Senin, 23 November 2009

sedang sedih

Sudah hampir 2 tahun saya menjalani kehidupan tanpa bumbu kisah asmara. tepatnya setelah kisah saya dengan seorang pria berakhir tidak seperti yang saya harapkan. Lama setelah itu, setelah ruang hati saya sudah mulai bisa saya tata kembali, saya tidak kunjung dekat dengan seorang priapun. Entah mengapa, setiap kali ada yang tidak sesuai dengan saya, saya langsung menghentikan perasaan tersebut begitu saja, padahal belum tentu dia juga mau dengan saya.

Mungkin luka yang saya alami adalah luka dalam. Tidak keliatan dari luar tapi membekas teramat lama dan kemudian hati dan alam bawah sadar saya memerintahkan saya untuk tidak lagi membiarkan diri saya jatuh lagi berkali kali ke dalam kubangan patah hati, karena hati saya tau betapa susahnya saya untuk bisa bangkit dan membersihkan diri dari lumpur di kubangan tersebut.
Bagi saya sendiri ternyata cukup menyenangkan. Saya bisa melakukan banyak hal yang saya inginkan tanpa harus berkonsultasi dengan pasangan, tanpa harus memikirkan banyak kepentingan lainnya. Saya bisa kemana-mana selagi saya bisa dan saya punya uang entah itu liburan, entah itu mengunjungi saudara, pulang ke padang, dll.

Tapi sesungguhnya sayapun seringkali merasa sepi..kesepian tepatnya.
selama dua tahun saya terbiasa dengan sms dan telpon dari seseorang. entah itu rayuan, nasehat atau bahkan yang berisikan komplain. dan tiba-tiba semuanya lenyap begitu saja..itu hanya sakah satunya..yang lainnya adalah saya seringkali haus memalingkan muka saya ketika melihat tangan bergenggaman, tatapan mesra diantara sepasang kekasih..

sungguh saya rindu dengan semua itu tapi mungkin ini perasaan sesaat saya saja.
tapi saya harap mudah-mudahan tidak lama karena saya sedang tidak ingin menangis

Jumat, 06 November 2009

people change

semalam, saya mengunjungi teman kuliah di PPAK dulu. Istrinya baru melahirkan seorang anak laki-laki. Jadilah dengan hebohnya saya mengumpulkan beberapa teman untuk berkongsi membeli kado buat si baim kecil. Proses membeli kadonya juga cukup heboh, telpon dulu si bapaknya, mau dikadoin apa, eh bapaknya malah ga segan ama kita. Karena ada 4 orang dengan sumbangan @ 50rb, jadilah kita bisa mendapatkan 1 buah gendongan dengan kualitas bagus dan tas perlengkapan bayi kualitas medium.

Teman saya ini, termasuk orang yang amat sangat cuek, seenaknya sendiri dan pemalas pada masa kuliah dulu. Dia selalu datang dengan mata merah, entah karena kurang tidur atau kebanyakan tidur. amat jarang sholat juga..pokoknya jelek2nya banyak deh

Tapi tadi malam saya melihat hal yang berbeda
dari caranya bercerita, caranya berbicara dan cara dia memandang hidup..semua terasa amat berbeda. Ada banyak kalimat syukur dalam ucapannya. Mungkin karena sekarang dia kerja di bank syariah atau mungkin karena kehadiran si Baim..yang pasti saya melihat rona bahagia yang amat sangat serta rona kedewasaan dan kebapakan di wajahnya

Dan saya tersadar..bahwa orang bisa berubah..asal diberi kesempatan untuk berubah
asal ada tekad yang kuat dan asal di semangati..