Kamis, 29 Januari 2009

Beauty is What You Think

Tulisan ini saya buat untuk mengikuti lomba karya tulis femina dan citra dalam acara Arisan Cantik Citra di Jogja akhir tahun lalu. Alhamdulillah menang dan dapat HP. HPNya dah dijual berganti menjadi sepatu olah raga bar, bola nike untuk abi, kacamata baru, dll..he he

Industri hiburan sudah memberikan banyak perumpamaan tentang kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang wanita agar bisa dianggap cantik. Bertubuh langsing, berkulit putih dan berambut lurus adalah kriteria yang sangat umum dipakai dalam iklan produk kecantikan. Dan tidak ada yang salah dengan itu semua. Pepatah minang mengatakan “ kok mato condong nan ka rancak, kok salero condong nan ka lamak”. Artinya sudah umum diketahui bahwa mata akan cenderung tertarik kepada yang bagus-bagus dan selera akan cenderung jatuh kepada yang enak-enak. Dan itu manusiawi sekali. Selain itu mereka memerlukan standarisasi yang jelas. Bagaimanapun bisnis adalah soal bagaimana meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dan untuk itu, para pelaku bisnis di dunia hiburan harus memanjakan mata orang yang mereka hibur.

Tapi tidak perlu merasa kecil hati jika tidak memiliki kulit putih, rambut lurus dan bertubuh langsing. Toh kemajuan teknologi serta berkembangnya ilmu pengetahuan memberikan kesempatan untuk tampil secantik mungkin. Dan kita perlu bersyukur karena Tuhan telah memberikan anugerah kecerdasan yang luar biasa kepada para penemu krim pemutih wajah, metode pelurusan rambut hingga para dokter kecantikan yang mampu membuang berkilo-kilo lemak hanya dalam waktu singkat, tanpa lapar dan olahraga. Yang kita perlukan hanyalah sejumlah uang dan simsalabim..kita bisa menjadi ciderella dalam sekejap tanpa takut akan berubah menjadi upik abu lagi.

Lalu bagaimana jika kita tidak memiliki cukup uang untuk membuat kita tampil cantik? Tenang, money can’t buy everything! masih ada kriteria lain untuk bisa menjadi cantik yaitu memiliki hati dan kepribadian yang cantik atau lazim disebut inner beauty. Makanya tidak heran jika kontes kecantikan mensyaratkan seseorang untuk punya brain, beauty and behavior. Disinilah letak kecantikan itu sebenarnya. Hati yang lemah lembut dan memiliki rasa cinta kasih kepada sesama manusia, senyum yang tulus, kepribadian yang hangat akan memancarkan aura keteduhan yang kemudian akan diterjemahkan oleh hati orang lain sebagai kecantikan. Dan akan semakin sempurna jika kita mampu mengemasnya dengan baik. Kemasan adalah tentang memanjakan mata orang lain. Bagaimana caranya agar orang lain tidak menggerutu dalam hati ketika bertemu dengan kita. Entah karena kita kurang bersih ( cantik tapi bau kata P-project, kuku panjang dan hitam ), berpakaian tidak rapi atau tidak beretiket.

Pakaian, itu seperti kertas kado. Tidak perlu mahal, yang penting sesuai, baik dengan postur tubuh, warna kulit ataupun dengan acara yang akan kita hadiri. Sesekali tampil berbeda akan membuat orang terperangah. Suatu kali pada kuliah presentasi di kampus, saya merasa harus tampil istimewa, karena saya yang akan melakukan presentasi, dan itu artinya saya akan menjadi center of attention teman-teman dan dosen saya di kelas. Saya memilih baju shantung favorit saya yang berwarna merah marun. Baju itu bukanlah baju yang mahal. Hanya sehelai baju berbahan 20 ribuan permeter yang dijahit ditukang jahit murah langgaan saya. Tapi warna merah marun yang mengkilat itu terlihat sangat elegan dan berkelas jika dipakai. Agar tidak terkesan terlalu berat, maka saya memadankannya dengan celana panjang semi jins dan jilbab yang senada dan memakai sedikit pemulas pipi saya dan lipstik yang tipis agar terlihat segar. Dan sejak keluar dari kamar kos menuju kampus, saya mendapatkan pujian dari banyak orang. Apa yang mereka katakan sama halnya dengan bait lagu yang dinyanyikan oleh Lobow ” Kau cantik hari ini dan aku suka”. Dan kembali, saya merona. Tau gitu, saya tidak usah memulas pipi. Satu pelajaran buat hari itu, ternyata cantik tidak harus mahal.

Beretika atau dalam bahasa gaulnya, behave, akan membuat kita sebagai perempuan terlihat semakin anggun. Behave dalam hal ini bukan berarti harus mengikuti kursus kepribadian di tempat yang mahal, tapi bagaimana berlaku sopan, yaitu cara makan, cara berjalan, cara tertawa yang sopan. Seorang wanita yang cantik, dan sudah berpakaian bagus tapi kemudian sendawa keras setelah makan hanya akan membuat orang ilfil.

Cantik tapi ga nyambung kalo diajak ngobrol? Enggak banget deh!. Caranya? Use your brain. Rajin membaca dan mempelajari banyak hal akan membuat kita semakin menarik. At least, oang tidak akan pernah bosan untuk berada di dekat kita karena banyak sekali bahan obrolan yang kita punya. Kita memang tidak bisa menguasai semua hal, tapi setiap orang pasti mengetahui sesuatu. Maka, menguasai apa yang kita ketahui dengan baik akan membuat kita semakin cantik. Buktikan bahwa anda adalah orang cantik yang pintar, bukan cantik tapi bloon.

Yang terakhir adalah, jangan lupa bersyukur dengan apa yang kita miliki. Selain tentang sudut pandang orang, kecantikan itu adalah tentang sudut pandang yang kita punya sebagai pribadi. Jika kita sebagai pemilik tubuh saja sudah merasa rendah diri dengan apa yang kita punya, lalu bagaimana orang lain akan menilai kita cantik?. Tuhan sudah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya, jadi apapun yang kita punya, itulah yang terbaik.

So, as conclusion, kecantikan itu adalah hati yang cantik, dibungkus dengan penampilan yang menarik, pengetahuan yang luas dan disempurnakan dengan rasa syukur yang dalam.




6 komentar:

sonny mengatakan...

setujuuu
kata orang, cantik itu dr dalam. Apa tu sitilahnya. Mmm.. o ya: inner beauty :)

Hesty Wulandari mengatakan...

kalo kata lu gimana son? dah ketemu yang inner2 belom?

perniquesenja mengatakan...

akhirnya kubaca juga hasil karyamu yg 'menghasilkan' ini...
cukup satu kata madam : KEREN!!
dilanjut y bwt mengulas yg laen2 jg n klo perlu n pas ada kesempatan coba aja ikutan kompetisi menulis lwt blog.
miz u..

Hesty Wulandari mengatakan...

makasih ve..menghasilkan karena dah jadi barang lain..he he

debong mengatakan...

well done...
really nice writing!!!

Hesty Wulandari mengatakan...

makasih deb...masih belajar..