Kamis, 26 Januari 2012

Hp-Hp Saya

Entah mengapa saya seringkali tidak bersahabat dengan kepemilikan HP. Dalam beberapa tahun saya memiliki nomor handphone, beberapa kali pula ia kehilangan sarangnya. Bukan karena saya kelebihan duit lalu suka gonta ganti hp tapi lebih sering karena hilang, entah tercecer dimana, diambil siapa atau malah tidak bisa digunakan sama sekali. Kehilangan HP pertama yang cukup menyiksa batin saya adalah nokia 6300 warna hitam lungsuran dari papa. Hp ini hilang saat saya dan teman-teman sedang berdiskusi di ruang belajar di kampus sekitar 2 tahun yang lalu. Nyesek karena hp itu sangat amat menyenangkan untuk dipakai, suaranya bagus dan bisa internetan pula dan hilang pada saat saya lagi cekak-cekaknya jadi mahasiswa. Setelah itu saya menggantinya dengan Hp seri paling bawah. Yang orang-orang suka bilang kalo sebenarnya itu senter berhadiah HP.Ga papalah, yang penting bisa nelpon dan sms, lupakan sejenak apdet status dan lain-lain yang membutuhkan internet. Tapi ternyata HP semurah inipun tidak menyurutkan maling untuk mengambilnya. Sebulan setelah hp ini saya miliki, ia kembali diambil orang dari jok motor waktu saya joging sore di GSP.


Tapi seri paling menyedihkan dari kehilangan Hp ini terjadi bulan Oktober lalu, persis saat saya sedang diklat pra jabatan di balai diklta depag di Padang. kali ini yang hilang HP pertama yang saya beli dengan uang saya sendiri, dari gaji pertama saya, Xperia X8. Memang bukan hp baru, saya membelinya dalam kondisi sudah dipakai 1 bulan tapi masih bagus dan harganya turun jauh. Si X8 ini termasuk grup awal hp berbasis android, jadi ia cukup membuat saya merasa keren waktu memilikinya. tapi sayang kami ndak berjodoh lama, ia hilang tanpa pesan. setelah si X8 hilang, saya kembali memakai hp standar lagi, tapi kali ini yang dual sim card, biar kedua sim card yang saya punya bisa tetap dipakai meski hp cuma satu. Tapi lama-lama hp dual sim card memiliki kelemahan juga. Sim card yang satu akan langsung kehilangan sinyal ketika sim card yang lainnya dipakai sehingga banyak yang komplain kenapa saya susah sekali dihubungi.

Dan akhirnya saya melihat iklan hp android murah tapi tidak murahan... Samsung galaxy Y..dan saya langsung jatuh cinta. Sebulan yang lalu saya menemukan si hp ini second beberapa hari saja dengan harga yang pas dengan kantong saya.

Saya bukan kategori gadget freak, saya juga ga merasa perlu membeli barang keren-keren tapi tidak difungsikan dengan baik, tapi kehilangan X8 membuat saya(seperti) kehilangan kehidupan. Saya tidak bisa mengakses situs jejaring sosial saya setiap saat sehingga ketinggalan banyak perkembangan. hal ini diperparah oleh tidak adanya wi-fi dan jaringan internet gsm yang amat sangat lelet di kampus. Kehadiran si samsung galaxy Y ini benar-benar mengembalikan semangat hidup saya (lebay ya?).

Berbeda dengan hp android saya terdahulu, hp yang ini seri androidnya lebih tinggi, jadi saya bisa install whatssap buat chatting ama teman-teman kapan saja. Seri galaxy Y ini menggunakan kamera 2 mp. kecil memang tapi masih lebih baik daripada kamera VGA yang dimiliki oleh xperia X8. Dan hal yang lebih menyenangkan lagi, setelah saya mendownload beberapa fitur photography, hasil jepretannya jadi keren.






semua berawal dari HP sekecil ini lo...



Jadi, My dearest samsung galaxy Y, jangan pergi lagi sebelum waktunya kamu pensiun ya..biar saya bisa memoto lebih banyak lagi hal-hal menarik disekitar saya:)

Rabu, 11 Januari 2012

Cobaan mengajar

beberapa kali dalam dua minggu terakhir saya seperti mendapatkan teguran bahwa sesekali saya harus bersikap keras kepada orang lain dan tidak melulu menjadi orang yang hanya menyenangkan hati orang lain saja. Sesekali juga saya seharusnya mengeluarkan atau menunjukkan bahwa kadang saya juga bisa marah dan tersinggung seperti orang lain.

