Selasa, 22 Desember 2009

mama..you know I love you..

Hari ibu ..
dan saya belum menelpon mama pagi ini dan belum menelepon mama untuk minggu ini..saya rindu sebenarnya, tapi saya takut kalo saya tidak bisa menahan emosi saya ketika menelepon beliau, takut tidak bisa menahan tangis kalau bercerita betapa sulitnya hari-hari belakangan ini harus saya lewati..saya takut menambah beban beliau..

Ketika minggu lalu beliau menelepon saya untuk menanyakan kesulitan yang saya hadapai pada saat thesis, saya dengan tercekat-cekat harus meminta maaf kalau nanti beliau harus menyiapkan uang kuliah tambahan. Saya merasa amat bersalah, pada mama dan papa. di dalam benak saya, hanya terbayang dua wajah orang yang saya cintai, yang semakin menua tapi masih tetap harus di repotkan oleh saya..belum ada satupun saya membalas kebaikan dan membahagiakan mereka..

dan semua ini membuat saya tertekan. resah dan risau sepanjang hari..
hingga suara mama di telpon menenangkan saya. Beliau mengatakan bahwa beliau akan mendoakan semoga thesis saya bisa selesai secepatnya dan beliau akan sekuat tenaga mencarikan biaya untuk saya..ah mama...saya tidak tau kapan semua jerih dan payah ini akan terbayarkan..maafkan saya

di hari ibu ini, saya ingin mempersembahkan tulisan saya buat mama, yang pernah saya posting di notes saya di fesbuk..tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan jasa beliau terhadap saya..tidak akan pernah terbalas...

Mama, I love you...

"Saya jarang menulis tentang mama saya dalam note atau blog bukan karena saya tidak menyayangi beliau seperti saya menyayangi Papa saya, namun justru karena saya tidak bisa menemukan kata-kata yang sepadan untuk bisa mewakili pentingnya keberdaan beliau dalam kehidupan saya. Pastinya jikalau mama saya tidak ada, maka saya juga mungkin tidak ada. Ini sama saja dengan filosofi ayam dan telur..Saya ada, karena beliau ada.

Saya dan mama sangat mirip. Mungkin kemiripan itu jugalah yang membuat kami seringkali bertentangan satu sama lain. Seorang teman pernah berkata pada saya; Jika kita merasa tidak cocok dengan seseorang, maka bisa jadi karena apa yang tidak kita sukai pada dirinya juga ada pada diri kita...hmmm mungkin temen saya itu ada benarnya juga.

Bagi saya, perlu waktu bertahun-tahun untuk bisa memahami keinginan mama terhadap saya. Mama menurut saya seperti halnya ibu-ibu lain, yang seringkali lebih senang melihat anak orang lain daripada anaknya sendiri dan saya juga begitu, lebih senang melihat ibunya orang lain dari pada ibu saya sendiri. Saya dekat dengan banyak mama temen saya dan saya juga akrab dengan banyak tante-tante, teman kerja mama saya di RSUP. Rasanya bagi saya lebih mudah untuk mendekati mereka daripada mendekati mama saya sendiri...

Keadaan mulai berubah ketika saya tamat kuliah. Pada malam pelepasan wisuda, saya memberikan sambutan dengan memakai baju baru hadiah kelulusan dari mama. Baju pertama yang saya pakai dengan sukacita dan ikut serta mendongkrak kepercayaan diri saya untuk bercerita banyak mewakili para wisudawan selama 20 menit tanpa teks..saya melihat binar bangga di mata beliau..ah kalau saja waktu bisa diulang kembali....Namun sayangnya kebahagiaan itu tidak berlajut pada keesokan harinya ketika acara wisuda berlangsung, Papa dan mama memilih untuk tidak masuk ke dalam gedung...kecewanya masih terasa sampai sekarang..ya tidak ada yang istimewa memang..melihat anaknya lulus dengan kategori biasa-biasa saja..

Tidak ada yang tahu tentang hari esok dan tidak ada yang tahu apa yang direncanakan Tuhan.
Setelah upacara kelulusan, Papa dan mama kemudian menghadiahi saya kesempatan terhebat yang pernah saya punya. Kuliah di kota yang sudah saya impikan sejak saya duduk di bangku SMU. Disuatu subuh mama mengantar saya ke Bandara dan kami berpelukan dan bertangisan...Saya mulai gamang, kami tidak pernah berpisah lama. Hanya ketika saya kecil dulu saja, ketika saya dan saudara saudara saya bergantian dititipkan di tempat nenek.

Setelah saya di Jogja, barulah saya memahami apa makna dari merantau.
Merantau ternyata mengajarkan saya bahwa tidak ada tempat yang menyenangkan selain dirumah...seburuk apapun keadaannya. Merantau membuat saya mengetahui bahwa saya beruntung karena masih memiliki orang tua, masih dimarahi kalau salah, masih dirawat kalau sakit, masih suka diceramahi dan diawasi..karena ternyata itulah yang saya rindukan selama saya merantau.

Merantau juga mengajari saya untuk menciptakan kondisi bukan hanya protes dengan keadaan. Sesekali saya menelpon mama saya hanya untuk sekedar bertanya apakah beliau sehat sehat saja, masak apa hari ini..pertanyaan yang menurut saya cukup sederhana tapi mampu membuat beliau canggung. Ah..mungkin selama ini sayalah yang salah..tidak berusaha mengerti apa yang beliau rasakan dan tidak pernah bertanya..

Setelah merantau juga saya baru menyadari bahwa apa yang telah mama saya lakukan agar saya bisa sekolah tinggi hingga hari ini nyaris tak terbayar. Saya membayangkan betapa banyak keinginan yang harus beliau tahan agar bisa menabung untuk uang semesteran saya..dan alhamdulillah saya masih bisa meringankan beban beliau dengan menanggung biaya hidup sendiri selama setengah tahun..tapi itu juga masih jauuuuhhhh dari cukup untuk mengganti setiap sen yang beliau keluarkan...

Sekarang...
Mama saya masih orang yang sama...tapi beliau kemudian menelepon saya jika beberapa hari saya tidak mengirim kabar ke rumah hanya untuk bertanya kenapa saya tidak menelpon...dan kemudian saya akan menggoda beliau dengan bertanya :" mama taragak yo?"

Mama saya masih orang yang sama, yang mendahulukan kepentingan saya dibandingkan keinginan beliau sendiri. tapi sekarang belaiu sudah punya sense of business yang bagus loo..beliau marketing batik saya di Padang. Ditangan beliau tumpukan batik yang saya kirim bulan lalu lenyap dalam waktu seminggu..dan beliau ingin keuntungannya jadi punya saya saja.beliau hanya minta dibelikan baju baru aja lebaran nanti

Mama saya masih orang yang sama..Beliau masih terus menyemangati saya untuk mengajukan beasiswa keluar negri..mendukung saya untuk bekerja dimanapun saya akan bekerja nantinya, bahkan hingga ke daerah terpencil sekalipun..Dari beliaulah ketangguhan seorang wanita dapatkan dan beliau percaya itu. Cuma bedanya sekarang beliau mulai berperan sebagai teman saya, mengoda saya agar saya mau bercerita kalau-kalau sudah ada pria yang bisa saya kenalkan ke beliau sebagai calon menantu...dan ketika saya jawab belum ada, maka beliau dengan lapang hati menghibur saya dan mengatakan "jangan khawatir, nanti akan ada saatnya..dan setiap selesai sholat mama selalu mendoakan eti.."..

ah mama..
Semua masih tetap sama..yang berbeda hanyalah kemauan kami berdua untuk berusaha saling menyelami hati masing-masing. andai saja saya tahu sejak lama..
tapi tidak apa-apa...kalau tidak begini, maka saya dan beliau tidak akan pernah belajar ...

Dan benar kan..perlu banyak kata untuk bisa menggambarkan terima kasih saya kepada beliau..atas setiap doa, airmata dan usaha dan pengertian yang beliau lpunya dan akukan untuk saya...

Semoga Allah memberikan Umur yang Panjang, kesehatan dan kebahagiaan serta kesempatan bagi saya untuk membalas semua jasa yang tidak terbalas tersebut di sisa umur beliau..Amin ya Rabbal alamiin

Un Amore Presempre MOm"

Senin, 23 November 2009

sedang sedih

Sudah hampir 2 tahun saya menjalani kehidupan tanpa bumbu kisah asmara. tepatnya setelah kisah saya dengan seorang pria berakhir tidak seperti yang saya harapkan. Lama setelah itu, setelah ruang hati saya sudah mulai bisa saya tata kembali, saya tidak kunjung dekat dengan seorang priapun. Entah mengapa, setiap kali ada yang tidak sesuai dengan saya, saya langsung menghentikan perasaan tersebut begitu saja, padahal belum tentu dia juga mau dengan saya.

Mungkin luka yang saya alami adalah luka dalam. Tidak keliatan dari luar tapi membekas teramat lama dan kemudian hati dan alam bawah sadar saya memerintahkan saya untuk tidak lagi membiarkan diri saya jatuh lagi berkali kali ke dalam kubangan patah hati, karena hati saya tau betapa susahnya saya untuk bisa bangkit dan membersihkan diri dari lumpur di kubangan tersebut.
Bagi saya sendiri ternyata cukup menyenangkan. Saya bisa melakukan banyak hal yang saya inginkan tanpa harus berkonsultasi dengan pasangan, tanpa harus memikirkan banyak kepentingan lainnya. Saya bisa kemana-mana selagi saya bisa dan saya punya uang entah itu liburan, entah itu mengunjungi saudara, pulang ke padang, dll.

Tapi sesungguhnya sayapun seringkali merasa sepi..kesepian tepatnya.
selama dua tahun saya terbiasa dengan sms dan telpon dari seseorang. entah itu rayuan, nasehat atau bahkan yang berisikan komplain. dan tiba-tiba semuanya lenyap begitu saja..itu hanya sakah satunya..yang lainnya adalah saya seringkali haus memalingkan muka saya ketika melihat tangan bergenggaman, tatapan mesra diantara sepasang kekasih..

sungguh saya rindu dengan semua itu tapi mungkin ini perasaan sesaat saya saja.
tapi saya harap mudah-mudahan tidak lama karena saya sedang tidak ingin menangis

Jumat, 06 November 2009

people change

semalam, saya mengunjungi teman kuliah di PPAK dulu. Istrinya baru melahirkan seorang anak laki-laki. Jadilah dengan hebohnya saya mengumpulkan beberapa teman untuk berkongsi membeli kado buat si baim kecil. Proses membeli kadonya juga cukup heboh, telpon dulu si bapaknya, mau dikadoin apa, eh bapaknya malah ga segan ama kita. Karena ada 4 orang dengan sumbangan @ 50rb, jadilah kita bisa mendapatkan 1 buah gendongan dengan kualitas bagus dan tas perlengkapan bayi kualitas medium.

Teman saya ini, termasuk orang yang amat sangat cuek, seenaknya sendiri dan pemalas pada masa kuliah dulu. Dia selalu datang dengan mata merah, entah karena kurang tidur atau kebanyakan tidur. amat jarang sholat juga..pokoknya jelek2nya banyak deh

Tapi tadi malam saya melihat hal yang berbeda
dari caranya bercerita, caranya berbicara dan cara dia memandang hidup..semua terasa amat berbeda. Ada banyak kalimat syukur dalam ucapannya. Mungkin karena sekarang dia kerja di bank syariah atau mungkin karena kehadiran si Baim..yang pasti saya melihat rona bahagia yang amat sangat serta rona kedewasaan dan kebapakan di wajahnya

Dan saya tersadar..bahwa orang bisa berubah..asal diberi kesempatan untuk berubah
asal ada tekad yang kuat dan asal di semangati..

