Jumat, 30 Januari 2009

pengamen dan enteng jodoh

Ketika makan siang hari ini, seorang pengamen datang dan bernyanyi di dekat meja tempat saya dan teman-teman duduk. Tidak ada yang istimewa dari pengamen itu..suaranya pun rada gimmaanna gitu..lagu pertamanya cukup mengejutkan..di siang hari yang panas, di jogja pula, lagu pembukanya adalah...jreng jreng " datanglah" lagunya kakak roma...untung lagu itu sedang di renew dan sering di puter di tv belakangan ini. jadi lumayanlah

Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan disini. Kata-kata penutup sebelum dia menunggu para pendengar memberikan uang ala kadarnya itu lo yang ga nahan....sampe sampe saya ga bisa berhenti ketawa.

begini yang dia bilang: " Ok sekian dulu lagu dari saya..terima kasih atas perhatiannya. Jangan lupa jaga kesehatan, Semoga anda semua mendapatkan mertua yang baik hati dan segera mendapatkan jodoh.."apa hubungannya dengan datanglahnya roma irama?

Pada bagian jangan lupa jaga kesehatan, itu bosku yang merasa tersindir, karena dia memang sedang tidak enak badan. Ketika si pengamen itu bilang semoga cepet dapat jodoh, saya reflek bilang amin..dengan suara keras pula...

malu-maluin ya?

Kamis, 29 Januari 2009

Beauty is What You Think

Tulisan ini saya buat untuk mengikuti lomba karya tulis femina dan citra dalam acara Arisan Cantik Citra di Jogja akhir tahun lalu. Alhamdulillah menang dan dapat HP. HPNya dah dijual berganti menjadi sepatu olah raga bar, bola nike untuk abi, kacamata baru, dll..he he

Industri hiburan sudah memberikan banyak perumpamaan tentang kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang wanita agar bisa dianggap cantik. Bertubuh langsing, berkulit putih dan berambut lurus adalah kriteria yang sangat umum dipakai dalam iklan produk kecantikan. Dan tidak ada yang salah dengan itu semua. Pepatah minang mengatakan “ kok mato condong nan ka rancak, kok salero condong nan ka lamak”. Artinya sudah umum diketahui bahwa mata akan cenderung tertarik kepada yang bagus-bagus dan selera akan cenderung jatuh kepada yang enak-enak. Dan itu manusiawi sekali. Selain itu mereka memerlukan standarisasi yang jelas. Bagaimanapun bisnis adalah soal bagaimana meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dan untuk itu, para pelaku bisnis di dunia hiburan harus memanjakan mata orang yang mereka hibur.

Tapi tidak perlu merasa kecil hati jika tidak memiliki kulit putih, rambut lurus dan bertubuh langsing. Toh kemajuan teknologi serta berkembangnya ilmu pengetahuan memberikan kesempatan untuk tampil secantik mungkin. Dan kita perlu bersyukur karena Tuhan telah memberikan anugerah kecerdasan yang luar biasa kepada para penemu krim pemutih wajah, metode pelurusan rambut hingga para dokter kecantikan yang mampu membuang berkilo-kilo lemak hanya dalam waktu singkat, tanpa lapar dan olahraga. Yang kita perlukan hanyalah sejumlah uang dan simsalabim..kita bisa menjadi ciderella dalam sekejap tanpa takut akan berubah menjadi upik abu lagi.

Lalu bagaimana jika kita tidak memiliki cukup uang untuk membuat kita tampil cantik? Tenang, money can’t buy everything! masih ada kriteria lain untuk bisa menjadi cantik yaitu memiliki hati dan kepribadian yang cantik atau lazim disebut inner beauty. Makanya tidak heran jika kontes kecantikan mensyaratkan seseorang untuk punya brain, beauty and behavior. Disinilah letak kecantikan itu sebenarnya. Hati yang lemah lembut dan memiliki rasa cinta kasih kepada sesama manusia, senyum yang tulus, kepribadian yang hangat akan memancarkan aura keteduhan yang kemudian akan diterjemahkan oleh hati orang lain sebagai kecantikan. Dan akan semakin sempurna jika kita mampu mengemasnya dengan baik. Kemasan adalah tentang memanjakan mata orang lain. Bagaimana caranya agar orang lain tidak menggerutu dalam hati ketika bertemu dengan kita. Entah karena kita kurang bersih ( cantik tapi bau kata P-project, kuku panjang dan hitam ), berpakaian tidak rapi atau tidak beretiket.