Seperti yang terjadi hari ini di kelas. Seorang mahasiswa meminta saya untuk melepaskan kemarahan saya kalau saya memang ingin marah pada mereka. Setidaknya akan membuat mereka (para mahasiswa) menjadi takut dan segan pada saya.

Saya menarik nafas panjang
Ucapan itu mengingatkan saya pada ucapan Adam, yang seringkali mengeluarkan kata-kata :"hesty yang biasa" setiap kali saya tidak menjawab debatnya.

Saya merasa serba salah
Jujur saja, saya sebenarnya bukan tipe orang yang amat sabar. sejujurnya saya malah amat sangat moody dan gampang tersinggung. teman-teman baik saya sudah mengetahui dengan baik karakteristik saya yang ini dan rata2 sudah cukup maklum dan teruji. Ketika menjadi dosen, saya memutuskan untuk menjadi orang yang jauh lebih sabar meskipun pada dasarnya saya tetap saja mudah terpengaruh terhadap penilaian orang lain, mudah kepikiran kalau ada masalah, mudah measang muka jutek kelas tinggi kalau lagi terganggu perasaannya.

Tapi ternyata itu semua tidak semudah yang saya kira, terutama tanggapan dari orang-orang yang menjadi objek pembelajaran kesabaran saya. Sebagian dari mereka mengganggap enteng, mengganggap remeh dan bahkan agak mulai kurang ajar serta kurang sopan meskipun tak sedikit pula yang menikmatinya.

Setiap dosen punya alasan sendiri mengapa mereka mengadopsi pola-pola tertentu dalam mengajar dan mengapa mereka bertindak dengan cara tertentu pula begitu pun saya. Pelajaran semasa bangku kuliah mengajarkan saya bahwa kelas yang menyenangkan akan menjadi alasan utama kita untuk tetap datang ke kampus. nah bagaimana bisa kelas akan menjadi tempat yang menyenangkan kalau dosennya sibuk marah-marah terus sepanjang hari? bagaimana mahasiswa bisa tenang di kelas kalau dosennya sibuk mencari-cari kelemahan mahasiswanya?. Alasan saya yang lainnya adalah karena saya ingin meneruskan kebaikan yang pernah saya dapatkan dari dosen-dosen saya yang pernah menjadikan ruang kuliah sebagai candu, sehingga setiap kali pertemuan terlewatkan maka setiap kali itu pula saya merasa ada yang belum lengkap.

Tapi mungkin saya seringkali lupa bahwa kepala yang sama hitam tidak menjamin kesamaan pemikiran dan persepsi akan suatu hal, begitu pun saya tidak bisa memaksa meereka untuk mengerti dan paham akan jalan pikiran saya..

Setidaknya saya sudah mencoba..kalau gagal, mungkin ini seperti halnya teori perusahaan, bahwa jika satu teori cocok untuk diterapkan pada suatu perusahaan maka ia belum tentu akan menghasilkan kecocokan yang sama jika diaplikasikan pada perusahaan lain..kalau berhasil? berarti cuma perlu maintenance saja..dan itu akan lebih sulit tapi bukan hal yang tidak mungkin

Minggu, 01 Januari 2012

Epilog - Dear Adam

so there i was..waiting for the airport shuttle bus in the middle of rain bring me to see him..Him..the one that being the addres of my 2 previous essay.

Hampir dua tahun lalu saya bertemu dengannya pertama kali di FX Jakarta. pertemuan yang terjadi setelah kami kenal kurang lebih 3 tahun lewat tulisan-tulisan yang muncul di layar yahoo messengger. jika ditanya kapan tepatnya saya mulai menyukainya, maka pertemuan pertama kami itulah jawabannya. Dia persis seperti yang saya kenal sepanjang percakapan saya di ym dan telpon, terutama sikap dan cara bicaranya. Saya pikir tadinya ia akan pergi begitu saja setelah kami bertemu. ketakutan yang wajar, karena ia seorang pria dan seorang pria (biasanya) visual dan saya tidak memenuhi kategori visual yang layak untuk itu.

