Rabu, 25 Maret 2009

sorry...

Persahabatan itu katanya seperti sandwich...
Terlalu banyak campuran yang kita letakkan diantara roti tersebut maka rasanya akan semakin tidak enak..

friends,
sorry if you think that i have put too many things between us..
and sorry for being too late for me to realized what was happened..
and sorry that I cannot be the true friend for you..

hopefully you can find another better me outside..whom you can count more than I am..
Thank you for being the best I ever had...

Let me just watching you all from the distance, so i hope, by that way I will not hurt anyone else anymore...

Regards,

Jumat, 20 Maret 2009

Memiliki Kehilangan...

Setelah melewati minggu - minggu yang melelahkan, yang berlalu seiring berlalunya workshop kantor saya di Jakarta dan di Jogja serta acara simposium dan handover equipment ke LPPM dan Fakultas Teknik di UGM, minggu berikutnya, saya berhadapan dengan saat saat yang sangat emosional.

Dan ketika semua mulai berakhir..

Ternyata waktu berlalu begitu cepat.. tak terasa satu persatu para professor, anggota tim ahli kantor saya kembali ke Fukuoka yang kemudian dilanjutkan dengan kepulangan satu persatu anggota tim dari IMAQ (LPPMnya Kyushu University)lainnya. Rasanya baru kemaren saya mengurusi hotel mereka yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang, mengurusi mobil yang akan dipakai, jadwal meeting di fakultas Teknik, mengatur makan malam bersama setiap kali mereka akan pulang kembali ke Fukuoka. Dan rasanya juga baru kemaren saya dan teman-teman menantikan kedatangan mereka, terkagum-kagum dengan oleh-oleh yang selalu dikemas cantik walaupun isinya kadangkala tak beda jauh dengan bakpia atau kue bolu.

Para profesor itu, dengan caranya sendiri selalu berusaha menghargai pekerjaan saya, mendorong saya untuk terus bersemangat kuliah lagi dan mencari beasiswa untuk S3.

Hari terberat pertama jatuhnya Rabu lalu. Pada saat yang bersamaan dengan presentasi kuliah di kampus, kantor mengadakan farewell lunch dengan pihak UGM yang sebelumnya dibuka dengan farewell remarks oleh masing-masing kami. Walaupun tidak bisa ikut serta, tapi dari pagi saya sudah megharu biru.

Acara hari itu dilanjutkan dengan surprise party untuk Itoi sensei, Team Leader kantor saya yang pada hari itu berulang tahun.. a farewell birthday party.. Puncaknya jam 3 sore..ketika akhirnya beliau mengangkat kopernya dan mengatakan Mata ne yang artinya kira-kira sampai jumpa ( yang kalo saya tidak salah di gunakan untuk kemungkinan bertemu yang kecil sekali..) bukan Mata Ashita yang artinya kurang lebih sampai bertemu besok, atau sampai bertemu minggu depan, tahun depan..

Dan inilah waktu yang tepat tuk berpisah...

Hari terberat kedua jatuh jumat lalu, waktunya farewell dinner dengan my boss; Mr. Izumi..

Sebagai general planning officer yang berhubungan langsung soal pekerjaan dengan beliau selama satu setengah tahun ini, saya sudah merasakan banyak sekali pengalaman emosional dengan beliau. Bos saya ini tipe bos sejati, perfeksionis, galak, suka tiba –tiba berubah pikiran yang membuat saya kalang kabut, ya kurang lebih seperti Miranda di devil wears prada, cuma bedanya di memakai Polo bukan prada.
Tiga bulan pertama bekerja dengan beliau membuat saya mati kutu, kehilangan senyum dan hampir kehilangan teman.

But, there's an angel in devil's body
Ketika review pertama pekerjaan saya, disaat semua orang menyalahkan saya dan disaat saya hampir menyiapkan surat resign..saat itulah dia jadi malaikat penyelamat saya..mempercayai bahwa saya sudah berusaha dengan baik di pekerjaan ini dan memberi saya kesempatan untuk memperbaiki diri dan situasi bekerja

Mungkin sudah takdirnya saya untuk selalu dekat dengan orang-orang yang sulit..dan sudah takdirnya saya juga orang-orang sulit itu bisa dekat dengan saya. Selama bekerja dengannya dia masih lebih sering menunjukkan ke-devilan-nya dari pada ke-angle-annya. Tapi dengan cara itulah saya banyak belajar dan banyak memperoleh pengetahuan.

Puncaknya ketika saya memilih melanjutkan sekolah dan teteap meneruskan pekerjaan di kantor. Saya diberikan banyak kemudahan ( jam kerja yang fleksible, tugas-tugas yang tidak seberat sebelumnya), dukungan moril melalui pertanyaan, diskusi bahkan ide-ide untuk bahan thesis.

