teras rumah kami di jogja, dengan dua cangkir teh hangat dan sepiring gorengan sebagai temannya. Hujan deras di sore hari, dua cangkir teh dan sepiring gorengan dan berbagai cerita untuk dibagi..sungguh sederhana..hanya sesederhana itu..

Dan ternyata...
impian sederhana itu hanya sekedar impian..
berlalu bersama bulir hujan di hari-hari berikutnya..
tidak pernah bisa kembali ataupun diwujudkan...

diluar hujan masih turun dengan derasnya...
dua tahun telah berlalu namun mimpi itu tak kunjung berlalu..

Gambar diambil disini

Jumat, 22 Januari 2010

1-0

Hari ini seharusnya saya menyerahkan revisi draft thesis saya ke bapak pembimbing saya nan baik hati itu. Tapi ternyata seorang teman memberi tahu kalau si bapak sedang sakit..hmmm..saya menarik nafas sebentar. antara kecewa dan sedih.. kecewa karena saya sudah berusaha menyelesaikannya kemaren sehingga bisa diserahkan hari ini dan sedih karena karena si bapak sakit...

Kadang kita suka begitu ya..
giliran diberikan tenggang waktu yang slow, kitanya ikutan slow...sampe kadang acuh aja ama kewajiban, sampe bingung deh yang ngasih tanggung jawab, "keperluan siapa siy?"
Giliran diberikan tenggat waktu yang amat tipis, isinya panik melulu, sampai sampai apa yang harus dikerjakan sudah tidak terbayang, pokoknya riweuhlah kata orang sunda.

Nah sekarang itu semua terjadi pada saya..
giliran saya sudah selesai, bapaknya sakit.
lha bukan salah si bapak kalo dia tiba-tiba sakit, namanya juga manusia..

Kayaknya saya yang salah deh..iya. emang saya yang salah.
kenapa kemaren giliran si bapaknya sehat-sehat aja saya malah belom selesai revisi?
aih aih..kedudukan sementara 1-0 untuk bapaknya ..

Cepat sembuh ya pak..biar cepat bisa meriksain draft thesis saya...biar saya bisa menyamakan kedudukan :)

Sabtu, 16 Januari 2010

Look good = Feel good


Kemaren malam, saya dan laras bermaksud mengakhiri our never ending daily dinner @burjo..maklum anak kos, tengah bulan plus musim hujan pula, jadilah burjo merupakan penyelamat kami. Perginya sih ga jauh-jauh dari mall. Pilihan kami jatuh untuk makan menu korea di Bee's Galleria. Selain makanannya enak, harganya juga tidak sampai membuat kantong kami kering kerontang.

Tapi bukan soal makan di bee's yang ingin saya ceritain disini. Tapi soal baju yang saya pake. Beberapa hari ini saya menemukan banyak inspirasi berpakai dari hasil blogwalking. Dan semua semakin menyenangkan karena yang menjadi sumber ide adalah para muslimah. Mereka semua ada di daftar blog yang saya ikuti, just klik one by one and be patient ..he he .

Saya melihat bahwa fashion tidak semata tentang barang bermerek yang melekat di tubuh, tapi juga tentang bagaimana kita memakainya. Barang murah dipakai dengan cara mahal ternyata bisa terlihat mahal dan begitu juga sebaliknya.

Nah, kemaren malam, saya berniat untuk well dressed..meskipun cuma buat makan malam. and voila...I feel awesome and gorgeus..

Yang saya pake :
* jeans lama yang sudah minta dipensiunkan tapi cuttingnya bagus...harganya sih cuma IDR 100K (harga bahan dan ongkos jahit)
* jilbab berqo punya mama (sederhana tapi saya suka payetnya yang sewarna dan tidak norak, for free)
* Manset hitam beli di galeria mall, IDR 30 K
* Kaos Ungu longgar berkerah, beli di FO harganya IDR 30K
* tas krem merek guchi, hadiah dari agus
* dan sepatu tip toe 3 cm berwarna hitam putih hadiah dari ii, sayang saya ga sempat berfoto dengan sepatu itu
* belt manik-manik karet pemberian laras..
* Kalung etnik hadiah dari aan