Tapi ternyata dia tidak pergi begitu saja. kami masih menghabiskan beberapa jam untuk ngobrol hingga jalan dan nonton. pertemuan pertama yang berkesan. Sebegitu berkesannya bagi saya hingga setelahnya saya tiba-tiba menjadi seorang fans berat. Saya kemudian membombardirnya dengan segala perhatian yang berlebihan hingga ia jengah sendiri dan meminta saya untuk berhenti. Saya cuma menjawab :

" ya aku memang suka ama kamu..tapi tidak meminta kamu untuk melakukan hal yang sama kok.."

Di depan dia saya kehilangan urat malu. Saya jadi bebal. saya tetap saja merindu untuk terus mendengar suaranya setiap malam..selalu ada perang antara jari, hati dan kepala untuk memencet nomornya atau tidak yang sering berakhir dengan nada sambung diujung telepon. kalau beruntung, ia akan menjawab dengan menyenangkan dan akan lebih banyak saya yang bercerita daripada dia hingga ia sering mengeluarkan komentar :"semuanya tentang kamu!". Ah, dimatanya saya menjadi wanita yang egois dengan semua cerita saya padahal sebenarnya saya hanya bingung harus mengajukan pertanyaan yang bagaimana lagi padanya.

Minggu lalu, selama 2 hari menghabiskan waktu bersamanya, ia kembali mengajukan pertanyaan yang sama; "apa yang sebenarnya saya inginkan? benarkah saya siap untuk menjadi patnernya? atau saya hanya sekedar ingin menjadi pacarnya saja?". Kami berbincang serius cukup lama disebuah tangga didepan jalan setapak yang dilewati banyak orang. Akhirnya pembicaraan seperti itu terjadi juga..bukan yang pertama tapi ini yang pertama kalinya berlangsung live..di depan mata saya sendiri dan sayalah yang menjadi pemainnya. Saya (lagi-lagi) mencoba untuk mengatakan bahwa dia memang istimewa untuk saya. Dialah yang menjadi alasan mengapa saya ada di kota itu pada hari itu seperti halnya dialah yang menjadi alasan mengapa malam akan menjadi sangat berbeda jika tiada suaranya dipenutup hari. Lebih jauh, saya ingin bertanya mengapa saya tidak pernah menjadi pilihan hatinya..seperti yang lain, seperti wanita yang pernah ia pilih meski hanya kenal 1 bulan sementara pada saat yang sama saya sudah berdiri didekatnya selama satu tahun...tapi saya tidak mampu. Kepercayaan diri saya luruh. 2 hari cukup untuk melihat bahwa saya dan dia berada di dunia yang berbeda. Dia, pria metropolitan dengan gadget keren ditangan dan kehidupan sosial yang so-out-of-my-coverage-area dan saya dengan kehidupan kedaerahan yang normal-normal saja. but i just like him no matter how different we are and the word "like" not always need any reason..
Dan saya hanya bisa terdiam dan berkali-kali harus melihat ke arah yang berbeda agar dia tidak perlu melihat mata saya yang berkaca-kaca ketika ia menjelaskan mengapa saya tidak dipilih untuk menepati hatinya.Dia mengatakan kalau saya datang disaat yang salah sehingga semua hal yang saya lakukan untuknya jadi ikut salah. Tapi tak mengapa. Bagi saya, sesalah apapun situasinya tidak membuat dia kehilangan keistimewaannya di hati saya.Dan rupanya kami sama saja, pernah mengalami luka hati yang teramat dalam, namun luka saya lebih dahulu sembuh dari lukanya higga membuat ia kehilangan keinginan untuk jatuh cinta. Ia bicara cukup banyak tentang bagaimana ia melihat saya dalam hidupnya. Dimatanya, saya adalah seorang teman bicara yang menyenangkan, sehingga jika ia putuskan untuk menerima saya dihatinya akan ada kemungkinan kehilangan teman baik itu jika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang saya dan dia harapkan.Bisa saja sebenarnya dia berpura-pura mencintyai saya dan menerima pernyataan hati saya tapi ia tidak ingin menjadi orang yang akan menyakiti hati saya seperti perempuan perempuan lain yang pernah ia sakiti hatinya, hmmm..saya menarik nafas panjang dan menggumam dalam hati .. "bagaimana jika yang terjadi sebaliknya? bagaimana jika kami ternyata bisa menjalaninya dengan baik?".