Jumat, 16 Oktober 2009

menulis lagi..lagi menulis

Lama rasanya tidak menulis..kebanyakan pikiran jadi susah menuangkannya..Semester ini saya sudah mulai menulis thesis, tapi baru sampai taraf proposal saja..dan model penelitiannya bari di setujui oleh bapak yang lembut hatinya kemaren..alhamdulillah. Syukurnya saya sudah membuat mentahan proposal sebelum pulang lebaran, jadi tinggal memperbaikinya saja sebelum presentasi kamis depan (22/10). Menulis thesis ternyata memang tergantung kemauan kita sendiri..no limit and no one can give the limit except us..so, dari orang yang santai banget, saya bangkit dan memaksa diri untuk membuat limit saya sendiri. Untuk menlanjutkan halaman satu ke halaman dua saya membutuhkan waktu seminggu, untuk menyudahinya, saya hanya butuh tidak tidur setelah sahur 5 jam saja..

Dan saya bisa pulang ke padang dengan tenang tanpa beban kecuali bagasi yang beratnya mencapai 75 kg dengan jatah hanya 20 kg saja. isinya macam-macam..maklum, hanya saya saja yang merantau di rumah. Ada 30 kg mete goreng, baju lebaran, baju daster jualan, salak, lengkeng dll..saya saja takjub melihatnya apalagi anda? Alhamdulillah, 75 kg itu lewat tanpa sepeserpun yang harus saya bayarkan ke pihak maskapai..ada banyak bantuan yang saya terima, mulai dari teman-teman saya yang kebetulan memang pulang pada saat yang sama hingga bantuan dari orang-orang yang tak dikenal..semoga Allah melipatgandakan pahala bagi mereka..amin.

Saya pulang kepadang hanya 5 hari sebelum lebaran, tidak seperti sebelumnya yang hingga seminggu sebelumnya. Hal itu cukup membuat mama deg-degan takut kacang metenya tidak ada yang membeli. tapi rejeki mang sudah diatur, alhamdulillah kacangnya laris manis, hanya bersisa 3 kilo saja..

Mama saya memang semakin hebat sekarang..
selain kacang mete tadi, beliau juga menjual daster yang juga saya bawa pulang dan memasarkan brownies buatan saya. Tahun ini kakak sayapun ikut bergabung jualan kue, khusus marmer cake dan cake tape..total saya mengerjakan hampir 60 brownies sepanjang lebaran dan belasan cake dari kakak saya..senangnya bisa membayar ongkos balik sendiri..

Akhir Ramadhan di padang diisi oleh musim hujan, sehingga no other place as nice as home..

Sejak hari pertama di rumah, mama hanya mau diantar oleh saya. Sejak hari itu, saya resmi bertugas sebagi tukang kemana saja dan membeli apa saja..ha ha ..O ya, rumah saya sekarang makin rame, total ada sebelas orang..bisa bayangkan betapa rame dan riuhnya..tiap sebentar ada teriakan yang kemudian diiringi tangisan..ckckckck...tapi saya ga bosan tuh di rumah..dua ponakan laki-laki plus satu adik bungsu laki-laki saja sudah cukup untuk menciptakan semua itu..dan saya sedang membayangkan bagaiman jika anaknya Yuli ( adek saya) yang menurut USG juga laki-laki lahir nanti..pusing deh neneknya..

Lebaran diisi dengan...Ketupat all day long..
tapi tahun ini berbeda. Jika tahun lalu hanya kak ria dan keluarga yang menghilang setelah sholat ied, sekarang ii juga ikutan menghilang ke rumah mertua..jadilah saya tukang jaga kandang..Lebaran ini saya ketemuan dengan teman-teman kuliah ( debi, didi, medi, haris, ika, regi, dll), teman SMu dan teman SMP. Menyenangkan..apalagi mengetahui bahwa mereka tidak berubah terlalu banyak..atau mungkin tak berubah sama sekali (terutama teman kuliah saya)..Berikutnya diikuti oleh agenda pulang kampung, bertemu saudara, nenek, sepupu, om, tante dan terjebak berjam-jam dalam kemacetan padang panjang-bukittinggi-padang..demi jam gadang..he he dan melewatkan sate mak syukur..huhuhu..

Then here's come the day..Gempa dahsyat 7,9 SR di rabu sore..
Hari itu seharusnya Yuli masih di Pariaman, tapi karena suaminya berangkat ke duri, maka ia izin pulang lebih cepat, hari itu harusnya adil dan azzam berada di sekolah sampai jam 6 dan di jemput oleh ayah mereka karena umminya punya jadwal pulang cepat dan mereka biasanya tidak mau naik angkot, dan hari itu saya seharusnya mengunjungi teman..dan Alhamdulillah hari itu kami semua berada dalam jarak yang berdekatan (kecuali kakak saya yang sedang di jalan pulang)..dan bisa berangkulan satu sama lain..mengingat tetangga kami tercerai berai (alhamdulillah mereka selamat)..

Saya tidak ingin membahas tentang gempa..yang pasti dari beberapa kali gempa yang pernah saya rasakan, gempa ini adalah the bestnya..Alhamdulillah, meski tidur di garasi, kami masih punya tempat berteduh, air dan makanan. Dan gempa itu mendekatkan kami satu sama lain yang hidup bertetangga dan mendekatkan kami kepada Sang pencipta..

Mama saya bilang saya harus tetap kembali ke Jogja begitu tiket pesawat sudah saya dapatkan..saya sebenarnya enggan sekali..tapi beliau bersikeras bahwa hidup harus dilanjutkan..dan saya setuju..

Hei, cerita saya ternyata panjang juga ya...
senangggg deh bisa nulis lagi

Rabu, 12 Agustus 2009

"What is the hardest thing of being fat?"

Beberapa hari lalu saya berangkat ke Jakarta..

Ngapain?
saya susah untuk menjawabnya..mau jujur takut jadi bahan tertawaan yang kemudian memundurkan niat saya untuk mencoba..mau ga jujur..takut dosa..orang seperti saya kadang susah untuk tidak mendengarkan kata-kata orang lain. Tapi sekarang, saya tidak akan mudah terpengaruh lagi..this is my own life right?
Saya ke jakarta untuk mengikuti audisi The Biggest Loser Asia. Sebuah kontes yang menantang orang untuk berkompetisi menurunkan berat badan terbanyak. Audisi ini bentuk keberanian saya untuk melakukan hal -hal baru yang menurut saya diluar pikiran saya selama ini. Sebenarnya ini bukan hal baru lagi, diet dan olahraga sudah menjadi bagian dari saya bertahun tahun lamanya..Pertanyaannya dah terjawab kan?

Kok mau jauh-jauh dari Jogja, panas-panasan ga bisa tidur selama 8 jam di kereta bisnis hanya untuk itu?
Terus terang, saya bukan ingin jadi artis..jauh sekali dari niat itu..paling hanya kakak dan adik saya saja yang sibuk membayangkan punya saudara artis..ha ha.
Terus terang, saya paling tertarik dengan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dengan trainer profesional dan pola makan yang diawasioleh ahli gizi. Lebih jauh lagi..saya ingin membuktikan bahwa saya BISA. Motivasi lainnya adalah keinginan saya untuk melihat binar kebahagiaan di mata mama jika ini terwujud...melihat saya dengan berat badan dalam range normal adalah mimpi beliau sejak lama..

Ada banyak pertanyaan yang harus saya jawab dalam form pendaftaran..
Salah satunya adalah .."What is the hardest thing of being fat?"

Pertanyaan yang bagi orang-orang seperti saya dan banyak orang lain dengan kekurangan ( atau kelebihan) akan menimbulkan jawaban yang amat sangat panjang...karena jawabanya pasti lebih dari satu...

Bagi saya, hal terberat dari menjadi orang dengan berat adan diatas rata-rata adalah selalu / sering menjadi objek penderita dari olok-olokan banyak orang. Di TV, ada banyak orang gendut yang menjadi bahan tertawaan, di lingkungan sekitar bahkan di ruang kelas sekalipun hal itu dianggap lumrah.. saya dan orang-orang lain yang senasib, dianggap akan baik-baik saja jika diledekin, dicemooh, dijadikan bahan tertawaan. ...Teman-teman terdekat saya mungkin sangat paham kalau saya sangat tidak suka menjadi objek penderita..tapi saya tidak bisa memaksa orang untuk mengerti akan hal yang sama..

Tapi sebenarnya, hal terberat dari menjadi orang dengan berat badan berlebih adalah..banyak orang yang tidak bisa menerima saya apa adanya..with my plus and my minus..plus seringkali tertutupi oleh minusnya...seringkali yang terlihat hanya minus yang berupa plus di berat badan itu saja...dan itu terjadi bertahun tahun...

Tapi kitalah yang memegang kendali atas kehidupan kita sendiri..bukan orang lain..
Seharusnya tidak ada yang bisa menjatuhkan kita kalau kita tetap ingin berdiri tegak..
Dan saya memilih itu..meski sekali-sekali..(atau mungkin berkali-kali?) saya jatuh..tapi saya selalu berusaha berdiri lagi..

Saya kemudian tidak lagi membiarkan diri saya menjadi bahan olok-olokan karena kekurangan fisik saya..begitupun saya tidak membiarkan orang lain dengan kekurangannya menjadi bahan olokan orang lain..tidak ada orang yang ingin berada di posisi itu..sama sekali..

Audisi di Jakarta itu membuka mata saya bahwa banyak orang berbadan besar seperti saya seringkali tidak lagi punya kekuatan untuk menengakkkan kepala dan berkata kepada dunia "inilah saya apa adanya..". pembicaraan antar orang-orang gedut itu kebanyakan berisikan penolakan-penolakan terhadap diri sendiri, keputusasaan atau ketidakpercayadiriaan..Mungkin tidak banyak orang yang tau bahwa ejekan, cemoohan caci maki telah menorehkan luka dalam pada diri banyak orang selama bertahun-tahun..

tapi tidak sedikit juga dari orang-orang tersebut yang kemudian memaknai itu semua sebagai penguatan diri sendiri..membuktikan kepada banyak orang bahwa apa yang dilakukan orang lain terhadap dirinya tidak berarti apa-apa..Dan saya akan menjadi salah satunya..saya tidak akan mudah patah..


Di luar itu semua..apapun hasilnya..saya senang bisa mendapatkan pengalaman baru..bertemu dengan orang-orang senasib..merasa hebat (karena mampu mengalahkan diri sendiri..), merasa beruntung ( karena disana saya bisa menjadi size M, L atau apapun yang saya mau)..dan merasa dicintai ( dengan dukungan penuh dari sahabat-sahabat saya..semua bersemangat dan membuat saya maikn bersemangat..) dan merasa bersyukur bahwa Allah mengkaruniai saya kehidupan yang sedemikian luar biasa hingga saya bisa belajar banyak dari apa yang saya alami...