Pakaian, itu seperti kertas kado. Tidak perlu mahal, yang penting sesuai, baik dengan postur tubuh, warna kulit ataupun dengan acara yang akan kita hadiri. Sesekali tampil berbeda akan membuat orang terperangah. Suatu kali pada kuliah presentasi di kampus, saya merasa harus tampil istimewa, karena saya yang akan melakukan presentasi, dan itu artinya saya akan menjadi center of attention teman-teman dan dosen saya di kelas. Saya memilih baju shantung favorit saya yang berwarna merah marun. Baju itu bukanlah baju yang mahal. Hanya sehelai baju berbahan 20 ribuan permeter yang dijahit ditukang jahit murah langgaan saya. Tapi warna merah marun yang mengkilat itu terlihat sangat elegan dan berkelas jika dipakai. Agar tidak terkesan terlalu berat, maka saya memadankannya dengan celana panjang semi jins dan jilbab yang senada dan memakai sedikit pemulas pipi saya dan lipstik yang tipis agar terlihat segar. Dan sejak keluar dari kamar kos menuju kampus, saya mendapatkan pujian dari banyak orang. Apa yang mereka katakan sama halnya dengan bait lagu yang dinyanyikan oleh Lobow ” Kau cantik hari ini dan aku suka”. Dan kembali, saya merona. Tau gitu, saya tidak usah memulas pipi. Satu pelajaran buat hari itu, ternyata cantik tidak harus mahal.

Beretika atau dalam bahasa gaulnya, behave, akan membuat kita sebagai perempuan terlihat semakin anggun. Behave dalam hal ini bukan berarti harus mengikuti kursus kepribadian di tempat yang mahal, tapi bagaimana berlaku sopan, yaitu cara makan, cara berjalan, cara tertawa yang sopan. Seorang wanita yang cantik, dan sudah berpakaian bagus tapi kemudian sendawa keras setelah makan hanya akan membuat orang ilfil.

Cantik tapi ga nyambung kalo diajak ngobrol? Enggak banget deh!. Caranya? Use your brain. Rajin membaca dan mempelajari banyak hal akan membuat kita semakin menarik. At least, oang tidak akan pernah bosan untuk berada di dekat kita karena banyak sekali bahan obrolan yang kita punya. Kita memang tidak bisa menguasai semua hal, tapi setiap orang pasti mengetahui sesuatu. Maka, menguasai apa yang kita ketahui dengan baik akan membuat kita semakin cantik. Buktikan bahwa anda adalah orang cantik yang pintar, bukan cantik tapi bloon.

Yang terakhir adalah, jangan lupa bersyukur dengan apa yang kita miliki. Selain tentang sudut pandang orang, kecantikan itu adalah tentang sudut pandang yang kita punya sebagai pribadi. Jika kita sebagai pemilik tubuh saja sudah merasa rendah diri dengan apa yang kita punya, lalu bagaimana orang lain akan menilai kita cantik?. Tuhan sudah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya, jadi apapun yang kita punya, itulah yang terbaik.

So, as conclusion, kecantikan itu adalah hati yang cantik, dibungkus dengan penampilan yang menarik, pengetahuan yang luas dan disempurnakan dengan rasa syukur yang dalam.




Selasa, 20 Januari 2009

untitled...