Perjalanan sore itu menuju angkot yang akan membawanya ke tempat menginap menjadi titik perpisahan kami. Setelah semua penjelasan panjang lebar dan berkali-kali menahan agar air mata saya tidak turun, kami berpisah. Malam itu saya harus kembali ke kota ini dan ia masih akan melanjutkan liburannya. Saya dan dia berjabatan tangan selayaknya seorang teman baik. Saya berbalik arah dan membiarkan airmata saya turun begitu saja. Saya (kembali) patah hati. Tapi seperti biasa, saya yakin akan bisa melewatinya. Ternyata semua hal menjadi absurd kalau sudah menyangkut hati. seberapapun seseorang mencoba menempatkan kita diposisi yang baik di kehidupannya tapi jika itu belum dihatinya, maka tetap saja ada perasaan sedih yang menyelinap. masih saja ada perih dihati, seperti yang pernah ditulis teman saya ve yang kurang lebih isinya seperti ini :" kadang jadi teman yang menyenangkan tidak enak juga..karena kita tidak akan terpilih untuk jadi lebih dari sekedar teman". Padahal seharusnya saya berterima kasih padanya. Dia tidak pernah menjauhi saya yang begitu tergila-gila padanya seperti halnya yang dilakukan teman sekelsa saya waktu SMU. Mestinya saya berterima kasih bahwa sampai hari ini saya masih bisa menikmati percakapan saya dengannya kapan saya mau. Saya sebenarnya tidak pernah benar-benar kehilangan dirinya, saya hanya tidak pernah benar-benar memiliki hatinya..

Dear Adam,
That 2 days opportunity has opened my eyes, to know you well, to see you closely and differently. to learn that we still have another important thing in life called friendship. To let me know that i might not have all the things that i want but still, i can enjoy some..so, Thank you so much for let me experiencing those heart beating, smile, laugh and tears during the time i spent with you.. I really hope that it's not an epilogue..but if it is so..i'll be fine and will only missing u sometimes :)

Selasa, 20 Desember 2011

Beri Cinta Waktu...- Dear Adam


Dear Adam,

Pagi ini aku bangun dengan perasaan tak biasa. Pekanbaru tidak pernah sedingin ini sebelumnya, begitupun hatiku rasanya tidak pernah sehangat pagi ini. Terima kasih untuk balasannya. Tak pernah menyangka kalau aku akan menerima balasan semanis itu darimu, dengan kata-kata yang lugas, khas kamu tapi aku suka. Paragraf demi paragraf aku baca berkali-kali. Dan berkali-kali pula aku terdiam, tercenung dan mencari makna dibalik tulisan itu hingga akhirnya aku jatuh cinta pada paragraf terakhir. Ia telah membuat aku memerah dan tersipu-sipu hingga semalam aku tertidur dengan senyum yang tanpa sengaja kamu ukir di wajahku. Ternyata kita berkomunikasi jauh lebih baik lewat tulisan ya?. Meskipun demikian aku tetap masih lebih suka mendengar langsung kamu berbicara di telingaku, rasanya lebih hidup.

Adam,
Hari kemaren terasa begitu berbeda meski aku tidak tahu apakah esok begitu juga. Yang jelas aku ingin menikmati saja apa yang sedang kupunya tanpa perlu menghabiskan waktu untuk merisaukan apa yang mungkin akan terjadi esok hari, menikmati rona merah di pipi yang menghangat ini, menikmati rasa seakan ribuan kupu2 menari-menari di perutku.