Untuk semua orang gendut yang hari itu ngantri audisi di pacific place..
Senang bertemu anda..orang-orang dengan hati yang lebar

Selasa, 04 Agustus 2009

Trimester III: tentang keseimbangan hidup


Trimester tiga sudah hampir berakhir..hanya tinggal dua sesi terakhir untuk satu mata kuliah lagi minggu ini. Kuliah dengan Mr-You-Know-Who di kamis dan senin depan. Siapa lagi niy Mr. you-Know-Who?
Di semester ini saya memberi nama-nama sendiri bagi semua dosen yang mengajar saya. Di trimester pertama, saya hanya punya Mr. Charming, Dosen yang memikat hati saya karena belaiu selalu mendorong saya untuk terus mengeksplore sisi analitis dengan tidak pernah benar-benar membenarkan suatu pernyataan dan tidak pernah benar-benar menyalahkan suatu pendapat.

Sebenarnya hampir semua dosen memiliki karakteristik unik masing-masing, namun sebagai manusia biasa yang memiliki kecendrungan untuk memilih orang yang disuka, sehingga saya hanya memberi nama pada beliau saja di trimester I.
Namun semester ini, hampir semua dosen memiliki nama khusus.

Di hari senin, sesi paling pagi, saya kuliah dengan Bapak yang menurut saya Ilmunya seluas samudra. Beliau sungguh mengagumkan. Hampir semua pertanyaan bisa beliau jawab dengan baik, nyaris tidak ada yang terlewatkan. Hal yang paling mencengangkan bagi saya, semakin beliau ngantuk, semakin banyak ilmu yang keluar..ha ha ..sangat lucu tapi ini fakta. Bayangkan kalau mahasiswa, semakin
mengantuk maka semakin ngawurlah kalau disuruh menjawab pertanyaan. Hari ini, setelah kuliah sesi terakhir, beliau berbagi senyum lebar bersama kami di foto bersama.."ga penting paham atau tidak artikel hari ini..yang penting foto-foto" begitu yang beliau ucapkan di akhir pertemuan.


Di jadwal yang sama, sesi ke dua, saya kulah dengan bapak yang lembut hatinya. Sebenarnya bukan kali pertama saya diajar oleh beliau. Tapi di trimester ini saya semakin yakin kalau bapak ini memang memiliki hati yang lembut. Beliau nyaris tidak pernah marah bahkan tidak pernah berbicara dengan nada tinggi.. Kelembutan hati si bapak membuat saya sempat terlena diawal kuliah..tapi kemudian berubah menjadi pembuktian mati-matian karena saya merasa sungkan dengan kelembutan hati beliau.. Alhamdulillah, beliau juga yang menjadi pembimbing thesis saya, Tuhan tahu bahwa orang yang membimbing saya mesti super duper sabar :)

Di hari selasa sesi pertama, kami bertemu dengan Mr. you-know-who.. mengapa nama itu? hmm long story, tapi tidak penting untuk dibagi disini. Satu hal yang menarik dari Bapak ini adalah kemampuan beliau untuk berbicara nonstop selama 2 jam..tidak banyak yang mampu begitu kan?

Here comes the fabulous one..Another Mr.charming.
Mr. Charming bagi saya bukan sekedar nama yang diberikan kepada orang yang memiliki penampilan fisik yang bagus saja, meskipun kedua orang itu menurut saya cukup memiliki karakteristik tersebut. Charming bagi saya adalah kemampuan untuk mempesona, baik secara fisik, ilmu, kerendahan hati dan pengertiannnya terhadap mahasiswanya. Bapak ini menjadi another Mr. Charming karena berbagai alasan; 1. memiliki banyak sekali ide penelitian..jadilah setiap kali masuk kuliah, setiap kali pula berbagai ide bertebaran di kepala kami. 2. Beliau salah satu orang yang berpengaruh di UGM, sehingga bisa dipastikan belaiu sangat sibuk, sering ganti jadwal, tapi tidak keberatan kalau jadwal penggantinya selain jadwal bermain badminton kami di Rabu dan Jumat pagi. 3. Sangat pengertian, sangat paham kalau kami hanya punya so little time untuk so many things to do..sehingga seringkali beliau menawarkan untuk mengundurkan jadwal pengumpulan tugas. 4. Beliau juga tidak segan untuk mmemakan apapun bekal yang saya dan teman-teman bawa. 5. Mr. charming ini good looking. Sayang statusnya merid dengan 5 anak..jadi sudah tidak bisa dikecengin lagi ..ha ha :)..

Dosen-dosen di semester ini membukakan mata hati saya bahwa ada banyak jiwa profesor di diri para doktor, para master dan para profesor itu sendiri. Mereka bekerja dengan mengamalkan ilmunya agar orang lain bisa menjadi lebih maju. Semakin bersemangat untuk menjadi dosen:). namun disisi lain, mereka juga manusia biasa, bisa salah bisa benar..tinggal kita saja, untuk mengambil yang benar dan meninggalkan yang salah..

Cukup tentang para dosen. Berikut tentang kelas saya yang bernama systemic, karena kami berada di konsentrasi sistem. Meskipun berada di konsentrasi sistem, kami seringkali ga sistematik, tapi teman-teman bilang, kelas yang paling santai, jarang stress, gimana bisa stress..wong isinya orang-orang gila semua..gila nonton, gila jalan dan gila karaoke (^_^). Semester ini satu kelas hanya terdiri dari enam orang saja, leburan dari berbagai orang yang sebagian diantaranya merupakan anak hilang, karena konsentrasi yang diinginkan tidak dibuka dan konsentrasi lainnya terlalu mengerikan.

Lalu apa lagi yang menarik dari semester ini?

Di awal semester ini, pertengahan semester lalu, saya bersama partner in crime saya Kak Anny dan 2 pria lain Mas Arif dan Kaherul akhirnya melakukan perjalan kebelahan lain yang menakjubkan di bumi nusantara ini. Ya, kami melakukan perjalanan ke Bromo dengan bantuan pasangan baik hati Masipul dan Mb Esti, teman kuliah kami di TA..hmm bener kata pepatah..banyak teman banyak rejeki..makasih ya masipul dan mb esti..semoga rejekinya lancar terus.

Perjalanan ke bromo itu sungguh sangat menakjubkan..pemandangan yang sangat indah, teman perjalanan yang amat sangat menyenangkan dan tuan rumah yang baik hati..sungguh liburan yang sempurna untuk IDR 450 k all included. Liburan ini juga mengasah kemampuan saya untuk menjadi organizer dan manajer, mengatur perjalanan, mengatur pengeluaran hingga penagihan. hmm..bisa untuk menjadi bekal untuk menjadi manajer artis..Pelajaran lainnya dari liburan ini adalah untuk sesring mungkin bersikap spontan, pikirkan, rencanakan dan jalankan..jangan terlalu lama menunggu ..bisa bisa malah ga jadi..

Di semester ini juga, saya bersama teman-teman memulai untuk rutin berolahraga. kami menyewa lapangan di lembah UGM untuk bermain bulutangkis dua kali seminggu hanya dengan modal 35 ribu saja perbulan. Untuk sehat tidak perlu bayar mahal ternyata..Bermain badminton itu sangat menyenangkan, saya menyebutnya sebagai olahraga sosial, sambil berolahraga sambil menambah keakraban..jadi kurus dong? belum tuh..he he ..mind setnya sedang dirubah, yang penting sehat dulu..kurus mah bonus :)

Selain bromo dan badminton, masih ada trip ke pantai baron, kukup dan krakal serta karaokean kapan saja kita mau dan ingat. Another Mr. Charming said.."keseimbangan hidup".

Ada yang menyenangkan ada juga yang menyedihkan..Di semester ini saya mendapat dua buah nilai C ..tapi tak apalah, itu konsekuensi yang sudah saya terima..mungkin maksudnya biar saya bisa belajar lagi agar lebih paham. Dengan dua nilai C itu, saya masih bersyukur bahwa saya sebenarnya sudah mendapatkan ilmu senilai A+

Di semester ini juga, kami sudah harus memulai untuk berpikir tentang thesis..ahh waktu begitu cepat berlalu..baru kemaren kami bertanya pada senior, "judul thesisnya apa?", "kapan ujian? proposalnya sudah di acc?"..eh sekarang giliran kai yang ditanya. Tapi tidak apa, setidaknya saya tahu bahwa untuk menulis beberapa lembar proposal itu tidak mudah..sulit sekali..sehingga saya akan lebih bersungguh-sungguh, tidak gampang menyerah dalam jika nanti belum menemukan kata-kata yang pas..Kuliah seminar, mencari artikel, membuat proposal membuat saya paham bahwa artikel-artikel yang saya baca untuk berbagai mata kuliah disemester ini adalah sebuah mahakarya..dan saya terpacu untuk membuat sesuatu yang bisa menjadi acuan orang-orang lainnya di masa yang akan datang..pengen juga melihat tulisan "..menurut Wulandari (2009)....". Saya bisa..saya pasti bisa :)

Semester ini ditutup dengan mengabadikan cerita tentang kami dalam beberapa lembar foto angkatan di seputaran UGM dan berkali-kali shoot foto kelas di candi boko. Dan saya masih harus belajar, dan saya akan memulai dengan menghargai setiap hal yang dilakukan orang untuk saya karena saya tahu betapa tidak menyenangkannya jika apa yang kita lakukan tidak dihargai orang lain..

Akhirnya trimester tiga ini berakhir sudah...dan saya bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan saya kesehatan, dosen-dosen yang luar biasa, teman-teman yang menyenangkan sehingga saya bisa menikmati semua proses di trimester ini dengan sempurna

Senin, 27 Juli 2009

semakin dekat..

Baru saja membuktikan kepada diri saya sendiri bahwa saya tidak akan mudah patah dan mudah menyerah...
alhamdulillah
Semakin dekat ke Thesis..

Rabu, 15 Juli 2009

kembali

Cukup lama saya tidak menulis di sini..terus terang daya tarik facebook membuat saya lupa memperbaharui kembali jurnal ini. namun gara-gara melihat si uda vizon meluncurkan website dengan namanya dot com, ketemu mas penganyam kata di fesbuk dan baca updatetan debi beberapa hari ini, saya tergoda untuk kembali menulis..mengasah kepekaan saya dalam merangkai kata-kata..

Belakangan hidup saya sangat berwarna, sangat naik dan turun.

