Rabu, 12 Agustus 2009

"What is the hardest thing of being fat?"

Beberapa hari lalu saya berangkat ke Jakarta..

Ngapain?
saya susah untuk menjawabnya..mau jujur takut jadi bahan tertawaan yang kemudian memundurkan niat saya untuk mencoba..mau ga jujur..takut dosa..orang seperti saya kadang susah untuk tidak mendengarkan kata-kata orang lain. Tapi sekarang, saya tidak akan mudah terpengaruh lagi..this is my own life right?
Saya ke jakarta untuk mengikuti audisi The Biggest Loser Asia. Sebuah kontes yang menantang orang untuk berkompetisi menurunkan berat badan terbanyak. Audisi ini bentuk keberanian saya untuk melakukan hal -hal baru yang menurut saya diluar pikiran saya selama ini. Sebenarnya ini bukan hal baru lagi, diet dan olahraga sudah menjadi bagian dari saya bertahun tahun lamanya..Pertanyaannya dah terjawab kan?

Kok mau jauh-jauh dari Jogja, panas-panasan ga bisa tidur selama 8 jam di kereta bisnis hanya untuk itu?
Terus terang, saya bukan ingin jadi artis..jauh sekali dari niat itu..paling hanya kakak dan adik saya saja yang sibuk membayangkan punya saudara artis..ha ha.
Terus terang, saya paling tertarik dengan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dengan trainer profesional dan pola makan yang diawasioleh ahli gizi. Lebih jauh lagi..saya ingin membuktikan bahwa saya BISA. Motivasi lainnya adalah keinginan saya untuk melihat binar kebahagiaan di mata mama jika ini terwujud...melihat saya dengan berat badan dalam range normal adalah mimpi beliau sejak lama..

Ada banyak pertanyaan yang harus saya jawab dalam form pendaftaran..
Salah satunya adalah .."What is the hardest thing of being fat?"

Pertanyaan yang bagi orang-orang seperti saya dan banyak orang lain dengan kekurangan ( atau kelebihan) akan menimbulkan jawaban yang amat sangat panjang...karena jawabanya pasti lebih dari satu...

Bagi saya, hal terberat dari menjadi orang dengan berat adan diatas rata-rata adalah selalu / sering menjadi objek penderita dari olok-olokan banyak orang. Di TV, ada banyak orang gendut yang menjadi bahan tertawaan, di lingkungan sekitar bahkan di ruang kelas sekalipun hal itu dianggap lumrah.. saya dan orang-orang lain yang senasib, dianggap akan baik-baik saja jika diledekin, dicemooh, dijadikan bahan tertawaan. ...Teman-teman terdekat saya mungkin sangat paham kalau saya sangat tidak suka menjadi objek penderita..tapi saya tidak bisa memaksa orang untuk mengerti akan hal yang sama..

Tapi sebenarnya, hal terberat dari menjadi orang dengan berat badan berlebih adalah..banyak orang yang tidak bisa menerima saya apa adanya..with my plus and my minus..plus seringkali tertutupi oleh minusnya...seringkali yang terlihat hanya minus yang berupa plus di berat badan itu saja...dan itu terjadi bertahun tahun...

Tapi kitalah yang memegang kendali atas kehidupan kita sendiri..bukan orang lain..
Seharusnya tidak ada yang bisa menjatuhkan kita kalau kita tetap ingin berdiri tegak..
Dan saya memilih itu..meski sekali-sekali..(atau mungkin berkali-kali?) saya jatuh..tapi saya selalu berusaha berdiri lagi..

Saya kemudian tidak lagi membiarkan diri saya menjadi bahan olok-olokan karena kekurangan fisik saya..begitupun saya tidak membiarkan orang lain dengan kekurangannya menjadi bahan olokan orang lain..tidak ada orang yang ingin berada di posisi itu..sama sekali..

Audisi di Jakarta itu membuka mata saya bahwa banyak orang berbadan besar seperti saya seringkali tidak lagi punya kekuatan untuk menengakkkan kepala dan berkata kepada dunia "inilah saya apa adanya..". pembicaraan antar orang-orang gedut itu kebanyakan berisikan penolakan-penolakan terhadap diri sendiri, keputusasaan atau ketidakpercayadiriaan..Mungkin tidak banyak orang yang tau bahwa ejekan, cemoohan caci maki telah menorehkan luka dalam pada diri banyak orang selama bertahun-tahun..

tapi tidak sedikit juga dari orang-orang tersebut yang kemudian memaknai itu semua sebagai penguatan diri sendiri..membuktikan kepada banyak orang bahwa apa yang dilakukan orang lain terhadap dirinya tidak berarti apa-apa..Dan saya akan menjadi salah satunya..saya tidak akan mudah patah..


Di luar itu semua..apapun hasilnya..saya senang bisa mendapatkan pengalaman baru..bertemu dengan orang-orang senasib..merasa hebat (karena mampu mengalahkan diri sendiri..), merasa beruntung ( karena disana saya bisa menjadi size M, L atau apapun yang saya mau)..dan merasa dicintai ( dengan dukungan penuh dari sahabat-sahabat saya..semua bersemangat dan membuat saya maikn bersemangat..) dan merasa bersyukur bahwa Allah mengkaruniai saya kehidupan yang sedemikian luar biasa hingga saya bisa belajar banyak dari apa yang saya alami...

Untuk semua orang gendut yang hari itu ngantri audisi di pacific place..
Senang bertemu anda..orang-orang dengan hati yang lebar

2 komentar:

idhan hulwah mengatakan...

Apapun bentuk tubuh kita. Yang penting kita masih sehat. Alhamdulillah..

Berbadnng terbalik dong dengan saya yg kekurusan :))
Lihat post blog saya bahas mengenai main fisi di
http://idhan86.blogspot.com/2014/03/mainnya-fisik.html

Hesty Wulandari mengatakan...

iya mb idhan..alhamdulillah..
yang kurus sibuk disuruh gemukin badan..yg gemuk disuruh kurusin badan..ga selesai-selesai deh :)

makasiy ya sudah mampir.
Salam Kenal