Dear Adam,
aku kirimkan sebait lagunya maliq n d' essential untuk mu pagi ini.
Beri cinta waktu
untuk memahami
untuk meyakini
bila esok yang kan terjadi
semua indah kan terjalani..
lengkapnya kamu bisa lihat disini

Have a blessed day Adam

Senin, 19 Desember 2011

menemukan, menikmati dan menularkan

Membaca kembali postingan-postingan lama saya di multiply, saya menemukan tulisan ini :
"membaca postingannya my sister tentang kebahagiaan sederhana..jadi pengen menjawab pertanyaan yang sama..Apa ya kebahagiaan sederhanaku?
1. Ditelpon si Dia...walaupun si Dia suka ngambek dan sensitif..tetap aja aku bahagia kalo dia menelpon...akan lebih bahagia lagi kalo selama menelpon dia baik-baik saja..
2. Kalo hari ini di kantor ga bikin kesalahan..kalo semua appointment yang diarrange ga ada yang berubah, counterpartnya bisa semua...dan kalo pekerjaanku dipuji bos
3. Kalo pulang ato pergi kerja ada yang nebengin ( cape juga jalan kaki terus..kapan ya bisa beli motor..?)
4. Bisa beli barang yang diinginkan tanpa rasa bersalah setelahnya..
5. Kalo sekarang ini, bahagia banget kalo udah hari Jumat...karena besoknya bisa bangun siang...
6. Dan bahagia banget ngeliat harga mangga cuma 2000/ kgnya..."


Postingan itu saya buat hampir 4 tahun yang lalu ketika saya masih di Jogja, masih pacaran dengan mantan saya yang sekarang sudah menikah dan masih bekerja dengan bos saya yang orang jepang itu. membaca postingan ini membuat saya tersadar kalau ternyata, dulu saya hanya butuh hal2 kecil saya untuk bahagia. Sekarang, saya seringkali mulai kesulitan menemukan dan menikmati kebahagiaan itu sendiri, mungkin karena pengaruh waktu, tempat dan usia. Padahal, yang menjadi sumber kebahagiaan itu tidak melulu hal-hal yang luar biasa kan?

Sumber kebahagiaan bagi setiap orang tidak pernah sama. Apa yang membuat saya bahagia belum tentu akan menjadi hal yang membahagiakan buat teman-teman saya. tapi satu hal yang saya percayai, bahagia atau tidak, itu kita yang menentukan bukan orang lain. Meskipun begitu, sumber kebahagiaan kita bisa saja datang dari orang lain ataupun dengan pertolongan orang lain, maka kebahagiaan bisa kita rasakan.

Setelah saya amat-amati, pengeluaran bulanan saya yang cukup lumayan setelah makan dan bensin adalah pulsa. Untuk nomor simpati, pulsa dengan nominal 20rb saja, saya bisa menghabiskannya dalam waktu paling lama cuma 3-4 hari.itu akan habis lebih lama untuk kartu xl saya karena kebanyakan teman-teman saya bernomor telkomsel bukan x1, plus nomor untuk internet. pulsa 20 rb tadi akan habis lebih cepat jika saya sedang rajin menelpon kecengan saya di cerita sebelumnya :D. Tapi saya ga suka mikirin tuh berapa uang yang saya keluarkan tiap bulannya untuk pulsa. bukan karena saya banyak uang tapi karena pulsa yang saya habiskan itu saya gunakan untuk menelpon orang-orang terdekat saya; menghabiskan 1-2 jam chitchat hanya untuk bertanya kabar, saling mendengarkan cerita, saling memberi masukan, saling menertawakan dan pada akhirnya kami akan saling berbagi tawa..jikapun hari itu tidak semua hal berlangsung menyenangkan..maka pada akhirnya saya dan teman-teman akan saling menularkan semangat dan mengakhirinya dengan pelukan..pelukan virtual. Berbicara dengan teman-teman saya ditelepon adalah salah satu kebahagiaan saya..dengannya jarak yang terbentang diantara kami jadi tidak lagi terasa. Perjalanan hidup mempertemukan saya dengan banyak orang dibanyak daerah..mulai dari ujung barat hingga ke ujung timur nusantara dan rasanya masih sulit untuk menemui mereka satu-persatu. Teleponlah yang akhirnya menghubungkan saya dengan mereka sehingga akhirnya pulsa yang hilang itu tergantikan dengan hal-hal yang jauh lebih besar dari nilai yang saya habiskan.