Hal yang terbaru yang saya temukan, yang ternyata cukup menguras emosi saya adalahternyata banyak orang yang berubah setelah menikah..termasuk saudara dekat saya sekalipun. hmm..mungkin ini karena saya belum menikah sehingga saya tidak tahu persis apa yang terjadi setelah pesta usai..atau mungkin saya harus menikah dulu dan berubah agar saya tau apa alasan dibalik semua ini

Orang - orang yang berubah setelah menikah ternyata menyadarkan saya bahwa saya sangat sangat mencintai orang tua saya. Saya sangat sedih ketika mereka sedih dan semakin sedih ketika saya belum mampu melakukan apapun untuk mengurangi beban mereka. Papa saya yang gagah itu sekarang sudah mulai menua. Beliau berusia 56 tahun tanggal 6 juli lalu. Semalam sebelum ulang tahun beliau, saya mengirimkan imel ke kakak saya yang isinya tulisan saya untuk beliau beserta ucapan selamat ulang tahun. saya tidak tahu persis apakah ucapan tersebut sampai ke tangan beliau, maklum kakak saya juga sibuk. Pagi harinya saya sempatkan menyapa beliau dan mengucapkan selamat ulang tahun beserta doa-doa saya dengan suara tercekat...Mama saya yang sangat mirip dengan saya itu 3 hari yang lalu berulang tahun ke 53. Beliau masih mama saya yang sederhana dengan nada bicara yang bagi orang yang tidak kenal beliau dianggap nada marah, beberapa kali ketika saya menelpon beliau bercerita dan mengungkapkan keluh kesahnya. Mungkin sekarang beliau tidak punya temen cerita lagi untuk berbagi..dan selalu diakhir cerita beliau mengatakan " ga usah dipikirkan ya..mama hanya mau bercerita..". Mama dan papa..semoga saya segera bisa mengambil alih beban itu dari pundak kalian berdua...I love you

Enough about sad story..
Sekarang saya ingin berbagi tentang cerita bahagia. Tinggal satu semester lagi menjelang gelar master ini saya genggam..meskipun bisa lebih tapi saya berharap bisa menyelesaikan semua tepat waktu. Pembimbing thesisnya sudah di umumkan dan saya mendapatkan pembimbing yang sangat lembut hatinya. Pada awalnya saya takut kalo saya kebablasan menghabiskan waktu untuk berleha-leha kalau dapat pembimbing yang terlalu baik. Soalnya saya seringkali seperti kuda, dipecut dulu baru lari, nah takutnya kalo dapat bapak sebaik beliau, saya ga termotivasi. Tapi alhamdulillah, kebaikan hatinya membuat saya sungkan dan kemudian memicu saya untuk sungguh sungguh dan hasilnya artikel pilihan saya untuk dasar thesis diterima dengan baik..Yippie..di semester tanpa bekerja ini menyadarkan saya kalau saya ternyata lebih maksimal jika ditekan sana sini seperti ketika saya kuliah sambil bekerja dulu...jadi semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri.

Nah, selain kuliah, saya ikut serta membentuk beberapa klub di kampus, mulai dari klub jalan-jalan hingga klub bulutangkis. Di berbagai klub itu saya terpaksa menduduki jabatan bendahara dan manajer. Terpaksa? ya iyalah, jadi bendahara mesti siap-siap nombok, jadi manajer, siap siap sibuk dan pusing..tapi ga papalah itung-itung melatih kesabaran dan melatih kemampuan manajerial..

hmm apa lagi ya?
wah sepertinya cerita saya nano-nano sekali..
tapi ga papa, senang rasanya bisa nulis lagi disini seperti senangnya saya karena malam ini bisa tidur lebih awal..

Senin, 04 Mei 2009

Semester II : Memahami Konsekuensi atas Setiap Keputusan

Alhamdulillah trimester dua berakhir sudah...

Semester yang penuh ketegangan dan penuh dengan pilihan beserta konsekuensinya. Selain beban kuliah yang lebih padat dibarengi dengan akhir masa proyek. Di semester ini saya belajar bahwa setiap keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya.

Pelajaran pertama dimulai ketika dua pekerjaan besar di kantor dibebankan kepada saya selaku koordinator. Pada saat yang bersamaan dengan ujian tengah semester, saya harus berada di jakarta untuk menunaikan kewajiban kantor. Konsekuensi yang harus saya terima adalah dosen yang bersangkutan tidak memberikan kesempatan buat ujian susulan. Saya dan pihak akademis telah berusaha keras mencari celah, tapi ternyata buntu..akhirnya saya hanya bisa menangis saja..membayangkan kemungkinan untuk mengulang di semester berikutnya, perpanjangan semester dan semakin lama membebani orang tua..Tapi saya tidak ingin membayangkan hal-hal buruk dulu. semoga bapak dosen itu tidak memberi saya nilai jelek sehingga mewajibkan saya untuk mengulang semester depan.

Yah begitulah konsekuensi dari kuliah sambil bekerja. Selain tidak lapang secara waktu, saya juga tidak lapang secara pilihan.Maka ketika pilihan sulit terjadi, itu berguna untuk mengajari saya tentang konsekuen dalam menjalankan pilihan.

Pelajaran berikutnya harus saya hadapi lagi ketika adek saya menikah beberapa pekan yang lalu. Entah mengapa tanggal pernikahan adek saya itu sama sekali ga bagus bagi saya. Pada saat yang bersamaan saya seharusnya mengikuti kuliah tambahan dengan pak Zaki berturut-turut selama tiga hari. Saya hopeless. Rencana pulang saya berantakan nyaris ga jadi.. Sekali lagi saya harus bilang ke diri saya bahwa inilah konsekuensi dari sebuah pilihan. Karena saya sudah memilih untuk melanjutkan kuliah dan orang tua saya sudah menyetujui pilihan yang sudah saya buat, maka konsekuensi yang mungin muncul pada hari pernikahan adek saya itu ya saya mungkin tidak bisa hadir. Tapi alhamdulillah ternyata Bapak profesor itu dibukakan mata hatinya. Mungkin karena ga tahan melihat tampang memelas saya selama kuliah berlangsung, salah satu jadwal tambahan dipindahkan pada hari yang sama sehingga saya bisa bolos satu hari saja. Alhamdulillah.

Pelajaran lain yang saya dapat disemester ini adalah untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja karebna saya tidak pernah tahu kapan kesempatan saya untuk berbuat baik akan berakhir. Di semester ini saya kehilangan dua teman sekaligus hanya dalam jangka waktu sebulan saja Pak Gendro dan Pak Edwin berpulang ke haribaanNya. Saya tidak terlalu dekat dengan pak Gendro, tapi saya cukup menyesal tidak terlalu sering berbincang dengan beliau sekedar berbagi cerita, mengurangi beban masalah yang beliau hadapi. Dengan pak Edwin saya sangat dekat. Beliau selalu saya antar pulang kalau saya sedang dipinjami motor. Pak Edwin sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri. Beliau tempat saya bercerita, mencari motivasi bahkan menitipkan salam pada kecengan saya yang sekelas dengan beliau. Dari beliau saya bercermin bahwa orang yang tidak sempurna saja ( beliau menderita cacat kaki sehingga harus memakai tongkat) masih terus berjuang hingga titik penghabisan, lalu mengapa saya yang masih muda, alhamdulillah sehat dan sempurna secara fisik harus menyerah begitu saja. Tapi saya senang, karena saya melepas beliau dengan tenang dengan perasaan bahagia..Pada hari kepulangan beliau, saya mendapatkan satu pelajaran lagi..tentang kehidupan. Saya melihat istri beliau ada disana masih menyambut saya dengan senyuman meskipun setelah itu kami bertangisan. Saya baru melihat kedekatan hati diantara dua orang yang saling mencintai. Pak Edwin sangat beruntung, pada detik-detik sebelum berpulang, beliau masih didampingi dengan penuh cinta oleh istrinya. It's a love for a life time..

Dan hal terbaru yang saya pelajari di semester ini adalah belajar untuk melanjutkan dan meneruskan kehidupan saya sendiri. Beberapa peristiwa yang saya alami belakangan ini mengingatkan saya bahwa sayalah yang akan bertanggungjawab terhadap terhadap diri saya sendiri..bukan orang lain. bukan siapa-siapa. Jadi disemester ini saya mulai membangun independensi diri dan mulai belajar untuk membuka hati lagi..suit suit..ya disemester ini saya mulai jatuh cinta lagi...

Apapun yang saya alami selama satu semester ini saya bersyukur karena Allah memberikan saya kesempatan untuk mengalami ini....

Dan semester yang penuh pelajaran ini berakhir sudah..
Saatnya bersiap untuk memasuki chapter kehidupan selanjutnya...

Jumat, 24 April 2009

Semester II : Memahami Konsekuensi atas Setiap Keputusan

Alhamdulillah trimester dua berakhir sudah...

Semester yang penuh ketegangan dan penuh dengan pilihan beserta konsekuensinya. Selain beban kuliah yang lebih padat dibarengi dengan akhir masa proyek. Di semester ini saya belajar bahwa setiap keputusan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya.

Pelajaran pertama dimulai ketika dua pekerjaan besar di kantor dibebankan kepada saya selaku koordinator. Pada saat yang bersamaan dengan ujian tengah semester, saya harus berada di jakarta untuk menunaikan kewajiban kantor. Konsekuensi yang harus saya terima adalah dosen yang bersangkutan tidak memberikan kesempatan buat ujian susulan. Saya dan pihak akademis telah berusaha keras mencari celah, tapi ternyata buntu..akhirnya saya hanya bisa menangis saja..membayangkan kemungkinan untuk mengulang di semester berikutnya, perpanjangan semester dan semakin lama membebani orang tua..Tapi saya tidak ingin membayangkan hal-hal buruk dulu. semoga bapak dosen itu tidak memberi saya nilai jelek sehingga mewajibkan saya untuk mengulang semester depan.

Yah begitulah konsekuensi dari kuliah sambil bekerja. Selain tidak lapang secara waktu, saya juga tidak lapang secara pilihan.Maka ketika pilihan sulit terjadi, itu berguna untuk mengajari saya tentang konsekuen dalam menjalankan pilihan.

Pelajaran berikutnya harus saya hadapi lagi ketika adek saya menikah beberapa pekan yang lalu. Entah mengapa tanggal pernikahan adek saya itu sama sekali ga bagus bagi saya. Pada saat yang bersamaan saya seharusnya mengikuti kuliah tambahan dengan pak Zaki berturut-turut selama tiga hari. Saya hopeless. Rencana pulang saya berantakan nyaris ga jadi.. Sekali lagi saya harus bilang ke diri saya bahwa inilah konsekuensi dari sebuah pilihan. Karena saya sudah memilih untuk melanjutkan kuliah dan orang tua saya sudah menyetujui pilihan yang sudah saya buat, maka konsekuensi yang mungin muncul pada hari pernikahan adek saya itu ya saya mungkin tidak bisa hadir. Tapi alhamdulillah ternyata Bapak profesor itu dibukakan mata hatinya. Mungkin karena ga tahan melihat tampang memelas saya selama kuliah berlangsung, salah satu jadwal tambahan dipindahkan pada hari yang sama sehingga saya bisa bolos satu hari saja. Alhamdulillah.

Pelajaran lain yang saya dapat disemester ini adalah untuk selalu berbuat baik kepada siapa saja karebna saya tidak pernah tahu kapan kesempatan saya untuk berbuat baik akan berakhir. Di semester ini saya kehilangan dua teman sekaligus hanya dalam jangka waktu sebulan saja Pak Gendro dan Pak Edwin berpulang ke haribaanNya. Saya tidak terlalu dekat dengan pak Gendro, tapi saya cukup menyesal tidak terlalu sering berbincang dengan beliau sekedar berbagi cerita, mengurangi beban masalah yang beliau hadapi. Dengan pak Edwin saya sangat dekat. Beliau selalu saya antar pulang kalau saya sedang dipinjami motor. Pak Edwin sudah saya anggap seperti bapak saya sendiri. Beliau tempat saya bercerita, mencari motivasi bahkan menitipkan salam pada kecengan saya yang sekelas dengan beliau. Dari beliau saya bercermin bahwa orang yang tidak sempurna saja ( beliau menderita cacat kaki sehingga harus memakai tongkat) masih terus berjuang hingga titik penghabisan, lalu mengapa saya yang masih muda, alhamdulillah sehat dan sempurna secara fisik harus menyerah begitu saja. Tapi saya senang, karena saya melepas beliau dengan tenang dengan perasaan bahagia..Pada hari kepulangan beliau, saya mendapatkan satu pelajaran lagi..tentang kehidupan. Saya melihat istri beliau ada disana masih menyambut saya dengan senyuman meskipun setelah itu kami bertangisan. Saya baru melihat kedekatan hati diantara dua orang yang saling mencintai. Pak Edwin sangat beruntung, pada detik-detik sebelum berpulang, beliau masih didampingi dengan penuh cinta oleh istrinya. It's a love for a life time..

