Jumat, 20 Maret 2009

Memiliki Kehilangan...

Setelah melewati minggu - minggu yang melelahkan, yang berlalu seiring berlalunya workshop kantor saya di Jakarta dan di Jogja serta acara simposium dan handover equipment ke LPPM dan Fakultas Teknik di UGM, minggu berikutnya, saya berhadapan dengan saat saat yang sangat emosional.

Dan ketika semua mulai berakhir..

Ternyata waktu berlalu begitu cepat.. tak terasa satu persatu para professor, anggota tim ahli kantor saya kembali ke Fukuoka yang kemudian dilanjutkan dengan kepulangan satu persatu anggota tim dari IMAQ (LPPMnya Kyushu University)lainnya. Rasanya baru kemaren saya mengurusi hotel mereka yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang, mengurusi mobil yang akan dipakai, jadwal meeting di fakultas Teknik, mengatur makan malam bersama setiap kali mereka akan pulang kembali ke Fukuoka. Dan rasanya juga baru kemaren saya dan teman-teman menantikan kedatangan mereka, terkagum-kagum dengan oleh-oleh yang selalu dikemas cantik walaupun isinya kadangkala tak beda jauh dengan bakpia atau kue bolu.

Para profesor itu, dengan caranya sendiri selalu berusaha menghargai pekerjaan saya, mendorong saya untuk terus bersemangat kuliah lagi dan mencari beasiswa untuk S3.

Hari terberat pertama jatuhnya Rabu lalu. Pada saat yang bersamaan dengan presentasi kuliah di kampus, kantor mengadakan farewell lunch dengan pihak UGM yang sebelumnya dibuka dengan farewell remarks oleh masing-masing kami. Walaupun tidak bisa ikut serta, tapi dari pagi saya sudah megharu biru.

Acara hari itu dilanjutkan dengan surprise party untuk Itoi sensei, Team Leader kantor saya yang pada hari itu berulang tahun.. a farewell birthday party.. Puncaknya jam 3 sore..ketika akhirnya beliau mengangkat kopernya dan mengatakan Mata ne yang artinya kira-kira sampai jumpa ( yang kalo saya tidak salah di gunakan untuk kemungkinan bertemu yang kecil sekali..) bukan Mata Ashita yang artinya kurang lebih sampai bertemu besok, atau sampai bertemu minggu depan, tahun depan..

Dan inilah waktu yang tepat tuk berpisah...

Hari terberat kedua jatuh jumat lalu, waktunya farewell dinner dengan my boss; Mr. Izumi..

Sebagai general planning officer yang berhubungan langsung soal pekerjaan dengan beliau selama satu setengah tahun ini, saya sudah merasakan banyak sekali pengalaman emosional dengan beliau. Bos saya ini tipe bos sejati, perfeksionis, galak, suka tiba –tiba berubah pikiran yang membuat saya kalang kabut, ya kurang lebih seperti Miranda di devil wears prada, cuma bedanya di memakai Polo bukan prada.
Tiga bulan pertama bekerja dengan beliau membuat saya mati kutu, kehilangan senyum dan hampir kehilangan teman.

But, there's an angel in devil's body
Ketika review pertama pekerjaan saya, disaat semua orang menyalahkan saya dan disaat saya hampir menyiapkan surat resign..saat itulah dia jadi malaikat penyelamat saya..mempercayai bahwa saya sudah berusaha dengan baik di pekerjaan ini dan memberi saya kesempatan untuk memperbaiki diri dan situasi bekerja

Mungkin sudah takdirnya saya untuk selalu dekat dengan orang-orang yang sulit..dan sudah takdirnya saya juga orang-orang sulit itu bisa dekat dengan saya. Selama bekerja dengannya dia masih lebih sering menunjukkan ke-devilan-nya dari pada ke-angle-annya. Tapi dengan cara itulah saya banyak belajar dan banyak memperoleh pengetahuan.

Puncaknya ketika saya memilih melanjutkan sekolah dan teteap meneruskan pekerjaan di kantor. Saya diberikan banyak kemudahan ( jam kerja yang fleksible, tugas-tugas yang tidak seberat sebelumnya), dukungan moril melalui pertanyaan, diskusi bahkan ide-ide untuk bahan thesis.

I'm gonna miss you sir.. a lot..

Dan hari ini waktunya perpisahan terakhir dengan orang Jepang di kantor kami. Yoko Tanaka namanya. posisinya di kantor kami adalah local coordinator. Diantara semua tim ahli dari jepang, dialah yang bahasa indonesianya paling bagus. Awalnya sih nothing special from her..juga tidak ada yang bisa membuat kita dekat..

Tapi lama-lama bu yoko bisa mencair juga seiring mencairnya situasi di kantor kami. Setelah itu, kami sering makan siang bareng, kadang-kadang jalan-jalan ke mall atau sesekali nonton.

Ternyata satu setengah tahun berlalu begitu cepat..dan selama satu setengah tahun itu pula hati saya sudah tertambat disini..di keluarga besar HLPO dengan semua suka dan dukanya..dengan tawa, tangis, stress dan persahabatan di dalamnya

Dan akhirnya saya tahu..
Saya tidak akan tahu bagaimana rasanya memiliki
kalau saya tidak pernah kehilangan......


and I will spend more tears this afternoon...
seiring lambaian tangan dan sosok tubuh yang perlahan menghilang...

6 komentar:

surauinyiak mengatakan...

orang-orang memang silih berganti lalu lalang dalam kehidupan kita... itu alamiah sekali... dan semuanya itu tidak akan ada artinya, bila kita tidak bisa mengambil manfaat darinya... kekaguman terhadap seseorang sebaiknya dijadikan inspirasi untuk kita agar dapat berbuat lebih baik darinya, sehingga bisa suatu saat kita berada pada posisinya, orang lain pun akan memiliki kekaguman yg sama terhadap kita... :)

Hesty Wulandari mengatakan...

Uda,
semoga saya memang bisa mengambil manfaat dari mereka semua dan menjadikannya sebagai sumber insiprasi seperti yang saya ambil dari cerita-cerita uda di blog..

Daniel Mahendra mengatakan...

Bukankah di situlah indahnya dialektika hidup? Segalanya berpasang-pasangan. Kalau kita setia serta mencintai hidup, kita tak pernah merasa kehilangan akan sesuatu. Bukankah pada dasarnya semua selalu berpasang-pasangan? Datang dan pergi.

Ulang tahun? Aiiihhh...

Hesty Wulandari mengatakan...

Ya harusnya emmang begitu mas daniel, tapi kadangkala masih belom bisa untuk tidak merasakannya sebagai kehilangan..
Hayoo ada apa dengan ulang tahun? takut ketahuan umurnya berapa ya?tenang mas daniel bukannya para pria itu tua-tua keladi, makin tua makiin jadi..

nh18 mengatakan...

HHmmm ...
Ya betul sekali ...
Setiap orang pasti punya Plus dan punya Minus di mata kita ...

Tinggal kita pintar-pintar saja memilih yang terbaik untuk kita pelajari ...

Salam (kenal) saya

Hesty Wulandari mengatakan...

Pak NH18 , thanks for the comment..
salam kenal juga dari saya, mungkin sewaktu-waktu saya bisa mempraktekkan tips ice breaking seperti yang di praktekin si uda :)