PS : Hari ini saya keluar lagi dengan seorang teman ke amplas dengan baju dan gaya yang sama ( kemaren malam kan keluarnya cuma bentar)dan saya menemukan banyak hal diantaranya:
1. Dress well ternyata mendongkrak kepercayaan diri..meskipun awalnya canggung, lama-lama menyenangkan..
2. Beberapa kali saya diliatin oleh perempuan-perempuan yang sebagian besar berbadan lebih bagu dari saya but not dress wel..mungkin mereka kagum, iri atau memandang sinis? what everlah..tapi yang paling lucu adalah ketika saya melihat seorang wanita, dengan postur yang lebih ramping, tapi hanya memakai pakaian sangat seadanya..melihat saya berkali-kali dan kemudian langsung memeluk suaminya..he?..maksudnya apa mb?
3. Promise my self to wear as good as i can..and i will always try to feel good so I can look good ..

anyway, today is awesome !!

Selasa, 12 Januari 2010

musim hujan kali ini...

Hampir tiap sore Jogja disiram hujan. Selagi tidak disertai angin
kencang dan petir yang menyambar-nyambar, saya masih pencinta hujan.
Hampir semua musim hujan selama 4 tahun ini saya lewatkan di Jogja dan
selama itu pula saya hanya bisa membayangkan betapa enaknya berkumpul
bersama keluarga besar ketika hujan.

Adik-adik saya yang jumlahnya tiga orang itu biasanya akan sibuk
meminta kakaknya ini membuat gorengan. apa saja, entah pisang goreng,
bakwan, bahkan kadang hanya sekedar tahu yang direndam dengan air garam
atau tempe yang digoreng tepung.

Biasanya mereka akan menunggu dengan sabar dan menyiapkan segelas teh
atau kopi instan panas sebagai teman makan gorengan. Bakwan, tahu atau
risoles di rumah saya ataupun di kota padang pada
umumnya disajikan dengan kuah cabe yang dibuat dari cabe giling yang
disiram air panas mendidih ditambah dengan beberapa sendok gula,
beberapa iris bawang putih dan sedikit cuka atau asam jawa. Setelah
gorengan matang dan kuah cabenya jadi, berikutnya akan terjadi gerakan
bolak balik ke dapur setiap kali gorengan diangkat hingga gorengan
habis. Hanya tersisa tumpukan piring kotor karena kami memakan gorengan
plus kuahnya dipiring-piring tersebut. Dan tak lama kemudian para
pemakan gorengan satu persatu menarik selimut dan tidur.

Di hari lain masih di musim hujan, biasanya kami akan bergantian di
dapur untuk memasak mie instan favorit dengan cara masing-masing. Ayah
saya menyukai mie instan rasa kari ayam buatan pabrik mie terkenal yang
dimasak lengkap dengan sayuran, daun bawang, seledri dan bawang goreng
dengan telur yang diaduk cepat sesaat sebelum mi instan diangkat dari
panci. Sementara versi ibu saya tidak kalah nikmatnya. Beliau hanya
akan merendam mie instan rasa ayam bawang ditambah daun bawang yang
telah diiris, cabe rawit, irisan tomat dan seledri dengan air mendidih
lalu di tutup. Setelah dianggap cukup empuk, tutup mangkok akan dibuka.
Aromanya segaaarrr sekali. Baru kemudian bumbu dan pelngkap dimasukkan
dan diakhiri dengan percikan air jeruk nipis...hmmm

Di Jogja, musim hujan membuat warung bubur kacang ijo dipenuhi oleh
anak kos. Ya warung murah meriah yang menyediakan makanan fast food
(yang memang tersaji cepat) merupakan pertolongan pertama bagi kami
anak kos yang kelaparan dan mati gaya kalo hujan tidak kunjung reda.
Akang-akang di burjo ( kebanyakan burjo dimiliki oleh orang kuningan)
akan dengan sigap memindahkan bakwan, tahu isi, tempe, pisang molen ke
baki-baki gorengan, menyiapkan mie instan rebus, bubur ayam ataupun
hanya sekedar segelas susu kental manis coklat hangat.