Dan hal terbaru yang saya pelajari di semester ini adalah belajar untuk melanjutkan dan meneruskan kehidupan saya sendiri. Beberapa peristiwa yang saya alami belakangan ini mengingatkan saya bahwa sayalah yang akan bertanggungjawab terhadap terhadap diri saya sendiri..bukan orang lain. bukan siapa-siapa. Jadi disemester ini saya mulai membangun independensi diri dan mulai belajar untuk membuka hati lagi..suit suit..ya disemester ini saya mulai jatuh cinta lagi...

Apapun yang saya alami selama satu semester ini saya bersyukur karena Allah memberikan saya kesempatan untuk mengalami ini....

Dan semester yang penuh pelajaran ini berakhir sudah..
Saatnya bersiap untuk memasuki chapter kehidupan selanjutnya...

Jumat, 17 April 2009

dilangkahi...


Bagaimana rasanya dilangkahi?
Selama seminggu di rumah untuk menghadiri pernikahan adik saya yuli, pertanyaan itulah yang sering muncul dikepala saya dan dikepala orang-orang sekitar saya. Pertanyaan wajar untuk orang-orang yang hidup di lingkungan komunal.

Hmmmm
Tadinya seperti halnya kebanyakan hubungan kakak adik, saya juga tidak terlalu rela jika adik saya menikah duluan. Saya kan yang lebih tua, harusnya saya duluan yang menikah..terlebih lagi ketika mereka baru diperbolehkan menikah jika kakak perempuannya ipar saya telah menikah terlebih dahulu. Perasaan terbesar yang ada di hati saya adalah perasaan kalah dan cemburu. dua perasaan saja tapi cukup menyita energi. Dari dulu saya sering merasa kalah jika dibandingkan dengan kakak atau adik saya ini. Kalo cemburu? wajarlah jika cemburu itu hadir ketika kita melihat kehidupan orang lain jauh lebih menyenangkan daripada kehidupan kita..

Tapi itu sudah berlalu..hampir setahun lalu.
Karena ternyata proses yang dilalui adik saya jauh lebih rumit daripada yang saya bayangkan. hampir dua tahun setelah dia menyampaikan niatnya untuk menikah kepada saya, rencana itu baru terwujudkan. dan itu sudah cukup untuk menghilangkan semua kecemburuan dari hati saya.

Kadang saya pikir saya hanya kurang sabar menunggu giliran saya.
Kadang saya pikir saya hanya ketakutan jadi perawan tua
Kadang saya pikir saya hanya ketakutan jika saya harus menghabiskan sisa hidup saya sendirian
Kadang saya juga berpikir bahwa saya jauh lebih takut dengan fikiran orang terhadap diri saya sendiri..seakan akan merekalah yang memiliki jiwa dan raga saya.

Padahal
Allah itu Maha Tahu..Dia tahu kapan saya membutuhkan pendamping, Dia tahu kalau saya masih harus banyak belajar, belajar sabar, belajar mengatur keuangan, belajar membagi konsentrasi dan belajar bersyukur dan belajar mencintai diri saya sendiri.. sehingga ketika sang pendamping itu datang, saya akan menghargai dan mencintainya dengan segenap kesyukuran yang saya punya..

Jadi apa yang harus saya khawatirkan?

Rabu, 25 Maret 2009

sorry...

Persahabatan itu katanya seperti sandwich...
Terlalu banyak campuran yang kita letakkan diantara roti tersebut maka rasanya akan semakin tidak enak..

friends,
sorry if you think that i have put too many things between us..
and sorry for being too late for me to realized what was happened..
and sorry that I cannot be the true friend for you..

hopefully you can find another better me outside..whom you can count more than I am..
Thank you for being the best I ever had...

Let me just watching you all from the distance, so i hope, by that way I will not hurt anyone else anymore...

Regards,

Jumat, 20 Maret 2009

Memiliki Kehilangan...

Setelah melewati minggu - minggu yang melelahkan, yang berlalu seiring berlalunya workshop kantor saya di Jakarta dan di Jogja serta acara simposium dan handover equipment ke LPPM dan Fakultas Teknik di UGM, minggu berikutnya, saya berhadapan dengan saat saat yang sangat emosional.

Dan ketika semua mulai berakhir..

Ternyata waktu berlalu begitu cepat.. tak terasa satu persatu para professor, anggota tim ahli kantor saya kembali ke Fukuoka yang kemudian dilanjutkan dengan kepulangan satu persatu anggota tim dari IMAQ (LPPMnya Kyushu University)lainnya. Rasanya baru kemaren saya mengurusi hotel mereka yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang, mengurusi mobil yang akan dipakai, jadwal meeting di fakultas Teknik, mengatur makan malam bersama setiap kali mereka akan pulang kembali ke Fukuoka. Dan rasanya juga baru kemaren saya dan teman-teman menantikan kedatangan mereka, terkagum-kagum dengan oleh-oleh yang selalu dikemas cantik walaupun isinya kadangkala tak beda jauh dengan bakpia atau kue bolu.

Para profesor itu, dengan caranya sendiri selalu berusaha menghargai pekerjaan saya, mendorong saya untuk terus bersemangat kuliah lagi dan mencari beasiswa untuk S3.

Hari terberat pertama jatuhnya Rabu lalu. Pada saat yang bersamaan dengan presentasi kuliah di kampus, kantor mengadakan farewell lunch dengan pihak UGM yang sebelumnya dibuka dengan farewell remarks oleh masing-masing kami. Walaupun tidak bisa ikut serta, tapi dari pagi saya sudah megharu biru.

Acara hari itu dilanjutkan dengan surprise party untuk Itoi sensei, Team Leader kantor saya yang pada hari itu berulang tahun.. a farewell birthday party.. Puncaknya jam 3 sore..ketika akhirnya beliau mengangkat kopernya dan mengatakan Mata ne yang artinya kira-kira sampai jumpa ( yang kalo saya tidak salah di gunakan untuk kemungkinan bertemu yang kecil sekali..) bukan Mata Ashita yang artinya kurang lebih sampai bertemu besok, atau sampai bertemu minggu depan, tahun depan..

Dan inilah waktu yang tepat tuk berpisah...

Hari terberat kedua jatuh jumat lalu, waktunya farewell dinner dengan my boss; Mr. Izumi..

Sebagai general planning officer yang berhubungan langsung soal pekerjaan dengan beliau selama satu setengah tahun ini, saya sudah merasakan banyak sekali pengalaman emosional dengan beliau. Bos saya ini tipe bos sejati, perfeksionis, galak, suka tiba –tiba berubah pikiran yang membuat saya kalang kabut, ya kurang lebih seperti Miranda di devil wears prada, cuma bedanya di memakai Polo bukan prada.
Tiga bulan pertama bekerja dengan beliau membuat saya mati kutu, kehilangan senyum dan hampir kehilangan teman.

But, there's an angel in devil's body
Ketika review pertama pekerjaan saya, disaat semua orang menyalahkan saya dan disaat saya hampir menyiapkan surat resign..saat itulah dia jadi malaikat penyelamat saya..mempercayai bahwa saya sudah berusaha dengan baik di pekerjaan ini dan memberi saya kesempatan untuk memperbaiki diri dan situasi bekerja

Mungkin sudah takdirnya saya untuk selalu dekat dengan orang-orang yang sulit..dan sudah takdirnya saya juga orang-orang sulit itu bisa dekat dengan saya. Selama bekerja dengannya dia masih lebih sering menunjukkan ke-devilan-nya dari pada ke-angle-annya. Tapi dengan cara itulah saya banyak belajar dan banyak memperoleh pengetahuan.

Puncaknya ketika saya memilih melanjutkan sekolah dan teteap meneruskan pekerjaan di kantor. Saya diberikan banyak kemudahan ( jam kerja yang fleksible, tugas-tugas yang tidak seberat sebelumnya), dukungan moril melalui pertanyaan, diskusi bahkan ide-ide untuk bahan thesis.

I'm gonna miss you sir.. a lot..

Dan hari ini waktunya perpisahan terakhir dengan orang Jepang di kantor kami. Yoko Tanaka namanya. posisinya di kantor kami adalah local coordinator. Diantara semua tim ahli dari jepang, dialah yang bahasa indonesianya paling bagus. Awalnya sih nothing special from her..juga tidak ada yang bisa membuat kita dekat..

Tapi lama-lama bu yoko bisa mencair juga seiring mencairnya situasi di kantor kami. Setelah itu, kami sering makan siang bareng, kadang-kadang jalan-jalan ke mall atau sesekali nonton.

Ternyata satu setengah tahun berlalu begitu cepat..dan selama satu setengah tahun itu pula hati saya sudah tertambat disini..di keluarga besar HLPO dengan semua suka dan dukanya..dengan tawa, tangis, stress dan persahabatan di dalamnya

Dan akhirnya saya tahu..
Saya tidak akan tahu bagaimana rasanya memiliki
kalau saya tidak pernah kehilangan......


and I will spend more tears this afternoon...
seiring lambaian tangan dan sosok tubuh yang perlahan menghilang...

Kamis, 05 Maret 2009

Suka...

Saya suka sekali....

Es krim Stroberi
Pada dasarnya saya ga terlalu suka makan es krim dan makanan yang manis. Tapi es krim stroberi lengkap dengan selai stroberi yang asem manis itu menjadi sangat sempurna mengalah ketidak-terlalu-sukaannya saya..rasa asemnya stroberi bisa mengurangi rasa eneg yang ditimbulkan susu...Ditambah dengan traktiran es krim conello stroberi dari bu Yoko sore ini.
Ngomong-ngomong soal es krim, sampai saat ini es krim favorit saya masih di pegang oleh es krim kelenteng di padang. Rasa es susunya tidak terlalu pekat, malah cenderung soft jadi ga bikin bosan dan eneg,apalagi yang dengan potongan nangka..hmmmm yummy. Dulunya es ini di jual dengan kemasan plastik dengan harga yang bergantung pada tebalnya potongan es krim.

Pempek
Mungkin gara-gara berteman dengan Iad yang pernah lama tinggal di bengkulu dan setelah itu berteman dengan ika yang maminya tinggal di palembang sana yang mengakibatkan saya bisa kebagian pempek enak dengan jumlah banyak dan gratis pula. Dasar member klub gretongan.he he . gara-gara itu juga lidah saya menjadi lebih cerdas terhadap terhadap rasa pempek dan terutama rasa cukonya.
Sejauh ini saya memang termasuk penggila pempek..kalo di turutin bisa tiap hari makan pempek mulu..Lucunya, di Jogja saya hanya malam pempek di tiga tempat saja; mang tjek otji di jakal, pempek ulu bundar di mirota dan nyonya kamto (kadang2). Dari itu semua, pempek paling enak yang pernah saya makan ya masih pempek kiriman maminya ika dari palembang sana.

