Senin, 22 Desember 2008

Not Always Seen But Always there...




Dari dulu saya lebih gampang dekat dengan pria. Mungkin karena saya selama 17 tahun hidup saya saya tidak punya saudara laki-laki. Adik bungsu saya si Abi lahir setelah kakak saya berumur 20 tahun. Selama itu pula, saya lebih banyak berteman dan dekat dengan pria ketimbang wanita..

Ketika kuliah, saya punya banyak abang-abang. Rata-rata mereka adalah senior-senior pria 2 tahunan diatas saya. mungkin saya salah seorang pengidap odipus complex. Tidak tahu mengapa, saya merasa nyaman jika dekat dengan pria yang lebih tua.

Di Jogja, ketika internet menjadi tak berbatas, abang-abang saya semakin bertambah. Thanks to penemu messengger.Kalo orang bilang tak kenal maka tak sayang..itu tidak berlaku dalam hubungan saya dan abang-abang itu. Tiga orang abang yang paling dekat dengan saya, masing-masing tinggal berjauhan. Satu di papua, satu di gorontalo dan satu di Jakarta dan hingga hari ini kami belum pernah bertemu muka.

Hari ini saya ingin berbagi cerita tentang abang yang paling dekat dengan saya bernama Franky, Pria Batak dengan marga Sidabutar bekerja di perusahaan minyak di Papua.

He is my invisible shoulder to cry on..Perkenalan pertama kami terjadi di room chat Yahoo messengger hampir dua tahun yang lalu. Penilaiannya terhadap saya adalah saya terlalu baik dan terlalu perhatian sehingga akan mudah disakiti. Ketika dia tahu hubungan saya dengan masa lalu memburuk dia hanya bisa bilang " abang kan udah bilang dek.." Maaf ya bang, mungkin sebagai adek saya terlalu bandel untuk di beritahu. Dan Tuhan mengirimkan dia untuk mengobati luka hati saya karena laki-laki lainnya. Maybe this is what I called a Brother..the one who never stop taking care of me even in his very hard time.. Omar Epps bilang If someone saves your life, you develop a brotherhood, no matter what your race.

Begitulah si Abang ini, Dia selalu berusaha menelepon diantara susahnya sinyal telkomsel di tengah lautan dan susahnya sinyal simpati di kosan saya hanya untuk memastikan bahwa saya baik-baik saja. Ketika saya berada di zona sendu, si abang bilang: " Pergilah keluar dek, berdandanlah yang cantik pergilah ke pusat keramaian. Matikan laptopmu itu kalau hanya lagu glen fredly yang kamu dengarkan..itu hanya akan membuat kamu semakin patah hati.."dan beberapa jam kemudian dia akan menelpon kembali untuk mencari tahu apakah saya benar-benar ke mall atau di rumah saja...

Terlalu susah bagi saya untuk menemukan kata-kata yang bisa dengan pas menggambarkan betapa istimewanya dia di kehidupan saya. Memiliki si Abang, membuat saya tidak pernah merasa sendiri. dia selalu berusaha memperhatikan saya dari jauh dan mendorong saya untuk bangkit, menegakkan kepala, menampilkan potensi terbaik saya karena dia yakin bahwa saya bisa..

My illness has taught me something about the nature of humanity, love, brotherhood and relationships that I never understood, and probably never would have. So, from that standpoint, there is some truth and good in everything. (Lee Atwater)

Tulisan ini adalah tribute saya kepada seseorang yang telah menyelamatkan jiwa dan kehidupan saya..not always seen but always there..
Abang Franky, Thanks for being my brother

1 komentar:

debong mengatakan...

Ceilee...
cari brother serius juga :P