"I didn’t say good bye. I didn’t say anything. I just walked away"

say goodbye pada apa sih hes...?

ga taulah..pokoknya pengen walk away and disappear for a while
tapi ternyata facebook, blogspot, YM and Skype masih terlalu menyenangkan buat ditinggalkan

ada ada aja


Note : kutipan diatas saya temukan di mbakdos.multiply.com/journal/item/113/Inayah_yang_Berbedah

Kamis, 15 Januari 2009

tentang plagiarisme dan copy-paste

Ada hal baru yang jadi perhatian saya belakangan ini terutama setelah kuliah lagi di magister sains ilmu akuntansi. Masalah plagiarisme dan copy-paste. Mungkin karena saya memasuki tataran ilmiah yang bertujuan untuk mempersiapkan para calon ujung tombak pendidikan di negara ini, maka sudah sepantasnyalah aturan-aturan baku etika pendidikan di terapkan disini.

Menurut Wikipedia, plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.(1) Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya
Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme.[2]:
  • Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
  • Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
  • Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  • Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  • Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Banyak dosen yang menggarisbawahi kata-kata plagiarisme dalam setiap pertemuan pertama awal kuliah. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang memberikan tugas akhir berupa proposal penelitian dimana celah untuk melakukan palgiarisme terbuka lebar. Salah satu dosen saya semester ini, sang begawan akuntansi Prof Zaki Baridwan bahkan mengungkapkan kekecewaannya terhadap mahasiswa yang diasuhnya semester lalu. Dari 30an mahasiswa hampir sepuluh orang mendapatkan E karena kasus ini. Padahal kuliah yang beliau asuh sudah memiliki banyak peraturan, seperti tidak boleh absen lebih dari dua kali dan berturut turut, presentasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, summary tiap kali pertemuan dan lain sebagainya.

Dan saya kemudian ikutan tak habis pikir, kok bisa?. Bagi saya pribadi, itu adalah hal yang bodoh. Bukankah selama satu semester mereka sudah bersusah payah untuk mengikuti kuliah beliau? Lalu mengapa tidak ditutup dengan manis? Lagipula, sebagai profesor, dan reviewer terkemuka untuk jurnal akuntansi, orang seperti beliau mestinya sangat peduli terhadap dunia tulis menulis dan pasti memiliki lebih dari cukup pengetahuannya untuk mendeteksi tindakan plagiarisme ini.

Mungkin sama halnya kebanyakan orang yang tidak bersentuhan dengan karya ilmiah sebelumnya, maka pada saya juga tidak terlalu concern dengan ini semua. Saya pikir adalah hal yang biasa jika kita memakai satu dua kata (yang menurut saya bukan bagian inti) untuk kemudian ditaruh didalam lembaran tugas yang kemudian diakui sebagai karya kita sendiri. Tapi ternyata itu salah dan memang salah. Seperti halnya yang diungkapkan Pak Zaki, "Rasanya memalukan sekali melihat kutipan-kutipan ( yang tidak penting) yang harusnya bisa kalian buat sendiri. Saya paham sekali bahwa kita semua sedang belajar disini, maka saya tidak menuntut kesempurnaan. Kalau kalian sudah menulis dengan sangat bagus, maka kalian tidak akan perlu lagi kuliah".

Kemudian saya juga melihat banyak orang yang sangat terganggu dengan masalah copy paste dan plagiarisme ini. Di website ini http://hsgautama.multiply.com/, saya beberapa menemukan kali tulisan : "please dilarang meng-copy foto dari blog ini. Mintalah ijin, Foto tidak jatuh begitu saja dari langit" tapi ada yang membuatnya dengan susah payah" serta tulisan : "pengen copy-paste tulisan? sebutkan Link dan Sumbernya dong. ini baru namanya bukan plagiat atau mencuri"

Ternyata banyak hal sederhana yang dianggap terlalu rumit bagi kebanyakan orang. Sama rumitnya dengan mengucapkan maaf, tolong dan terima kasih. Padahal jika hal tersebut dilakukan, maka akan timbul perasaan saling menghargai diantara kita.

Dan sepertinya saya masih harus banyak belajar....

Sumber untuk tulisan ini saya dapatkan di : http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
www.hsgautama.multiply.com
dan ide ini mucul setelah saya mencari bahan silabus mata kuliah ASP dan menemukannnya di http://www.icukranggabawono.com/jurnal/pembelajaran.pdf

Rabu, 14 Januari 2009

when?

this is a so-full -of wedding-news month....(take a deep breath then...)
when will I have my own month for my own-news-wedding ?