Makanan dengan sambal kacang
Ini adalah bagiannya pecel, gado-gado, lotek, ketoprak, batagor dan temen-temennya. Awalnya ketika saya sampai di jogja, rasanya aneh dan ga selera melihat menu nasi pecel tanpa mie pula, tidak ada kangkung, yang ada bayam. plus kalo melihat orang lain memakannya dengan telor asin, makin lengkaplah sudah penderitaan saya. Mungkin karena raga saya sedang berada di Jawa sementara hati dan lidah masih ada di sumatera. Di padang, lotek, pical ( begitu kamu menyebutnya), gado-gado disajikan dengan mie kuning dan bertemankan lontong atau ketupat bukan nasi.

Gado-gado dan lotek di Jogja disajikan dengan irisan tempe dan bakwan dan bumbu kacang yang diulek sesaat sebelum disajikan. Hal yang sama berlaku pada lotek dipadang, hanya saja dipadang loteknya tidak memakai potongan tempe dan bakwan tetapi memakai mie kuning. Sedangkan gado-gado padang lebih bercita rasa jawa timur daripada jawa tengah sekitanya. Bumbu gado-gado dimasak dengan santan terlebih dahulu dalam jumlah yang banyak..

Gorengan
Biasanya saya tidak terlalu menyukai makanan makanan yang sering saya buat seperti ikan bakar, brownies, ayam kecap dll. Tapi itu tidak berlaku untuk risoles, tahu isi dan bakwan. Saya berjualan risoles dan tahu isi cukup lama dilanjutkan dengan mencuri-curi jualan bakwan dan gorengan lainnya di jogja. Harga gorengan di jogja sangat murah, hanya setengah harga gorengan di padang, dengan ukuran dan rasa yang setengahnya pula. Tapi hal itu ternyata tidak menurunkan tingkat kesukaan saya terhadap makanan ini

Jumat, 27 Februari 2009

Hate that I have to say goodbye...

Saya benci perpisahan ...bukan karena takut tidak bertemu lagi tapi lebih karena sulitnya mengatasi rasa kehilangan dan rasa kesepian akibat ditinggalkan. Ketika lulus SMU saya harus melepas dua teman dekat saya yang diterima di UI dan Unpad. walaupun masih ada teman saya yang lain, but it feels so different..seperti ada yang terenggut dari hati saya. Rasanya kurang lebih sama seperti ketika saya harus kehilangan sahabat pria terbaik yang saya punya karena salah paham..dan dia memilih pergi...

Saya benci perpisahan..bagi saya yang paling menyakitkan dari semua itu adalah proses penyembuhan hati yang telah terlanjur porak poranda. Saat dia berlalu dari hadapan, saat itulah saya sadari bahwa terlalu banyak hal indah yang pernah saya bayangkan sebelum akirnya saya sadari saya tidak bersiap untuk hal yang terburuk....

Terakhir kemudian saya mengantarkan Nana pulang ke medan. Nana adalah teman dekat terakhir saya di Jogja. Sebagai anak yang sejak SMP jauh dari orang tua..saya pikir Nana tidak akan meninggalkan saya sendiri disini... Saya mungkin bukan sahabat yang sangat baik bagi Nana, begitupun bagi saya dia bukan yang terdekat. Masih banyak hal yang sulit saya mengerti pada dirinya...ah..saya benci harus menahan sesak di dada dan mata yang panas...saya benci mengapa saya selalu menjadi orang yang ditinggalkan.

Dan ketika perpisahan itu terjadi, saya menyadari bahwa terlalu banyak waktu yang saya lewatkan begitu saja tanpa berusaha membuatnya menjadi istimewa...Pelukan ( yang semoga bukan yang terakhir ) di Bandara dan ucapan terima kasih telah menjadi temannya membuat saya tersadar bahwa hanya perlu telinga untuk mendengar..untuk bisa menjadi seorang sahabat...

Saya masih suka membaca sms perpisahan dari Nana dan Ika..dan masih suka sedih sampe sekarang...dan itulah mengapa saya masih saja tidak suka perpisahan bahkan sampe sekarang... I miss you Ka..I miss you Na..

Rabu, 25 Februari 2009

Tentang Pasangan Hidup...

Beberapa hari ini kepala saya dipenuhi tentang pikiran tentang pasangan hidup. Kesibukan kuliah dan pekerjaan yang menumpuk membuat saya cenderung mengabaikan urusan ini. Tapi ternyata itu tidak berlaku bagi orang lain disekitar saya. Menjelang detik-detik pernikahan adik saya, pertanyaan tentang kapan menikah mengalir semakin deras saja..well, just take it as the way people show that they care to me...

Beberapa hari sebelumnya, saya pernah meminta kepada Uda Nanda-tetangga saya di Padang, untuk dikenalkan kepada teman-temannya. beberapa hari kemudian datanglah imel dari dia yang menyertakan satu form yang harus diisi. Form nikah judulnya. Dikirimkan oleh pria yang ingin dikenalkan kepada saya. Ya kurang lebih mirip form taarufnya orang -orang yang mengikuti Liqo'an. Ketika form itu berhasil saya download dan saya buka, yang ada saya menjadi terpana dan merona. waduh..saya sedang memasuki areal tahapan kehidupan berikutnya...

Form itu sebenarnya menurut saya seperti form biodata ketika kita masuk kursus atau sekolah. Semua bagian mengenai identitas diri saya isi kecuali bagian berat badan.. he he let it be my own privacy...

Pertanyaan berikutnya adalah tentang visi misi, kriteria suami yang diinginkan serta penjelasan tentang saya. Hmm bagian ini cukup sulit bagi saya. Pertama karena saya orang yang cenderung suka memikirkan pendapat orang lain tentang saya dan yang kedua saya tahu bahwa orang yang akan bertukar biodata ini memiliki pemahaman agama yang lebih baik dari saya.

Belakangan saya bari menyadari ketika membaca postingan mas anjar tentang kriteria suami ideal, saya memiliki kriteria yang terlalu general tentang pria yang ingin saya habiskan hidup saya bersamanya. Mungkin ini seperti sedang membeli barang..kita menetapkan beberapa kriteria dan kemudian mulailah bowsing di internet untu mengetahui barang yang sesuai. Kalo cocok, bungkus aja.

Bagi saya, ketika memilih suami maka yang paling penting adalah dia memenuhi kriteria utama yang diinginkan oleh kedua orang tua saya. Bagi papa saya, yang dia inginkan dari seorang menantu adalah yang bisa menjadi teman untuk berangkat sholat berjamaah ke mesjid, bacaan al Qurannya bagus, dengan kata lain pria alim. Mungkin pria ini bisa menjadi pilihan..dengan catatan kalo dia memilih saya..Sedangkan bagi mama saya, yang penting punya pekerjaan tetap. Bahasa orang tua bangetlah. Pekerjaan tetap disini maksudnya adalah yang senin sampe jumat dari jam 7 sampai jam 5 berangkat kantor, punya slip gaji, punya asuransi kesehatan. Sejauh ini saya berusaha mengakomodasi keinginan semua pihak yang akan terlibat..


Bagaimana dengan saya sendiri? apa yang menjadi kriteria saya?
Setelah berbincang bincang dengan adik saya semalam, saya menyimpulkan bahwa orang yang saya inginkan untuk menjadi calon suami saya adalah orang yang berjiwa besar.
Ya berjiwa besar. Pria dengan hati yang lapang karena ternyata pada banyak sisi kehidupan saya bisa dikatakan sangat menonjol. Untuk itulah saya membutuhkan orang yang akan mendorong saya untuk terus berkarya, tidak merasa terancam karena kemampuan yang saya punya. Orang yang berjiwa besar disini adalah orang yang bangga dengan apa yang dia punya sehingga kemudian saya tidak menjadi ragu untuk menjadi his biggest fans.

Kemudian inilah yang saya tulis di biodata saya tersebut :
"Bagi saya suami adalah orang yang akan saya jadikan panutan setelah orang tua saya, pria yang akan menjadi imam dalam setiap shalat saya, orang yang padanya hidup saya akan saya abdikan, untuk itu saya membutuhkan seorang laki-laki yang bisa dijadikan sandaran, yang mampu membimbing saya menjadi lebih baik tanpa menggurui, menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang saya miliki, menjadi penguat ketika saya lemah. Pria yang mampu menegakkan kepalanya menatap kehidupan sehingga saya bisa merasa aman berjalan disisinya "...

Ada yang punya calon dengan kriteria tersebut diatas?

Kamis, 12 Februari 2009

just another curhat....

Hidup terasa sangat melelahkan bagi saya belakangan ini. Secara emosional..saya sedang rollercoaster banget. Hesty gitu lo..keseringan rollercoasternya malahan mungkin tornado?..
"bunuh diri aja yuk"?
" jangan..nanti masuk neraka..."

Tugas kuliah yang menghantui di akhir minggu..pada saat yang harusnya saya beristirahat dan memanjakan diri..membereskan kamar yang selalu saja tidak pernah bisa bertahan lama kerapiannya, mengangkut pakaian kotor seminggu ke kamar mandi, mencuci tumpukan piring, gelas, penggorengan yang sudah seminggu tertumpuk rapi di ember..sampe tidak ada lagi piring dan gelas tersisa buat makan dan minum...menelpon ibu Yoshua untuk luluran..dan tidur sampe saya bosan...

Kadang saya suka iri sama teman-teman di kampus..mereka bisa berhaha hihi, bisa tidur pulang kuliah, bisa nonton bareng di 21 ketika saya harus buru-buru berjalan menuju kantor.. I wish I can change my position for a while..only for a while..until I can stop feeling jealous to other people's life...

And here I'm now..in a very rush office..
setidaknya sampai maret ini berakhir..pada saat itulah senyum saya bisa kembali...
dan pada saat itu juga mungkin saya akan mulai mengeluh karena tidak punya pemasukan...
life o life..But thanks God..this-very-rush-office ini cukup memanjakan saya dan teman-teman dengan internet unlimited access ..

Mungkin karena saya kesepian...
Rasanya aneh juga tinggal di jogja tanpa teman-teman dekat...satu persatu mereka pergi meninggalkan Jogja dan saya...Dan itulah sebabnya..setelah pulang kantor, setelah membersihkan muka dan mengganti baju kerja dengan daster kesayangan..saya mulai mencari satu persatu orang yang bersedia berhaha hihi dengan saya hingga mata mengantuk..itu juga dengan catatan setelah tugas-tugas kuliah yang menumpuk itu sudah saya bereskan separuhnya..

Mungkin karena saya sudah tidak seterbuka dulu lagi..saya sudah tidak mampu lagi menjadi tempat curhat yang sabar bagi temen kos saya..yang selalu datang dengan a-never ending-curhat in her head..saya tidak cukup kuat dan sabar mendengarkan kisah percintaan yang tidak jelas..yang makin lama makin membawa saya kembali ke perjuangan saya menegakkan kepala menantang perihnya luka hati akibat dikhianati..dan endingnya..saya yang stress...

waduh..makin lama jadi makin ga jelas..
jadi never ending curhat juga...
udah dulu ah..waktunya pulang
I think I miss my bed..and miss to find a shoulder to cry on..

