Rabu, 15 Juli 2009

kembali

Cukup lama saya tidak menulis di sini..terus terang daya tarik facebook membuat saya lupa memperbaharui kembali jurnal ini. namun gara-gara melihat si uda vizon meluncurkan website dengan namanya dot com, ketemu mas penganyam kata di fesbuk dan baca updatetan debi beberapa hari ini, saya tergoda untuk kembali menulis..mengasah kepekaan saya dalam merangkai kata-kata..

Belakangan hidup saya sangat berwarna, sangat naik dan turun.

Hal yang terbaru yang saya temukan, yang ternyata cukup menguras emosi saya adalahternyata banyak orang yang berubah setelah menikah..termasuk saudara dekat saya sekalipun. hmm..mungkin ini karena saya belum menikah sehingga saya tidak tahu persis apa yang terjadi setelah pesta usai..atau mungkin saya harus menikah dulu dan berubah agar saya tau apa alasan dibalik semua ini

Orang - orang yang berubah setelah menikah ternyata menyadarkan saya bahwa saya sangat sangat mencintai orang tua saya. Saya sangat sedih ketika mereka sedih dan semakin sedih ketika saya belum mampu melakukan apapun untuk mengurangi beban mereka. Papa saya yang gagah itu sekarang sudah mulai menua. Beliau berusia 56 tahun tanggal 6 juli lalu. Semalam sebelum ulang tahun beliau, saya mengirimkan imel ke kakak saya yang isinya tulisan saya untuk beliau beserta ucapan selamat ulang tahun. saya tidak tahu persis apakah ucapan tersebut sampai ke tangan beliau, maklum kakak saya juga sibuk. Pagi harinya saya sempatkan menyapa beliau dan mengucapkan selamat ulang tahun beserta doa-doa saya dengan suara tercekat...Mama saya yang sangat mirip dengan saya itu 3 hari yang lalu berulang tahun ke 53. Beliau masih mama saya yang sederhana dengan nada bicara yang bagi orang yang tidak kenal beliau dianggap nada marah, beberapa kali ketika saya menelpon beliau bercerita dan mengungkapkan keluh kesahnya. Mungkin sekarang beliau tidak punya temen cerita lagi untuk berbagi..dan selalu diakhir cerita beliau mengatakan " ga usah dipikirkan ya..mama hanya mau bercerita..". Mama dan papa..semoga saya segera bisa mengambil alih beban itu dari pundak kalian berdua...I love you

Enough about sad story..
Sekarang saya ingin berbagi tentang cerita bahagia. Tinggal satu semester lagi menjelang gelar master ini saya genggam..meskipun bisa lebih tapi saya berharap bisa menyelesaikan semua tepat waktu. Pembimbing thesisnya sudah di umumkan dan saya mendapatkan pembimbing yang sangat lembut hatinya. Pada awalnya saya takut kalo saya kebablasan menghabiskan waktu untuk berleha-leha kalau dapat pembimbing yang terlalu baik. Soalnya saya seringkali seperti kuda, dipecut dulu baru lari, nah takutnya kalo dapat bapak sebaik beliau, saya ga termotivasi. Tapi alhamdulillah, kebaikan hatinya membuat saya sungkan dan kemudian memicu saya untuk sungguh sungguh dan hasilnya artikel pilihan saya untuk dasar thesis diterima dengan baik..Yippie..di semester tanpa bekerja ini menyadarkan saya kalau saya ternyata lebih maksimal jika ditekan sana sini seperti ketika saya kuliah sambil bekerja dulu...jadi semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri.

Nah, selain kuliah, saya ikut serta membentuk beberapa klub di kampus, mulai dari klub jalan-jalan hingga klub bulutangkis. Di berbagai klub itu saya terpaksa menduduki jabatan bendahara dan manajer. Terpaksa? ya iyalah, jadi bendahara mesti siap-siap nombok, jadi manajer, siap siap sibuk dan pusing..tapi ga papalah itung-itung melatih kesabaran dan melatih kemampuan manajerial..

hmm apa lagi ya?
wah sepertinya cerita saya nano-nano sekali..
tapi ga papa, senang rasanya bisa nulis lagi disini seperti senangnya saya karena malam ini bisa tidur lebih awal..

4 komentar:

debi-ebong-bongky mengatakan...

met milad ya buat bokap n nyokap...nice to have ur blog back.
both of ur parents must miss you so much..keep on writing...oh ya blog jualan lu kok ndak update batiknya..biar gw info teman2 gw juga

Hesty Wulandari mengatakan...

gw dah ga bikin blog khusus bisnis lagi bi...:)tapi ntar gw coba deh update..thanks for the suggestion

vizon mengatakan...

selamat ultah buat bonyok (bokap n nyokap, he..). mereka patut bangga memiliki anak padusi yang tangguh seperti dirimu Hes...

betul sekali, bahwa kita sesekali butuh pecutan untuk bisa berlari kencang. saya juga begitu. tapi, bukan berarti tanpa pecutan kita boleh berleha-leha...

selamat berjuang Hes... semoga gelar Master segera diraih, dan segera menyusul kemudian gelar-gelar yang lainnya... :D

Hesty Wulandari mengatakan...

selalu menyenangkan bila menerima komentar dari uda..seperti menerima komentar dari kakak sendiri..

Sekarang saya menjadi pecut untuk diri saya sendiri agar bisa berlari lebih kencang..dan saya masih tetap ingin berlari

makasih ya uda untuk tetap terus menyemangatai
semoga uda juga segera meraih gelar doktor..(atau jangan-jangan udah ya?)