Rabu, 25 Februari 2009

Tentang Pasangan Hidup...

Beberapa hari ini kepala saya dipenuhi tentang pikiran tentang pasangan hidup. Kesibukan kuliah dan pekerjaan yang menumpuk membuat saya cenderung mengabaikan urusan ini. Tapi ternyata itu tidak berlaku bagi orang lain disekitar saya. Menjelang detik-detik pernikahan adik saya, pertanyaan tentang kapan menikah mengalir semakin deras saja..well, just take it as the way people show that they care to me...

Beberapa hari sebelumnya, saya pernah meminta kepada Uda Nanda-tetangga saya di Padang, untuk dikenalkan kepada teman-temannya. beberapa hari kemudian datanglah imel dari dia yang menyertakan satu form yang harus diisi. Form nikah judulnya. Dikirimkan oleh pria yang ingin dikenalkan kepada saya. Ya kurang lebih mirip form taarufnya orang -orang yang mengikuti Liqo'an. Ketika form itu berhasil saya download dan saya buka, yang ada saya menjadi terpana dan merona. waduh..saya sedang memasuki areal tahapan kehidupan berikutnya...

Form itu sebenarnya menurut saya seperti form biodata ketika kita masuk kursus atau sekolah. Semua bagian mengenai identitas diri saya isi kecuali bagian berat badan.. he he let it be my own privacy...

Pertanyaan berikutnya adalah tentang visi misi, kriteria suami yang diinginkan serta penjelasan tentang saya. Hmm bagian ini cukup sulit bagi saya. Pertama karena saya orang yang cenderung suka memikirkan pendapat orang lain tentang saya dan yang kedua saya tahu bahwa orang yang akan bertukar biodata ini memiliki pemahaman agama yang lebih baik dari saya.

Belakangan saya bari menyadari ketika membaca postingan mas anjar tentang kriteria suami ideal, saya memiliki kriteria yang terlalu general tentang pria yang ingin saya habiskan hidup saya bersamanya. Mungkin ini seperti sedang membeli barang..kita menetapkan beberapa kriteria dan kemudian mulailah bowsing di internet untu mengetahui barang yang sesuai. Kalo cocok, bungkus aja.

Bagi saya, ketika memilih suami maka yang paling penting adalah dia memenuhi kriteria utama yang diinginkan oleh kedua orang tua saya. Bagi papa saya, yang dia inginkan dari seorang menantu adalah yang bisa menjadi teman untuk berangkat sholat berjamaah ke mesjid, bacaan al Qurannya bagus, dengan kata lain pria alim. Mungkin pria ini bisa menjadi pilihan..dengan catatan kalo dia memilih saya..Sedangkan bagi mama saya, yang penting punya pekerjaan tetap. Bahasa orang tua bangetlah. Pekerjaan tetap disini maksudnya adalah yang senin sampe jumat dari jam 7 sampai jam 5 berangkat kantor, punya slip gaji, punya asuransi kesehatan. Sejauh ini saya berusaha mengakomodasi keinginan semua pihak yang akan terlibat..


Bagaimana dengan saya sendiri? apa yang menjadi kriteria saya?
Setelah berbincang bincang dengan adik saya semalam, saya menyimpulkan bahwa orang yang saya inginkan untuk menjadi calon suami saya adalah orang yang berjiwa besar.
Ya berjiwa besar. Pria dengan hati yang lapang karena ternyata pada banyak sisi kehidupan saya bisa dikatakan sangat menonjol. Untuk itulah saya membutuhkan orang yang akan mendorong saya untuk terus berkarya, tidak merasa terancam karena kemampuan yang saya punya. Orang yang berjiwa besar disini adalah orang yang bangga dengan apa yang dia punya sehingga kemudian saya tidak menjadi ragu untuk menjadi his biggest fans.

Kemudian inilah yang saya tulis di biodata saya tersebut :
"Bagi saya suami adalah orang yang akan saya jadikan panutan setelah orang tua saya, pria yang akan menjadi imam dalam setiap shalat saya, orang yang padanya hidup saya akan saya abdikan, untuk itu saya membutuhkan seorang laki-laki yang bisa dijadikan sandaran, yang mampu membimbing saya menjadi lebih baik tanpa menggurui, menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang saya miliki, menjadi penguat ketika saya lemah. Pria yang mampu menegakkan kepalanya menatap kehidupan sehingga saya bisa merasa aman berjalan disisinya "...

Ada yang punya calon dengan kriteria tersebut diatas?

2 komentar:

Himawan Pridityo mengatakan...

selamat menemukan, semoga berhasil!

Hesty Wulandari mengatakan...

pengennya sih memang menemukan dan ditemukan bung HP...tapi bukannya kata-kata yang pas itu mencari ya?