Hmm..meskipun tidak berada di rumah, musim hujan yang saya lewati tetap
saja menyenangkan. .Postingan yang tidak terlalu penting. mudah-mudahan
tidak di banned ama moderator :)

Jumat, 08 Januari 2010

hmmmm....

saya selalu jatuh cinta pada pria-pria yang bacaan sholatnya bagus...
seperti Papa dan adik bungsu saya - abi, yang hafalan juz ammanya yahud..


seperti pada pria yang wajahnya mengalihkan duniaku..meski dia jadi imam di sholat zhuhur, tapi saya tau dia bacaan sholatnya Insya Allah bacaannya diatas rata-rata..


dan seperti pria yang jadi imam pada sholat magrib dalam dua hari ini..^_^

dibawa ketawa aja

Mungkin thesis ini terlalu membunuh saya..sehingga lama-lama malah cuma dibawa ketawa aja.

Hari ini pengolahan data pertama setelah beberapa minggu sebelumnya kuisioner saya yang jumlahnya 200 biji itu disebarkan dengan susah payah. akhirnya...
tapi setelah di olah, dari 5 variabel yang diuji..semuanya ga signifikan
setelah, data yang sebarannya tidak normal dihapus beberapa, masih juga tidak signifikan..


Ya udah...
Ketawa aja deh..setelah itu bunuh diri dulu..
besok kita mulai kehidupan yang baru lagi..dengan semangat baruu

Rabu, 06 Januari 2010

lebih muda, lebih tua atau seumuran

ada temen kos yang kemaren dengan malu-malu bercerita kalo dia lebih suka dengan pria yang jauh lebih tua. Dia menyukai pria dengan umur 23 tahun keatas sementara umurnya sendiri belom genap 19 tahun.

Saya cuma senyum-senyum aja
dalam kepala saya yang ada cuma pertanyaan: " Emang kenapa gitu?"

Emang ada yang salah dengan pria yang lebih tua? begitupun pertanyaan berikutnya, emang ada yang salah dengan pria yang lebih muda? atau seumuran sekalipun?

perjalanan hidup membawa saya untuk bisa melihat sebuah hal dari berbagai sudut..
saya memahami bahwa setiap keputusan yang dibuat oleh seseorang pasti ada alasannya..
dan setiap keputusan pasti ada plus minusnya bukan?

jadi?
ya biarin aja :)

Selasa, 05 Januari 2010

tujuh hari dalam seminggu

Hey,
Postingan pertama niy di 2010...
mudah-mudahan makin rajin nulis, seperti si debi yang rajin banget nulis tentang kehidupan barunya belakangan ini. huh, jadi iri..kehidupan baru pasti punya banyak cerita baru..*dasar manusia ga bisa bersyukur.

Tapi, siapa bilang hidup saya ga punya cerita juga..
hari ini saya sudah bisa tertawa lagi karena satu cerita. Mungkin bukan hari ini secara penuh, soalnya saya memulai pagi dengan air mata dan kepasrahan tingkat tinggi akan nasib thesis saya...thesis oh thesis..

Sore ini saya baru mengetahui dengan pasti kalo pria yang selama ini wajahnya mengalihkan dunianya saya itu berbeda dengan yang selalu saya bayangkan dalam pikiran saya. Yang ada dalam pikiran saya, dia bernama X, temannya teman kos saya, statusnya complicated. sedangkan yang sebenarnya, pria ini bernama Y, bukan temannya teman kos saya dan statusnya Happy husband. Kesamaannya hanyalah mereka berdua kuliah di tempat yang sama..di gedung yang sama dengan yang saya datangi setiap harinya.

Pertama kali saya melihatnya, saya langsung mengklaim dia sebagai pria pujaan hati. Semua semakin menguat ketika beberapa kali ketika sholat zuhur, saya melihat dia menjadi imam..deuuuuhhh serasanya dia adalah imam pribadi saya...rasanya saya ingin mencium tangannya setelah sholat usai..rasanyaaaa..huhuuuhuuu

Mungkin saya jatuh cinta pada pandangan pertama..
Dia memiliki semua yang saya inginkan dari seorang pria; alim, pintar dan gagah
Pria itu menjadi salah satu penyemangat saya kalau ke kampus..
dia telah membuat status fesbuk saya penuh dengan komentar..
dan membuat tujuh hari dalam seminggu saya menjadi lebih berwarna..

Tapi ternyata
Pria itu hanya boleh di lihat tapi ga boleh di dekati....


Ha ha ..whateverlah
yang penting akhirnya saya bisa tertawa lagi..meskipun menertawai diri sendiri