Jumat, 09 Januari 2009

Dance with My Father Again...

Back when I was a child
before life removed all the innocence
my father would lift me high
and dance with my mother and me and then
spin me around til I fell asleep
then up the stairs he would carry me
and I new for sure, I was loved

If I could get
another chance
another walk
another dance with him
I'd play a song that would never ever end
how I'd love love love
to dance with my father again
( Luther Vandross..Dance with my Father again.. )


Beberapa waktu yang lalu Papa saya mengirimkan sms singkat, hanya beberapa baris, untuk mengabarkan bahwa uang kuliah saya telah dikirim : "nak, uang kuliah sudah ayah kirimkan .."

Saya terharu..bukan hanya karena papa saya akhirnya mengirimkan uang kuliah itu, tapi lebih karena cara beliau berbicara kepada saya melalui sms itu. Bagi saya, ungkapan nak dan ayah adalah ungkapan mendalam kecintaan seorang ayah pada anaknya..Rasanya asing dan beda jika tiba-tiba papa memanggil saya dengan sebutan nak. Beliau biasanya memanggil saya dengan eti, puak atau ndut..mungkin bagi beliau itulah panggilan kesayangannya buat saya. Hmmm papaku...waktu berganti dan kami telah belajar bahwa kasih sayang orang tua terhadap anaknya tidak akan pernah putus.


Jika saja di acara pernikahan di adat minang ada acara anak daro berdansa dengan ayahnya..maka saya tidak akan pernah melewatkannya.. It will be my first dance with my dad...dan saya ingin merasakan kehangatan pelukan sorang ayah pada anak perempuannya.

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa memahami papa saya dan sepanjang masa itu, bagi saya beliau hanyalah seorang ayah saja, tidak tersentuh, tidak bisa diajak bercanda sesuka saya, tidak pernah memanjakan saya...no more. Makanya saya iri sekali dengan Iad atau nani temen saya yang semuanya adalah anak kesayangan ayah/ papa. I tought I never been and will never be my dad's little girl.

Kakak saya adalah the most daddy little girl. Mama saya pernah cerita, kalo papa saya keluar kota, maka kakak saya biasanya akan jatuh sakit..The 1st child usually turn into parent's sweet heart. Adik saya yuli adalah yang berikutnya. Dia bungsu selama sepuluh tahun. Dan selama itu juga, apa yang kami ingin minta kepada orang tua, biasanya diwakili oleh yuli. Adek saya Ade, yang masih smp, walaupun no longer daddy's litle girl, tapi dia selalu dibawa kemanapun hingga berumur 5 tahun sebelum posisinya digantikan oleh Abi, anak laki-laki papa satu-satunya yang telah beliau tunggu selama 20 tahun.

Dan saya seperti terlewatkan begitu saja. nothing so special about me yang mungkin bisa di ceritakan papa kepada orang orang yang dia temui. Paling hanya guyonan ketika pulang kampung bahwa memiliki anak dengan tubuh xl seperti saya cukup membanggakan jika di bawa pulang kampung, setidaknya orang-orang akan tahu bahwa keluarga saya cukup sejahtera..xixixi

Saya selalu tersingkir oleh kebanggaan papa akan kakak saya yang mendapatkan suami doktor, tinggal di jepang selama 4 tahun dan punya anak yang lucu-lucu atau kebanggaan terhadap yuli yang kuliahnya ikatan dinas di STIS, yang setelah tamat akan menjadi PNS di BPS bahkan dengan cerita-cerita lucu tentang abi dan ade..

Waktu terus berjalan..saya dan beliau pun seperti belajar banyak hal...
Saya kemudian menyadari bahwa seringkali anak terlalu banyak komplain kepada orang tuanya dan orang tua terlalu banyak menuntut kepada si anak..kutub yang tolak menolak...seperti halnya saya dan papa dan mungkin seperti halnya kebanyakan orang tua dan anak lainnya di dunia ini.