Banyak diantara kita, termasuk saya seringkali terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan ketika ingin melakukan sesuatu yang akan membuat kita bahagia sehingga membuat kita akhirnya melewatkan kesempatan untuk bahagia dengan menikmati hal-hal yang tidak perlu kita khawatirkan. Ketika banyak orang memulai trend untuk memakai inner atau dalaman jilbab yang berupa bandana, saya tidak pernah tertarik mencobanya karena merasa muka saya yang bulan ini tidak cocok dengan jilbab yang memakai bandana. belum lagi saya melihat bahwa trend ini kebanyakan diikuti oleh anak-anak muda yang saya ajar di kelas. Saya jadi takut dianggap sok muda atau ga tau umur. Suatu kali ketika berada di rumah, saya iseng2 mencoba untuk memakai bandana punya adek saya dan kemudian memasangkan dengan jilbab. Ternyata yang terjadi malah sebaliknya, kakak dan adek saya bilang kalau saya terlihat bagus dengan itu. Akhirnya saya beranikan diri datang ke kampus dengan dandan baru..dan ternyata lagi-lagi kekhawatiran saya tidak menjadi kenyataan. sebaliknya, banyak yang bilang saya jauh lebih segar dan muda. .. Pujian, meskipun seringkali melenakan, bisa menjadi salah satu hal yang membuat kita merasa bahagia. dalam kasus diatas, saya menyesal terlalu mengkhawatirkan hal yang ga penting sehingga akhirnya melewatkan hal yang mungkin saja bisa membahagiakan saya.

Hidup memang tidak selalu mulus, tapi ketidakmulusan hidup juga bukan alasan untuk menjadi tidak bahagia kan? Siapa yang bisa menjamin kalau hidup kita mulus-mulus saja akan membuat kita selalu bahagia..mungkin kita malah akan ngeluh karena hidup kita begitu-begitu saja...Jadi berjanji akan selalu berusaha untuk menemukan kebahagiaan saya sendiri, menikmati dan kemudian menularkannya pada orang lain

Minggu, 18 Desember 2011

Dear Adam

Dear Adam..

kuharap kamu belum bosan kalo aku beritahu bahwa bagiku kamu begitu istimewa. ini yang kesekian kalinya. aku tidak ingin berkata :"belahlah dadaku agar kamu tahu isi hatiku" karena aku belum ingin mati sekarang sehingga tidak bisa lagi menikmati percakapan-percakapan antara aku dan kamu..yaaa meskipun kadang ga jelas, meskipun kamu sering bosan..

bagiku setiap malam adalah masa harap cemas..menekan nomor telponmu yang bahkan tidak pernah ada didaftar kontakku, yang kuhapus agar aku tidak terlalu sering mengingatmu..tapi sayangnya kepala dan hatiku tak pernah lupa..lagipula, nomor telponmu terlalu sulit untuk dilupakan. Menunggu nada sambung terdengar dan cemas..kalau telepon dariku akan mengganggumu sehingga kamu tidak pernah tertarik lagi untuk mengangkatnya. Ahh..aku cemas kalau aku mulai membosankan bagimu. padahal mengapa harus cemas ya..pun aku tahu kalo aku juga tidak pernah semenarik itu bagimu -__-

Adam,
Seseorang pernah berkata kepadaku bahwa tidak semua hal di dunia ini butuh alasan..sebagian bahkan terjadi tanpa alasan..seperti mengapa aku tidak pernah lelah dan berhenti menyapamu bertahun-tahun..aku akan menjawab aku suka aja..dan mengapa aku suka? ya karena bagiku kamu begitu istimewa.
maka, jika kamu bertanya lagi, mengapa aku begitu ..hmmm tergila-gila atau terobsesi padamu..maka kali ini aku akan menjawab :
1. Dari pertama aku mengenalmu bertahun yang lalu, aku tahu kalau kamu pria pintar, dan pria pintar selalu menarik
2. aku suka caramu berbicara dan bercerita..dan aku bahkan suka caramu menyanyikan sebuah lagu, meskipun bagiku suaramu cukup sumbang
3. dan bagiku kamu punya sesuatu, entah itu kharisma atau pesona atau hal lain yang aku bahkan tidak punya cukup banyak kata utk bisa menggambarkannya
4. and i love the feel when your name on my lips..when my finger type your name in sms and when my ear hear your voice..
5. as a conclusion..i just love everything about you..except the girls around you