Selasa, 03 Februari 2009

Bangga menjadi urang awak

Baru saya sadari bahwa saya sangat bangga menjadi orang minang. Menjadi bagian dari suku bangsa yang sangat tangguh dan sangat kreatif. Mr. Charming pernah bilang kalo kehebatan orang Padang (biasalah orang di luar Sumbar suka memanggil kami dengan sebutan orang Padang) adalah mengemas hal biasa jadi luar biasa.. memang dasarnya sih si mr charming, ngefans banget sama orang minang , rumah makan minang, dan mahasiswa minang termasuk saya he he

Kemaren malam, bersama kak deni-mantan kakak kos saya, kami mengunjungi Kedai Kopi- coffee shop yang cukup terkenal di Jogja yang juga merupakan langganan saya. Saya baru mengetahui kalo ownernya adalah anak ekonomi UII 98 dan gontorian 96..( kenal ga son?) namanya Deni. Papanya si mas deni ini adalah rekan mengajar kak deni, kakak kos saya tadi di UNP. Cerita punya cerita, ternyata saya seharusnya memanggil dia Uda deni, bukan Mas Deni karena dia adalah orang Padang..ckckckck..semakin bertambah kekaguman saya terhadap suku saya sendiri...

Kedai kopi favorit saya itu berlokasi di selokan mataram yang menuju arah jalan gejayan. Sementara yang kami datangi tadi malam lokasinya di perempatan kentungan. Melihat dari cara kerja baristanya, keramahan mereka saya tadinya tidak menyangka bahwa pemiliknya adalah orang awak. Soalnya keluwesan yang mereka tampilkan, jawa sekali, pelayanannya juga sangat profesional. melihat kenyataan bahwa kebanyakan orang awak agak kurang bisa menjaga kualitas ketika apa yang mereka jual laku. Tapi kemudian saya menyadari, dilain pihak mereka mengaplikasikan pepatah dima bumi dipijak disitu langik di junjuang..orang yang sangat adaptif dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang datang..

Setelah pameo di mana ada perempatan, disitu ada rumah makan padang, dimana ada tanah kosong disitu orang minang jualan tigo saribu, sekarang saya mengetahui hal baru, dimana ada perempatan ( di Jogja) disitu ada Kedai Kopi..

Bangga menjadi urang awak...
Makanya saya yakin sekali, jika Bulan bisa ditinggali, maka selain KFC, Mc D, Pizza Hut, maka restoran lain yang akan survive adalah Restoran dengan masakan Padang...


Jumat, 30 Januari 2009

pengamen dan enteng jodoh

Ketika makan siang hari ini, seorang pengamen datang dan bernyanyi di dekat meja tempat saya dan teman-teman duduk. Tidak ada yang istimewa dari pengamen itu..suaranya pun rada gimmaanna gitu..lagu pertamanya cukup mengejutkan..di siang hari yang panas, di jogja pula, lagu pembukanya adalah...jreng jreng " datanglah" lagunya kakak roma...untung lagu itu sedang di renew dan sering di puter di tv belakangan ini. jadi lumayanlah

Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan disini. Kata-kata penutup sebelum dia menunggu para pendengar memberikan uang ala kadarnya itu lo yang ga nahan....sampe sampe saya ga bisa berhenti ketawa.

begini yang dia bilang: " Ok sekian dulu lagu dari saya..terima kasih atas perhatiannya. Jangan lupa jaga kesehatan, Semoga anda semua mendapatkan mertua yang baik hati dan segera mendapatkan jodoh.."apa hubungannya dengan datanglahnya roma irama?

Pada bagian jangan lupa jaga kesehatan, itu bosku yang merasa tersindir, karena dia memang sedang tidak enak badan. Ketika si pengamen itu bilang semoga cepet dapat jodoh, saya reflek bilang amin..dengan suara keras pula...

malu-maluin ya?

Kamis, 29 Januari 2009

Beauty is What You Think

Tulisan ini saya buat untuk mengikuti lomba karya tulis femina dan citra dalam acara Arisan Cantik Citra di Jogja akhir tahun lalu. Alhamdulillah menang dan dapat HP. HPNya dah dijual berganti menjadi sepatu olah raga bar, bola nike untuk abi, kacamata baru, dll..he he

Industri hiburan sudah memberikan banyak perumpamaan tentang kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang wanita agar bisa dianggap cantik. Bertubuh langsing, berkulit putih dan berambut lurus adalah kriteria yang sangat umum dipakai dalam iklan produk kecantikan. Dan tidak ada yang salah dengan itu semua. Pepatah minang mengatakan “ kok mato condong nan ka rancak, kok salero condong nan ka lamak”. Artinya sudah umum diketahui bahwa mata akan cenderung tertarik kepada yang bagus-bagus dan selera akan cenderung jatuh kepada yang enak-enak. Dan itu manusiawi sekali. Selain itu mereka memerlukan standarisasi yang jelas. Bagaimanapun bisnis adalah soal bagaimana meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dan untuk itu, para pelaku bisnis di dunia hiburan harus memanjakan mata orang yang mereka hibur.

Tapi tidak perlu merasa kecil hati jika tidak memiliki kulit putih, rambut lurus dan bertubuh langsing. Toh kemajuan teknologi serta berkembangnya ilmu pengetahuan memberikan kesempatan untuk tampil secantik mungkin. Dan kita perlu bersyukur karena Tuhan telah memberikan anugerah kecerdasan yang luar biasa kepada para penemu krim pemutih wajah, metode pelurusan rambut hingga para dokter kecantikan yang mampu membuang berkilo-kilo lemak hanya dalam waktu singkat, tanpa lapar dan olahraga. Yang kita perlukan hanyalah sejumlah uang dan simsalabim..kita bisa menjadi ciderella dalam sekejap tanpa takut akan berubah menjadi upik abu lagi.

Lalu bagaimana jika kita tidak memiliki cukup uang untuk membuat kita tampil cantik? Tenang, money can’t buy everything! masih ada kriteria lain untuk bisa menjadi cantik yaitu memiliki hati dan kepribadian yang cantik atau lazim disebut inner beauty. Makanya tidak heran jika kontes kecantikan mensyaratkan seseorang untuk punya brain, beauty and behavior. Disinilah letak kecantikan itu sebenarnya. Hati yang lemah lembut dan memiliki rasa cinta kasih kepada sesama manusia, senyum yang tulus, kepribadian yang hangat akan memancarkan aura keteduhan yang kemudian akan diterjemahkan oleh hati orang lain sebagai kecantikan. Dan akan semakin sempurna jika kita mampu mengemasnya dengan baik. Kemasan adalah tentang memanjakan mata orang lain. Bagaimana caranya agar orang lain tidak menggerutu dalam hati ketika bertemu dengan kita. Entah karena kita kurang bersih ( cantik tapi bau kata P-project, kuku panjang dan hitam ), berpakaian tidak rapi atau tidak beretiket.

Pakaian, itu seperti kertas kado. Tidak perlu mahal, yang penting sesuai, baik dengan postur tubuh, warna kulit ataupun dengan acara yang akan kita hadiri. Sesekali tampil berbeda akan membuat orang terperangah. Suatu kali pada kuliah presentasi di kampus, saya merasa harus tampil istimewa, karena saya yang akan melakukan presentasi, dan itu artinya saya akan menjadi center of attention teman-teman dan dosen saya di kelas. Saya memilih baju shantung favorit saya yang berwarna merah marun. Baju itu bukanlah baju yang mahal. Hanya sehelai baju berbahan 20 ribuan permeter yang dijahit ditukang jahit murah langgaan saya. Tapi warna merah marun yang mengkilat itu terlihat sangat elegan dan berkelas jika dipakai. Agar tidak terkesan terlalu berat, maka saya memadankannya dengan celana panjang semi jins dan jilbab yang senada dan memakai sedikit pemulas pipi saya dan lipstik yang tipis agar terlihat segar. Dan sejak keluar dari kamar kos menuju kampus, saya mendapatkan pujian dari banyak orang. Apa yang mereka katakan sama halnya dengan bait lagu yang dinyanyikan oleh Lobow ” Kau cantik hari ini dan aku suka”. Dan kembali, saya merona. Tau gitu, saya tidak usah memulas pipi. Satu pelajaran buat hari itu, ternyata cantik tidak harus mahal.

Beretika atau dalam bahasa gaulnya, behave, akan membuat kita sebagai perempuan terlihat semakin anggun. Behave dalam hal ini bukan berarti harus mengikuti kursus kepribadian di tempat yang mahal, tapi bagaimana berlaku sopan, yaitu cara makan, cara berjalan, cara tertawa yang sopan. Seorang wanita yang cantik, dan sudah berpakaian bagus tapi kemudian sendawa keras setelah makan hanya akan membuat orang ilfil.

Cantik tapi ga nyambung kalo diajak ngobrol? Enggak banget deh!. Caranya? Use your brain. Rajin membaca dan mempelajari banyak hal akan membuat kita semakin menarik. At least, oang tidak akan pernah bosan untuk berada di dekat kita karena banyak sekali bahan obrolan yang kita punya. Kita memang tidak bisa menguasai semua hal, tapi setiap orang pasti mengetahui sesuatu. Maka, menguasai apa yang kita ketahui dengan baik akan membuat kita semakin cantik. Buktikan bahwa anda adalah orang cantik yang pintar, bukan cantik tapi bloon.

Yang terakhir adalah, jangan lupa bersyukur dengan apa yang kita miliki. Selain tentang sudut pandang orang, kecantikan itu adalah tentang sudut pandang yang kita punya sebagai pribadi. Jika kita sebagai pemilik tubuh saja sudah merasa rendah diri dengan apa yang kita punya, lalu bagaimana orang lain akan menilai kita cantik?. Tuhan sudah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya, jadi apapun yang kita punya, itulah yang terbaik.

So, as conclusion, kecantikan itu adalah hati yang cantik, dibungkus dengan penampilan yang menarik, pengetahuan yang luas dan disempurnakan dengan rasa syukur yang dalam.




Selasa, 20 Januari 2009

untitled...

"I didn’t say good bye. I didn’t say anything. I just walked away"

say goodbye pada apa sih hes...?

ga taulah..pokoknya pengen walk away and disappear for a while
tapi ternyata facebook, blogspot, YM and Skype masih terlalu menyenangkan buat ditinggalkan

ada ada aja


Note : kutipan diatas saya temukan di mbakdos.multiply.com/journal/item/113/Inayah_yang_Berbedah

Kamis, 15 Januari 2009

tentang plagiarisme dan copy-paste

Ada hal baru yang jadi perhatian saya belakangan ini terutama setelah kuliah lagi di magister sains ilmu akuntansi. Masalah plagiarisme dan copy-paste. Mungkin karena saya memasuki tataran ilmiah yang bertujuan untuk mempersiapkan para calon ujung tombak pendidikan di negara ini, maka sudah sepantasnyalah aturan-aturan baku etika pendidikan di terapkan disini.