I'm gonna miss you sir.. a lot..

Dan hari ini waktunya perpisahan terakhir dengan orang Jepang di kantor kami. Yoko Tanaka namanya. posisinya di kantor kami adalah local coordinator. Diantara semua tim ahli dari jepang, dialah yang bahasa indonesianya paling bagus. Awalnya sih nothing special from her..juga tidak ada yang bisa membuat kita dekat..

Tapi lama-lama bu yoko bisa mencair juga seiring mencairnya situasi di kantor kami. Setelah itu, kami sering makan siang bareng, kadang-kadang jalan-jalan ke mall atau sesekali nonton.

Ternyata satu setengah tahun berlalu begitu cepat..dan selama satu setengah tahun itu pula hati saya sudah tertambat disini..di keluarga besar HLPO dengan semua suka dan dukanya..dengan tawa, tangis, stress dan persahabatan di dalamnya

Dan akhirnya saya tahu..
Saya tidak akan tahu bagaimana rasanya memiliki
kalau saya tidak pernah kehilangan......


and I will spend more tears this afternoon...
seiring lambaian tangan dan sosok tubuh yang perlahan menghilang...

Kamis, 05 Maret 2009

Suka...

Saya suka sekali....

Es krim Stroberi
Pada dasarnya saya ga terlalu suka makan es krim dan makanan yang manis. Tapi es krim stroberi lengkap dengan selai stroberi yang asem manis itu menjadi sangat sempurna mengalah ketidak-terlalu-sukaannya saya..rasa asemnya stroberi bisa mengurangi rasa eneg yang ditimbulkan susu...Ditambah dengan traktiran es krim conello stroberi dari bu Yoko sore ini.
Ngomong-ngomong soal es krim, sampai saat ini es krim favorit saya masih di pegang oleh es krim kelenteng di padang. Rasa es susunya tidak terlalu pekat, malah cenderung soft jadi ga bikin bosan dan eneg,apalagi yang dengan potongan nangka..hmmmm yummy. Dulunya es ini di jual dengan kemasan plastik dengan harga yang bergantung pada tebalnya potongan es krim.

Pempek
Mungkin gara-gara berteman dengan Iad yang pernah lama tinggal di bengkulu dan setelah itu berteman dengan ika yang maminya tinggal di palembang sana yang mengakibatkan saya bisa kebagian pempek enak dengan jumlah banyak dan gratis pula. Dasar member klub gretongan.he he . gara-gara itu juga lidah saya menjadi lebih cerdas terhadap terhadap rasa pempek dan terutama rasa cukonya.
Sejauh ini saya memang termasuk penggila pempek..kalo di turutin bisa tiap hari makan pempek mulu..Lucunya, di Jogja saya hanya malam pempek di tiga tempat saja; mang tjek otji di jakal, pempek ulu bundar di mirota dan nyonya kamto (kadang2). Dari itu semua, pempek paling enak yang pernah saya makan ya masih pempek kiriman maminya ika dari palembang sana.

Makanan dengan sambal kacang
Ini adalah bagiannya pecel, gado-gado, lotek, ketoprak, batagor dan temen-temennya. Awalnya ketika saya sampai di jogja, rasanya aneh dan ga selera melihat menu nasi pecel tanpa mie pula, tidak ada kangkung, yang ada bayam. plus kalo melihat orang lain memakannya dengan telor asin, makin lengkaplah sudah penderitaan saya. Mungkin karena raga saya sedang berada di Jawa sementara hati dan lidah masih ada di sumatera. Di padang, lotek, pical ( begitu kamu menyebutnya), gado-gado disajikan dengan mie kuning dan bertemankan lontong atau ketupat bukan nasi.

Gado-gado dan lotek di Jogja disajikan dengan irisan tempe dan bakwan dan bumbu kacang yang diulek sesaat sebelum disajikan. Hal yang sama berlaku pada lotek dipadang, hanya saja dipadang loteknya tidak memakai potongan tempe dan bakwan tetapi memakai mie kuning. Sedangkan gado-gado padang lebih bercita rasa jawa timur daripada jawa tengah sekitanya. Bumbu gado-gado dimasak dengan santan terlebih dahulu dalam jumlah yang banyak..

Gorengan
Biasanya saya tidak terlalu menyukai makanan makanan yang sering saya buat seperti ikan bakar, brownies, ayam kecap dll. Tapi itu tidak berlaku untuk risoles, tahu isi dan bakwan. Saya berjualan risoles dan tahu isi cukup lama dilanjutkan dengan mencuri-curi jualan bakwan dan gorengan lainnya di jogja. Harga gorengan di jogja sangat murah, hanya setengah harga gorengan di padang, dengan ukuran dan rasa yang setengahnya pula. Tapi hal itu ternyata tidak menurunkan tingkat kesukaan saya terhadap makanan ini