Heiii..Aku langsung bisa membayangkan komentar yang akan keluar dari mulutmu :

"Hesty,dari semua yang kamu bilang, tidak ada satupun yang menunjukkan kalo kamu suka dan cinta sama aku..kamu cuma terobsesi..Kenapa siy tidak mencari orang lain saja?" ha ha

Gapapalah..aku juga akan paham aja kalau semua alasan akan terdengar sangat egois bagimu..*karena kamu selalu menilai bahwa aku terlalu mementingkan diriku sendiri, seringkali tidak pernah berpikir tentangmu*..maka maafkanlah aku..mungkin kita hanya berbeda sudut pandang saja. bagiku selama ini aku berpikir kalau aku sudah berusaha memperlakukanmu dengan sangat istimewa sebisa aku, namun mungkin bagimu tidak begitu. tidak mengapa Adam, its just about the way you see something and the way i see something.

mungkin sudah saatnya aku perlu mulai berpikir untuk memiliki hewan peliharaan saja untuk menemaniku sehingga aku bisa melupakan segala sesuatu tentang kamu. Tapi aku pasti akan tetap menelpon kamu kok..ha ha..karena aku ga pernah benar2 bisa berhenti menggilaimu.
Ohya, kalau aku membeli kucing, aku akan menamainya Adam juga. Setidaknya bisa menjadi sesuatu yang akan mengingatkanku padamu..^_^

Btw, aku lupa bilang..kalo bahasa inggris kamu bagus sekali :)

Senin, 12 Desember 2011

sebelum 30 menjelang...

sepanjang 29 tahun umur saya, hanya satu kali saya pernah punya pesta ulang tahun. Pesta ulang tahun dalam defenisi anak-anak, ada gaun pesta yang dibawahnya mekar berlapis-lapis, ada balon-balon warna warni..ada mie goreng, ada bungkusan yang dibawa tamu-tamu pulang dan tentu saja ada kue tart dengan hiasan bunga-bunga dan boneka, ada yang menyanyikan lagu selamat ulang tahun beramai-ramai, tiup lilin dan potong kue..pesta itu disiapkan mama pas saya berumur 4 tahun, dirayakan bersamaan dengan pesta ulang tahun kakak saya yang ke 7 tahun. Kakak saya berulang tahun ditanggal 22 november dan saya 7 desember. biar hemat :)

Sisanya, mama dan saya lebih banyak mengandalkan kreativitas. Ketika saya TK, saya tidak sempat ikut pesta ulang tahun karena sakit. hanya kakak saya yang punya foto seragam ulang tahun TK kami. Beranjak SD, ulang tahun saya dirayakan dengan membagi-bagi potongan kue bolu marmer jeruk bikinan mama atau berbagi permen dan wafer. sesempatnya saja.Beranjak SMP, traktiran mulai jadi tren. berasa keren kalo bisa mentraktir teman makan, baik itu cuma makan di kantin,atau beli gorengan aja. kalau punya uang banyak, bisalah mentraktir teman di warung bakso. Pas SMU, saya lebih sering ngajakin teman makan di rumah, dengan menu buatan sendiri. Pas kuliah, menunya malah lebih variatif, dari mie goreng hingga nasi dan ikan bakar lengkap dengan sumber uang hasil jualan risoles atau lauk-pauk.

Keluarga kami tidak kaya raya, tapi juga tidak kekurangan. alhamdulillah, tapi membuat perayaan ulang tahun memang bukan hal yang biasa di keluarga. kami biasanya menghabiskan hari ulang tahun dengan masakan rumahan, hanya dibuat agak istimewa atau sesekali beli martabak mesir dan nasi goreng kubang.Sepanjang masa sekolah dan kuliah, saya melihat dan beberapa kali kecipratan rejeki traktiran ulang tahun teman. Ulang tahun teman yang cukup membuat iri adalah ulang tahun seorang teman SMU di sebuah restoran fast food ternama. acaranya sih ga luar biasa, tapi black forestnya, ciuman pipi kiri dan kanan dari orang tua, menu yang disajikan yang luar biasa serta orang yang mengundangnya yang keren:D..apalagi untuk jarang makan fast food ky saya dulu..