Menurut Wikipedia, plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.(1) Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya
Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme.[2]:
  • Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
  • Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
  • Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  • Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  • Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Banyak dosen yang menggarisbawahi kata-kata plagiarisme dalam setiap pertemuan pertama awal kuliah. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang memberikan tugas akhir berupa proposal penelitian dimana celah untuk melakukan palgiarisme terbuka lebar. Salah satu dosen saya semester ini, sang begawan akuntansi Prof Zaki Baridwan bahkan mengungkapkan kekecewaannya terhadap mahasiswa yang diasuhnya semester lalu. Dari 30an mahasiswa hampir sepuluh orang mendapatkan E karena kasus ini. Padahal kuliah yang beliau asuh sudah memiliki banyak peraturan, seperti tidak boleh absen lebih dari dua kali dan berturut turut, presentasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, summary tiap kali pertemuan dan lain sebagainya.

Dan saya kemudian ikutan tak habis pikir, kok bisa?. Bagi saya pribadi, itu adalah hal yang bodoh. Bukankah selama satu semester mereka sudah bersusah payah untuk mengikuti kuliah beliau? Lalu mengapa tidak ditutup dengan manis? Lagipula, sebagai profesor, dan reviewer terkemuka untuk jurnal akuntansi, orang seperti beliau mestinya sangat peduli terhadap dunia tulis menulis dan pasti memiliki lebih dari cukup pengetahuannya untuk mendeteksi tindakan plagiarisme ini.

Mungkin sama halnya kebanyakan orang yang tidak bersentuhan dengan karya ilmiah sebelumnya, maka pada saya juga tidak terlalu concern dengan ini semua. Saya pikir adalah hal yang biasa jika kita memakai satu dua kata (yang menurut saya bukan bagian inti) untuk kemudian ditaruh didalam lembaran tugas yang kemudian diakui sebagai karya kita sendiri. Tapi ternyata itu salah dan memang salah. Seperti halnya yang diungkapkan Pak Zaki, "Rasanya memalukan sekali melihat kutipan-kutipan ( yang tidak penting) yang harusnya bisa kalian buat sendiri. Saya paham sekali bahwa kita semua sedang belajar disini, maka saya tidak menuntut kesempurnaan. Kalau kalian sudah menulis dengan sangat bagus, maka kalian tidak akan perlu lagi kuliah".

Kemudian saya juga melihat banyak orang yang sangat terganggu dengan masalah copy paste dan plagiarisme ini. Di website ini http://hsgautama.multiply.com/, saya beberapa menemukan kali tulisan : "please dilarang meng-copy foto dari blog ini. Mintalah ijin, Foto tidak jatuh begitu saja dari langit" tapi ada yang membuatnya dengan susah payah" serta tulisan : "pengen copy-paste tulisan? sebutkan Link dan Sumbernya dong. ini baru namanya bukan plagiat atau mencuri"

Ternyata banyak hal sederhana yang dianggap terlalu rumit bagi kebanyakan orang. Sama rumitnya dengan mengucapkan maaf, tolong dan terima kasih. Padahal jika hal tersebut dilakukan, maka akan timbul perasaan saling menghargai diantara kita.

Dan sepertinya saya masih harus banyak belajar....

Sumber untuk tulisan ini saya dapatkan di : http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
www.hsgautama.multiply.com
dan ide ini mucul setelah saya mencari bahan silabus mata kuliah ASP dan menemukannnya di http://www.icukranggabawono.com/jurnal/pembelajaran.pdf

Rabu, 14 Januari 2009

when?

this is a so-full -of wedding-news month....(take a deep breath then...)
when will I have my own month for my own-news-wedding ?

Jumat, 09 Januari 2009

Dance with My Father Again...

Back when I was a child
before life removed all the innocence
my father would lift me high
and dance with my mother and me and then
spin me around til I fell asleep
then up the stairs he would carry me
and I new for sure, I was loved

If I could get
another chance
another walk
another dance with him
I'd play a song that would never ever end
how I'd love love love
to dance with my father again
( Luther Vandross..Dance with my Father again.. )


Beberapa waktu yang lalu Papa saya mengirimkan sms singkat, hanya beberapa baris, untuk mengabarkan bahwa uang kuliah saya telah dikirim : "nak, uang kuliah sudah ayah kirimkan .."

Saya terharu..bukan hanya karena papa saya akhirnya mengirimkan uang kuliah itu, tapi lebih karena cara beliau berbicara kepada saya melalui sms itu. Bagi saya, ungkapan nak dan ayah adalah ungkapan mendalam kecintaan seorang ayah pada anaknya..Rasanya asing dan beda jika tiba-tiba papa memanggil saya dengan sebutan nak. Beliau biasanya memanggil saya dengan eti, puak atau ndut..mungkin bagi beliau itulah panggilan kesayangannya buat saya. Hmmm papaku...waktu berganti dan kami telah belajar bahwa kasih sayang orang tua terhadap anaknya tidak akan pernah putus.


Jika saja di acara pernikahan di adat minang ada acara anak daro berdansa dengan ayahnya..maka saya tidak akan pernah melewatkannya.. It will be my first dance with my dad...dan saya ingin merasakan kehangatan pelukan sorang ayah pada anak perempuannya.

Saya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa memahami papa saya dan sepanjang masa itu, bagi saya beliau hanyalah seorang ayah saja, tidak tersentuh, tidak bisa diajak bercanda sesuka saya, tidak pernah memanjakan saya...no more. Makanya saya iri sekali dengan Iad atau nani temen saya yang semuanya adalah anak kesayangan ayah/ papa. I tought I never been and will never be my dad's little girl.

Kakak saya adalah the most daddy little girl. Mama saya pernah cerita, kalo papa saya keluar kota, maka kakak saya biasanya akan jatuh sakit..The 1st child usually turn into parent's sweet heart. Adik saya yuli adalah yang berikutnya. Dia bungsu selama sepuluh tahun. Dan selama itu juga, apa yang kami ingin minta kepada orang tua, biasanya diwakili oleh yuli. Adek saya Ade, yang masih smp, walaupun no longer daddy's litle girl, tapi dia selalu dibawa kemanapun hingga berumur 5 tahun sebelum posisinya digantikan oleh Abi, anak laki-laki papa satu-satunya yang telah beliau tunggu selama 20 tahun.

Dan saya seperti terlewatkan begitu saja. nothing so special about me yang mungkin bisa di ceritakan papa kepada orang orang yang dia temui. Paling hanya guyonan ketika pulang kampung bahwa memiliki anak dengan tubuh xl seperti saya cukup membanggakan jika di bawa pulang kampung, setidaknya orang-orang akan tahu bahwa keluarga saya cukup sejahtera..xixixi

Saya selalu tersingkir oleh kebanggaan papa akan kakak saya yang mendapatkan suami doktor, tinggal di jepang selama 4 tahun dan punya anak yang lucu-lucu atau kebanggaan terhadap yuli yang kuliahnya ikatan dinas di STIS, yang setelah tamat akan menjadi PNS di BPS bahkan dengan cerita-cerita lucu tentang abi dan ade..

Waktu terus berjalan..saya dan beliau pun seperti belajar banyak hal...
Saya kemudian menyadari bahwa seringkali anak terlalu banyak komplain kepada orang tuanya dan orang tua terlalu banyak menuntut kepada si anak..kutub yang tolak menolak...seperti halnya saya dan papa dan mungkin seperti halnya kebanyakan orang tua dan anak lainnya di dunia ini.

Dan saya belajar dari Nani, untuk berusaha bersikap santun sebagai anak. Awalnya memang tidak mudah. Tapi lebih aneh lagi kalau temen saya tiap kali datang ke rumah mencium tangan papa saya dengan takzim sementara anaknya sendiri cuma berjabat tangan layaknya seorang teman saja..Tapi ternyata yang merasa aneh tidak hanya saya, Papa saya lebih merasa aneh dan lebih tepatnya kaget setiap kali pulang ke Padang, saya mencium tangan beliau dan mencium kedua pipinya. Mungkin karena tidak terbiasa, seperti halnya juga tidak terbiasa mengucapkan selamat ulang tahun kepada kedua orang tua atau ketidakterbiasaan saya dan saudara-saudara saya untuk bercerita ngalor ngidul seperti hal kepada teman.

Sekarang, setiap kali saya menelpon ke nomor beliau, saya pasti tercekat.." apo nak?" itu kata sapa yang sering beliau ucapkan sekarang dan seringkali di sambung dengan " baa? lai ado pitih eti ?"Di lain waktu saya pernah mendengar kakak bertanya kepada beliau siapa yang sedang menelpon, kemudian papa saya menjawab " anak papa nan di Jogja.."sederhana tapi bagi saya sungguh istimewa...

Di tengah persiapan pernikahan adek saya Yuli, Papa saya sempat melontarkan ucapan " Nanti kalo waktu eti baralek datang..kita juga akan bikin pesta seperti pestanya ii dan mudah-mudahan papa masih ada.." Aih My daddy..beliau mungkin kepikiran bahwa saya terluka dan sedih karena di langkahi.. dan beliau berusaha membesarkan hati saya...Ternyata saya juga His little girl...

Papa, jangan khawatir, saya akan baik baik saja di sini..mungkin waktu saya untuk menemukan pendamping belum tiba, tapi saya tidak pernah sendirian disini. Semoga Papa panjang umur, sehat selalu dan dimudahkan rejekinya. Semoga saya masih diberikan kesempatan untuk bisa membanggakan papa dan memberikan yang terbaik sebagai balasan atas kasih sayang yang tak pernah putus.....

catatan :
1. Fotonya saya ambil di furzephoto.files.wordpress.com
2. "
apo nak? : bahasa minang artinya ada apa nak?
3. "baa? lai ado pitih eti ?" : bahasa minang juga artinya " gimana? uang eti masih ada?"
4. Nan ; bahasa minang juga artinya yang

Rabu, 07 Januari 2009

Baralek Gadang..

Hampir dua minggu ini saya berkutat dengan urusan pernikahan. Hesty mo nikah? I hope so..amin. Tapi ini bukan urusan pernikahan saya melainkan urusan pernikahan Ii adek saya. Dan selama dua minggu itu saya tahu bahwa mengurusi baralek tidak mudah...pusing

Nah ternyata kepusingan saya menjadi kompleks karena ii dan saya beda selera. dia sangat detil untuk semua hal sementara saya suka yang simpel aja. Terlalu banyak permintaan dan pertanyaan hingga berujung pada kata-kata " terserah kamu aja" dan perang pun segera dimulai setelah itu. Dan untuk orang yang ga sabar seperti saya, jadilah itu seperti acara uji kesabaran..

Tapi setelah semalam dia menelpon saya hingga hampir satu jam saya baru menyadari bahwa semuanya memang tidak mudah bagi ii, Selain tidak terbiasa, dia juga merasa sendiri mengurusi ini semua.

I wish I were in Padang..
Ii biasanya hanya bisa mengandalkan saya untuk urusan ini. Mulai dari memilihkan kebaya, undangan, pelaminan hingga katering. Lagian dulu ketika kakak saya menikah, maka sayalah yang turun tangan di hampir semua sektor..mulai dari beli ikan di muaro hingga memasak buat akad nikah..ternyata saya berbakat untuk pekerjaan yang multitasking.

Maka hari ini, saya mulai lagi searching contoh undangan, menghubungi percetakan kantor langganan saya, menghubungi usaha pelaminan di padang..lama-lama kayaknya bisa kepikiran juga buat buka usaha wedding organizer...hmmmmm

Kayaknya boleh juga tuh...mari bermimpi lagi...