Dan saya belajar dari Nani, untuk berusaha bersikap santun sebagai anak. Awalnya memang tidak mudah. Tapi lebih aneh lagi kalau temen saya tiap kali datang ke rumah mencium tangan papa saya dengan takzim sementara anaknya sendiri cuma berjabat tangan layaknya seorang teman saja..Tapi ternyata yang merasa aneh tidak hanya saya, Papa saya lebih merasa aneh dan lebih tepatnya kaget setiap kali pulang ke Padang, saya mencium tangan beliau dan mencium kedua pipinya. Mungkin karena tidak terbiasa, seperti halnya juga tidak terbiasa mengucapkan selamat ulang tahun kepada kedua orang tua atau ketidakterbiasaan saya dan saudara-saudara saya untuk bercerita ngalor ngidul seperti hal kepada teman.

Sekarang, setiap kali saya menelpon ke nomor beliau, saya pasti tercekat.." apo nak?" itu kata sapa yang sering beliau ucapkan sekarang dan seringkali di sambung dengan " baa? lai ado pitih eti ?"Di lain waktu saya pernah mendengar kakak bertanya kepada beliau siapa yang sedang menelpon, kemudian papa saya menjawab " anak papa nan di Jogja.."sederhana tapi bagi saya sungguh istimewa...

Di tengah persiapan pernikahan adek saya Yuli, Papa saya sempat melontarkan ucapan " Nanti kalo waktu eti baralek datang..kita juga akan bikin pesta seperti pestanya ii dan mudah-mudahan papa masih ada.." Aih My daddy..beliau mungkin kepikiran bahwa saya terluka dan sedih karena di langkahi.. dan beliau berusaha membesarkan hati saya...Ternyata saya juga His little girl...

Papa, jangan khawatir, saya akan baik baik saja di sini..mungkin waktu saya untuk menemukan pendamping belum tiba, tapi saya tidak pernah sendirian disini. Semoga Papa panjang umur, sehat selalu dan dimudahkan rejekinya. Semoga saya masih diberikan kesempatan untuk bisa membanggakan papa dan memberikan yang terbaik sebagai balasan atas kasih sayang yang tak pernah putus.....

catatan :
1. Fotonya saya ambil di furzephoto.files.wordpress.com
2. "
apo nak? : bahasa minang artinya ada apa nak?
3. "baa? lai ado pitih eti ?" : bahasa minang juga artinya " gimana? uang eti masih ada?"
4. Nan ; bahasa minang juga artinya yang

Rabu, 07 Januari 2009

Baralek Gadang..

Hampir dua minggu ini saya berkutat dengan urusan pernikahan. Hesty mo nikah? I hope so..amin. Tapi ini bukan urusan pernikahan saya melainkan urusan pernikahan Ii adek saya. Dan selama dua minggu itu saya tahu bahwa mengurusi baralek tidak mudah...pusing

Nah ternyata kepusingan saya menjadi kompleks karena ii dan saya beda selera. dia sangat detil untuk semua hal sementara saya suka yang simpel aja. Terlalu banyak permintaan dan pertanyaan hingga berujung pada kata-kata " terserah kamu aja" dan perang pun segera dimulai setelah itu. Dan untuk orang yang ga sabar seperti saya, jadilah itu seperti acara uji kesabaran..

Tapi setelah semalam dia menelpon saya hingga hampir satu jam saya baru menyadari bahwa semuanya memang tidak mudah bagi ii, Selain tidak terbiasa, dia juga merasa sendiri mengurusi ini semua.

I wish I were in Padang..
Ii biasanya hanya bisa mengandalkan saya untuk urusan ini. Mulai dari memilihkan kebaya, undangan, pelaminan hingga katering. Lagian dulu ketika kakak saya menikah, maka sayalah yang turun tangan di hampir semua sektor..mulai dari beli ikan di muaro hingga memasak buat akad nikah..ternyata saya berbakat untuk pekerjaan yang multitasking.

Maka hari ini, saya mulai lagi searching contoh undangan, menghubungi percetakan kantor langganan saya, menghubungi usaha pelaminan di padang..lama-lama kayaknya bisa kepikiran juga buat buka usaha wedding organizer...hmmmmm

Kayaknya boleh juga tuh...mari bermimpi lagi...