Empat tahun ngekos di jogja, ulang tahun mulai menjadi suatu yang ritual..mulai dari kejutan, trus traktiran trus kalo lagi beruntung dapat kado :),. lagi-lagi sebagai anak kos, saya mengandalkan kreativitas saja..bikin brownies sediri, bikin makanan apa trus ngajak anak-anak makan bareng. sekalinya pernah dikasih kejuatan tengah malam ama adik-adik kos dan dipaksa nraktir burger ama mereka, naik kelas dari selera burjo..uang di dompet 180rb ludes, badan dan rambut abu amis telor..lengkap sudah penderitaan..bau dan bangkrut:). Pernah juga dapat kejutan dari teman-teman, tapi karena lagi ga enakan, saya ga keluar dari kamar..esok paginya didepan kamar saya sudah ada kursi, boneka dan kue ultah lengkap dengan surat cinta dari mereka..boneka pertama saya:)

Tahun ini, tahun kedua saya ulang tahun sebagai seorang dosen dan ditempat baru. beda dengan tahun lalu, ulang tahun saya kali ini tidak bertepatan dengan hari mengajar dan rumah yang jauh..jadi rasanya tidak akan ada surprise party. tengah malam, saat memasuki umur 29..saya hanya sholat dua rakaat dan berdoa panjang, berterima kasih sama Yang Maha Menciptakan dan yang memegang umur saya.. mengajukan beberapa permintaan khusus dan kemudian tidur. Paginya malah tidak ada menu istimewa, hanya telor balado karena siangnya saya dan teman-teman janjian makan siang bareng..biasa saja.Hanya sms yang silih berganti masuk ke inbox hp dan beberapa telpon dari sahabat yang menyiratkan hari itu hari saya. bahkan keluarga saya saja lupa..ha ha. Baru menjelang malam, saya mendapatkan kejutan dari romel, atiek dan kiki yang datang ke rumah malam-malam mebawa satu kue ulang tahun yang imut2 dengan satu lilin menyala...ga terduga karena rumah saya jauhnya minta ampun, sampe saya tergagap2 pas mau berdoa. Semakin malam makin istimewa, setelah satu kejutan dari teman tadi, hampir jam 1 setelah saya hampir terlelap saya mendapatkan kejutan lagi, kali ini dari egi, fauzi, jenni, jimmy dan wendra anak-anak saya. mereka datang jauh jauh dari rumbai untuk saya...sampai jam 3 kami bercerita dan berbagi tawa..sampai tetangga ada yang keluar rumah karena berisik..dan terakhir jumat lalu, saya merayakannya dengan kakak saya arina dengan banyak tawa dan cerita. i do feel blessed.

hari ulang tahun yang (hampir) seperti hari biasa padahal pertambahan umur bukanlah hal yang biasa. setahun lagi saya tiga puluh. diusia saya hari ini, teman saya sudah punya anak 3, ada yang baru menikah..ada yang sedang mengambil sekolah doktoral, punya karier yang strategis dan lain-lain. tapi hidup saya juga alhamdulillah sangat baik sejauh ini. Punya keluarga yang lengkap dan teman yang banyak. pekerjaan saya lebih dari cukup..cukup gajinya,kekayaan hati dan pengalamannya yang sungguh sangat signifikan bagi saya, pekerjaan yang membuat saya terus belajar tiap hari dan memberikan saya kesempatan untuk memiliki banyak anak-anak meski bukan terlahir dari rahim saya sendiri. di usia 29, saya masih sendiri dan masih belum ada petunjuk siapa yang akan menjadi pendamping saya hingga tua nanti, tapi seperti yang kakak saya-arina bilang, Tuhan (mungkin) belum melengkapi saya untuk hal itu, tapi Ia telah memberi banyak sekali keberkahan diberbagai sisi lainnya; pekerjaan, uang dan teman-teman.

Satu tahun sebelum usia 30 menjelang..ketika lilin akan ditiup saya berdoa semoga Dia Yang Maha Mengetahui segala sesuatu itu mengabulkan pengharapan saya untuk pendamping, sekolah dan karier..tapi yang paling penting dari semua itu, semoga Ia selalu memberikan saya hati yang semakin bijak dan penuh syukur sehingga tetap bisa melihat segala sesuatu dengan lebih baik...