Jumat, 27 Februari 2009

Hate that I have to say goodbye...

Saya benci perpisahan ...bukan karena takut tidak bertemu lagi tapi lebih karena sulitnya mengatasi rasa kehilangan dan rasa kesepian akibat ditinggalkan. Ketika lulus SMU saya harus melepas dua teman dekat saya yang diterima di UI dan Unpad. walaupun masih ada teman saya yang lain, but it feels so different..seperti ada yang terenggut dari hati saya. Rasanya kurang lebih sama seperti ketika saya harus kehilangan sahabat pria terbaik yang saya punya karena salah paham..dan dia memilih pergi...

Saya benci perpisahan..bagi saya yang paling menyakitkan dari semua itu adalah proses penyembuhan hati yang telah terlanjur porak poranda. Saat dia berlalu dari hadapan, saat itulah saya sadari bahwa terlalu banyak hal indah yang pernah saya bayangkan sebelum akirnya saya sadari saya tidak bersiap untuk hal yang terburuk....

Terakhir kemudian saya mengantarkan Nana pulang ke medan. Nana adalah teman dekat terakhir saya di Jogja. Sebagai anak yang sejak SMP jauh dari orang tua..saya pikir Nana tidak akan meninggalkan saya sendiri disini... Saya mungkin bukan sahabat yang sangat baik bagi Nana, begitupun bagi saya dia bukan yang terdekat. Masih banyak hal yang sulit saya mengerti pada dirinya...ah..saya benci harus menahan sesak di dada dan mata yang panas...saya benci mengapa saya selalu menjadi orang yang ditinggalkan.

Dan ketika perpisahan itu terjadi, saya menyadari bahwa terlalu banyak waktu yang saya lewatkan begitu saja tanpa berusaha membuatnya menjadi istimewa...Pelukan ( yang semoga bukan yang terakhir ) di Bandara dan ucapan terima kasih telah menjadi temannya membuat saya tersadar bahwa hanya perlu telinga untuk mendengar..untuk bisa menjadi seorang sahabat...

Saya masih suka membaca sms perpisahan dari Nana dan Ika..dan masih suka sedih sampe sekarang...dan itulah mengapa saya masih saja tidak suka perpisahan bahkan sampe sekarang... I miss you Ka..I miss you Na..

Tidak ada komentar: