Selasa, 30 Desember 2008

Maryamah karpov menurut saya..

Setelah membaca postingannya pak himawan, saya juga jadi tergelitik untuk menuliskan resensi ga penting saya tentang Maryamah Karpov. Setelah laskar pelangi menjadi sebuah tren, ( lets say siapa sih yang ga tau laskar pelangi? atau hari gini ga tau laskar pelangi? di mana aja?) dan kemudian terbuai buai dalam sang pemimpi hingga akhir terpesona di edensor..akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk memiliki Maryamah Karpov. Hadiah ulang tahun saya dari seorang sobat baik bernama Uci Sanusi.

Mungkin sama seperti para pembaca tetralogi laskar pelangi lainnya, saya berharap, buku keempat ini bisa menjadi penutup yang indah dariu semua keindahan yang ada. Walaupun laskar pelangi itu isinya melompat-lompat dulu baru ketemu feelnya..tapi saya merasa terobati dengan sang pemimpi dan begitu juga harapan saya dengan si buku 4 ini.

Tadinya saya pikir, buku ini benar2 benar menceritakan tentang Mak Cik maryamah di bumbui dengan dengan romantismenya ikal atau kisah-kisah konyol lainnya sebagai pemanis. But, tarrraaa...You Expect Too Much darling!!!!

Wah ternyata Andrea belum cukup matang dalam menulis..( gaya banget ya saya, padahal saya sendiri juga nulisnya kacau balau!)

The maryamah is tebal enough!!! mozaiknya kelewat banyak, hingga saya tidak mampu menyatukannya menjadi sebuah gambar di kepala saya..atau saya yang kurang nyastra ya?
Terus terang, saya banyak terkaget-kaget dengan loncatan loncatan cerita yang ada, seperti si ikal yang membuat kapal, usaha mereka untuk mengambil bangkai kapal yang ada di sungai dengan rumus fisika ckckckkckckc dan yang paling dramatis ya...perjalanan mengejar cinta hingga ke lautan antah berantah yang penuh dengan marabahaya dan intrik-intrik yang menurut saya sangat imajinatif..jadi serasa baca kisah nyata plus ada episode harry potter trus superman yang di mix dan di blend tapi ga alus..alias masih ada ampas2nya yang bikin keselek...aduh ngomongin buku apa jus ya?

Lha yang bikin kecewanya saya, Si titlenya itu, Maryamah karpov malah hanya menjadi figuran pelengkap penderita..yang kisahnya hanya ditulis sedikit sekali..harunya buku ini berjudul Si Ikal mengejar Cinta kali ya...? atau Masih ada Kapal buat menjemput A ling?

Tapi tetep di beberapa mozaik, saya masih bisa tertawa terpingkal-pingkal oleh cerita tentang mahar, cerita tentang orang melayu dan kebiasaan mereka untuk membual, minum kopi di warung dan cerita tentang taruhan memakai helm sepanjang hari...

ya selalu ada good news dalam bad news kan?

5 komentar:

Himawan Pridityo mengatakan...

The good news is, saya bisa ketawa di beberapa fragment. And the bad news is, kenapa pula saya harus beli buku yang tebal nan tak berartiarti ini!

Andrea itu memang berbakat pemimpi :D

lia mengatakan...

syukurlah saya ga jadi beli buku ini, cukup modal minjem doang :))

ya, bbrp mozaik emang bikin geli tapi selebihnya lebay bgt
:(

Hesty Wulandari mengatakan...

@ Pak himawan : Good newsnya pak himawan juga good newsnya saya..masih bisa ketawa lepas di beberapa fragmen..tapi bad news nya masih good newsnya saya loh..alhamdulillah bukan beli sendiri tapi di beliin...

@ Lia :Iya jeng lia, saya juga biasanya ngandelin temen yang pembaca buku dan koleksinya banyak untuk bisa membaca buku2 yang masih kabur statusnya..kalo jeng lia mo pinjam buku saya juga boleh...

debi-ebong-bongky mengatakan...

Ya namanya juga marketing..
bukan pure sastra,..gimana packaging nya bikin penasaran orang ng?
walaupun ng ada hub antara cik maryamah dan permainan karpov (catur)..tp i still love him,..make me dreaming :P

Hesty Wulandari mengatakan...

iya sih deb..aku lupa part of marketingnya..he he tapi dreamingnya lebih terasa di sang pemimpi dan edensor deb..well, ini hanya sekedar pendapat..boleh setuju dan tidak setuju